Anda sedang mencari tahu bagaimana caranya setting plugin WP Super Cache untuk website WordPress?

Jika ya, maka Anda perlu tahu bahwa WP Super Cache ini adalah sebuah plugin WordPress yang salah satu fungsinya adalah untuk meningkatkan kecepatan loading website.

Kita juga sama-sama tahu jika kecepatan loading website (dengan indikasi berupa skor Core Web Vital) merupakan salah satu faktor ranking Google lho!

Nah, di artikel ini Anda akan belajar bagaimana cara meng-install dan men-setting WP Super Cache dengan benar dan tepat.

Agar Anda tidak melakukan kesalahan saat install dan setting, baca sampai akhir ya!

Berkenalan dengan WP Super Cache dan Benefitnya untuk SEO

WP Super Cache adalah salah satu plugin cache populer dan gratis yang tersedia di WordPress.

Pada saat artikel ini ditulis, WP Super Cache sudah di-install lebih dari 2 juta website dan sudah sampai versi 1.9.

Cara kerja plugin ini adalah dengan menciptakan file html statis yang diambil dari dynamic website WordPress Anda.

Dengan cara tadi, ketika user mengunjungi website Anda, maka mereka akan mendapati web page (halaman web) versi duplikat yang lebih cepat ditampilkan ketimbang mengambil data website dari awal.

Plugin ini sukses melewati banyak langkah mulai dari user request hingga website tampil menjadi hanya satu langkah saja.

Lihat gambar di bawah:

Hasilnya, speed dan performa website WordPress Anda akan meningkat secara drastis.

Performa speed website yang cepat sendiri sangat disarankan agar strategi SEO Anda sukses.

Cara Install WP Super Cache

Cara install WP Super Cache di WordPress self-hosted (yang di-hosting di server sendiri, bukan di WordPress.com) sebenarnya cukup mudah, hanya dengan klik, klik, dan klik saja.

Anda bisa ikuti langkah-langkahnya di bawah ini:

  1. Login ke dashboard WordPress website Anda
  2. Pilih Add New di menu Plugins
  3. Ketikkan WP Super Cache di kolom pencarian
  4. Klik Install Now
pencarian plugin WP Super Cache
Sumber: Techcult.com

Setelah klik install, tunggu beberapa saat hingga proses install-nya selesai. Jika sudah, klik Activate.

aktivasi WP Super Cache
Sumber: Ahyari.net

Done! Proses install plugin cache selesai. Sekarang kita lanjut ke bagaimana cara settingnya agar speed website kita optimal.

Baca Juga:   Template/Theme yang Sama, Aman Kok Dipakai Di Berbagai Website, Kata Google

Langkah-langkah Mudah men-setting WP Super Cache

Sesaat setelah Anda berhasil mengaktivasi plugin, maka akan tampil notifikasi (biasanya di bar atas) caching not enabled on your website.

Nah untuk meng-enable plugin silakan klik Settings di bagan menu sebelah kiri kemudian klik WP Super Cache.

Pilih tab Easy, lalu ceklis Caching On (Recommended).

Jika sudah, teman-teman bisa langsung klik tombol biru bertuliskan Update Status.

Anda juga bisa melakukan pengetesan apakah cache sudah berjalan atau tidak dengan cara scroll ke bagian bawah lalu klik Test Cache.

Plugin akan akan melakukan fetching (mengakses) website Anda dua kali dan membandingkan catatan waktu keduanya.

Apabila catatan waktu keduanya sama, itu artinya proses caching sudah berjalan pada website Anda.

Langkah Lanjutan, Advanced Setting WP Super Cache

Di sebelah kanan tab Easy kita bisa melihat tab menu bertuliskan Advanced, di sini teman-teman bisa memilih hal apa saja yang ingin dioptimalkan agar performa website Anda menjadi lebih baik.

Kita mulai dari yang paling atas.

Mengaktifkan Enable Caching

Ceklis bagianEnable Caching, lalu pada bagian Cache Delivery Method pilih Simple (Recommended).

Metode Simple kami sarankan jika Anda masih pemula dan tidak begitu familiar dalam mengedit file website.

Mengaktifkan Compression (Kompresi)

Fitur Compression membuat WP Super Cache mampu untuk menampilkan file cache dalam bentuk file terkompresi yang lebih ringan.

File compression tadi akan di-download dengan lebih cepat oleh browser hingga memangkas loading time (waktu memuat) website, artinya website Anda menjadi lebih cepat diakses.

Untuk mengaktifkan fitur compression, silakan scroll ke bawah hingga ke bagian Miscellaneous kemudian ceklis bagian Compress pages, so they’re served more quickly to visitors.

miscellaneous wp super cache
Sumber: Wpbeginner.com

Mengaktifkan Dynamic (Dinamis) Caching

WP Super Cache menawarkan fitur untuk teman-teman yang menginginkan beberapa bagian web page di-caching secara dynamic.

Penggunaan dynamic caching bermanfaat jika Anda memiliki web page yang sering di-update (berubah-ubah).

Contohnya, Anda bisa meningkatkan speed web page yang di dalamnya terdapat Ads (iklan) dengan cara mengaktifkan dynamic caching.

Baca Juga:   6 Tips dari Google untuk Optimasi Website E-commerce

Untuk mengaktifkannya, Anda bisa ceklist bagian yang bertuliskan Enable dynamic caching.

dynamic caching wp super cache
Sumber: Wpbeginner.com

Menetapkan Expiry Time & Garbage Collection (Waktu Kedaluwarsa & Pengumpulan Sampah)

Fitur ini bisa Anda gunakan sesuai dengan namanya yaitu menentukan waktu kedaluwarsa dan frekuensi penghapusan file cache dari server Anda.

Pada tab Advanced scroll ke bawah, lalu isi kolom yang tersedia sesuai kebutuhan Anda atau bisa ikuti contoh pada gambar di bawah ini.

expiry time dan garbage collection
Sumber: Wpbeginner.com

Pada kolom Cache Timeout berfungsi memberitahukan plugin untuk menghapus cache web page dan memulai ulang cache yang baru.

Secara default plugin akan menetapkan angka 1800 seconds (detik), angka ini cukup bagus untuk website dengan jumlah trafik yang tinggi.

Namun jika website teman-teman masih baru dan trafiknya belum banyak, maka isilah angka 3600 seconds.

Lalu di bagian Scheduler, Anda bisa menjadwalkan waktu agar plugin memeriksa file kedaluwarsa dan menghapusnya.

Rejected URL Strings (String URL Pengecualian)

Plugin WP Super Cache secara default akan men-cache semua web page yang ada di website Anda, dan berpotensi meningkatkan file cache dan beban server.

Maka fitur ini hadir untuk memungkinkan Anda dalam memilih web page mana yang tidak ingin di-cache.

Scroll ke bawah setelah bagian Expiry Time & Garbage Collection, di sana Anda akan melihat bagian Rejected URL Strings.

Silakan masukkan URL yang tidak ingin Anda cache di kolom yang tersedia. Contohnya:

rejected url strings
Sumber: Wpbeginner.com

Setelah yakin selesai, klik Save Strings.

Pemasangan CDN via WP Super Cache

Kebanyakan website menyajikan static files (file statis) dari setiap web page request. Salah satu jenis file statis adalah image, JavaScript, hingga CSS.

Tidak seperti postingan WordPress yang secara dinamis dihasilkan oleh PHP, rata-rata file statis tadi bisa kita tampilkan menggunakan Content Delivery Network (CDN) service.

Content delivery network (CDN) merujuk pada kumpulan server yang didistribusikan sesuai geografis yang berfungsi untuk menampilkan konten internet dengan lebih cepat.

Harap diingat, konfigurasi CDN di WP Super Cache terbilang cukup rumit dan mengharuskan Anda mempunyai pengalaman terkait penggunaan CDN.

Apabila Anda ingin cara yang lebih mudah, Anda bisa menggunakan free CDN seperti CloudFlare yang lebih mudah untuk dikonfigurasikan.

Baca Juga:   Bukan Sekedar Ranking: Apa Itu SEO, Bagaimana Cara Kerjanya, dan Mengapa SEO Penting?

Setting CDN di WP Super Cache bisa Anda temukan di tab CDN, kemudian ceklis kolom Enable CDN Support.

Lalu isi masing-masing kolom dengan URL website Anda.

Isi Site URL dengan https://www.domainanda.com.

Isi Off-site URL dengan https://cdn.domainanda.com.

Isi Includes directories dengan wp-content, wp-includes (pisahkan file dengan koma).

Isi Additional CNAMEs dengan CNAMEs lain yang pernah Anda buat (jika ada) misalnya https://cdn1.domainanda.com, https://cdn2.domainanda.com.

Terakhir ceklis Skip https URLs to avoid “mixed content” errors.

Sisanya biarkan secara default, kemudian klik Save Changes.

Selesai, kini CDN website Anda telah siap.

Menampilkan Web Statis dengan WP Super Cache

Mode preload di plugin cache ini memungkinkan Anda untuk membuat super cache static file untuk semua postingan, page, dan untuk menampilkan website statis.

Dengan mode preload ini, konten Anda akan di-load lebih cepat setiap kali user mengunjungi website Anda.

Fitur super cache static file membantu Anda dalam menghemat resource server, menampilkan website lama yang tidak pernah di-update, dan meningkatkan speed website hanya dengan menyajikan konten statis.

Konfigurasi ini bisa Anda temukan di tab Preload.

Secara default, angka yang terisi pada kolom adalah 600 minutes, namun Anda bisa menurunkan angkanya apabila Anda memublikasikan lebih dari satu konten setiap harinya.

Harap diingat, melakukan pre-loading terhadap keseluruhan website dapat memakan waktu dan resource server Anda.

Anda bisa mengisinya dengan angka 0 jika tidak ingin file statis Anda kedaluwarsa, kecuali apabila Anda menghapusnya secara manual.

preload wp super cache
Sumber: Wpbeginner.com

Jangan lupa juga untuk ceklis kolom Preload mode (garbage collection disabled. Recommended) dan Preload tags, categories and other taxonomies.

Terakhir klik Save Settings, lalu klik Preload Cache Now, selesai.

Penutup

Itulah informasi yang bisa kami tuliskan terkait langkah-langkah install dan setting WP Super Cache.

Semoga bisa membantu pekerjaan teman-teman DailySEO ID dalam membuat dan mengelola website berbasis WordPress.

Punya pertanyaan tentang plugin ini? Atau punya pengalaman menggunakan plugin ini dan menemukan hal-hal lain yang harus diperhatikan?

Kalau iya, silakan beritahu kami dengan cara menuliskan komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram Daily SEO di sini. Jangan lupa untuk berperan aktif di dalam grup ya!

Sumber:

Author

Touched SEO in 2014 and dive more deeply in 2019. Currently working at Farmaku & DokterSehat as an SEO Specialist.

Write A Comment