Pernahkah Anda mengalami ketika sudah menulis konten dengan target keyword yang dirasa tepat, artikel dibuat secara lengkap dan berkualitas, tetapi performa tak kunjung membaik?

Jika ya, mungkin ada salah satu hal yang luput saat melakukan keyword research (riset kata kunci), yaitu memahami search intent.

Search intent sendiri adalah maksud dari sebuah kueri pencarian yang audiens ketikkan di kolom pencarian search engine.

Lantas, apakah search intent itu penting di SEO (Search Engine Optimization)?

Bagaimana cara memahami dan memaksimalkannya?

Berikut penjelasan lengkapnya!

Apa Itu Search Intent?

Setiap user pasti mempunyai tujuannya masing-masing ketika mereka melakukan pencarian di search engine.

Nah, tujuan atau maksud inilah yand disebut dengan search intent.

Search intent ini bisa kita artikan menjadi maksud pencarian.

Sekarang coba Anda bayangkan sedang mencari informasi di Google, misalnya ingin tahu tentang tahapan belajar SEO untuk pemula.

Kemungkinan teman-teman akan mengetikkan query seperti ini:

“panduan belajar seo untuk pemula” atau “belajar seo pemula gratis”.

Berdasarkan query yang Anda ketikkan di tadi, maka search intent yang bisa kita pahami adalah informational.

Apakah Search Intent Penting untuk SEO?

Search intent adalah salah satu faktor penting dalam SEO modern.

Maksud pencarian akan menentukan jenis konten, format, dan user experience (pengalaman pengguna) yang diprioritaskan oleh search engine.

Jika konten yang teman-teman publish tidak sesuai dengan apa yang dicari pengguna, maka tidak ada alasan bagi search engine untuk memberikan ranking yang baik.

Mengenal Jenis-jenis Search Intent di SEO

Meski tidak mudah memahami maksud dari pengguna, teman-teman bisa memecahkan masalah tersebut dengan empat jenis search intent di bawah ini.

Dengan mengetahuinya, Anda jadi tahu di mana arah yang tepat untuk membuat sebuah konten.

1. Informational

Semua user, termasuk teman-teman, pasti ingin mencari informasi ketika membuka search engine, entah itu informasi mengenai biografi seseorang, belajar hal-hal baru seperti SEO, digital marketing, dll.

Nah, inti dari informational intent ini adalah bahwa user sedang mencari informasi untuk menambah wawasan/pengetahuan/jawaban dari pertanyaan mereka.

Baca Juga:  Pengertian Keyword Density, Jumlah Ideal, dan Cara Hitungnya

Pada jenis search intent yang satu ini, biasanya user akan mengetikkan keyword yang cukup spesifik, seperti:

  • Cara merawat jaket kulit
  • Belajar digital marketing untuk pemula
  • Tips mendapatkan backlink berkualitas

2. Transactional

Jenis search intent transactional ini lebih mengarah kepada keinginan membeli atau bertransaksi.

Artinya, user sudah siap untuk melakukan tindakan tertentu (misalnya membeli produk)

Teman-teman pasti pernah mengetikkan nama sebuah brand atau barang di search engine, lalu yang muncul di hasil pencarian yang rata-rata kebanyakan adalah website marketplace.

Hampir semua user yang bermaksud ingin melakukan transaksi sudah mengetahui apa yang ingin ia beli beserta spesifikasi dan kisaran harganya.

Dengan demikian, mereka akan langsung tertuju kepada keyword dengan transactional intent.

Beberapa contoh keyword-nya yaitu:

3. Navigational

Pernah ingin mengunjungi situs tertentu, tetapi tidak tahu domain resminya? Jika pernah, maka Anda sedang masuk ke dalam jenis search intent navigational.

Sebagai contoh, teman-teman mungkin ingin mencari situs Daily SEO ID, Akan tetapi Anda belum tahu persis apakah domainnya .id, .com, ataupun. co.id.

Untuk mempermudah pencarian, teman-teman hanya perlu mengetikkan keyword “DailySEO” di search engine, lalu hasil pencariannya akan seperti ini:

contoh search intent navigational
Dok. Maulana Adieb

Contoh navigational search intent lainnya:

  • Facebook login
  • Login Gmail
  • Tokopedia seller
  • Pertamina career

4. Commercial Investigation

Jika pada jenis transactional intent setiap user sudah tahu apa yang ingin mereka beli, maka di commercial investigation mereka justru hendak mengambil keputusan sebelum membeli sesuatu, maka dari itu disebut investigasi komersial.

Sebagai user, kita akan mencari review suatu barang terlebih dahulu sebelum membelinya. 

Jika tidak, mungkin teman-teman akan mencari perbandingan antara brand A vs brand B untuk memastikan mana yang lebih tepat untuk Anda.

Di bawah ini, ada beberapa contoh keyword dengan commercial investigation intent:

  • Headset bluetooth terbaik
  • Honda Civic vs Toyota Corolla
  • Review Samsung Galaxy S25

Catatan: Sebagian Praktisi Membagi Search Intent Menjadi 4, Sebagian Lagi 3

Semrush termasuk yang membagi menjadi 4, dengan SEO tools Keyword Magic Tool menunjukkan apa search intent dari setiap keyword yang ada di datanya.

Keyword Magic Tool Semrush yang menunjukkan intent keyword
Dok. Maulana Adieb

Sebagian praktisi lain membagi ke dalam 3 search intent yaitu:

  • Navigational
  • Informational
  • Transactional

Pada jenis search intent commercial dianggap serupa dengan transactional, karena sama-sama memiliki niatan atau maksud untuk membeli.

Baca Juga:  Pahami Perbedaan Search Queries dan Keywords dalam SEO

Cara Identifikasi dan Mengoptimalkan Search Intent

Kini teman-teman sudah tahu empat dari jenis search intent di atas. Lantas, bagaimana cara mengidentifikasi dan mengoptimalkannya?

Sebenarnya, tidak begitu sulit untuk mengidentifikasi search intent di Google Search.

Teman-teman hanya perlu mengecek konten yang berada di halaman pertama SERP (Search Engine Results Page) dan cari tahu konten apa yang dibahas oleh situs tersebut.

Sebagai contoh, teman-teman sudah melakukan keyword research dan sudah mempersiapkan kata kunci seperti headset terbaik”.

Kira-kira apa maksud dari keyword di bawah ini, commercial atau transactional?

contoh search intent
Dok. Maulana Adieb

Hampir kebanyakan pencarian tentang “headset terbaik” mengacu pada 10 rekomendasi headset-nya, bukan mengenai situs pembeliannya.

Hanya ada satu marketplace yang muncul untuk keyword yang satu ini.

Artinya, teman-teman bisa memanfaatkan dan memaksimalkan kueri ini untuk membuat konten terkait commercial investigation intent dengan cara menulis rekomendasi headset terbaik.

Bisa juga ditambahkan keyword yang lebih spesifik untuk mendapatkan target user yang tepat, seperti “headset terbaik 2026″ atau “headset terbaik di bawah 300 ribu”.

Supaya lebih mudah dalam mengidentifikasi jenis search intent, Ahrefs memberikan keyword modifier atau “kata” pengubah keyword yang biasa digunakan untuk masing-masing jenisnya.

daftar kata search intent dari ahrefs
Dok. Maulana Adieb

Selain menganalisis hasil di SERP, teman-teman juga bisa melakukan hal ini untuk memahami search intent dari suatu keyword:

  • Memposisikan diri sebagai user untuk dapat mengenali search intent
  • Mengecek kueri di Google Search Console (GSC), jika sudah memiliki data historis
  • Melakukan survei langsung ke user

Bagaimana, tidak sulit bukan untuk mengenali maksud pencarian dari suatu keyword atau search query?

Kesimpulan

Memahami maksud di balik pencarian user memang tidak mudah.

Sebab, ada ratusan bahkan jutaan user yang datang ke Google dan mempunyai maksud dan tujuan masing-masing.

Meski begitu, dengan menginvestasikan waktu untuk memahami search intent tentu akan sangat bermanfaat bagi Anda dalam membuat konten yang tepat dan sesuai dengan apa yang dicari oleh target audiens Anda.

Terakhir, apabila Anda memiliki pertanyaan terkait tulisan ini, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Diperbarui oleh: Apri.

Referensi:

https://ahrefs.com/blog/search-intent/

https://www.semrush.com/blog/search-intent/

Author

SEO Content Specialist, Median Digital Indonesia | Former SEO Content at Zenius, Hipwee, and Glints | SEO Enthusiast

18 Comments

  1. Pingback: Mengenal Berbagai Tujuan SEO untuk Bisnis, karena SEO Bukan Cuma Demi Ranking - DailySEO ID

  2. Pingback: 5 Tips Optimasi Gambar di SEO, Lakukan Semua Agar Google & User Happy! - DailySEO ID

  3. Pingback: 5 Rekomendasi Kursus/Belajar SEO Online di Indonesia, Ini Investasi Leher Ke Atas! - DailySEO ID

  4. Pingback: 6 Langkah Awal Belajar SEO Bagi Pemula yang Segera Bisa Dipraktikkan - DailySEO ID

  5. Pingback: 9 Tips Menulis Judul Artikel yang Menarik untuk Diklik User - DailySEO ID

  6. Pingback: Jangan Pakai Target Keyword Sebagai Nama Domain Bisnis Anda: Google - DailySEO ID

  7. Pingback: Mengenal Agency/Jasa SEO: Apa Layanannya & Bagaimana Memilihnya? - DailySEO ID

  8. Pingback: 3 Ciri SEO Agency/Jasa/Pakar SEO yang Jangan Dipilih, Hati-hati Resikonya! - DailySEO ID

  9. Pingback: Strategi Low-Hanging Fruit Keywords dan Cara Implementasinya - DailySEO ID

  10. Pingback: Simak 9 Cara Monetisasi Blog yang Bikin Web Kamu Makin Cuan!

  11. Pingback: Apa Itu Konten SEO? Ini Dia Definisi,Teknik Penulisan,dan Atributnya

  12. Pingback: Google Rilis April 2023 Reviews Update, Ini Tips Bikin Konten Review Berkualitas - DailySEO ID

  13. Pingback: Sama tapi Beda, Ini Perbedaan SEO dan SEM yang Wajib Anda Ketahui! - DailySEO ID

  14. Pingback: Mengenal SERP dan Berbagai Fiturnya, Seorang SEO Harus Tahu! - DailySEO ID

  15. Pingback: 8 Tips Menulis Artikel Listicle yang Berkualitas dan Insightful untuk User - DailySEO ID

  16. Pingback: Membuat Page FAQ yang Disukai User Bisa Menaikkan Visibilitas Website di SERP - DailySEO ID

  17. Pingback: 9 Tips Mencari Freelance Writer yang Sesuai dengan Tujuan SEO Campaign Anda - DailySEO ID

  18. Pingback: Mengapa Pemula SEO Cenderung Fokus pada Skor di Berbagai Tools SEO? - DailySEO ID

Write A Comment