Bagi teman-teman yang bekerja di media, pernah merasa traffic dari Google makin seret? Padahal tim redaksi masih rajin menerbitkan artikel? Kalau kamu merasakan hal ini, kamu tidak sendirian!

Audiens kini memang tidak hanya mencari di Google, tetapi juga bertanya langsung ke ChatGPT, Gemini, Claude, atau membaca ringkasan AI di halaman pencarian.

Nah, kalau jawaban sudah tersedia di AI, bagaimana media tetap bisa ditemukan, dikutip, dan dipercaya?

Hal inilah yang dibahas dalam private training “Fundamental SEO & GEO untuk Media Online: SEO di Era AI Search” yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia Group pada Selasa, 13 Oktober 2026 di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta. 

Pada kesempatan ini, Ilman Akbar, Founder DailySEO ID, menjadi narasumber dalam sesi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam.

Audiens Sudah Pindah, Bukan Hilang

Ilman Akbar membuka sesi dengan konsep Search Everywhere Optimization. Pencarian kini terjadi di banyak tempat, seperti Google dan Bing, ditambah ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity, serta fitur AI di Google seperti AI Overview dan AI Mode.

Salah satu data yang dibahas menunjukkan sekitar 36% orang sudah mendapat jawaban dari AI tools, sementara 40% masih dari search engine. Artinya, media yang tidak muncul di AI search berpotensi kehilangan sepertiga audiensnya. Audiens tidak menghilang, mereka hanya pindah tempat bertanya.

Ilman juga merangkum hubungan tiga istilah yang sering membingungkan. SEO adalah optimasi untuk search engine tradisional. GEO (Generative Engine Optimization) adalah optimasi untuk AI search. Keduanya berada di bawah payung besar Search Everywhere Optimization.

Klik Menurun, tapi Dampaknya Tidak Nol

Kini pengguna tidak mencari lebih sedikit, tapi mengklik lebih sedikit. Dalam materi sesi ini, kehadiran ringkasan AI di Google terbukti menurunkan click-through rate hasil pencarian di posisi teratas. Di sisi lain, kontribusi AI terhadap traffic website masih kecil. Artinya, AI memang memberi jawaban, bukan traffic.

Namun, zero-click bukan berarti zero-impact! Melihat sebuah nama dalam jawaban AI tetap bisa memengaruhi persepsi, kepercayaan, bahkan keputusan pengguna. Data yang dibahas menunjukkan orang cenderung mengunjungi brand yang direkomendasikan AI, dan klik yang datang dari AI memang sedikit tetapi kualitasnya cenderung lebih tinggi. Ilman menyebut AI sebagai semacam traffic filter.

Baca Juga: Studi: Google Zero-Click Mencapai 68% pada Awal Tahun 2026

AI Bukan Mesin yang Tahu Segalanya!

Ilman mengajak peserta memahami cara kerja AI dari dasar. Jawaban AI berasal dari dua sumber:

  1. Data pelatihan (training data). AI menebak kata berikutnya berdasarkan pola dari data yang pernah dipelajarinya, sehingga bisa saja keliru atau berhalusinasi.
  2. Pencarian web (grounding). Saat butuh rujukan, AI mencari informasi di web, biasanya dengan memecah satu pertanyaan menjadi beberapa pencarian yang lebih detail.
Baca Juga:  Soft Skills Ini Bisa Bikin Karier SEO Naik Level!

Dua sumber ini membuka dua pintu masuk bagi media, yaitu membangun nama dalam jangka panjang agar dikenal AI dan memastikan halaman kita relevan saat AI melakukan pencarian.

Dari sini, ada dua bentuk visibilitas yang perlu dibedakan, yaitu disebut atau mention dan dikutip atau citation. Bagi media, sitasi adalah penanda penting bahwa konten kita dianggap layak menjadi sumber jawaban.

SEO dan GEO untuk Media Online

SEO Belum Mati, Justru Jadi Pondasi!

Salah satu pesan paling kuat dari sesi SEO dan GEO untuk media online ini, yaitu SEO tidak tergantikan oleh GEO. Sebagian besar AI search ternyata masih memakai indeks search engine yang sudah ada, seperti Google dan Bing saat melakukan pencarian web. Google sendiri menyatakan bahwa mengoptimalkan diri untuk AI search pada dasarnya tetap menggunakan SEO.

Artinya, situs yang sulit dirayapi, tidak terindeks atau tidak relevan akan kecil peluangnya menjadi rujukan AI. Pondasinya tetap sama, antara lain situs dengan tema yang fokus, konten berkualitas, publikasi konsisten, dan kredibilitas yang terbangun. Media punya keunggulan di sini, karena konten rutin dan otoritas editorial adalah modal yang sulit ditiru.

Konten yang Ramah Manusia dan Mesin

Bagian ini paling dekat dengan kerja sehari-hari pihak redaksi. Ilman menekankan bahwa konten yang baik tidak hanya akurat, tetapi juga mudah dipahami pembaca dan mesin. Beberapa prinsip yang dibahas antara lain penulisan modular, struktur heading yang rapi, kata yang spesifik, dan jawaban utama di bagian awal, yang sebenarnya akrab bagi jurnalis lewat prinsip piramida terbalik.

Prinsip ini tidak berarti semua berita diperlakukan sama. Berita kilat tetap mengutamakan kecepatan, sedangkan artikel analisis, penjelas, dan evergreen punya ruang lebih besar untuk dioptimalkan. Redaksi bisa mempertahankan gaya khasnya sambil menambahkan struktur pendukung di versi digital.

Di sesi training ini tiap prinsip dibedah dengan contoh nyata dari artikel media, termasuk hal-hal kecil yang sering terlewat tetapi berpengaruh besar. Kesiapan teknis situs juga dibahas karena konten sebagus apa pun tidak berguna jika mesin tidak bisa mengaksesnya.

Dari Mengejar Klik ke Membangun Nilai

Jika traffic tidak lagi cukup sebagai ukuran, apa yang bisa media tawarkan?

Menurut materi sesi ini, tantangannya adalah membangun model nilai yang lebih luas daripada sekadar jumlah page view. Kehadiran media dalam jawaban AI bisa menjadi aset untuk memperkuat reputasi dan menjangkau audiens di tahap awal pencarian informasi. Bagi klien yang ingin membangun brand atau memengaruhi keputusan pembelian, jejak di dunia AI search adalah nilai tambah yang tidak terlihat di angka kunjungan.

Baca Juga:  Brand yang Direkomendasikan ChatGPT Berpeluang Raup Trafik

Karena itu, keberhasilan perlu diukur dari kualitas hasil, seperti pertumbuhan pelanggan, pendaftaran, prospek, atau konversi, sesuai tujuan bisnis tiap produk. Ilman memperkenalkan kerangka pengukuran baru yang membedakan apa yang dioptimalkan, apa output-nya, dan apa dampak bisnisnya. Detailnya dibahas lengkap di sesi training.

Mengenal Konsep GEO = SEO + Brand Marketing

Inti dari sesi training ini kemudian dirangkum dalam satu formula konsep:

GEO = SEO + Brand Marketing

SEO membuat halaman mudah ditemukan dan dipahami mesin. Brand marketing membuat nama kita sering disebut, diliput, dan dipercaya di banyak sumber. Keduanya harus berjalan beriringan, tidak bisa salah satu saja.

Strateginya dimulai dari menentukan tujuan bisnis dan positioning, membenahi SEO, lalu menjalankan kampanye brand marketing digital lewat kanal milik sendiri, kanal yang diperoleh dari pihak lain, dan kanal berbayar.

SEO dan GEO untuk media online artinya strategi tidak berhenti di ruang redaksi. Target audiens, posisi, pesan, dan saluran distribusi juga harus jelas.

Dilema Konten Berlangganan

Bagian yang cukup hidup dalam sesi training kali ini adalah diskusi tentang produk berlangganan. Di satu sisi, konten premium harus tetap eksklusif bagi pelanggan. Di sisi lain, pembatasan akses bisa membatasi peluang konten ditemukan lewat SEO dan GEO.

Salah satu pendekatan yang mengemuka adalah menguji cara agar sebagian informasi bisa langsung menjawab pertanyaan pengguna, sementara data lengkap dan analisis mendalam tetap berada di balik paywall. 

Hal yang tidak kalah penting, yaitu pengujian ini perlu diukur lewat dampaknya ke pertumbuhan pelanggan, bukan sekadar naiknya traffic, dan perlu ditopang juga oleh pemasaran branding yang kuat.

Penutup

Era AI search menuntut media beradaptasi tanpa meninggalkan kekuatan utamanya, seperti kualitas jurnalistik, otoritas editorial, dan ketepatan data. Media yang akurat, terstruktur, mudah diakses, dan punya reputasi kuat akan lebih berpeluang tetap menjadi rujukan, baik bagi pembaca maupun bagi mesin AI.

Karena itulah, SEO dan GEO untuk media online menjadi semakin penting untuk menjaga visibilitas, menjangkau audiens yang tepat, dan mempertahankan relevansi di tengah perubahan cara orang mencari informasi.

SEO dan GEO untuk Media Online
Founder DailySEO ID Ilman Akbar berfoto bersama dengan peserta saat Training SEO & GEO di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman tentang strategi optimasi konten digital agar lebih mudah ditemukan di mesin pencari dan platform berbasis kecerdasan buatan (AI). JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Ingin tim redaksi atau marketing di kantormu ikut memahami strategi SEO dan GEO secara lengkap dan praktis? DailySEO ID menyediakan corporate training yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan timmu. Kamu juga bisa belajar mandiri lewat kelas online DailySEO ID.

Punya pertanyaan? Tulis di kolom komentar atau gabung ke grup Telegram DailySEO ID. Kamu juga bisa mengajukan topik yang ingin dibahas selanjutnya!

Author

Blogger, content creator, and literacy enthusiast

Write A Comment