Apa yang ada di benak teman-teman ketika mendengar istilah long tail keyword? Mungkin, Anda berpikiran kalau keyword jenis ini mempunyai persaingan yang rendah di search engine.

Saat melakukan pencarian di Google, sebagian user akan mengetikkan keyword yang panjang demi mendapatkan hasil yang memuaskan. Sebagai contoh, saat user ingin belajar bagaimana cara mengemudi mobil, lalu ingin mencari jawabannya di search engine, pasti mereka akan mengetikkan keyword seperti ini:

  • Cara belajar stir mobil
  • Cara belajar naik mobil untuk pemula
  • Tips belajar naik mobil matic
  • Tips belajar naik mobil manual untuk pemula

Dengan demikian, banyak praktisi SEO yang beranggapan kalau menggunakan long tail keyword saat membuat artikel akan membantu Anda untuk mendapatkan ranking di Google lebih mudah.

Lantas, benarkah demikian? Lalu, bagaimana caranya supaya bisa mengoptimalkan pemakaian keyword yang satu ini?

Pasang sabuk pengaman Anda, mari kita bahas bersama-sama!

Apa Itu Long Tail Keyword?

Sama seperti namanya, long tail keyword yaitu suatu keyword yang panjang dan biasanya terdiri dari 3 kata lebih.

Keyword yang satu ini pada umumnya mempunyai tingkat kompetisi yang lebih rendah dibandingkan dengan keyword-keyword pendek seperti “belajar mobil”, “SEO on page”, “link building”, “meta description”, dan lain-lain.

Tidak cuma itu, keyword ini juga berpotensi mendapatkan conversion yang lebih tinggi, sebab, long tail keyword ditulis secara spesifik sehingga mampu memenuhi kebutuhan user saat mencari sesuatu yang spesifik di search engine. Hal ini tentu akan membantu bisnis Anda semakin berkembang ke depannya.

Teman-teman mungkin pernah berpikiran untuk menuliskan keyword yang sangat panjang saat hendak menemukan jawaban di Google. Misalnya, Anda ingin menambah keamanan ekstra untuk website WordPress.

Otomatis, Anda akan mencari keyword seperti ini, “cara mengamankan website WordPress”, “cara mudah mengamankan website WordPress”, dan lain-lain.

Baca Juga:   Apa Itu Search Intent? Seberapa Pentingkah untuk SEO?

Long tail keyword memiliki search volume yang kecil, tetapi banyak praktisi SEO yang memanfaatkannya untuk mendapatkan traffic dan conversion rate yang tinggi.

Baca juga: Bukan Sekedar Ranking: Apa Itu SEO, Bagaimana Cara Kerjanya, dan Mengapa SEO Penting?

Keuntungan Memakai Long Tail Keyword

Melanjutkan pembahasan di atas, kira-kira kenapa long tail keyword dimanfaatkan sedemikian rupa oleh praktisi SEO sebagai salah satu strateginya dalam meningkatkan traffic?

Sebagai gambaran teman-teman, menurut analisis Backlinko, dari 306 juta keyword, 91,8% dari semua search query atau kata yang dimasukkan user ke search engine berasal dari long tail keyword.

Angka tersebut tentu bisa menjadi patokan Anda untuk mulai memikirkan menggunakan keyword yang satu ini.

Selain itu, ada beragam keuntungan yang didapatkan ketika memakai long tail keyword ini, antara lain:

1. Tingkat persaingan (umumnya) lebih rendah

Dikarenakan keyword-nya ditulis lebih spesifik, long tail keyword mempunyai tingkat persaingan yang (umumnya) rendah. Dengan demikian, hal ini akan membantu teman-teman untuk bisa mendapatkan ranking yang lebih baik di search engine, tapi jangan lupakan sisi kualitas artikel yang Anda tulis ya!

Sebagai gambaran, di bawah ini ada dua contoh keyword yaitu:

contoh short tail
contoh short tail
long tail keyword
contoh long tail keyword

Query “belajar mobil” di atas termasuk ke dalam short tail keyword, sedangkan “cara belajar mobil untuk pemula” masuk ke dalam long tail keyword.

Lalu bisa dibayangkan jika teman-teman menggunakan keyword “belajar mobil”. Anda harus bersaing dengan 120 juta halaman web yang terindeks di Google. Cukup melelahkan bukan?

Lain halnya kalau teman-teman memutuskan untuk memakai keyword “cara belajar mobil untuk pemula”. Tingkat persaingan Anda berkurang drastis, yaitu sekitar 3 juta saja. Tidak cuma itu, keyword ini juga sangat spesifik karena ditujukan oleh para pemula yang ingin belajar mengemudikan mobil.

Cara ini adalah cara sederhana mengukur tingkat persaingan keyword berdasarkan jumlah web yang ter-index Google. Sebagai alternatif, ada tools Keyword Difficulty Checker dari Ahrefs untuk mengetahui tingkat persaingan sebuah keyword berdasarkan kualitas & kuantitas backlinks dari website yang bersaing untuk keyword tersebut..

Baca Juga:   7 Kesalahan dalam Praktik Keyword Research yang Perlu Dihindari

Baca Juga: Review 4 Plugin SEO WordPress Gratis yang Pernah Saya Coba: RankMath, Yoast, All in One, Slim SEO

2. Mendapatkan conversion rate yang tinggi

Ketika menjalankan bisnis di era digital, indikator jumlah traffic saja tidak cukup. Teman-teman juga harus mendapatkan tingkat conversion rate yang tinggi dari user.

Long tail keyword ini dapat membantu mewujudkan hal tersebut karena keyword ini sangat spesifik sehingga mampu memenuhi kebutuhan search intent.

Sebagai contoh, Anda menjual suplemen untuk diet keto. Tentu saja, apabila Anda menargetkan keyword “diet keto” saja, maka akan sulit untuk mendapatkan ranking di Google.

Beda cerita jika teman-teman memanfaatkan long tail keyword seperti “cara diet keto pemula”, “manfaat diet keto” atau “suplemen diet keto”. Anda bisa menargetkan long tail keyword tersebut sekaligus memberikan edukasi yang bermanfaat di dalam konten.

Alhasil, user akan semakin yakin untuk membeli suplemen diet keto tersebut karena sudah mengetahui kegunaannya melalui konten yang Anda buat.

Teman-teman pasti sudah tidak asing lagi dengan voice search. Yap, metode pencarian yang satu ini sangat memudahkan user karena hanya perlu berbicara saat mencari informasi di Google tanpa harus mengetikkan keyword.

Uniknya, kebanyakan orang yang memanfaatkan voice search tentu akan menyebutkan kata yang panjang. 

Sebagai contoh, ketika user ingin mencari restoran terdekat, pasti ia akan berbicara seperti ini

“Halo Google, apa restoran Jepang terbaik yang dekat dari sini?” atau “Halo Google, bagaimana cara mencuci baju?”

Faktanya, voice search ini sudah banyak digunakan! Menurut Search Engine Journal, ada sekitar 55% generasi milenial yang menggunakan voice search untuk kebutuhan sehari-hari.

Tips Memaksimalkan Long Tail Keyword

1. Tetapkan tujuan content-nya

Sebelum membuat konten dan melakukan keyword research untuk long tail keyword, ada baiknya teman-teman tentukan dulu tujuannya apa.

Apakah Anda ingin meningkatkan brand awareness, menargetkan customer potential, ataupun memberikan edukasi kepada user. Setelah mendapatkan satu atau dua tujuan utama, Anda akan lebih mudah untuk menentukan target keyword

Misalnya, untuk tujuan brand awareness, teman-teman bisa membuat banyak konten yang menargetkan long tail keyword (karena volume & potensi traffic dari masing-masing target yang relatif kecil, jadi harus dikompensasi dengan konten yang banyak dan in-depth. Atau membuat sedikit konten yang menargetkan short tail keyword dengan volume & potensi traffic yang lebih tinggi (dengan usaha yang lebih keras untuk bersaing di SERP).

Baca Juga:   7 Cara Memanfaatkan Media Sosial untuk Keyword Research SEO

Baca Juga: 7 SEO Tools Gratis untuk Membantu Aktivitas SEO Kita

2. Lakukan keyword research

Setelah tahu tujuannya apa, kini saatnya Anda mulai melakukan keyword research. Ada banyak sekali tools yang bisa digunakan, mulai dari Ahrefs, SEMrush, Google Keyword Planner, dan lain-lain.

Tentukan keyword yang sesuai dengan search intent untuk mendapatkan traffic yang optimal. Anda juga bisa mencari long tail keyword lewat Google “searches related to” (penulusuran terkait).

Biasanya terletak di bagian bawah Google search.

google searches related to screenshot
Google Searches Related to. Sumber: Rank Ranger

Selain itu, saat teman-teman mengetikkan beberapa keyword di Google search engine, pasti ada lanjutan kata baik di depannya maupun di belakangnya. Nah, itu namanya Google Autocomplete atau Google Suggestion, hal itu bisa Anda manfaatkan dengan baik untuk mendapat keyword yang lebih kaya dan beragam.

long tail keyword
Google autocomplete screenshot

Baca Juga: Apakah Alt Text di Image Mempengaruhi Ranking Google Search?

3. Mulai tulis kontennya!

Keyword sudah didapatkan, kini waktunya Anda mulai menulis konten! Pastikan jangan sampai melakukan spam keyword di dalam kontennya, karena hal ini akan memperburuk reputasi website Anda di mata Google.

Pastikan teman-teman menuliskan konten (berkualitas) yang mampu menjawab pertanyaan dari para user. Anda bisa melakukan riset search intent yang tepat dengan mempelajari konten kompetitor ataupun konten yang berada di ranking teratas.

Jangan lupa tambahkan media di dalamnya supaya user tidak bosan saat membacanya dan untuk meningkatkan user engagement.

Itu dia penjelasan mengenai long tail keyword yang perlu teman-teman pahami. Intinya, maksimalkanlah penggunaan long tail keyword ini sebaik mungkin untuk membantu mengembangkan bisnis Anda. Lakukan dengan konsisten, sabar, dan bijak. Lambat laun, usaha yang Anda lakukan akan menuai buah yang segar di masa yang akan datang.

Sumber:

https://ahrefs.com/blog/long-tail-keywords/

https://backlinko.com/hub/seo/long-tail-keywords

https://neilpatel.com/blog/how-to-integrate-long-tail-keywords-in-your-blog-posts/

https://www.searchenginejournal.com/keyword-research/long-tail-keywords/#close

Author

Orangnya suka menulis | SEO Content Writer at Zenius| SEO Enthusiast |

Write A Comment