Apakah teman-teman merasakan traffic SEO-nya turun bahkan anjlok dalam satu bulan terakhir? Kalau mengecek data Google Search Console, bentuknya mirip seperti ini?

Contoh data GSC dari website yang trafficnya turun sejak pertengahan September, dan anjlok sejak awal Oktober

Kalau periode anjlok traffic-nya dimulai dari pertengahan September, BISA JADI website/blog teman-teman terkena dampak negatif update algoritma Google Search.

Menariknya, ada banyak website yang malah mendapatkan dampak positif naik traffic-nya. Jika traffic website/blog teman-teman anjlok, Anda perlu belajar dari website-website yang seperti ini.

Kami telah melakukan analisis dari berbagai website yang traffic-nya naik maupun turun akibat update algoritma Google sebulan terakhir, dan di artikel ini kami akan membagikan insights-nya.

Apa saja kesamaan dari website yang SEO traffic-nya malah naik setelah update algoritma Google? Apa yang membuat banyak website traffic-nya turun?

Dan yang terpenting, bagaimana cara mengembalikan traffic yang sudah turun?

Silakan baca selengkapnya ya!

Sekilas tentang update algoritma Google Search sebulan terakhir dan dampaknya

Sebulan terakhir, Google melakukan update tiga buah algoritmanya secara triple combo. Apa saja? Secara sekilas, ini intinya:

Pertama, Helpful Content System, rilis tanggal 14 September. Update ini secara khusus menarget website yang membuat “artikel SEO” hanya demi nge-ranking, bukan artikel yang memberikan manfaat buat pembaca.

Kedua, Spam Update, rilis pada 4 Oktober. Update ini menarget website yang melakukan praktek-praktek yang melanggar panduan spam dari Google. Menariknya, Indonesia disebut secara spesifik, bisa jadi karena banyak praktek spamming yang terjadi di Indonesia.

Ketiga, Core Update, rilis sehari setelahnya, pada 5 Oktober. Algoritma inti Google Search ini menilai kualitas website secara keseluruhan, mulai dari faktor E-E-A-T, kebermanfaatan, user experience, dan sebagainya.

Apa dampaknya di website/blog yang dipegang oleh para pelaku industri SEO Indonesia?

Dari hasil polling di Instagram DailySEO ID, 37% orang melaporkan traffic-nya drop, 32% sama saja, dan yang paling menarik, 14% malah naik.

hasil polling update algoritma Google
Hasil polling di Instagram @dailyseo.id

Website yang malah naik setelah update algoritma

Kami menemukan berbagai website yang tidak cuma bertahan, malah naik setelah update algoritma. Salah satunya adalah website yang sedang Anda baca ini ūüėé

Kami menggunakan tools SEO bernama Ahrefs yang bisa menunjukkan traffic SEO dari berbagai website.

Swipe atau klik panah kanan/kiri di gambar berikut untuk melihat traffic berbagai website yang naik sejak update algoritma (tentu ini cuma sampling).

Sebagian besar yang naik memang website perusahaan, tapi tidak sedikit blog juga ikut naik.

Silakan klik URL-nya di caption setiap gambar, lalu buka website-nya satu per satu. Cek kontennya, dan coba analisa mengapa traffic-nya terus naik.

Apakah analisa Anda akan sesuai dengan analisa kami di artikel ini?

Website yang anjlok terdampak update algoritma

Sekarang, kami akan menunjukkan data Ahrefs dari berbagai website yang punya traffic SEO menurun. Tentu kali ini kami harus merahasiakan URL-nya.

Sebagian drop persis karena update algoritma kemarin, sebagian sudah kena dari sejak beberapa bulan lalu.

Swipe atau klik panah kanan/kiri di gambar berikut.

Kalau dilihat, rata-rata yang terkena hit update algoritma, traffic-nya drop 50-90% dari sebelumnya.

Walaupun kami sembunyikan URL-nya, kami berikan screenshot tampilan website-nya agar teman-teman bisa mendapatkan gambaran website seperti apa yang tidak disukai oleh Google.

Swipe atau klik panah kanan/kiri di gambar berikut.

Jika dilihat, sebagian besar yang kami tampilkan bentuknya adalah blog. Namun ini bukan generalisasi, karena kami juga menemukan ada situs perusahaan/brand juga drop traffic-nya.

Bagaimana agar website/blog kita bisa terus bertahan?

Pertanyaannya, kenapa ada website yang bertahan bahkan meningkat traffic-nya setelah update Google? Dan kenapa banyak yang anjlok?

Baca Juga:   Subdomain, Subdirectory & ccTLD: Mana yang Lebih Baik untuk SEO?

Kalau melihat kesimpulan dari ketiga update algoritma Google di atas, Google Search sudah semakin pintar untuk menghukum website yang “sekadar untuk SEO”.

Alias dibuat cuma sekedar untuk bisa me-ranking tinggi supaya dapat traffic dari Google, tanpa ada value atau kebermanfaatan untuk pembaca.

Padahal panduan SEO dari Google nomer 1 mengatakan bahwa “konten yang dibuat harusnya bermanfaat, dapat diandalkan, dan mengutamakan pengguna“.

Artinya, mulai sekarang dan ke depannya, kalau mau membuat website yang disukai Google Search, kita harus memfokuskan website kita untuk pembaca manusia. Bukan sekadar untuk SEO.

SEO sekarang sudah semakin manusiawi: yang disukai manusia adalah yang disukai juga oleh Google.

Sudah tidak lagi bisa pakai taktik yang fokusnya hanya untuk bisa “mengalahkan” Google.

Secara spesifik, inilah beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari website yang bertahan & meningkat traffic-nya.

1. Angkat tema konten yang spesifik, jangan gado-gado

Ini paling penting. Kesamaan dari semua yang naik, adalah mereka punya tema website yang spesifik.

Mereka memiliki konten/membahas hal yang spesifik di tema website-nya. Tidak ada website yang punya kategori gado-gado, seperti berbagai website yang drop tersebut.

Hal ini penting karena sekarang Google merangking website berdasarkan topical authority-nya. Bukan sekadar yang isi konten & meta-nya mengandung target keywords semata.

Kalau website kita punya otoritas di sebuah tema/topik tertentu, kita akan lebih mudah me-ranking & dapat traffic di keywords terkait tema itu.

Kalau bikin konten palugada (“apa elu mau gw ada”), sulit membangun otoritas di tema tertentu. Hasilnya, kita juga lebih sulit meranking.

Ingat, ada A, yaitu “Authority” (otoritas) pada E-E-A-T. Website kita harus memiliki tema konten yang fokus, agar bisa membangun otoritas terhadap topik/keywords yang diincar.

2. Miliki brand (nama domain & website) yang relevan dengan tema website-nya

Seluruh website yang naik traffic-nya, punya nama brand yang dapat diingat, karena relevan dengan isi website-nya (contoh, dailyseo.id yang membahas SEO, tivipedia.com yang membahas memilih televisi).

Bahkan kalau nama domainnya terasa tidak nyambung (misalnya momopururu.com), nama brand ini konsisten dengan akun Instagramnya.

Website yang drop tidak punya nama domain yang relevan, ada yang tidak punya branding-nya sama sekali. Ada yang memanfaatkan expired domain, berharap ada boost ranking dari domain yang sudah punya riwayat, padahal faktanya tidak)

Pengguna lebih percaya dengan website yang memiliki nama, dan cenderung mengklik hasil dari website yang lebih dikenal. Artinya, Google menyukai website yang memiliki brand.

Bukan tanpa alasan, kebanyakan dari contoh website yang naik merupakan website perusahaan. Mereka memang dengan sadar membangun brand bisnisnya.

Website antah-berantah yang tidak jelas nama brand-nya, sekarang sudah tidak disukai oleh Google lagi.

3. Miliki halaman “about us” yang profil & expertise-nya jelas

Seluruh website yang traffic-nya naik, punya halaman About Us yang menjelaskan ini website apa, kenapa website ini dibuat, dan apa manfaatnya untuk pembaca.

Satu hal yang paling penting, ada profil nama pemilik website dan penulisnya. Sebagian bahkan mencantumkan fotonya juga.

Hal ini membuat user percaya atas website & konten-kontennya, karena jelas siapa yang bertanggung jawab atas isi website-nya dan seperti apa keahlian yang mereka miliki sampai membuat website ini.

(ini contoh about us di DailySEO ID, berisi profil founder & para penulisnya).

Sementara, website yang drop traffic-nya tidak jelas siapa pemilik website-nya. About us-nya pun tidak meyakinkan. Bagaimana user mau percaya?

Ingat, ada T, yaitu “Trust” (kepercayaan) pada E-E-A-T. Ada sinyal-sinyal yang membuat Google akan percaya dengan website kita (dan memberikan ranking tinggi), karena target pembaca manusianya percaya dengan website-nya.

Profil pemilik website di halaman About us ini sangat penting untuk membangun kepercayaan.

4. Tampilan web-nya terlihat profesional dan bisa dipercaya

Website yang drop, sebagian besarnya menggunakan template yang tidak terlihat profesional. Sebagian menyebut dirinya adalah “media online”, tapi tampilannya lebih cocok disebut “blog pribadi”.

Belum lagi website-nya dipenuhi iklan yang mengganggu user experience. Kadang ada yang klik sedikit muncul pop up iklan. Sungguh terasa tidak profesional.

Baca Juga:   Rangkuman Update Google Search September 2022: Mulai dari Snippet hingga Laporan Baru di Search Console

Berbeda dengan website yang naik, kalau dibuka satu-satu, website-nya punya tampilan yang profesional & meyakinkan, walau beberapa tetap ada iklannya.

Don’t judge the book by its cover tidak berlaku di dunia website. Kalau ingin dipercaya user (dan memberikan sinyal ke Google bahwa ini adalah website yang bisa dipercaya), berikan tampilan yang profesional.

5. Jangan mengincar keywords dengan search volume tinggi semata

Seluruh website yang drop traffic-nya, saya lihat mengincar keywords dengan search volume (SV, jumlah pencarian bulanan) yang tinggi. Ini strategi konten mereka.

Dari screenshot di atas, misalnya ada konten “akun ml sultan” (SV 3.500), “cek rekening penipu” (SV 14.000), “jadwal liga jerman” (SV 88.000).

Padahal, kalau melihat poin nomer 1 tentang tema konten dan nomer 2 tentang brand, website mereka gado-gado. Plus tidak punya brand yang relevan dan punya otoritas membahas itu.

Sementara kalau melihat konten-konten yang diproduksi website yang traffic-nya naik, yang jadi fokus utama adalah relevansi dengan brand dan target audiens mereka, bukan search volume.

Misalnya, website DailySEO ID ya cuma akan membahas tentang SEO. Tidak akan pernah ada konten tentang social media misalnya, karena tidak relevan.

6. Miliki konten dengan keunikan yang tidak ditemukan di website lain

Satu hal menarik berikutnya adalah dari sisi konten. Website yang anjlok itu kontennya dibuat seadanya. Dalam arti, konten yang seperti itu juga dibuat oleh berbagai website lain. Bahkan terkadang judulnya pun sama persis.

Penulis artikel/pemilik website biasanya hanya memperhatikan “oh yang penting konten saya lolos plagiarism checker“. Padahal Google sudah lebih canggih dari sekedar mendeteksi konten plagiat.

Google sudah tahu konten mana yang benar-benar ditulis oleh seorang ahli (expert), yang beneran memiliki/mengalami pengalaman (experience) di konten yang ditulisnya.

Ada dua buah E pada E-E-A-T, yaitu Expertise (keahlian) & Experience (pengalaman). Website & konten-konten di dalamnya harus menunjukkan kedua hal ini.

Setiap website harus menunjukkan kedua hal ini, yang membuat kontennya lebih unggul dibandingkan konten bertopik sejenis di website lainnya. Ini yang dimiliki oleh website yang traffic-nya naik.

7. Punya orientasi untuk awet jangka panjang

Last but not least, kami menemukan bahwa website yang traffic-nya naik adalah website yang membangun brand-nya dalam jangka waktu panjang.

Misalnya, DailySEO ID ini yang hampir berusia 2 tahun (dimulai November 2021). Sribu.com didirikan sejak 2011. Cikal bakal momopururu.com dimulai tahun 2014.

Sementara (sebagian) website yang traffic-nya drop, bertipe hit n run.

Dibuat dengan menggunakan domain expired (biasanya) , lalu membuat konten & membangun backlink dengan cara yang spammy agar traffic cepat naik. Harapannya saupaya cepat cuan dapat duit dari iklan.

Tidak semua, tapi website hit n run begini cenderung punya umur pendek. Begitu traffic drop dan tidak bisa diselamatkan lagi, mereka tinggalkan domainnya (tidak diperpanjang lagi), dan mulai lagi membuat blog baru (dan mengulang taktik yang sama).

Web hit n run seperti ini tidak disukai oleh Google Search, sehingga sangat rentan terkena update algoritma.

Bagaimana cara memulihkan traffic yang sudah terlanjur drop?

“Lalu, harus ngapain kalau traffic saya sudah keburu drop kena perubahan algoritma Google ini?”

Kita bisa ambil 7 pelajaran dari berbagai website yang bisa bertahan bahkan meningkat traffic-nya tadi.

Pertama & kedua,

Periksa dulu apakah website teman-teman isinya gado-gado, atau sudah fokus pembahasannya, dan apakah brand-nya sesuai dengan isi website-nya?

Kalau masih gado-gado, pertimbangkan melakukan rebranding/revamp website untuk memfokuskan hanya di satu tema yang spesifik.

Ke depannya, lakukan usaha-usaha untuk membangun brand. Bukan sekedar membangun backlink, apalagi sampai menggunakan cara-cara blackhat & spammy.

Ketiga & keempat,

Pastikan website teman-teman sudah terlihat terpercaya dan meyakinkan untuk target pembaca Anda.

Lengkapi website-nya dengan halaman-halaman dan informasi-informasi yang memang penting ada.

Misalnya di halaman About us, jelaskan profil Anda selengkapnya, jelaskan Anda perusahaan apa (jika ini website perusahaan), sertakan alamat & legalitas yang ada.

Selanjutnya, jika tampilan website-nya kurang meyakinkan, ubah tampilan/template website agar jadi lebih profesional. Kalau dibutuhkan, teman-teman bisa membeli template premium di marketplace seperti Themeforest.

Baca Juga:   Wawancara Eksklusif¬†Botify: Tren SEO bagi Bisnis di 2022, Mengenal Lebih Jauh Enterprise SEO, dan Platform SEO untuk Enterprise

Kelima,

lakukan audit konten yang sudah ada, berdasarkan tema & branding website yang sudah kita pilih di langkah 1 & 2.

Kalau kita menemukan ada konten published di website kita yang tidak sesuai dengan tema tersebut, kita bisa pertimbangkan untuk dihapus saja (kalau kontennya benar-benar tidak berkualitas).

Kalau kontennya masih bisa dibilang bagus, pindahkan ke kategori semacam “lain-lain” yang ke depannya tidak akan di-update lagi.

Untuk ke depannya, lakukan riset topik/keywords dengan tujuan hanya mendapatkan topik-topik atau keywords yang relevan dengan tema website yang ingin kita fokuskan.

Stop berpikir bahwa website kita harus punya tema/kategori beragam supaya traffic-nya bisa naik. Karena faktanya tidak demikian.

Keenam,

Seandainya di langkah 1 sampai 5 tadi memang sudah aman tapi masih kena anjlok karena update algoritma, kini yang perlu difokuskan adalah kualitas kontennya.

(aman = website-nya sebenarnya sudah punya tema & branding yang fokus, dan semua informasi untuk membuat audiens percaya sudah ada)

Apakah kontennya sudah benar-benar bermanfaat untuk pembaca? Temukan konten yang traffic-nya drop, dan fokuskan analisis kontennya di situ.

Kami pernah membuat konten cara mengetahui penyebab traffic turun dan cara menganalisis penurunan traffic dengan Google Search Console untuk membantu Anda melakukan hal ini.

Ketujuh,

Setelah menemukan mana saja konten yang drop, saatnya update isi konten dari halaman-halaman yang drop itu agar lebih bermanfaat untuk pembaca.

Apa yang harus di-update?

Apakah isi konten itu sudah menjawab target keywords/topik yang diincar seperti yang diharapkan audiens? Apakah konten kita sudah sesuai dengan search intent target keywords tersebut?

Kalau belum, itu yang harus di-update supaya ada di kontennya.

Misalkan yang drop adalah artikel tentang “tips mengatur keuangan anak kos di kota malang”. Pas dilihat lagi, ternyata kita tidak menyebut berapa harga daerah kos-kosan populer di Malang.

Padahal ini penting agar artikel kita punya keunikan & keunggulan yang menunjukkan bahwa kita mengerti tentang cara mengatur keuangan bagi anak kos di kota Malang.

Teman-teman dapat menambahkan isinya, atau menulis ulang dari 0. Tapi harus dipastikan untuk JANGAN mengubah URL/permalink-nya.

Terakhir,

Harus sabar menunggu, karena tidak ada yang bisa memastikan kapan traffic akan balik lagi setelah anjlok seperti ini.

Berdasarkan pengalaman kami melakukan recovery traffic yang drop, butuh waktu tiga sampai enam bulan sampai kembali lagi seperti sebelumnya.

Di mana belajar SEO yang ilmunya tahan dari update algoritma apapun?

“Saya lelah menghadapi perubahan algoritma Google. Saya selalu deg-degan ngelihat ranking & traffic website saya. Apakah ada ilmu SEO yang hasilnya awet?”

Jawabannya, ada.

Kami sudah menjalankan SEO selama 10 tahun tanpa SEKALIPUN khawatir setiap kali Google melakukan update algoritma.

Kenapa bisa demikian? Karena kami melakukan SEO sejalan dengan apa yang diharapkan Google: user-first.

Jika teman-teman ingin belajar fundamental SEO yang user-first, sehingga insya Allah hasilnya awet untuk jangka waktu panjang, yuk belajar bersama DailySEO ID.

Kami memiliki program namanya SEO Fundamental Course. Di kelas ini, teman-teman akan belajar memahami apa itu SEO yang berorientasi user-first, tidak hanya dari teori, tapi juga dengan praktik langsung di website sendiri.

Informasi selengkapnya silakan dilihat pada halaman berikut ini. Kelas batch 3 akan dimulai 24 Oktober 2023.

Penutup

Menghadapi update algoritma Google memang terkadang menyakitkan, khususnya saat traffic anjlok.

Tapi jangan khawatir, artikel ini menjelaskan cara recovery-nya, dan yang terutama menjelaskan cara agar kita bisa terus bertahan menghadapi perubahan algoritma Google.

Kuncinya adalah user-first, membuat website yang bisa dipercaya oleh target audiens kita, dan membuat konten yang memberikan manfaat untuk mereka.

Jika kita fokus pada target pembaca kita, bukan mencari cara agar cepat ranking di Google, kita bisa akan terus bertahan.

Jika ada pertanyaan terkait artikel ini, silakan tuliskan di komentar, atau join grup Telegram DailySEO ID agar teman-teman bisa dibantu oleh komunitas SEO yang tergabung di sana.

Semoga membantu!

Dapatkan berita terbaru seputar SEO Gratis!
Subscribe Sekarang!

Author

Founder, DailySEO ID | SEO Instructor & Curriculum Creator at RevoU | Former Digital Marketing Lead at Glints | Former Head of SEO & Product Manager at Traveloka | Father of 3

1 Comment

  1. Thanks bro makin yakin sama riset yang saya lakukan jg, saya kena dampak juga dari update algoritma bln oktober, dari 3 web saya dua drop drastis tapi satu web justru bertahan..dua web yg drop adalah web gado2 dan yg bertahan ini adalah web yg 100% membahas 1 topik saja alias bukan gado2 bahkan 0 backlink sama sekali tapi stabil bertahun tahun di no.1 bermodalkan pagespeed 100 saja.

Write A Comment