Ketika Anda memasukkan dua internal link yang berbeda ke dalam satu halaman web atau postingan artikel, mungkinkah Google memberikan value lebih tinggi dari salah satu link tersebut?

Hingga muncul pertanyaan lanjutan, apakah link yang disematkan pertama kali (paling atas dari keseluruhan konten, sering disebut dengan first link priority) akan mendapatkan value lebih dari Google?

Apakah Google akan menganggap first link priority sebagai ranking booster?

Agar tidak semakin bingung, mari kita kupas jawabannya bersama-sama, baca sampai selesai ya!

Apa itu First Link Priority?

Konsep first link priority sebenarnya tidak terlalu populer di kalangan praktisi SEO Indonesia. Setidaknya, kami belum pernah mendengar istilah ini sampai saat kami menulis konten ini.

Tapi secara singkat, konsep first link priority mengatakan bahwa Google akan mengabaikan link-link setelah yang pertama kali ditemukan, jika link-link tersebut mengarah ke halaman/URL yang sama.

Google hanya akan memperhatikan anchor text dari link yang pertama dan mengabaikan yang berikutnya. Ini dianggap sebagai salah satu aturan Google sebagai cara agar para webmaster tidak menambahkan terlalu banyak anchor text link ke dalam konten website mereka sehingga menjadi spammy.

Aplikasi konsep ini umumnya berhubungan dengan internal linking, yaitu untuk mengoptimasi target keyword dari halaman/artikel tujuan dengan cara memasukannya menjadi anchor text di link pertama ke halaman/artikel tujuan.

Klaim: Urutan Link (First Link Priority) Merupakan Faktor yang Memengaruhi Ranking di Google Search

Sebenarnya ada dua masalah terkait dengan term first link priority ini, yaitu:

  1. Internal First Link Priority, jika page A pada website teman-teman memberikan link ke page B dua kali, maka Google akan memilih anchor text dari link pertama untuk keperluan meranking page B.
  2. External First Link Priority, Ketika websiteAnda.com memberikan link ke DailySEO.id dua kali, maka Google hanya akan menganggap link pertama dan akan mengabaikan link yang kedua dan seterusnya.
Baca Juga:   Bukan Sekedar Ranking: Apa Itu SEO, Bagaimana Cara Kerjanya, dan Mengapa SEO Penting?

Bukti: Apakah Urutan Link (First Link Priority) Merupakan Salah Satu Faktor yang Memengaruhi Ranking?

Ada beberapa artikel dan blog post yang menyarankan first link priority sebagai bagian dari strategi internal, rata-rata sumbernya bermuara pada tulisan Rand Fishkin yang menyatakan hal di bawah ini:

…Anggap saja Anda memiliki dua link yang mengarah ke blog dari homepage.

Link pertama berada pada top level navigation, dan anchor text-nya adalah “blog”. Link kedua berada di homepage body dan anchor text-nya “celebrity news blog”.

Maka link anchor text kedua tidak akan memberikan benefit ranking untuk keyword “celebrity news” karena Google tidak menghitung multiple link anchor text pada target dari satu URL.

Sayangnya tulisan di atas adalah tulisan yang dibuat di tahun 2008.

Rand Fishkin juga menambahkan “penekanan” sebagai berikut:

Untuk hal seperti ini (hasil tesnya), bukanlah ide yang bagus jika Anda hanya mengambil pendapat saya (atau yang lainnya), coba lakukanlah tes sendiri dan lihat hasil yang Anda dapatkan. Karena search engine selalu berubah (algoritma update), hasil yang Anda dapatkan mungkin akan berbeda di bulan ke 6 atau di hari ke 6.

Sementara itu dari perspektif backlink, sejumah praktisi SEO bertanya-tanya dan berargumen apakah ada benefit lebih ketika mendapatkan lebih dari 1 backlink dari satu domain.

Ada yang beranggapan mendapatkan lebih dari 1 backlink dari satu domain masih memiliki value selama berasal dari webpage yang berbeda.

Ada juga yang beranggapan bahwa link kedua dan seterusnya hanya akan menjadi additional link.

Lalu, bagaimana dengan status first link priority saat artikel ini ditulis? Mari kita cek bukti sanggahannya di bawah.

Bukti Sanggahan: Urutan Link (First Link Priority) Bukan Faktor yang Memengaruhi Ranking

Terkait dengan bukti-bukti sanggahan, John Mueller, Search Advocate Google pernah membicarakan hal ini pada tahun 2018 di event Google Webmaster Central office hours.

Baca Juga:   Apakah Bounce Rate Merupakan Faktor Ranking Google?

Dalam merespon pertanyaan yang ada, John Mueller mengatakan:

Hal ini bukanlah hal yang kami maksud, ketika kami (Google) menyatakan ‘ini selamanya akan seperti ini’, selamanya tentang first link, last link, dan rata-rata selalu mengenai link, atau yang semisalnya.

Tapi lebih tepatnya, itu adalah sesuatu yang mungkin dipilih oleh algoritma Google untuk dilakukan dalam satu atau dengan cara lainnya.

Jadi rekomendasi saya adalah jangan terlalu mengkhawatirkan hal ini (first link priority). Jika Anda mempunyai link berbeda yang mengarah ke halaman web yang sama, maka itu normal. Ini adalah sesuatu yang harus kita hadapi, Google harus memahami anchor text agar lebih mengerti konteks link dengan lebih baik dan hal ini adalah normal.

Di masa itu, para praktisi SEO berusaha keras untuk mencoba merekayasa balik bagaimana Google dapat memahami dan memperlakukan multiple internal link yang mengarah ke sumber yang sama dalam satu halaman.

Anda bisa cek eksperimen yang dilakukan Moz di tahun 2011.

Berikut adalah tanggapan John Mueller terkait eksperimen di atas mengenai “first link priority”:

Saya tahu ada orang-orang yang melakukan SEO experiment dan mencoba mencari jawabannya, sebagai percobaan dan latihan, ‘Oh, Google baru saja melakukan hal ini’.

Namun dari sisi Google, hasil experiment tersebut bisa berubah dan hasilnya pun bukan seperti yang telah kami tentukan. Jadi jika Anda mencoba untuk menemukan jawaban tentang apa yang Google lakukan hari ini, maka itu bukan berarti apa yang akan Google tentukan esok, atau bagaimana perubahan Google selalu memengaruhi semua website.

Meskipun John Mueller telah menyatakan hal di atas, beberapa praktisi SEO lebih memilih untuk tidak percaya Google mengenai first link priority ini.

Baca Juga:   Apakah Domain History (Riwayat Domain) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Tapi inilah poinnya.

Apa yang John Mueller katakan tentang konteks jauh lebih masuk akal daripada aturan “mutlak” tentang first link priority, dan ini berdasarkan apa yang kita ketahui tentang cara kerja Google saat ini.

Google telah mengembangkan RankBrain, Knowledge Graph, dan tool atau teknologi lainnya untuk membantu algoritmanya agar dapat memahami lebih baik tentang konten yang dievaluasi.

Dan juga memiliki aturan “mutlak” dalam membatasi PageRank yang diteruskan dari satu domain ke domain lainnya, hingga akhirnya menjadi tidak relevan lagi.

Dan hal ini mungkin termasuk taktik dalam memerangi spam yang diperlukan saat ini.

Lagipula Google semakin pintar dan cerdas untuk membedakan hubungan antara sebuah halaman web dengan faktor yang memengaruhi rangkingnya.

Kesimpulan: Urutan Link (First Link Priority) TIDAK DAPAT MEMENGARUHI RANKING

Anda tidak bisa “memerintahkan” Google untuk memberikan ranking terhadap search query tertentu berdasarkan anchor text yang Anda gunakan pertama kali (first link priority).

Fokus yang seharusnya teman-teman kedepankan terkait link adalah menyematkan link yang relevan dengan konten dan mengutamakan sisi user experience.

Kenapa begitu? Karena internal link sebenarnya ada untuk membantu user dalam mengakses dan navigasi website Anda.

Kesimpulannya, Google tidak menggunakan first link priority sebagai faktor yang memengaruhi ranking.

Apakah teman-teman DailySEO.id masih menerapkan strategi yang satu ini?

Coba beritahu kami dengan tuliskan komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram di sini.

Sumber:

https://www.searchenginejournal.com/ranking-factors/first-link-priority/

Author

Touched SEO in 2014 and dive more deeply in 2019. Currently working at Farmaku & DokterSehat as an SEO Specialist.

Write A Comment