Setiap hari, Google biasanya secara rutin merilis satu atau lebih perubahan yang didesain untuk meningkatkan kualitas hasil penelusuran Google Search.

Kebanyakan dari perubahan-perubahan tersebut tidak terlihat, tetapi tetap jadi bagian penting untuk tetap meningkatkan kualitas Google Search.

Salah satu perubahan yang “tidak terlihat” adalah Google E-A-T, mengapa demikian? Karena user tidak tahu atau tidak dapat melihat seberapa akurat maupun berkualitasnya sebuah topik artikel, penulisnya, hingga website secara keseluruhan.

Lalu apa itu Google E-A-T?

Apakah salah satu jenis makanan yang Google ciptakan? Sayangnya bukan.

Penulis sarankan kepada teman-teman, silakan terus membaca demi pengetahuan bersama.

Baca juga: Apakah Domain History (Riwayat Domain) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Apa itu Google E-A-T?

Google E-A-T adalah singkatan untuk:

E: Expertise dari main content creator.

A: Authoritativeness dari main content creator, main content itu sendiri, dan website keseluruhan.

T: Trustworthiness dari main content creator, main content itu sendiri, dan website secara menyeluruh.

E-A-T ini merupakan bagian yang sangat penting bagi Google, saking pentingnya sampai disebut 135 kali di 167 halaman Google Quality Raters’ Guidelines.

google e-a-t

Apa sih pentingnya rating E-A-T?

E-A-T penting bagi Google karena ini menjadi indikasi penilaian manusia, “oh ini bagus dan relevan bagi saya”, atas hasil algoritma search engine.

Indikator E-A-T ada dalam Google Quality Rater, yang merupakan program dari Google Search untuk mengevaluasi algoritmanya, dengan cara menggunakan tenaga kerja (manusia) dari pihak ketiga yang disebut “Search Quality Rater” untuk melakukan evaluasi manual terhadap kualitas dan relevansi hasil pencarian Google.

Seperti disampaikan Google,

Di Google, kami selalu berupaya menghadirkan pengalaman Penelusuran yang lebih baik.

Kami terus bereksperimen dengan ide untuk menyempurnakan hasil yang Anda lihat. Salah satu cara kami mengevaluasi eksperimen tersebut adalah dengan meminta masukan dari Penilai Kualitas Penelusuran pihak ketiga. Penilai Kualitas tersebar di seluruh dunia dan sudah sangat terlatih menggunakan panduan lengkap kami. Masukan mereka membantu kami memahami perubahan mana yang dapat membuat Penelusuran jadi lebih bermanfaat.

Lalu apakah E-A-T ini merupakan faktor krusial untuk mendapatkan ranking tinggi di Google Search? Mari kita lihat klaim di bawah.

Baca Juga:   Apakah Alt Text di Image Memengaruhi Ranking Google Search?

Baca juga: Apakah Domain Authority (DA) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Klaim: Google E-A-T Merupakan Faktor yang Memengaruhi Ranking di Google Search

Beberapa klaim yang ada ketika Anda melakukan penelusuran di Google Search terkait Google E-A-T sebagai ranking factor, maka teman-teman akan menemukan banyak sumber informasi, antara lain:

Menurut penulis, sumber informasi tersebut dapat menjadi klaim kuat untuk menyatakan E-A-T adalah faktor yang memengaruhi ranking.

Namun benarkah demikian? Sekarang mari kita lihat bukti-buktinya.

Baca juga: Apakah Domain Age (Umur Domain) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Bukti: Apakah Google E-A-T Merupakan Salah Satu Faktor yang Memengaruhi Ranking?

Tulisan berjudul “Guide to Google SEO E-A-T: The Top Ranking Factor in 2021” sangat hiperbola (E-A-T sebagai faktor ranking paling utama, sementara faktanya tidak demikian), sementara tulisan kedua “Google E-A-T: How to Improve your E-A-T Ranking Score” menyiratkan bahwa E-A-T itu memiliki nilai/skor yang bisa diukur (padahal pengukuran oleh pihak ketiga bisa dibilang subjektif).

Tulisan Marie Haynes menjadi salah satu bukti yang cukup meyakinkan terkait Google E-A-T ini. Marie Haynes menyatakan:

Tidak ada satu pun skor E-A-T  yang Google gunakan untuk sebuah website. Sebaliknya, justru ada banyak algoritma Google yang menggunakan konsep E-A-T ini.

Ketimbang menjadi faktor yang berdiri sendiri, expertise, authoritativeness, dan trustworthiness melengkapi ranking factor lain yang membuatnya menjadi lebih penting bagi seorang SEO specialist.

Salah satu informasi yang memengaruhi tulisan Marie Haynes adalah file white paper pada tahun 2019 yang berjudul “How Google Fight Disinformation“, di dalamnya tertulis:

Sistem ranking kami (Google) tidak mengidentifikasi intent (maksud) atau keakuratan faktual dari setiap konten. Namun, sistem ini dirancang khusus untuk mengidentifikasi website yang terindikasi memiliki expertise, authority, dan trustworthiness yang tinggi.

Marie Haynes juga terlihat terlibat percakapan Twitter di mana Danny Sullivan mengatakan hal di bawah ini:

Baca Juga:   Apakah Heading Tag (H2-H6) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Apakah E-A-T sebuah faktor ranking? Tidak, jika yang Anda maksud adalah hal-hal teknis (seperti kecepatan website) yang bisa diukur secara langsung.

Kami (Google) menggunakan berbagai macam sinyal sebagai pendekatan tidak langsung untuk menilai apakah sebuah konten memiliki E-A-T selayaknya kalau manusia yang menilai langsung.

Dalam hal tersebut, ya, bisa dibilang faktor ranking juga.

Baca juga: Apakah Core Web Vitals (Data Web Inti) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Bukti Sanggahan: Google E-A-T Bukan Faktor yang Memengaruhi Ranking

Menentukan skor E-A-T untuk setiap konten adalah hal yang mustahil, bahkan bagi Google sendiri yang telah menyatakan berulang kali:

Google tidak dalam situasi untuk dapat menilai secara objektif, dan dalam skala besar, dari kebenaran konten atau maksud tujuan si pembuatnya. Selanjutnya, sebagian besar konten berisi informasi yang tidak dapat diverifikasi secara objektif sebagai fakta.

Ini dikarenakan konten tersebut tidak memiliki konteks yang diperlukan, dan juga karena ditulis melalui pemahaman yang mungkin tidak disetujui oleh orang lain, atau karena dibuat dari sumber data yang diperebutkan (sama).

Lebih lanjut lagi:

Sistem (Google News and Search Algorithms) tidak membuat keputusan subjektif mengenai tingkat kepercayaan halaman web, tapi lebih fokus terhadap sinyal terukur yang berkaitan dengan bagaimana user dan website lain menilai expertise, trustworthiness, atau authoritativeness sebuah halaman web dari topik yang mereka bahas.

Perlu Anda tahu, Google sudah sangat terbuka tentang bagaimana Search Quality Raters Guidelines digunakan, dengan catatan lebih dari 200.000 eksperimen dilakukan Google dengan penilaian dari manusia di tahun 2017.

Baca Juga:   Apakah "Konten Baru" (Fresh Content) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Para penilai tersebut menilai kebergunaan dan kualitas setiap konten berdasarkan expertise, authoritativeness, dan trustworthiness.

Rating yang diberikan tidak memengaruhi ranking website manapun, tapi rating tadi membantu kami mengukur kualitas dari Google Search Result, yang nantinya akan memungkinkan Google membangun algoritma yang secara global mengenali hasil yang memenuhi kriteria berkualitas.

Singkatnya, tiga karakteristik E-A-T adalah sinyal penting apakah suatu konten dapat dipercaya atau tidak.

Baca juga: Apakah Exact Match Domain Memengaruhi Ranking di Google Search?

Kesimpulan Google E-A-T TIDAK DAPAT MEMENGARUHI RANKING

Tidak ada yang namanya “E-A-T ranking factor”, dalam artian bahwa tidak ada skor atau rating E-A-T yang dapat diukur yang akan memengaruhi ranking website di search engine results page (SERP).

E-A-T adalah sebuah konsep (yang digunakan evaluator pihak ketiga untuk menilai kualitas hasil pencarian Google), dan bukan sebuah ranking factor.

Namun E-A-T framework ini merepresentasikan sinyal nyata yang dievaluasi Google untuk keperluan ranking.

E-A-T merupakan bagian integral dari search experience dan Google sangat menyadari betapa pentingnya E-A-T dalam penelusuran dan penyebaran informasi modern.

Google sangat berkomitmen untuk meningkatkan kualitas search results dengan menerapkan expertise, authoritativeness, dan trustworthiness dalam algoritma PageRank maupun faktor ranking lainnya.

Sikap Google ini harus kita dukung sepenuhnya, karena informasi yang keliru atau palsu dapat memberikan kerugian bagi para user, contohnya dalam topik politik, agama, kesehatan, hingga konten Your Money Your Life (YMYL).

Google menggunakan E-A-T untuk menentukan kebenaran dari sebuah konten.

Artinya, E-A-T harus dimasukkan ke dalam setiap website dan setiap konten yang teman-teman buat, dan ini adalah sebuah proses yang berkelanjutan.

Kita tidak dapat memanipulasi E-A-T atau bahkan mengabaikannya.

Pada akhirnya, Google sangat fokus untuk “membersihkan” index-nya dari kesalahan informasi yang berbahaya, yang berarti E-A-T akan terus menjadi semakin penting dan kita harus mengaplikasikannya di konten kita sendiri.

Bagaimana? Apakah teman-teman DailySEO ID sudah menerapkan penulisan konten dengan E-A-T framework ini? Tulis tanggapannya di kolom komentar ya!

Mari bersama-sama membangun industri SEO di Indonesia yang sehat tanpa trik spammy, dan silakan ajukan pertanyaan seputar SEO dan Digital Marketing di grup Telegram DailySEO ID, yuk gabung di sini!

Sumber:

https://developers.google.com/search/blog/2019/08/core-updates

https://static.googleusercontent.com/media/guidelines.raterhub.com/en//searchqualityevaluatorguidelines.pdf

https://www.searchenginejournal.com/ranking-factors/e-a-t/

Author

Touched SEO in 2014 and dive more deeply in 2019. Currently working at Farmaku & DokterSehat as an SEO Specialist.

1 Comment

Write A Comment