Merasa performa SEO (Search Engine Optimization) website Anda stuck atau malah menurun?

Sudah mencoba berbagai cara tapi masih saja tidak menunjukan hasilnya?

Mungkin teman-teman belum mengetahui dan mempraktikan sejumlah faktor ranking Google secara menyeluruh.

Mau tahu apa saja faktor ranking Google yang paling penting? Mari kita belajar bersama-sama di artikel ini!

Apa itu Faktor Ranking Google?

Ranking factor (faktor peringkat) Google adalah salah satu dari banyak informasi atau signal (sinyal) yang digunakan Google untuk menentukan seberapa berkualitas sebuah web page (halaman web) terhadap apa yang dicari oleh user (pengguna) di search engine.

Dengan kata lain, jika ada orang yang mengetik query atau frasa “cara membuat nasi lemak” di search engine, maka Google akan menggunakan faktor-faktor ranking tersebut untuk menampilkan hasil pencarian yang sesuai, relevan, dan kontekstual dengan query tersebut.

Faktor Ranking Google Terpenting untuk Tingkatkan Visibilitas Website

Berikut adalah daftar faktor ranking Google terpenting untuk meningkatkan visibilitas website teman-teman di search engine Google:

#1 Kualitas Konten

Anda mungkin pernah mendengar slogan berikut sejak pertama kali mengenal SEO:

content is king (konten adalah raja)”

Dan sampai saat ini, kualitas konten masih memiliki pengaruh yang besar dan kuat terkait faktor ranking Google.

Jika teman-teman mampu membuat konten yang unik, fresh (segar), dan pastinya bermanfaat bagi user, maka Google akan memberikan “penghargaan” peringkat yang lebih tinggi di Search Engine Results Page (SERP).

Google benar-benar memerhatikan kualitas konten yang ada di website Anda.

Tidak peduli seberapa bagus tampilan website dan seberapa tinggi nilai technical SEO Anda, jika konten Anda tidak menjawab apa yang diinginkan user, maka silakan kubur dalam-dalam harapan Anda untuk mendapatkan ranking yang terbaik.

Beberapa faktor penting yang harus teman-teman perhatikan dalam membuat konten berkualitas adalah:

  • Konten yang original, unik, dan bermakna bagi user.
  • Fresh content (konten yang segar), artinya benar-benar baru dan belum pernah diproduksi di website lain.
  • Panjang konten, khususnya untuk artikel jenis informasi yang memerlukan penjelasan komprehensif.
  • Content structure (struktur konten), dilakukan dengan penerapan H1-H6..
  • Content grouping (pengelompokan konten), biasanya disebut dengan istilah topic cluster.

#2 Search Intent (Maksud Pencarian) dan Relevansi Informasi

Faktor ranking Google selanjutnya adalah search intent dan relevansi informasi.

Baca Juga:   5 Hal yang Tidak Perlu Terlalu Dikhawatirkan oleh Seorang SEO

Relevansi informasi ini dijadikan Google dalam menilai seberapa cocok konten Anda dengan intent pencarian pengguna.

Intent di sini maknanya adalah:

  • Apakah mereka berniat membeli sesuatu?
  • Apakah ingin mendapatkan informasi terkait pengetahuan atau masalah yang dihadapinya?
  • Apakah mereka hanya ingin mengunjungi website tertentu?

Setiap pencarian yang dilakukan user pasti memiliki intent yang berbeda-beda.

Sebagai seorang SEO Specialist, Anda perlu memahami intent di balik pencarian yang mereka lakukan sehingga konten Anda memberikan jawaban dengan tepat.

Sebagai contoh:

Jika seseorang mencari “laptop gaming harga 10 juta”, dan hasil teratasnya sebagian besar adalah konten dalam bentuk listicle.

Maka sistem Google berkeyakinan bahwa user tersebut ingin membandingkan dan kemungkinan besar akan membeli laptop gaming baru di rentang harga 10 juta.

Setelah Anda mengetahui intent-nya, silakan Anda buat konten listicle terkait laptop gaming harga 10 juta tersebut.

Cara mengetahui intent adalah dengan melakukan analisis layout SERP, analisis konten kompetitor, hingga melakukan wawancara maupun survei.

#3 Backlink (Tautan balik)

Backlink sepertinya akan menjadi faktor yang paling menarik untuk dibahas dan tidak pernah ada habisnya.

Ada yang pro dengan backlink, ada yang biasa-biasa saja, hingga ada yang kontra dengannya.

Namun pada intinya, backlink tetap memainkan peran penting sebagai salah satu faktor ranking Google.

Backlink atau sering disebut juga dengan inbound link bisa kita ibaratkan seperti vote positif terhadap website Anda.

Dan yang namanya vote haruslah diberikan oleh orang lain (website lain) secara natural, bukan dibuat-buat dengan sengaja oleh diri Anda sendiri atau dengan melakukan cara-cara usang seperti spam link di kolom komentar blog.

Agar backlink ini benar-benar berkualitas, usahakan Anda memperolehnya secara natural dari website yang kredibel dan membahas topik yang sejenis dengan website teman-teman.

#4 Site Speed (Kecepatan Website)

Faktor ranking Google yang berikutnya adalah site speed yang menjadi bagian dari metric Core Web Vitals.

Site speed adalah salah satu faktor yang dianggap penting oleh Google untuk meningkatkan user experience (UX) di website teman-teman.

Google ingin website Anda dapat diakses dengan cepat dan mudah untuk menghadirkan user experience yang baik bagi para pengunjung website.

Untuk melakukan pengetesan site speed, Anda bisa menggunakan tool berikut ini:

  • PageSpeed Insights.
  • GTmetrix.
  • Pingdom Website Speed Test.
  • DebugBear.

Kemudian hal-hal dasar yang bisa Anda optimasi terkait site speed antara lain:

  • Menggunakan hosting yang tepat dan berkualitas.
  • Menggunakan CDN seperti CloudFlare.
  • Mengaktifkan Gzip Compression.
  • Menginstal plugin cache.
  • Mengompres ukuran file gambar.
  • Menggunakan ekstensi gambar mutakhir seperti Webp dan AVIF.
  • Minify HTML dan CSS.
  • Menerapkan Async atau Defer pada file JavaScript.
  • Mengurangi jumlah third-party code (kode dari pihak ketiga).
Baca Juga:   Topical Authority adalah Sistem Ranking Google

#5 Mobile Friendliness (Ramah Seluler)

Selain site speed, faktor lain yang perlu teman-teman pertimbangkan dengan seksama adalah fungsionalitas website Anda saat dibuka dari device yang layarnya lebih kecil.

Sejak Google mengumumkan untuk memprioritaskan penelusuran mobile-first indexing di tahun 2020, penting bagi Anda untuk membuat website yang responsif di semua jenis ukuran layar.

Mobile-first indexing artinya adalah Google akan mengambil dan menggunakan versi mobile website Anda untuk keperluan pengindeksan dan pemberian ranking.

Oleh sebab itu, apabila Anda ingin memaksimalkan ranking website Anda, teman-teman harus memastikan bahwa website Anda mobile-friendly atau desain yang responsif.

Jika Anda menggunakan WordPress, silakan cari dan download theme yang mendukung desain responsif.

Jika menggunakan native programming dan bekerja di suatu perusahaan, Anda bisa request kepada bagian IT Programmer untuk melakukannya.

#6 Optimasi Keyword

Faktor ranking selanjutnya dan sering kita hadapi sebagai seorang SEO Specialist adalah penggunaan keyword (kata kunci) pada website.

Pastikan keyword yang kita targetkan harus cocok dengan istilah pencarian yang diketik oleh user di search engine.

Itu artinya, web page kita harus berisi keyword yang dicari audiens Anda, tentunya setelah kita memahami intent pencarian mereka.

Untuk memastikan pengoptimal keyword pada website Anda, silakan sisipkan keyword secara natural pada bagian-bagian berikut:

  • Title tag.
  • Meta description.
  • Image alt text.
  • Anchor text.
  • URL.
  • Subheading.

Pastikan Anda juga memasukkan LSI Keyword dan hindari melakukan optimasi keyword secara berlebihan atau keyword stuffing

#7 Site Structure (Struktur Website)

Setelah melakukan optimasi keyword, faktor lain yang harus teman-teman pertimbangkan adalah struktur website Anda.

Hal ini biasanya sering terlewat bagi para pemula, terutama ketika mereka baru saja mengembangkan website baru.

Struktur website akan mengambil peranan penting dalam tahap crawling (perayapan) dan indexing (pengindeksan).

Struktur website yang sederhana dan tidak terlalu kompleks akan membantu bot crawler Google dalam mengindeks website dan halaman-halamannya dengan lebih mudah.

Berikut adalah contoh dari struktur website:

Selain itu, agar website dan konten-konten Anda dapat diindeks dengan lebih cepat, Anda bisa melakukannya dengan membuat sitemap (peta situs).

Sitemap merupakan file yang berisikan semua halaman penting yang Anda ingin search engine menemukannya dan mengindeksnya.

Jika teman-teman menggunakan CMS WordPress, Anda bisa menggunakan plugin-plugin berikut untuk membuat sitemap:

  • Rank Math SEO.
  • Yoast SEO.
  • All in One SEO Pack
  • XML Sitemap Generator for Google.
  • Simple Sitemap – Create a Responsive HTML Sitemap.
  • Sitemap by BestWebSoft.

#8 Site Security (Keamanan Website)

Pada tahun 2014, Google memberitahu kita bawah SSL adalah faktor ranking yang kurang diperhitungkan alias kurang kuat.

Baca Juga:   Apakah Semua Halaman Website Perlu Terindeks di Google?

Sejak saat itu dan seiring berjalannya waktu, Google kini mengisyaratkan bahwa Google akan menjadikan SSL sebagai sinyal SEO yang lebih kuat karena mereka ingin para website owner dan webmaster untuk beralih dari protokol HTTP ke protokol HTTPS.

HTTPS ini berkaitan dengan keamanan website, keamanan website berkaitan erat dengan user experience, dan user experience yang baik adalah salah satu tujuan dari SEO itu sendiri.

Sehingga, jika teman-teman menerapkan SSL pada website Anda, maka website Anda berpotensi untuk mendapatkan ranking yang lebih baik di SERP.

#9 On Page Experience (Pengalaman di dalam Halaman)

On page experience ini memberitahu Google terkait user experience saat mengunjungi website Anda.

Namun bagaimana cara Google mengukurnya? Berikut adalah sejumlah sinyal terkait on page experience:

  • CTR (click-through-rate).
  • Bounce Rate (Rasio Pentalan).
  • Dwell Time (Waktu Tinggal).

Penjelasan lengkapnya:

CTR adalah jumlah klik yang diterima website Anda dibagi dengan search impression (tayangan hasil pencarian) website Anda di SERP.

Klik : tayangan hasil pencarian = CTR.

Misalnya, jika Anda memiliki 5 klik dan 100 tayangan, maka CTR Anda adalah sebesar 5%.

Bounce Rate adalah persentase pengunjung website Anda yang keluar dari website setelah hanya melihat satu web page.

Dwell Time adalah jumlah waktu yang dihabiskan pengguna pada suatu web page dari hasil pencarian sebelum kembali ke halaman hasil mesin pencari (SERP)

Penutup

Harap diingat, jika teman-teman sudah melakukan semua faktor-faktor di atas, bukan berarti website Anda akan otomatis mendapatkan ranking terbaik di Google.

Kenapa?

Karena mungkin masih ada sejumlah aspek spesifik yang mungkin kita tidak tahu dan kita tidak mempraktikkannya dengan baik.

Dan jangan lupa, faktor lokasi, browser setting (pengaturan peramban), hingga device (perangkat) juga memiliki pengaruh terhadap ranking sebuah website.

Sebagai contoh:

Pencarian query “jual kembang kantil” akan menampilkan hasil berbeda bagi user yang ada di Jakarta, Indonesia, dengan user yang ada di Buenos Aires , Argentina.

Demikianlah artikel mengenai daftar faktor ranking Google ini, jika teman-teman memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Sumber:

Dapatkan berita terbaru seputar SEO Gratis!
Subscribe Sekarang!

Author

Touched SEO in 2014 and dive more deeply in 2019. Currently working at Farmaku & DokterSehat as an SEO Specialist. Let's connect!

2 Comments

  1. Ada 1 hal yg masih sangat mengganjal di pikiran saya, yaitu poin #4 Site Speed (Kecepatan Website). Dimana di era sudah mulai populernya 5G. Bukankah rata2 kecepatan internet sudah kenceng. Masih relevankah saat ini ?

    • Apri Reply

      IMO, masih tetap relevan Mas.

      Karena:

      1. Tidak semua orang mempuyai device 5G.
      2. Belum semua area ter-cover jaringan 5G.
      3. Teori supply and demand – Supply (website kita) bagus, tapi demand (user) buruk. Atau supply buruk, tapi demand bagus. Jadi intinya, harus sama-sama bagus, tapi kita utamakan dari sisi kita yaitu supply (website kita sendiri) dahulu harus bagus (speed-nya).

Write A Comment