Performa konten artikel mulai stagnan, turun perlahan, atau bahkan turun drastis?
Mungkin ini adalah momen yang tepat untuk memperbarui konten di dalam website teman-teman.
Ingat, SEO (Search Engine Optimization) itu bukan dikerjakan sesekali lalu ditinggalkan! Kita harus memantaunya dan melakukan pembaruan ketika diperlukan.
Seberapa Sering Kita Perlu Memperbarui Konten Website?
Sebagai gambaran umum, sebagian besar konten di dalam website sebaiknya diperbarui setiap tiga hingga enam bulan sekali.
Apakah harus? Jawabannya tidak, teman-teman bisa menyesuaikan dengan kondisi aset Anda sendiri.
Lalu, mengapa memperbarui ini krusial?
Alasannya karena langkah ini cukup penting untuk memastikan bahwa informasi yang Anda sajikan tetap akurat, berkualitas tinggi, dan relevan dengan apa yang sedang dicari oleh audiens saat ini.
Namun sekali lagi, frekuensi pembaruan ini sangat bergantung pada jenis konten hingga tujuan pembuatannya.
Pastikan juga apakah topik pada konten tersebut masih sejalan dengan fokus bisnis perusahaan Anda atau tidak.
Sebagai contoh:
- Konten berita atau tren terkini mungkin saja memerlukan update (pembaruan) setiap minggu atau bahkan setiap hari.
- Konten evergreen (tahan lama) seperti panduan praktis, umumnya dapat bertahan dan tetap fresh (segar) selama satu tahun atau lebih tanpa harus melakukan perubahan lebih sering.
Oleh karena itu, hindari memperbarui konten hanya demi website Anda terlihat melakukan pembaruan.
Tapi fokuslah pada peningkatan kualitas yang benar-benar memberikan added value (nilai tambah) yang insightful (berwawasan) dan aplikatif bagi audiens yang teman-teman targetkan.
Alasan Praktisi SEO Harus Memperbarui Konten
Berikut adalah sejumlah pertimbangan mengapa kita perlu memperbarui konten kita.
Menjaga Rasa Percaya Audiens dan Kredibilitas Bisnis
Persaingan saat ini semakin ketat, ditambah lagi dengan adanya AI search dan generative engine.
Brand harus konsisten dan aktif menyajikan informasi yang relevan dan juga fresh.
Bukan hanya karena agar terlihat aktif, tetapi juga supaya audiens dan search engine atau AI engine dapat membedakan brand Anda dari kompetitor yang mengabaikan informasi mereka yang usang.
Ketika Anda memperbarui artikel dengan data paling baru, maka konten tersebut akan menjadi lebih selaras dan bernilai dengan apa yang dicari oleh audiens.
Selain untuk membangun rasa trust (percaya), hal ini juga dapat memperkuat reputasi website bisnis Anda sebagai sumber informasi yang andal, kredibel, dan otoritatif di bidangnya.
Memaksimalkan Performa yang Sudah Berjalan
Memperbarui konten lama mampu memaksimalkan tingkat Return on Investment (ROI) content marketing (pemasaran konten) brand Anda.
Dibandingkan teman-teman menulis artikel baru dari nol, mengoptimalkan artikel yang sudah ada jauh lebih hemat waktu dan resources (sumber daya).
Pasalnya di tahap ini Anda telah memanfaatkan fondasi kerja dan performa yang sudah dibangun sebelumnya.
Bagaimana Cara Mengetahui jika Konten Perlu Diperbarui?
Untuk mengetahuinya, teman-teman bisa ikuti tips praktis di bawah ini:
Konten Sudah Terlalu Lama (Tidak/Kurang Relevan Lagi)
Website beserta isi konten di dalam blog sudah lebih dari 1 tahun?
Jika ya, ini bisa menjadi langkah awal bagi teman-teman.
Artikel-artikel lama bisa menjadi target utama untuk Anda update.
Alasannya karena ada kemungkinan informasinya sudah kedaluwarsa, tidak lagi relevan dengan tren atau bahkan bisnis.
Untuk dapat mengevaluasinya lebih dalam, teman-teman bisa mengajukan tiga pertanyaan sederhana ini pada konten-konten lama Anda:
Apakah topik ini masih relevan untuk blog atau bisnis Anda?
Apakah topik ini sejalan dengan goal atau strategi bisnis Anda saat ini?
Bisakah Anda meningkatkan kualitas konten tersebut secara signifikan?
Jika jawabannya adalah “ya”, maka konten tersebut sangat layak untuk di-update.
Bahkan jika artikel tersebut sudah sangat lama sekali, misalnya lebih dari 2 atau 3 tahun, tetapi masih mendatangkan trafik atau memiliki banyak backlinks (tautan balik) berkualitas tinggi, artinya konten itu sangat layak untuk dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya.
Namun, jika jawabannya “tidak”, artinya teman-teman dapat mempertimbangkan untuk menghapusnya supaya perpustakaan konten Anda tetap rapi.
Jangan lupa untuk menggunakan 301 redirect (pengalihan permanen) apabila halaman tersebut memiliki backlink yang kuat guna mempertahankan performanya.
Konten Mengalami Penurunan Performa
Ada beberapa indikator yang jelas-jelas menunjukkan bahwa performa konten Anda mulai menurun dan butuh treatment sesegera mungkin:
- Adanya penurunan ranking (peringkat): Ketika ranking artikel Anda di SERP (Search Engine Results Page) merosot, ini adalah sinyal kuat bahwa search engine menilai halaman kompetitor lebih mampu menjawab search intent dari para pengguna. Hal ini harus segera diatasi karena berdampak langsung terhadap trafik dan konversi.
- Penurunan indikator performa lainnya seperti organic traffic, total users, sessions, hingga conversion: Saat teman-teman menganalisis Google Analytics 4 (GA4) dan melihat adanya penurunan yang signifikan pada jumlah views atau conversions dalam 90 hari terakhir dibanding periode sebelumnya, itu pertanda bahwa audiens mulai meninggalkan halaman tersebut karena dirasa kurang relevan lagi.
Tips Memperbarui Konten pada Website
Ada sejumlah pendekatan praktis yang bisa kita lakukan untuk meng-update konten artikel di website kita, beberapa di antaranya adalah:
- Analisis keyword tertarget dan search intent di SERP Google, apakah masih tetap relevan atau sudah berubah.
- Edit meta tag (meta title dan meta description) dan ubah susunan artikel mulai dari heading sampai dengan sub-heading yang baru dan tetap berfokus pada audiens.
- Masukkan informasi terkini yang relevan (information gain) ke dalam konten Anda.
- Optimalkan aspek on page SEO secara menyeluruh.
- Perbarui rich media-nya mulai dari foto, infografik, hingga video jika ada.
- Edit atau menambahkan internal link yang bisa mendukung kualitas konten.
Ingat, jangan hanya memperbarui konten untuk terlihat tambah panjang saja ya!
Jika optimasi sudah dilakukan secara menyeluruh, jangan lupa untuk memonitor performanya.
Karena, sekali lagi, SEO itu bukan pekerjaan sesekali kemudian ditinggalkan, tapi teman-teman juga perlu merawatnya dengan cara memantau pergerakannya.
Jika Anda masih pemula dan belum terlalu banyak tahu tentang tool SEO-nya, maka Anda bisa coba untuk menggunakan alat gratis dari Google seperti:
- Google Search Console (GSC)
- Google Analytics (GA4).
Atau menggunakan third-party tool (yang tersedia versi gratisnya) semisal:
Demikianlah artikel seputar kapan seharusnya kita meng-update konten artikel pada blog atau website kita ini.
Bagaimana, apakah teman-teman memiliki pertanyaan terkait? Silakan tuliskan pada kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!
Referensi: