Pernah mendengar istilah manual SEO Audit? Ini merupakan hal yang penting untuk diketahui para praktisi dan calon praktisi SEO.

Biasanya dilakukan oleh praktisi SEO sebagai bagian dari proses pitching dengan calon klien. Di sisi lain, hal ini ditanyakan saat proses interview maupun tes kerja untuk posisi SEO Specialist di perusahaan.

Proses manual SEO audit ini bisa dilakukan dalam waktu sekitar 5 menit saja.

Karena jika Anda sedang mengikuti tes SEO dan diminta untuk melakukan manual audit, kemudian Anda tidak tahu caranya, lalu bingung, dan salah, maka dapat dipastikan harapan Anda untuk lolos tes akan gagal.

Nah, agar kedepannya Anda tidak bingung apalagi salah dalam tes Manual SEO Audit, pastikan baca artikel ini sampai selesai.

Apa itu Manual SEO Audit?

Manual SEO audit (audit SEO manual) adalah proses audit & analisis sebuah website secara cepat tanpa bantuan tools SEO seperti Ahrefs, Semrush, dan sejenisnya, untuk diberikan rekomendasi terkait apa saja yang perlu dikerjakan, diubah, atau diperbaiki untuk meningkatkan performa SEO-nya.

Website yang digunakan biasanya adalah website calon klien, atau perusahaan tempat Anda melamar, bisa juga website khusus yang sengaja dibuat untuk keperluan tes SEO Specialist.

Mengapa tidak menggunakan tools SEO “tingkat atas” seperti Ahrefs dan Semrush?

Pertama, karena namanya saja manual SEO audit, sudah pasti dilakukan secara manual, jadi tidak menggunakan tools. Jikalau pakai, itupun yang mudah dan cepat (contoh: Google PageSpeed Insights).

Kedua, karena mengaudit website menggunakan tools seperti Ahrefs & Semrush akan terlalu banyak memakan waktu, apalagi jika jumlah URL yang ada di website cukup banyak.

Baca Juga:   Apakah Website Terdaftar di Google Search Console Akan Di-Crawl Google Lebih Sering?

Bagaimana Cara Melakukan Manual SEO Audit?

DailySEO ID akan mencoba menjelaskannya berdasarkan interview singkat dengan dua orang SEO Specialist berpengalaman di Indonesia, yaitu:

  1. Muhammad Ilman Akbar (Founder DailySEO ID, ex Head of SEO di Traveloka), dan
  2. Eki Riandra (Product Manager Lead, SEO & W2A di Tokopedia)

5 Menit Manual SEO Audit menurut Ilman

Menurut beliau, kita harus memahami terlebih dahulu prinsip search engine bekerja, yaitu: crawling – indexing – ranking. Kita perlu memastikan dua hal yang pertama (crawling & indexing), karena itulah area yang bisa kita kontrol. Terakhir, perlu juga mengetahui performa ranking website untuk query yang diinginkan.

Langkah pertama, teman-teman bisa menggunakan free tool Mobile-Friendly Test untuk mengetahui apakah Google berhasil melihat isi konten website Anda, apakah proses crawling berhasil atau tidak, indexing diizinkan atau tidak.

Contoh hasil Mobile-Friendly Test yang baik

Di sebelah kanan “Tested Page”, jika screenshot yang ada sama dengan tampilan yang aslinya di website kita, artinya Google bisa melihat isi konten kita dengan baik.

Kemudian di bagian “Details”, jika ada status “Crawled successfully” dan “Indexing allowed? Yes”, artinya tidak ada isu teknis yang menghambat Google untuk meng-crawl dan meng-index halaman website kita.

Contoh hasil Mobile-Friendly Test yang tidak optimal

Jika hasilnya seperti ini, screenshot-nya blank padahal saat dilihat di browser website-nya normal), artinya Google tidak bisa melihat website Anda seperti user manusia melihat.

Kasus seperti ini disebut “Google tidak bisa me-render halaman website kita”, umumnya disebabkan karena website kita menggunakan JavaScript untuk me-render isi konten.

Langkah kedua, Anda juga bisa melakukan pengecekan Core Web Vitals (CWV) menggunakan Google PageSpeed Insights.

Di dalamnya terdapat sejumlah report yang bisa teman-teman gunakan sebagai bahan rekomendasi SEO, misalnya untuk mengetahui isu terkait performance maupun SEO dasar.

Baca Juga:   Apakah Urutan Link di Dalam Konten Memengaruhi Ranking di Google Search?

Terakhir, Ilman juga menyarankan kita untuk melakukan pengecekan indexing di Search Engine Results Page (SERP). Caranya dengan menggunakan query operator site:namadomain untuk mengecek berapa banyak halaman yang ter-index dan halaman apa saja yang ter-index.

Merupakan sebuah masalah jika seharusnya kita punya puluhan/ratusan konten, tapi yang ter-index di Google hanya sedikit.

Lalu juga bisa melakukan pengecekan query untuk visibility website tersebut, untuk melihat ada di ranking berapa website tersebut untuk topik/keywords yang difokuskan, dan seperti apa persaingannya.

Mengecek ranking website kita untuk target keywords yang diharapkan

5 Menit Manual SEO Audit menurut Eki

Selanjutnya ada insight dari Eki Riandra, beliau menyarankan sejumlah pengecekan terkait quick manual seo audit ini.

Pertama, teman-teman bisa melakukan pengecekan link, yang ada di bagian navigation bar/menu di atas, serta di berbagai link yang ada di website. Kita perlu memastikan apakah bagian tersebut dapat di-crawl oleh Google atau tidak.

Cara paling mudahnya adalah dengan melakukan hover mouse ke link tersebut atau melakukan klik kanan di link tersebut. Jika terdapat link yang muncul di bagian kiri bawah browser atau ada pilihan “Open Link in New Tab” itu artinya link dapat crawl oleh Googlebot.

Contoh website yang link-nya bisa di-crawl oleh Google

Jika tidak muncul, berarti Google tidak akan bisa meng-crawl link yang ada di sana, dan tidak bisa menemukan halaman-halaman lain di website tersebut. Biasanya, website seperti ini menggunakan metode onclick method (link dipanggil oleh event yang tidak bisa di-discover oleh Googlebot).

Contoh website yang link-nya TIDAK bisa di-crawl oleh Google

Kedua, Eki menyarankan kita untuk melakukan pengecekan title di setiap halaman yang ada. Cek apakah title-nya berubah atau masih serupa sesuai template.

Ketiga, Teman-teman bisa bertanya ke si pemberi tes seberapa besar websitenya (jumlah halaman), kemudian lakukan validasi menggunakan search operatorsite:url“, pastikan benar atau tidak sesuai ekspektasi.

Baca Juga:   Apakah Meta Description Memengaruhi Ranking di Google Search?

Contoh jika si pemberi tes mengatakan terdapat 1,000 halaman, tapi ketika dicek hanya ada 500 yang terindex, itu menandakan ada masalah terkait crawling dan indexing.

Mengecek performa indexing dengan query operator site:namadomain

Keempat, lakukan klik kanan (inspect element), hover ke subtitle-nya apakah heading-nya sudah benar atau belum, hover juga ke image apakah image-nya itu berakhiran JPG, PNG, WebP, atau hanya css (catatan: gambar yang dipanggil lewat CSS tidak dapat diindex), cek juga canonical-nya apakah sudah benar atau tidak.

Dari keempat insight yang diberikan oleh Eki Riandra tersebut, teman-teman bisa memberikan rekomendasi apa saja yang perlu dilakukan dan diperbaiki agar proses SEO-nya bisa berjalan sesuai harapan dan mendapatkan hasil yang sesuai keinginan.

Penutup

Manual SEO audit merupakan hal yang gampang-gampang susah, tergantung pada website yang diuji dan tergantung si pemberi tes itu sendiri.

Kenapa? Karena setiap SEO Specialist pasti punya metode yang berbeda-beda dan solusi pemecahan masalah yang juga berbeda.

Namun yang perlu teman-teman catat terkait SEO itu satu, yaitu website berjalan dengan baik sesuai saran yang diinformasikan oleh search engine seperti Google dan Bing.

Jadi pada proses manual SEO audit, Anda harus menemukan apa yang kurang baik kemudian berikan rekomendasi agar website tersebut menjadi lebih baik, temukan apa yang salah, kemudian perbaiki.

Demikianlah artikel mengenai manual SEO audit ini, jika Anda memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini. Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar mulai dari Rp. 50 ribu saja di webinar DailySEO ID!

Sumber:

  • Muhammad Ilman Akbar
  • Eki Riandra
Author

Touched SEO in 2014 and dive more deeply in 2019. Currently working at Farmaku & DokterSehat as an SEO Specialist.

Write A Comment