Pengantar dari DailySEO ID:
Ini adalah guest post dari Yudha Pratama Situmorang, CEO dari SEO agency bernama Schnapp Digital. Ditulis pertama kali di LinkedIn, kami posting ulang seizinnya.

Jarang sekali praktisi SEO maupun SEO agency membagikan studi kasus strategi SEO-nya dengan detail seperti ini, jadi konten ini wajib disimak!

Dalam artikel ini, saya akan buka-bukaan bagaimana Schnapp Digital membantu client yang trafficnya stagnan selama 6 bulan terakhir.

Kami berhasil menaikkan traffic website client sebesar 719.6% dalam waktu 2 bulan saja (dan terus meningkat).

Traffic naik setelah take over project
Traffic naik setelah takeover project

Latar Belakang Project

Project ini kickoff di 1 Desember 2022.

Selama 6 bulan sebelumnya, SEO dari website client dipegang oleh sebuah agency multinasional.

Namun, pertumbuhan traffic tidak seperti yang diharapkan.

Berangkat dari itu, client memutuskan untuk mencari agency baru yang mampu mengatasi masalah ini.

Singkat cerita, mereka memutuskan menggunakan jasa Schnapp Digital untuk mengelola proyek SEO mereka.

Kami di Schnapp Digital sangat excited menggarap project ini, karena ada tantangan menarik yaitu kami harus memikirkan cara baru untuk mengatasi masalah traffic stagnan yang sudah berlangsung lama.

Di Schnapp Digital, kami bukan hanya sekedar mencari project, tapi juga mencari keseruan sekaligus membantu client mencapai objektif bisnisnya.

Tantangan

Langkah pertama yang kami lakukan tentu saja adalah melakukan audit SEO.

Kami mendalami tuntas website client untuk menganalisis apa saja permasalahan yang menyebabkan traffic mereka tidak kunjung tumbuh seperti yang diharapkan.

Berikut beberapa masalah yang kami temukan:

  • Artikel yang terlalu singkat, hanya sekitar 500-600 kata per artikel. Sementara untuk membangun topical authority, perlu artikel yang lebih panjang untuk menunjukkan authoritativeness.
  • Kuantitas artikel yang terlalu sedikit. Lagi-lagi mengenai authority, sebuah situs perlu membahas berbagai sudut dari sebuah topik agar dianggap sebagai authority di topik tersebut.
  • Internal linking yang buruk. Banyak artikel yang tidak punya internal link sama sekali, dan jika punya pun, penempatan serta anchornya sangat buruk.
  • Technical SEO yang kurang optimal, seperti missing meta keywords, heading tags yang tidak tepat, image size terlalu besar, hingga trailing slash yang tidak di-redirect.
Baca Juga:   Google Penalty: Memahami Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kami juga harus mendapatkan traffic yang sesuai dengan target market client. Apa gunanya traffic jika tidak bisa di-convert menjadi keuntungan bagi client?

Action Plan Awal

Berangkat dari tantangan-tantangan di awal, kami perlu membentuk action plan awal. Karena percuma saja terus membuat konten baru jika masalah-masalah yang ada tidak diatasi.

Kami menginginkan tidak ada “beban” yang menghambat pertumbuhan berikutnya. Singkirkan dulu hal-hal negatif sebelum membangun hal-hal positif. Via negativa.

Berikut beberapa hal yang kami lakukan:

  • Menulis ulang/rewrite artikel-artikel lama. Kami mengecek performa artikel lama di Google Search Console (GSC). Jika trafficnya rendah dan tidak mendapat ranking, maka kami tulis ulang artikel tersebut. Bukan hanya menambah kata, tapi benar-benar membuat artikel baru untuk menggantinya. Kami juga menambahkan internal linkings yang tepat di artikel lama.
  • Optimasi ulang landing page. Awalnya, landing page di halaman produk masih belum teroptimasi secara optimal. Kami memberikan beberapa saran untuk menjadikan landing page lebih optimal secara SEO.
  • Memperbaiki technical SEO. Kami pastikan tidak ada error yang serius. Kami juga memastikan situs bisa di-crawl Google dengan mudah.
  • Meningkatkan E-A-T, seperti perbaikan schema, penambahan author box, serta format artikel yang lebih baik.

Keyword Research dan Membangun Cluster Konten Baru

Setelah memperbaiki hal-hal di atas, maka saatnya untuk membangun cluster content baru.

Di 3 bulan pertama, keyword research harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Pada fase ini, kami hanya memilih keyword yang kami yakin bisa masuk halaman 1. Syaratnya adalah halaman 1 tidak dipenuhi situs dengan DR (Domain Rating) > 50 dan ada situs DR < 15 yang ranking di top 3.

Ini adalah modal untuk membuat Google percaya dengan situs client ini. Jika sudah dipercaya di keyword-keyword kecil, maka akan lebih gampang untuk mendapat ranking bagus di keyword-keyword yang lebih besar.

Di sini lah keahlian tim SEO Schnapp Digital mengenai keyword research terlihat.

Baca Juga:   3 Ciri SEO Agency/Jasa/Pakar SEO yang Jangan Dipilih, Hati-hati Resikonya!

Tim Schnapp Digital berhasil menemukan keyword-keyword yang berkompetisi rendah namun memiliki search volume yang tinggi serta sesuai dengan topik dan objektif bisnis client.

Keyword research memang sangat memakan waktu, namun jika dilakukan dengan tepat maka efeknya akan sangat luar biasa.

Keyword-keyword yang kami temukan kemudian kami tempatkan secara hati-hati ke dalam cluster content yang ingin dibangun.

Di awal, kami tidak ingin terlalu banyak membahas berbagai jenis topik, namun fokus ke sedikit topik untuk memaksa Google mengenali website client sebagai ahli di topik-topik tersebut.

Semua artikel ditulis oleh content writer in-house Schnapp Digital yang saya sangat banggakan karena tulisan mereka selalu berkualitas dan optimal secara SEO.

Strategi Link Building

Konten yang berkualitas jika didukung dengan strategi link building yang tepat maka hasilnya akan dahsyat.

Sampai sekarang saya masih tertawa melihat orang yang mengklaim bahwa backlink itu tidak perlu. Apa alasannya? Supaya margin agency jadi lebih besar? Hahaha.

Di Schnapp Digital, kami berfokus pada kualitas backlink, bukan kuantitas.

1 backlink yang berkualitas jauh lebih punya kekuatan dibandingkan puluhan backlink yang tidak berkualitas.

Untuk client ini, kami membangun 4 backlink setiap bulannya. Semuanya berbentuk guest post dari situs-situs berkualitas dan relevan.

Situsnya kami kurasi dengan saat hati-hati, begitupun dengan anchor text, tujuan backlink, serta judul guest post yang dipilih.

Hasilnya, 4 backlink per bulan jauh lebih powerful daripada mereka yang menjanjikan 50 backlink per bulan tapi semuanya dari Private Blog Network (PBN).

Masalah di Bulan Pertama

Di bulan pertama, kami menemukan beberapa tantangan yang harus kami pecahkan segera.

Setiap kami melakukan publikasi artikel, kami memonitor artikel tersebut hingga mendapat ranking.

Masalahnya, banyak artikel yang kami publish baru di-index Google setelah 5 hari, dan baru mendapat ranking setelah 2 minggu.

Ini kabar buruk.

Ini pertanda bahwa Google belum percaya pada website client. Situsnya tidak dianggap penting sehingga jarang di-crawl, lambat di-index, dan lambat diberi ranking.

Kami mengatasinya dengan mempercepat penulisan ulang artikel lama, karena data historis yang jelek akan membuat Google lebih sulit percaya pada situsnya.

Baca Juga:   Pengertian Guest Post dan Panduannya untuk Pemula

Pembuatan artikel baru dan link building juga terus kami lakukan, dan kami yakin masalahnya akan segera teratasi.

Benar saja, memasuki minggu pertama bulan ke-2, artikel sudah di-index dalam waktu 1 hari saja, bahkan beberapa artikel mendapat ranking di halaman 1 dalam waktu kurang dari 24 jam.

Artinya, trust issue dari Google sudah teratasi dan Google sudah mulai menganggap situs client sebagai sumber informasi terpercaya.

Pertumbuhan Ranking

Berdasarkan Ahrefs, situs klien sudah mendapat ranking 1-3 sebanyak 293 keyword, dibanding 8 keyword saat kami takeover project.

Pertumbuhan ranking

Ya, mendapat 250+ ranking top 3 dan 690+ ranking top 10 dalam 2 bulan itu sangat memungkinkan.

Fokus kami bukan hanya mendapat ranking-nya, tapi bagaimana bisa mempertahankannya serta menggunakannya sebagai pendorong untuk mendapat ranking di keyword-keyword lain. 

Mengapa Kami Buka-Bukaan Tentang Strategi SEO?

Apa tidak takut strateginya dikopi oleh agency lain? Atau client malah merekrut in-house SEO menggunakan strategi ini?

Tidak.

Teori itu gampang. Eksekusi itu sulit.

Lagi pula, strategi yang kami gunakan untuk setiap klien itu berbeda. Tidak ada tantangan SEO yang sama, sehingga solusinya pun pasti berbeda pula.

Apa yang kami pakai di client ini sangat berbeda dengan strategi yang kami pakai di client lain.

Strategi itu harus terkustomisasi, tergantung dengan keadaan dan kebutuhan.

Hal di atas juga hanya merupakan strategi umum, dan kami tidak membagikan seluruh detailnya. Contohnya, secret sauce mengenai penulisan artikel tidak saya jabarkan lengkap.

Strategi di 3 bulan pertama juga akan berbeda jauh dengan fase di bulan-bulan berikutnya.

At Schnapp Digital, we are SEO artisans. We love the game, and we love to see our client’s business grow.

Catatan DailySEO ID: Artikel sudah melewati proses editing & formatting ringan tanpa mengubah makna sama sekali

Dapatkan berita terbaru seputar SEO Gratis!
Subscribe Sekarang!

Author

CEO of SchnappDigital.com (SEO Agency). DailySEO ID membuka kesempatan untuk kolaborasi konten/guest post seperti ini. Silakan hubungi kami untuk berkolaborasi.

1 Comment

  1. Saya merasa setiap hari SEO semakin sulit untuk dimengerti, terlebih forum-forum
    Blogger yang dahulunya rajin melakukan riset, kini memilih untuk silent. Banyaknya media massa yang menerapkan link building subdomain menjadi tantangan tersendiri, belum lagi algoritma yang setiap hari berubah ubah. Ini akan menjadi buruk jika tidak belajar dan belajar setiap hari

Write A Comment