Google baru saja memperbarui panduan cara mengoptimasi link untuk para praktisi SEO.

Dokumen ini dibuat untuk mengedukasi kita sebagai seorang SEO atau webmaster dalam membuat crawlable links (links yang dapat diikuti/di-crawl) oleh googlebot.

Dokumen tersebut juga menuliskan beberapa panduan lainnya, antara lain:

  • Penempatan anchor text
  • Bagaimana cara menulis anchor text yang baik
  • Membuat internal link di dalam konten
  • Menyematkan link ke website lain

Oh iya, ini bukan membahas tentang backlinks, misalnya bagaimana cara link building yang baik, dan sebagainya ya.

Baik, kita mulai saja dari yang pertama.

Pastikan Links Dapat Diikuti/Di-Crawl Search Engine

Pada bagian pertama sebenarnya tidak ada perbedaan dokumen sebelumnya, teman-teman dapat melihatnya di Wayback Machine.

Menambahkan yang sudah ada, Google kini menuliskan:

Umumnya, Google hanya bisa meng-crawl link jika link tersebut merupakan elemen HTML <a> (juga dikenal sebagai elemen anchor) ditambah dengan atribut href.

Sementara format link lainnya tidak akan bisa dibaca dan diekstrak oleh Google crawler.

Google tidak dapat mengekstrak URL dengan baik jika elemen <a> tidak memiliki atribut href atau tag lain yang berfungsi sebagai link.

Google Search Central

Di bawah ini merupakan contoh dari bentuk links yang disarankan dan tidak disarankan oleh Google:

✅ Disarankan

Google dapat mengikuti links dalam bentuk <a href> dan mengarah ke halaman web.

  • <a href="https://example.com">
  • <a href="/products/category/shoes">
  • <a href="/products.php?id=123">

⛔ Tidak Disarankan

Google kesulitan mengikuti links dalam bentuk seperti ini, karena Google kesulitan mengurai links yang berbentuk seperti ini.

  • <a routerLink="products/category">
  • <span href="https://example.com">
  • <a onclick="goto('https://example.com')">
  • <a href="javascript:goTo('products')">
  • <a href="javascript:window.location.href='/products'">

Sebagai SEO profesional, kami sering menemukan kasus links yang tidak bisa di-crawl Google saat melakukan 5 menit manual SEO audit.

Baca Juga:   Mengenal Istilah Link Building dan Cara Melakukannya

Pastikan website Anda bisa di-crawl link-nya oleh Google.

Pastikan Setiap Link Memiliki Anchor Text

Lalu ada anchor text (teks jangkar), bisa juga disebut sebagai link text yang mana merupakan teks terlihat untuk sebuah tautan yang dapat diklik.

Kata ‘DailySEO ID’ pada link berikut merupakan contoh anchor text: DailySEO ID.

Anchor text memberitahu audiens dan Google terkait topik halaman yang teman-teman tautkan. Agar Google dapat merayapinya, Anda harus meletakan teks tersebut di antara tag HTML <a>.

✅ Disarankan (ada anchor text)

  • <a href="https://www.dailyseo.id/">belajar seo lewat DailySEO ID</a>

⛔ Tidak Disarankan (tidak ada anchor text)

  • <a href="https://example.com"></a>

Jika elemen <a> tidak memiliki anchor text, Google menjadikan atribut title sebagai anchor text, contoh:

  • <a href="https://example.com/ghost-pepper-recipe" title="cara belajar seo"></a>

Terkait link pada gambar, Google akan menggunakan atribut alt pada tag img sebagai anchor text. Pastikan Anda memasukkan alt text pada setiap gambar yang ada di website.

  • <a href="/add-to-cart.html"><img src="sepatu-adinda.jpg" alt="tambahkan sepatu adinda ke dalam keranjang belanja"/></a>

Apabila website Anda menggunakan JavaScript, gunakanlah URL Inspection Tool untuk memastikan anchor text bisa terlihat di HTML yang di-render.

Tips Penulisan Anchor Text

Anchor text yang bagus harus dibuat secara deskriptif, ringkas, dan relevan dengan halaman tempat teks tersebut disematkan dan topik halaman yang ditargetkan.

Anchor text harus memiliki konteks terkait link yang disematkan dan memberikan ekspektasi terkait halaman tujuan kepada audiens.

Semakin baik penerapan anchor text, maka semakin mudah pula bagi audiens dan Google untuk menavigasi website serta memahami topik mengenai halaman yang teman-teman berikan links.

⛔ Kurang Baik: Penulisan Anchor Text yang Terlalu Umum

Baca Juga:   Inilah 9 Faktor Ranking Google yang Paling Penting

Audiens & Google tidak punya gambaran apa isi halaman berikutnya kalau cuma melihat kata “klik di sini”, “baca selengkapnya” dan sejenisnya di anchor text.

✅ Baik: Tulislah Anchor Text yang Deskriptif

Beri penjelasan sekilas halaman seperti apa yang akan audiens buka saat mengklik link tersebut.

⛔ Kurang Baik: Penulisan Anchor Text yang Terlalu Panjang

✅ Baik: Tulislah Anchor Text yang Ringkas dan Jelas

⛔ Kurang Baik: Penulisan Anchor Text yang Terlalu Banyak dan Berdekatan

✅ Baik: Tulislah Anchor Text dengan Jarak dan Konteks yang Jelas

Internal links (Tautan Internal)

Pada bagian ini, Google menyarankan kita untuk lebih memperhatikan anchor text dan konteks halamannya.

Mengapa? Karena kedua hal tersebut merupakan bagian penting agar audiens serta Google memahami dan menemukan konten yang Anda miliki.

Setiap halaman yang dianggap penting harus mempunyai minimal satu buah internal link dari halaman lainnya di dalam website Anda. 

Cobalah berikan link ke konten lainnya yang relevan untuk memberikan value lebih kepada audiens Anda.

Baca Juga:   Apakah Penerapan Internal Link Memengaruhi Ranking di Google Search?

Contohnya, di artikel ini ada internal link ke halaman lain, yaitu menuju artikel tentang 5 menit manual SEO audit.

Contoh penerapan internal link di artikel ini

External links (Tautan Eksternal)

Menyematkan external link, atau biasa disebut outbound link, atau bisa disebut ” “memberikan backlink ke website lain” bukanlah hal yang harus teman-teman khawatirkan.

Faktanya external link dapat menciptakan trustworthiness yang baik (contoh: menulis suatu kutipan tentang kesehatan, dan memberikan external link ke website yang menjadi sumber informasi kesehatan).

Cobalah berikan external link yang Anda yakin website tersebut dapat dipercaya untuk menambahkan value kepada audiens.

Contoh:

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh sel-sel abnormal yang tumbuh secara cepat dan tidak terkontrol di dalam jaringan tubuh. Sumber: pusat penelitian penyakit kanker (PPPK) .

Apabila teman-teman tidak percaya dengan website yang diberikan external link, maka gunakan tag nofollow.

Penutup

SEO tidak lepas dengan yang namanya link dan begitulah cara kerjanya, link merupakan faktor ranking yang cukup penting bagi sebagian besar search engine modern seperti Google.

Selain untuk mendapatkan visibilitas yang baik di search engine, link juga akan membantu audiens Anda dalam melakukan navigasi di dalam website.

Demikianlah artikel mengenai cara optimasi link oleh Google ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini. Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar mulai dari Rp. 50 ribu saja di webinar DailySEO ID!

Sumber:

Dapatkan berita terbaru seputar SEO Gratis!
Subscribe Sekarang!

Author

Touched SEO in 2014 and dive more deeply in 2019. Currently working at Farmaku & DokterSehat as an SEO Specialist. Let's connect!

Write A Comment