Di tulisan ini, saya mau berbagi 3 (tiga) hal yang biasanya saya perhatikan kalau sedang mencari jasa SEO, SEO agency, atau sedang merekrut pakar/freelancer SEO, sebagai partner kerja untuk campaign SEO yang sedang saya kerjakan.

Mungkin agak terdengar bias karena ini datang dari saya yang memiliki sebuah SEO agency juga (Search Agency namanya). Tapi mudah-mudahan ini bisa memberikan insight ke teman-teman tentang SEO agency mana yang bisa dipilih untuk jadi partner kerja teman-teman.

Jika calon SEO agency atau freelancer yang teman-teman ajak bicara menunjukkan tiga ciri ini, hati-hati dan sebaiknya segera cari opsi lainnya.

1. Kalau Mereka Memberikan Garansi Ranking

Kalau mereka bilang bisa menggaransi hasil pekerjaan mereka, ini adalah red flag utama. Saya sudah pasti jauh-jauh dan tidak mau kerja dengan mereka.

Kenapa? Karena Google-nya sendiri bilang, tidak ada satu orang pun yang bisa memberikan garansi ranking nomer satu di Google.

Simak video dari tahun 2010 ini, oleh Matt Cutts, (mantan) Head of Web Spam di Google.

Tidak ada satu orang pun yang bisa memberikan garansi ranking nomer 1 di Google.

Matt Cutts, (mantan) Head of Web Spam di Google

Jadi kalau ada SEO agency, atau SEO freelancer, atau pakar SEO apapun yang bilang bisa menggaransi ranking, kita bisa tanya balik, “elo orang SEO atau dukun sih?”

Baca Juga: Apa Itu Search Intent? Seberapa Pentingkah untuk SEO?

2. Kalau yang Dibicarakan Hanya Backlink, Backlink, dan Backlink

Kalau strategi SEO yang dibicarakan hanya tentang backlink saja, tidak pernah atau sedikit sekali tentang technical SEO maupun content optimization, ini adalah red flag berikutnya. Teman-teman tahu sendiri bahwa SEO itu bukan cuma tentang backlinks.

Baca Juga:   5 Hal yang Tidak Perlu Terlalu Dikhawatirkan oleh Seorang SEO

Bahkan saya sering menemukan SEO agency yang tidak punya akses ke Google Search Console atau ke Google Analytics, tapi dia bilang sedang mengoptimasi website tersebut. Saya heran sendiri jadinya, terus dia dapat data apa yang harus dioptimasi dari mana? Apa sih yang sedang dia optimasi sebetulnya? Backlink saja?

Baca Juga: SEO Spammer Membuat Google Makin Lambat Melakukan Crawling & Indexing Setiap URL

3. Menawarkan Jasa SEO, Tapi Tidak Punya Orang SEO

Saya sering menemukan perusahaan, banyak di antaranya merupakan agency besar di Indonesia, yang menawarkan jasa SEO ke klien-kliennya. Padahal, di perusahaannya sama sekali tidak punya SEO specialist-nya sama sekali.

Apa yang dilakukan oleh perusahaan itu? Mereka merekrut SEO freelancer, atau lanjut meng-outsource (atau di subkontraktorkan) ke agency lainnya. Bagaimana caranya dia bisa mengevaluasi dan menjalankan campaign SEO dengan baik, kalau dia sendiri tidak punya resource internal tentang SEO?

Sebuah tips: jika teman-teman ditawari jasa SEO oleh suatu agency, minta untuk ngobrol dengan orang SEO-nya langsung. Jangan hanya ngobrol dengan orang account atau sales-nya saja. Jangan langsung percaya dengan business development-nya saja.

Tanyakan, “siapa orang SEO-nya?” Siapa di perusahaan ini yang mengerti soal technical SEO, content, maupun content amplification?

Jangan sampai kita sudah deal kerjasama dengan mereka, tapi yang didapat hanya freelancer sebetulnya. Daripada begitu, mending langsung kerja sama freelancer-nya.

Baca Juga: Syarat Sertifikasi Profesi SEO Specialist: Harus Punya Portfolio Kontes SEO?

Penutup

Itu adalah 3 hal yang biasa saya lakukan untuk mengevaluasi calon partner kerja SEO saya, dan biasanya ini bisa menyelamatkan saya dari banyak hal yang tidak diinginkan di masa depan.

Baca Juga:   Pekerjaan yang Membosankan vs Silaunya Hasil dari SEO (The Grind vs The Flash of SEO)

Sebagai tambahan, teman-teman bisa baca panduan langsung dari Google tentang cara memilih pakar SEO.

Semoga bermanfaat dan bisa membantu teman-teman.

Author

Founder & CEO, Search.Agency | Full-time learner, learning the art of convincing people online | In 2007 I got introduced to SEO and found my passion in search and performance marketing since then. I believe that marketing today is about creating the best possible experience for the audience! DailySEO ID membuka kesempatan untuk kontribusi konten/guest post seperti ini. Silakan hubungi kami untuk berkontribusi.

2 Comments

  1. haha…selepas resign dari korporasi banking & fmcg, akhirnya terpaksa harus belajar tentang Digital Marketing.

    salah satu masalah utama yang mungkin bagi newbie adalah….mencari guru atau mentor yang tepat. terlalu banyak impostor, sehingga kami harus benar-benar mencari tahu, memfilter, memutuskan apakah orang ini (si pakar) adalah orang yang tepat untuk di jadikan mentor.

    itu baru dari sisi personalnya…kalo dari sisi agency….wah harusnya lebih banyak lagi faktornya

Write A Comment