Panik, kaget, ketika traffic website turun?
Terkadang hal ini membuat para praktisi SEO frustasi, apalagi jika angkanya jauh dari goals yang ditargetkan.
Lalu apa saja penyebab potensial traffic website turun perlahan atau bahkan mendadak?
Berikut jawaban selengkapnya, silakan dibaca sampai akhir dan jangan lupa dipraktikkan ya teman-teman!
Langkah Awal Mencari Tahu Penyebab Traffic Website Drop
Periksa Sumber Turunnya Traffic Website

Teman-teman bisa melihat dan mengecek data traffic di atas melalui GA (Google Analytics).
Informasi terkait sumber traffic website Anda dapat ditemukan lewat Google Analytics pada bagian Reports > Acquisition > Traffic acquisition.
Cek apakah trafik yang turun berasal dari Organic Search atau tidak, jika ya, maka teman-teman bisa lanjut ke langkah selanjutnya.
Mencari Tahu Halaman Mana yang Mengalami Penurunan Traffic

Informasi seperti screenshot di atas bisa teman-teman dapatkan dengan mengakses Google Analytics juga.
Masuk ke Reports > Acquisition > Traffic acquisition, lalu ubah dimension session primary ke session medium, dan tambahkan dimension Landing page + query string.
Kemudian bandingkan rentang tanggal, misalnya Lasts 90 days vs. Previous 90 days.
Cek halaman mana saja yang mengalami penurunan trafik signifikan dalam rentang waktu tersebut, copy dan paste ke dokumentasi internal sebagai backlog dan rencana strategi atau praktis kedepannya.
Analisis Data Ranking Pencarian
Sebelum menganalisis lebih lanjut pada data ranking pencarian halaman website, penting untuk diketahui bahwa traffic yang turun secara perlahan tanpa adanya penurunan ranking pencarian merupakan hal yang biasa terjadi di SEO.
Kondisi tersebut bisa terjadi karena beberapa hal, yaitu:
- Search behaviour berubah, user sudah tidak menggunakan atau mencari keyword/query pencarian yang menjadi sumber traffic utama halaman website teman-teman
- Adanya perubahan natural pada layout Search Engine Result Page (SERP) dari keyword yang Anda targetkan.
Lalu bagaimana caranya agar kita mengetahui apakah ada penurunan ranking pada website kita?
Cara paling mudah yang bisa Anda terapkan adalah dengan menggunakan GSC (Google Search Console).
Di GSC, teman-teman bisa melihat perubahan position (ranking) dari suatu halaman, query, atau keyword pada periode tertentu dengan memanfaatkan fitur tab “Compare”.
Contohnya seperti screenshot berikut ini:

Penyebab Potensial Traffic Website Turun
Berikut adalah sejumlah faktor potensial yang menyebabkan traffic website teman-teman turun:
Terjadi Kesalahan Tracking
Kesalah tracking yang dimaksud di sini adalah perubahan minat user, dan bukan tentang kesalahan saat kita memasukkan keyword ke tracking tool.
Jika website Anda sudah lama aktif, keyword yang digunakan mungkin sudah tidak relevan lagi.
Teman-teman bisa coba membandingkan data di Search Console dengan data di Google Trends.
Meskipun data ini tidak identik atau mereferensikan hal yang sama, tapi Anda bisa mendapatkan gambaran besarnya.
Performa Kompetitor Meningkat
Penurunan traffic dan ranking tidak selalu berarti strategi kita yang keliru atau sudah usang. Bisa jadi, kompetitor sedang melakukan optimasi yang lebih baik.
Oleh karena itu, penting untuk memantau pergerakan kompetitor dengan menganalisis aktivitas media sosial, strategi backlink, dan konten mereka.
Teman-teman bisa menggunakan tools seperti Wayback Machine (jika tersedia) untuk melihat perubahan yang mereka lakukan.
Content yang Buruk atau Duplicate
Konten yang jelek, asal dibuat, atau bahkan duplicate adalah konten yang tidak diinginkan oleh user dan search engine.
Akibatnya, performa halaman turun secara perlahan atau drastis.
Bahkan dalam kasus tertentu, konten tersebut bisa saja dihapus dari indeks Google sehingga tidak muncul lagi di hasil pencarian.
Adanya Perubahan pada Website
Perubahan pada website seperti redesign dapat berdampak pada traffic dan ranking jika tidak dilakukan dengan tepat.
Untuk mencegah hal yang tidak diharapkan, pastikan untuk menerapkan 301 redirects, cek broken links setelah perubahan, dan jangan lupakan performa terakhir sebelum website diubah.
Adanya Masalah Teknis
Masalah pada technical SEO cukup luas, tapi beberapa aspek yang memiliki porsi penting antara lain:
- Page speed
- Core Web Vitals (CWV)
- Desain yang kurang mobile friendly
- Kesalahan redirects
- Broken links
- Masalah server
- Orphan pages
- Kesalahan pada file robots.txt atau htaccess
- Penggunakan teknologi yang sudah usang seperti flash content
Gunakan bantuan tool seperti Screaming Frog untuk mengidentifikasi hal tersebut.
Terdampak Manual Actions
Penurunan ranking yang tiba-tiba dan signifikan bisa menjadi tanda bahwa website teman-teman terkena penalti Google, termasuk manual action.
Jika ranking di search engine seperti Bing tetap stabil, kemungkinan penalti Google semakin besar.
Untuk mengetahui penyebabnya, periksa Google Search Console, terutama cek pada bagian Messages dan Manual Actions, untuk melihat adanya peringatan atau pelanggaran pedoman Google.
Kehilangan Links
Penurunan traffic pada website bisa disebabkan oleh backlink yang hilang.
Cobalah untuk memeriksa backlink yang hilang dalam 90 hari terakhir menggunakan tools seperti Ahrefs, atau Semrush.
Cari tahu apakah link tersebut sengaja dihapus, rusak akibat perubahan website, atau diganti dengan sumber lain.
Setelah itu, teman-teman bisa menghapus, memperbaiki, mengganti, atau mempertahankan link sesuai kondisinya.
Untuk mencegah masalah serupa di kemudian hari, gunakan tool monitoring backlink agar link yang hilang dapat segera terdeteksi dan ditangani.
Perubahan Search Engine (Algoritma Update/Perubahan Layout SERP)
Last but not least salah satu penyebab traffic website turun adalah adanya perubahan algoritma atau SERP layout pada search engine.
Google sering memperbarui algoritmanya beberapa kali dalam setahun, contohnya seperti core update dan spam update.
Begitu pula dengan tampilan SERP-nya, contohnya seperti featured snippet, people also ask, hingga AI Overviews.
Jika penurunan terjadi karena perubahan layout, artinya teman-teman bisa mengubah strategi konten untuk “mendapatkan tempat” di layout terbaru.
Namun jika penurunan terjadi akibat algoritma, coba cek lagi strategi SEO Anda secara menyeluruh, apakah sudah benar-benar mengutamakan user atau cenderung mengakali search engine?
Penutup
Penurunan organic traffic hampir pasti terjadi pada setiap website yang ada di internet, namun hal ini tidak selalu berarti strategi SEO Anda gagal.
Penyebabnya bisa berasal dari perubahan algoritma, keyword yang sudah tidak relevan, kompetitor, backlink yang hilang, hingga masalah teknis pada website.
Dengan konsisten memeriksa data secara menyeluruh dan menemukan sumber penurunannya, maka teman-teman dapat menentukan langkah perbaikan yang tepat dan mengembalikan performa website secara bertahap.
Dan jangan lupa, tetapkan kepuasan user Anda berada di paling atas dibanding kepuasan search engine bot semata!
Jika Anda memiliki pertanyaan terkait, silakan tuliskan pada kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!
Diperbarui oleh: Apri
Referensi:
https://www.searchenginejournal.com/why-search-rankings-traffic-drop/264617
https://www.searchenginewatch.com/2021/04/20/diagnosing-a-traffic-drop-just-breathe
2 Comments
segala cara sudah saya lakuakan tapi real nya naik sehari 4 hari kemudian turun lagi,, apakah karena situs lain mempunyai banyak backlink…dan saya harus membeli baklink….iklan di adword tidak ada reaksi apa apa untuk web saya… mohon petunjuk suhu
Web saya banyak Crawl Error saat ini tidak diindeks, apakah ini berpengaruh ?
Karena saya amati kok makin hari makin jelek peringkatnya, padahal saya sudah coba update konten dengan artikel2 sendiri. Terima kasih