Teman-teman pernah lupa atau mungkin mengabaikan image optimization (optimasi gambar) saat menulis konten?

Apa alasannya?

Apakah karena merasa gambar tidak memengaruhi performa SEO website Anda?

Padahal Search Engine Optimization (SEO) bukan hanya tentang teks saja.

Optimasi gambar juga bisa memengaruhi performa SEO, site speed, dan tentunya user experience.

Ketika optimasi gambar dilakukan secara tepat, Anda bisa memaksimalkan peluang untuk mendapatkan ranking yang lebih baik, meningkatkan engagement, bahkan hingga conversion yang lebih maksimal.

Lalu, seperti apa langkah untuk mengoptimasi gambar di SEO? Yuk ikuti tipsnya di bawah ini!

1. Pilih Format Gambar yang Tepat

Saat hendak memasukkan gambar ke dalam konten, sebaiknya teman-teman perlu memahami berbagai macam format gambar yang ada.

Dari sekian banyak format, umumnya ada beberapa format gambar yang biasanya dipakai untuk website, yaitu PNG, JPG/JPEG, dan yang terbaru, adalah format WebP.

Umumnya, PNG menjadi salah satu format yang dapat diandalkan karena mempunyai kualitas gambar yang bagus.

Akan tetapi, format yang satu ini berpotensi memperlambat website Anda karena size-nya terbilang besar.

Lain halnya dengan JPG/JPEG.

Format JPG adalah format paling populer saat ini di Internet, karena size-nya yang tidak terlalu besar dengan kualitas gambar yang masih cukup oke.

Kualitas & size-nya dapat disesuaikan lewat tools foto, akan tetapi kualitas gambarnya akan berkurang semakin kecil file size-nya.

Selain JPG, WebP sekarang menjadi semakin populer, karena diklaim punya ukuran lebih kecil hingga 25% dibandingkan gambar berformat JPG dengan kualitas yang sama.

Anda juga bisa gunakan format gambar AVIF.

AVIF (AVI Image File Format) adalah format gambar next generation yang bisa menjadi pilihan terbaik selain JPEG atau PNG dengan ukuran yang lebih kecil (sekitar 50%).

AVIF sendiri dinilai lebih baik ketimbang Webp dalam hal ukuran gambar dan kualitasnya.

Banyak dari para praktisi SEO saat ini menyarankan antara format Webp atau AVIF.

2. Kompres Ukuran Gambar

Sebelum menambahkan gambar ke dalam website teman-teman, alangkah baiknya gambar tersebut harus dikompres terlebih dahulu ukuran/size file-nya.

Sebab, kalau ukurannya besar, otomatis itu akan membuat loading semakin lambat dan besar kemungkinan nilai bounce rate-nya akan tinggi karena ditinggalkan oleh user.

Alhasil, ini bisa menurunkan nilai Page Experience dari website-mu.

Baca Juga:  Kupas Tuntas Landing Page, Halaman yang Buat User Lakukan Aksi di Website

Oleh karena itu, jangan malas untuk mengompres gambar terlebih dahulu.

Anda bisa memanfaatkan beragam plugin WordPress yang bisa mengecilkan size gambar seperti WP Smush atau TinyPNG.

Selain itu, teman-teman juga bisa mengompres gambar terlebih dahulu lewat situs compress image seperti TinyJPG, TinyPNG, Squoosh.app, atau ShortPixel.

3. Terapkan Lazy Loading Image

Lazy loading adalah teknik menunda pemuatan konten (seperti gambar dan video) hingga user melakukan scroll ke area tersebut.

Praktik ini sangat bagus untuk SEO karena mempercepat loading halaman dan meningkatkan skor Core Web Vitals (CWV).

Namun hati-hati dalam menerapkannya, sebab jika salah diterapkan, hal ini justru malah bisa merusak performa SEO website Anda.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan saat mengaktifkan lazy loading:

  • Jangan lazy load konten above-the-fold agar gambar pertama langsung terlihat oleh user
  • Gunakan Native Lazy Loading agar mudah dibaca oleh bot crawler
  • Tetapkan atribut Width dan Height untuk mencegah Cumulative Layout Shift (CLS)
  • Gunakan noscript untuk Library JavaScript agar mesin pencari tetap dapat menemukan gambar
  • Gunakan juga atribut srcset agar browser memuat gambar dengan ukuran paling sesuai berdasarkan perangkat pengguna.

4. Terapkan Schema Markup untuk Image

Schema markup image membantu mesin pencari memahami konteks, hak cipta, dan konten visual di dalam halaman web.

Hal ini berpotensi untuk meningkatkan visibilitas gambar Anda di Google Images dan AI Overviews.

Anda disarankan untuk menggunakan JSON-LD di dalam structured data halaman yang lebih luas (misalnya, Article, Product, atau ImageObject) untuk menambahkan properti seperti URL, keterangan (caption), width, dan height.

5. Optimalkan Nama dan Alt Text pada Gambar

Teman-teman mungkin bertanya-tanya:

“Dari mana suatu image dalam artikel bisa mendatangkan sebuah traffic?”

Jawabannya adalah dengan memasukkan keterangan/penjelasan yang relevan dengan gambar tersebut pada penamaan gambar dan ke dalam alt text.

Seperti yang sudah disebutkan di awal artikel, tidak jarang user juga melakukan pencarian lewat Google Images.

Ketika gambar Anda mempunyai penamaan yang jelas dan alt text di dalamnya, maka Google dapat mengerti gambar tersebut, kemudian mengindeks gambarnya sehingga berpotensi masuk ke pencarian Google Images.

Namun, perlu diperhatikan juga, jangan sampai teman-teman melakukan spam keyword di dalam nama file gambar dan alt text.

Lakukan secara natural, dan tetap menyematkan keyword di dalamnya.

Hindari hanya masukkan target keyword sebagai nama di gambar atau alt text secara berlebihan.

Seperti panduan dari Google, berikan keterangan yang menjelaskan gambar tersebut.

Misalnya Anda membuat artikel tentang profil bajak laut topi jerami dari manga/anime One Piece.

Baca Juga:  Apa itu Content Pillar? Kenali Jenis dan Cara Membuatnya di Website

Jangan masukkan nama file dan alt text “bajak laut topi jerami” ke setiap gambar yang ada di sana, karena itu terhitung spam keyword (memasukkan keyword yang tidak punya relevansi dengan gambar, secara berulang-ulang).

Cobalah maksimalkan penamaan dan alt text image misalnya seperti:

  • “Monkey D. Luffy, kapten bajak laut topi jerami” untuk gambar Luffy.
  • “Pertarungan Luffy vs Kaido di Wano” untuk gambar pertarungan Luffy dengan Kaido.

6. Jangan Mencuri Gambar, Pilih yang Bebas Copyright

Teman-teman sudah siap untuk mengoptimasi image di dalam artikel dengan mengetahui file, format, serta alt text image.

Akan tetapi, Anda jangan sampai melupakan satu hal, yaitu copyright dalam suatu gambar.

Jangan sampai teman-teman mencuri gambar secara tidak izin, apalagi yang mempunyai lisensi.

Untuk mencari aman, Anda bisa mencari dari situs-situs penyedia foto gratis, seperti Pixabay, Unsplash, Pexels, Freepik, dan lain-lain.

Jika teman-teman hendak mencari gambar lewat Google Images, Anda bisa memakai cara berikut ini:

  • Buka Google Images
  • Kemudian, ketikkan keyword apa yang ingin Anda cari untuk gambar
  • Klik kotak Tools yang berada di bawah kolom pencarian, kemudian klik “Creative Commons licenses”
Dok. Maulana Adieb
  • Dari situ, teman-teman bisa secara gratis untuk memakai gambar, karena lisensi creative commons mengizinkan kita untuk menggunakan gambar tersebut (dengan mencantumkan kredit).

7. Masukkan Gambar ke Sitemap

Cara ini juga menjadi salah satu cara yang ampuh supaya Google mampu menemukan dan mengindeks gambar Anda.

Dengan begitu, Anda bisa meraup organic traffic yang besar dari Google Images.

Teman-teman bisa menambahkan gambar ke sitemap ataupun membuat sitemap baru untuk menampung gambar.

Apabila Anda memakai WordPress, sebaiknya install plugin seperti Yoast ataupun Rank Math.

Kedua plugin tersebut menawarkan sitemap dengan kualitas yang bagus.

Penutup

Demikian sejumlah tips yang bisa teman-teman lakukan untuk mengoptimasi sebuah gambar di dalam website supaya dapat ditemukan dan diindeks oleh Google.

Di SEO, teman-teman harus melakukan berbagai macam cara (sesuai panduan Google) untuk menaikkan traffic, termasuk optimasi image yang satu ini.

Jangan hanya berhenti di optimasi konten teks saja.

Cobalah untuk mempraktikkan optimasi image juga.

Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan terkait optimasi gambar SEO? Silakan tuliskan pada kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Diperbarui oleh: Apri

Referensi:

https://developers.google.com/search/docs/appearance/google-images

https://developers.google.com/search/docs/crawling-indexing/javascript/lazy-loading

https://developers.google.com/speed/webp?hl=id

https://www.searchenginejournal.com/googles-new-support-for-avif-images-may-boost-seo/525780

Author

SEO Content Specialist, Median Digital Indonesia | Former SEO Content at Zenius, Hipwee, and Glints | SEO Enthusiast

10 Comments

  1. “Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa format JPG hanya didukung penuh oleh Chrome & Firefox. Hanya pengguna Safari di macOS versi Big Sur dan lebih baru yang bisa membuka WebP.”

    Seriously though I had a stroke trying to read and comprehend this paragraph. Ini nulisnya pakai spinner?

    • thanks buat feedback-nya om. Nggak, itu ditulis manual pake tangan 😅

      kalo boleh kasih input, bagian mana tepatnya yang bikin bingung? biar bisa direvisi

    • “Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa format JPG” –> harusnya “Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa format WebP “.

      Saya baru sadar harusnya itu WebP, bukan JPG. bagian itu bukan yang membingungkan?

  2. Saya sangat terima kasih atas artikel yang bermanfaat ini. Tips optimasi gambar yang disajikan dalam artikel ini sangat membantu saya dalam memastikan bahwa Google dan user senang dengan website saya.

  3. Pingback: Panduan Google PageSpeed Insight untuk Website Cepat - DailySEO ID

  4. Pingback: Optimasi SEO Untuk Meningkatkan Traffic Website

  5. Are there more information regarding about this topic for us to research for? Thank you,

Write A Comment