Tag H1 adalah tag HTML yang mengindikasikan title (judul) dari sebuah website.

Tag H1 sendiri sangat sering kita pertimbangkan dalam proses search engine optimization (SEO) yang kita lakukan.

Bahkan sebagian dari praktisi SEO seolah-olah melakukan over-optimized (berlebihan) terhadap tag H1 ini, karena tag H1 dianggap faktor krusial untuk mendapatkan ranking tinggi di Google search.

Benarkah demikian?

Agar wawasan SEO kita semakin bertambah, mari kita lihat jawaban dan faktanya di artikel ini. Baca hingga selesai ya!

Klaim: Tag H1 Merupakan Faktor yang Memengaruhi Ranking di Google Search

Teman-teman DailySEO ID mungkin pernah mendengar sejumlah saran “best practice” terkait tag H1 selama ini. Beberapa di antaranya:

  • Anda harus menyematkan banyak keyword di tag H1 untuk mendapatkan ranking tinggi pada keyword tertentu
  • Anda diharuskan hanya menggunakan satu tag H1 dan menjadikannya elemen teks pertama di web page (halaman web)
  • Tag H1 adalah wajib jika tidak ada maka Google akan memberikan penalti
  • Agar Google tahu term (istilah) apa yang ingin Anda optimasi, maka teman-teman harus memasukkan primary keyword di tag H1, secondary keyword di tag H2, dan seterusnya

Sekarang mari kita cek sejumlah bukti di bawah.

Bukti: Apakah Tag H1 Merupakan Salah Satu Faktor yang Memengaruhi Ranking?

Agar lebih mudah dan semakin luas wawasan SEO kita, maka DailySEO ID akan menampilkan timeline dari hasil riset Roger Montti tentang bagaimana Google memperlakukan tag H1 ini.

1998

Page title (judul halaman) merupakan ranking signal yang cukup dipertimbangkan, sebagaimana yang dibuktikan oleh hasil riset Sergey Brin dan Larry Page yang berjudul “The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine“:

Untuk subjek populer, penelusuran simple text matching (pencocokan teks sederhana) yang dibatasi pada webpage (halaman web) title memiliki performa yang sangat baik ketika PageRank memprioritaskan hasil penelusuran.

Sergey Brin dan Larry Page

2003-2004

Ukuran font, merefleksikan seberapa penting suatu kata, hingga membuat struktur HTML menjadi sebuah ranking algorithm (algoritma).

Baca Juga:   Bagaimana Iklan Berpengaruh terhadap Performa SEO? Ini Penjelasan Google!

Kita bisa melihat bagaimana Google menggunakan HTML markup untuk menginformasikan pemahaman algoritma terkait semantic structure di dalam paten “Google patent Document ranking based on semantic distance between terms in a document“.

Bill Slawski menganalisis paten ini di tahun 2010 dan menyatakan:

Salah satu proses dibalik pendekatan ini melibatkan search engine yang menganalisis HTML structure pada webpage, mencari elemen (HTML) seperti title dan heading pada webpage… Dalam kata lain, search engine mencoba untuk menemukan dan memahami struktur visual pada webpage yang mungkin saja bermakna, seperti daftar item yang diasosiasikan dengan heading.

Bill Slawski

2005-2011

Tag H1 sudah lama dianggap sebagai Google ranking factor, mengoptimasi tag H1 adalah makanan sehari-hari di dunia marketing artikel.

Pada masanya, mengoptimasi tag H1 dan H2 merupakan formula ampuh dalam membuat konten artikel (biasanya blogger adsense).

Mengapa demikian?

Karena goal dari pembuatan artikel ini adalah untuk mendapatkan backlink dan mendatangkan traffic untuk revenue sharing, sehingga volume (konten) lebih dianggap penting ketimbang kualitas konten yang dibuat.

Namun taktik ini tidak berfungsi lagi semenjak kemunculan Google Panda di tahun 2011. Alih-alih mendapatkan ranking tinggi, taktik di atas malah berpotensi menurunkan ranking website Anda seluruhnya.

Untuk website yang “dilenyapkan” algoritma Panda, Google membagikan 23 pertanyaan yang dapat membantu search engine menentukan authority dari suatu konten.

Salah satu yang menentukan authority website adalah memprioritaskan user experience (UX).

2019

Kemudian di tahun 2019 yang lalu, John Mueller, Search Advocate Google menjelaskan bahwa Google menggunakan HTML tag untuk dapat lebih memahami topik apa yang angkat oleh sebuah webpage.

Sementara, seberapa banyak tag H1 yang teman-teman gunakan itu tidak penting.

Website Anda akan mendapatkan ranking tanpa tag H1 atau dengan 5 buah tag H1.

…Elemen H1 adalah cara yang bagus untuk membuat webpage lebih terstruktur sehingga user dan search engine bisa mengerti bagian konten mana (apa) yang berada di heading berbeda.

…khususnya pada HTML5, memiliki banyak elemen H1 pada webpage adalah normal dan sesuai yang diharapkan.

John Mueller

2020

John Mueller menjawab pertanyaan tentang tag H1 dalam video Google Webmaster Central di bulan Agustus 2020 lalu.

Baca Juga:   Mengenal URL Slug dan Cara Mengoptimasinya untuk SEO

Mueller dengan tegas menyebutkan bahwa title adalah faktor yang dapat memengaruhi peringkat.

Heading pada webpage membantu kami (Google) untuk dapat lebih memahami isi konten. Heading pada webpage bukan satu-satunya faktor ranking yang kami miliki, kami juga melihat (kualitas) konten tersebut.

Namun terkadang menuliskan heading yang jelas pada webpage dapat memberitahu kami sedikit informasi terkait bagian tertentu.

John Mueller

John Mueller menjelaskan bahwa heading bisa sangat berguna dalam membantu Google memahami konten dan konteks dari sebuah gambar (alt image).

2021

Kemudian di bulan Agustus tahun 2021, muncul sejumlah diskusi terkait Google rewrite (menulis ulang) title tag pada beberapa website di search results.

Ini mengindikasikan teks dari tag H1 seringkali digunakan sebagai title baru di search engine results page (SERP).

Bukti Sanggahan: Tag H1 Bukan Faktor yang Memengaruhi Ranking

Di tahun 2009, Google menyadari ada trik spam yang bersentuhan dengan tag H1.

Sebagai contoh, Matt Cutts dari Google Webspam Team, menghimbau kita semuanya sebagai praktisi SEO melalui video ini, beliau menyatakan:

Jangan menggunakan tag H1 pada semua teks kemudian menggunakan CSS untuk membuatnya tampak seperti teks biasa, karena kami menemukan banyak kompetitor melakukan komplain. Apabila user mematikan CSS atau CSS-nya tidak dapat di-load, maka tampilannya akan terlihat jelek.

Matt Cutts

Matt Cutts menambahkan:

…Jika Anda mencoba untuk meletakkan tag H1 di setiap tempat di webpage, maka orang-orang akan melaporkannya, sehingga algoritma Google akan mempertimbangkannya. Jadi itu (trik spam) tidak terlalu membantu.

Matt Cutts

Seperti yang sudah kita tahu, banyak dari praktisi SEO mencoba mengakali sistem Google Search, namun mereka lupa jika Google terus meningkatkan kapabilitasnya.

Baca Juga:   6 Alasan Mengapa Blogging Begitu Penting untuk Marketing dan SEO di Tahun 2022

Kesimpulan: Tag H1 DAPAT MEMENGARUHI RANKING

Berdasarkan sejumlah data dan fakta di atas, maka tag H1 adalah salah satu faktor yang dapat memengaruhi ranking di Google Search.

Jangan coba-coba untuk memanipulasi Google maupun user, karena jika melakukannya, kemungkinan website teman-teman akan masuk ke radar Webspam Team.

Hasilnya? Tentu penurunan ranking, penalti, atau bahkan website Anda dihapus dari Google Search listing.

Bagaimana? Apakah teman-teman DailySEO ID sudah memahami faktor ranking Google yang satu ini?

Jika belum, silakan beritahu kami dengan cara menuliskan komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram di sini, jangan lupa untuk ikut berperan aktif ya!

Sumber:

https://www.searchenginejournal.com/ranking-factors/h1-tags-onpage/

Dapatkan berita terbaru seputar SEO Gratis!
Subscribe Sekarang!

Author

Touched SEO in 2014 and dive more deeply in 2019. Currently working at Farmaku & DokterSehat as an SEO Specialist. Let's connect!

2 Comments

  1. Terimakasih mas sudah membuat artikel ini, saya semakin mengerti kenapa halaman saya tidak terdapat pada pencarian google. Ternyata ini salah satu penyebab utamanya. Sekali lagi terimakasih mas!

Write A Comment