Teman-teman menggunakan CMS WordPress dan plugin WP Super Cache untuk optimasi speed-nya?

Jika ya, maka Anda harus melakukan langkah-langkah setting WP Super Cache berikut ini agar hasilnya optimal.

Karena kesalahan setting bisa menjadi penyebab website teman-teman malah jadi lambat yang membuat performa SEO-nya stagnan atau menjadi jelek.

Tanpa berlama-lama, berikut tutorial selengkapnya, silakan dibaca dengan saksama ya!

Apa Itu WP Super Cache? Apa Benefitnya untuk SEO Website Anda?

WP Super Cache adalah salah satu plugin cache populer yang bisa didapatkan secara gratis dan tersedia di WordPress.

Pada saat artikel ini diperbarui, WP Super Cache sudah di-install lebih dari 1 jutaan website aktif dan sudah tersedia hingga versi 3.1.3.

Cara kerja plugin ini adalah dengan menciptakan file HTML statis yang diambil dari dynamic website WordPress teman-teman.

Dengan demikian, ketika user mengunjungi website Anda, maka mereka akan mendapati web page (halaman web) versi duplikat yang lebih cepat ditampilkan ketimbang mengambil data website dari awal.

Plugin ini sukses melewati banyak proses mulai dari user request hingga website tampil hanya menjadi satu langkah saja.

Coba lihat gambar di bawah:

Hasilnya, speed dan performa website WordPress teman-teman menjadi lebih cepat secara speed loading-nya.

Performa speed website yang cepat sendiri sangat disarankan agar strategi SEO (Search Engine Optimization) Anda sukses.

Bagaimana Cara Menginstal WP Super Cache?

Cara install WP Super Cache di WordPress self-hosted (yang di-hosting di server sendiri, bukan di WordPress.com) sebenarnya cukup mudah.

Anda bisa ikuti cara-caranya di bawah ini:

  1. Login ke dashboard WordPress website Anda
  2. Pilih Add New di menu Plugins
  3. Ketikkan WP Super Cache di kolom pencarian
  4. Klik Install Now

Setelah klik install, tunggu beberapa saat hingga proses instalasinya selesai. Jika sudah, klik Activate.

aktivasi WP Super Cache
Dok. Ahyari.net

Selesai! Proses install plugin WP Super Cache rampung.

Sekarang kita lanjut ke bagaimana cara setting-nya agar speed website teman-teman optimal sehingga mampu memuaskan UX (User experience) audiens Anda.

Langkah Dasar Men-setting Plugin WP Super Cache

Sesaat setelah Anda berhasil mengaktivasi plugin, maka akan tampil notifikasi (biasanya di bar atas) “caching not enabled on your website“.

Nah, untuk meng-enable plugin silakan klik “Settings” di bagan menu sebelah kiri kemudian klik “WP Super Cache”.

Pilih tab “Easy”, lalu ceklis “Caching On (Recommended)“.

Jika sudah, teman-teman bisa langsung klik tombol biru bertuliskan “Update Status“.

Anda juga bisa melakukan pengetesan apakah cache sudah berjalan dengan baik atau tidak dengan cara scroll ke bagian bawah lalu klik “Test Cache“.

Plugin akan akan melakukan fetching (mengakses) website Anda dua kali dan membandingkan catatan waktu keduanya.

Apabila catatan waktu keduanya sama, itu artinya proses caching sudah berhasil running pada website Anda.

Baca Juga:  Apakah Core Web Vitals (Data Web Inti) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Langkah Lanjutan Setting WP Super Cache

Di sebelah kanan tab “Easy” kita bisa melihat tab menu bertuliskan “Advanced“.

Di sini Anda bisa memilih hal apa saja yang ingin dioptimalkan agar performa website menjadi lebih tinggi.

Kita mulai dari yang paling atas.

Mengaktifkan Enable Caching

Ceklis bagian “Enable Caching“, lalu pada bagian Cache Delivery Method pilih “Simple (Recommended)“.

Metode Simple kami sarankan jika Anda masih pemula dan tidak begitu familiar dalam mengedit file website.

Mengaktifkan Compression

Fitur compression (kompresi) membuat WP Super Cache mampu untuk menampilkan file cache dalam bentuk file terkompresi yang jauh lebih kecil dan ringan.

File compression tadi akan di-download dengan lebih cepat oleh browser hingga memangkas loading time (waktu memuat) website.

Artinya website teman-teman akan menjadi lebih cepat saat diakses oleh audiens.

Untuk mengaktifkan fitur compression, silakan scroll ke bawah hingga ke bagian Miscellaneous kemudian ceklis bagian “Compress pages, so they’re served more quickly to visitors“.

miscellaneous wp super cache
Dok. Wpbeginner.com

Mengaktifkan Dynamic (Dinamis) Caching

WP Super Cache menawarkan fitur untuk teman-teman yang menginginkan beberapa bagian web page di-caching secara dynamic.

Penggunaan dynamic caching bermanfaat jika Anda memiliki web page yang sering di-update.

Contohnya, Anda bisa meningkatkan speed web page yang di dalamnya terdapat Ads (iklan) dengan cara mengaktifkan dynamic caching.

Untuk mengaktifkannya, Anda bisa ceklist bagian yang bertuliskan “Enable dynamic caching“.

dynamic caching wp super cache
Dok. Wpbeginner.com

Menetapkan Expiry Time & Garbage Collection

Fitur ini bisa Anda gunakan untuk menentukan waktu kedaluwarsa dan frekuensi penghapusan file cache dari server Anda.

Pada tab “Advanced“ scroll ke bawah, lalu isi kolom yang tersedia sesuai kebutuhan Anda atau bisa ikuti contoh pada gambar di bawah ini.

expiry time dan garbage collection
Dok. Wpbeginner.com

Pada kolom “Cache Timeout“ berfungsi memberitahukan plugin untuk menghapus cache web page dan memulai ulang cache yang baru.

Secara default plugin akan menetapkan angka 1800 seconds (detik), nilai ini cukup bagus untuk website dengan jumlah trafik yang tinggi.

Namun jika website teman-teman masih baru dan trafiknya belum banyak, maka isilah angka 3600 seconds.

Lalu di bagian “Scheduler“, Anda bisa menjadwalkan waktu agar plugin memeriksa file kedaluwarsa dan menghapusnya.

Memilih Halaman yang Tidak Ingin Di-Cache

Plugin WP Super Cache secara default akan men-cache semua web page yang ada di website dan berpotensi meningkatkan file cache dan beban server.

Maka fitur ini hadir untuk memungkinkan Anda dalam memilih halaman mana yang tidak ingin di-cache.

Scroll ke bawah setelah bagian “Expiry Time & Garbage Collection“, di sana Anda akan melihat bagian “Rejected URL Strings“.

Silakan masukkan URL yang tidak ingin Anda cache di kolom yang tersedia. Contohnya:

rejected url strings
Dok. Wpbeginner.com

Setelah sudah diisi semua, klik “Save Strings“.

Memasang CDN Melalui WP Super Cache

Kebanyakan website menyajikan static files (file statis) dari setiap web page request. Salah satu jenis file statis adalah image, JavaScript, hingga CSS.

Tidak seperti postingan WordPress yang secara dinamis dihasilkan oleh PHP, rata-rata file statis tadi bisa kita tampilkan menggunakan Content Delivery Network (CDN) service.

Content delivery network (CDN) merujuk pada kumpulan server yang didistribusikan sesuai geografis yang berfungsi untuk menampilkan konten internet dengan lebih cepat.

Baca Juga:  Studi Kasus CNBC Indonesia: Blokir Halaman & Noindex Homepage

Harap diingat, konfigurasi CDN di WP Super Cache terbilang cukup rumit dan mengharuskan Anda mempunyai pengalaman terkait penggunaan CDN.

Apabila Anda ingin cara yang lebih mudah, Anda bisa menggunakan free CDN seperti CloudFlare yang lebih mudah untuk dikonfigurasikan.

Setting CDN di WP Super Cache bisa Anda temukan di tab CDN, kemudian ceklis kolom “Enable CDN Support“.

Lalu isi masing-masing kolom dengan URL website Anda.

Dok. Wpbeginner.com

Isi “Site URL” dengan https://www.domainanda.com.

Isi “Off-site URL” dengan https://cdn.domainanda.com.

Isi “Includes directories” dengan wp-content, wp-includes (pisahkan file dengan koma).

Isi “Additional CNAMEs” dengan CNAMEs lain yang pernah Anda buat (jika ada) misalnya https://cdn1.domainanda.com, https://cdn2.domainanda.com.

Terakhir ceklis Skip https URLs to avoid “mixed content” errors.

Sisanya biarkan secara default, kemudian klik “Save Changes“.

Selesai, sekarang CDN website teman-teman telah siap beroperasi.

Menampilkan Web Statis dengan WP Super Cache

Mode preload di plugin cache ini memungkinkan Anda untuk membuat super cache static file untuk semua postingan, page, dan untuk menampilkan website statis.

Dengan mode preload ini, konten Anda akan di-load lebih cepat setiap kali user mengunjungi website Anda.

Fitur super cache static file membantu Anda dalam menghemat resource server, menampilkan website lama yang tidak pernah di-update, dan meningkatkan speed website dengan menyajikan konten statis.

Konfigurasi ini bisa Anda temukan di tab “Preload“.

Secara default, angka yang terisi pada kolom adalah 600 minutes, namun Anda bisa menurunkan angkanya apabila Anda memublikasikan lebih dari satu konten setiap harinya.

Harap diingat, melakukan pre-loading terhadap keseluruhan website dapat memakan waktu dan resource server Anda.

Anda bisa mengisinya dengan angka 0 jika tidak ingin file statis Anda kedaluwarsa, kecuali apabila Anda menghapusnya secara manual.

preload wp super cache
Sumber: Wpbeginner.com

Jangan lupa juga untuk ceklis kolom “Preload mode (garbage collection disabled. Recommended)“ dan “Preload tags, categories and other taxonomies“.

Terakhir klik “Save Settings“, lalu klik “Preload Cache Now“, dan selesai.

Dalam proses mengoptimalkan website menggunakan WP Super Cache, tidak hanya pengaturan plugin yang penting, tapi juga memilih penyedia hosting yang tepat.

DewaWeb menawarkan layanan hosting WordPress yang dioptimalkan, yang sangat mendukung penggunaan plugin seperti WP Super Cache.

Dengan infrastruktur yang cepat dan stabil, DewaWeb memastikan bahwa semua file statis yang dihasilkan oleh WP Super Cache disimpan dan diakses dengan cepat, mempercepat waktu muat halaman dan meningkatkan performa SEO website teman-teman.

Penutup

Demikianlah informasi yang bisa DailySEO ID bagikan terkait cara install dan cara setting WP Super Cache ini.

Semoga bisa menjadi wawasan baru dan tentunya dapat membantu teman-teman SEO specialist dalam membuat serta mengelola website berbasis WordPress.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait, silakan tuliskan pada kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Diperbarui oleh: Apri

Referensi:

https://wordpress.org/plugins/wp-super-cache/

https://www.wpbeginner.com/beginners-guide/how-to-install-and-setup-wp-super-cache-for-beginners

Author

I began my SEO journey in 2017 and deepened my expertise in 2019. Since then, I’ve managed SEO for Farmaku.com, DokterSehat.com, and Impulse Digital Agency, while also contributing to DailySEO ID. Now, as a full-time freelancer, I focus on helping B2B companies improve their search visibility and achieve their goals.

Write A Comment