Ketika Search Engine Optimization (SEO) sudah jadi bahasa sehari-hari tim humas dan media, muncul satu istilah baru yang mulai ramai dibicarakan, yaitu GEO alias Generative Engine Optimization.
Sederhananya, bagaimana caranya agar brand kita “muncul” ketika orang bertanya ke ChatGPT, Gemini, atau AI Overviews di Google, bukan hanya di halaman hasil pencarian Google biasa.
Topik inilah yang diangkat dalam sesi “AI for Media & Communication: Generative Engine Optimization (GEO)” oleh Ilman Akbar, Founder & CEO DailySEO ID pada sesi seminar di acara Awarding Kompetisi Karya Jurnalistik PTP Nonpetikemas “PortPress” 2026, yang digelar Rabu, 29 Juli 2026, di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat.
Ketika BUMN Serius Belajar “Cara Kerja” AI Search
Dalam waktu singkat sekitar 30 menit, Ilman Akbar membawakan materi bertajuk “Fundamental GEO agar Muncul di AI Search (Edisi Humas & Media)” di hadapan audiens yang terdiri dari jurnalis, jurnalis foto, mahasiswa, hingga tim humas dan corporate secretary dari Pelindo Group.
Ilman membuka materinya dengan pertanyaan sederhana:
Pakai apa untuk mencari informasi? Google atau ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity?
Ilman memberi contoh nyata saat kata kunci “operator multipurpose terminal di Indonesia” dicari di Google, AI Overviews dan ChatGPT sama-sama memunculkan nama PT Pelindo Multi Terminal dan PTP Nonpetikemas sebagai salah satu jawaban.
Nah, inilah wujud konkret dari GEO yang berhasil.
Mengubah Mindset dari “Push” ke “Pull”
Poin penting yang ditekankan Ilman adalah untuk memahami GEO, tim humas dan media perlu mengubah cara berpikir dari push marketing (kita menyebarkan informasi) menjadi pull marketing (orang menemukan informasi).
Selama ini, banyak konten korporat, termasuk siaran pers yang masih bersifat push, yang mendesak, temporal, dan berorientasi pada peristiwa terbaru.
Padahal, AI search justru lebih banyak mengandalkan konten yang bersifat pull, yang lebih mendalam, evergreen, dan disusun secara logis-matematis untuk menjawab kebutuhan audiens.
Cara Kerja AI Search: Dua Sumber Jawaban
Ilman menjelaskan bahwa setiap kali pengguna bertanya ke AI (Artificial Intelligence), jawaban yang muncul berasal dari dua sumber:
- Data training internal. Triliunan teks yang sudah “dipelajari” AI sejak awal (buku, Wikipedia, berita, dll). Agar brand masuk ke sumber ini, caranya adalah membuat brand semakin besar dan dikenal luas.
- Live web search. Pencarian real-time ke sumber eksternal saat AI butuh validasi atau tambahan informasi. Ilman memaparkan bahwa mayoritas AI search engine populer (ChatGPT, Gemini, Copilot, AI Mode, AI Overviews) sebenarnya menggunakan index dari search engine yang sudah kita kenal, seperti Google dan Bing. Artinya, fondasi SEO yang kuat menjadi semakin penting di era AI search.
Studi Kasus: Pelindo Group Belum Muncul di AI Overviews
Salah satu bagian paling menarik dari materi ini adalah studi kasus langsung ketika kata kunci “Stevedoring” dicari di Google maupun ditanyakan ke Gemini, nama Pelindo Group belum muncul sebagai sumber jawaban dan kalah oleh perusahaan lain.
Setelah ditelusuri, Ilman menemukan bahwa halaman layanan “Stevedoring” di website PTP Nonpetikemas sendiri sebenarnya sudah ada, namun isinya masih terlalu singkat dan kurang elaboratif untuk dijadikan rujukan AI.
Dari sini, Ilman memberi dua rekomendasi konkret untuk memperbanyak konten yang bersifat “pull”, yaitu:
- Elaborasi isi halaman layanan dengan mendetailkan penjelasan tiap layanan (stevedoring, cargodoring, gudang penumpukan, dll) agar lebih informatif.
- Detailkan informasi tiap pelabuhan seperti data teknis panjang dermaga, luas gudang, luas penumpukan, dan fasilitas lainnya di masing-masing pelabuhan yang dikelola.
Peran Media Online dalam Strategi GEO
Ilman juga memaparkan data dari riset Maverick yang menunjukkan pemberitaan media adalah pendorong visibilitas AI yang paling kuat.
Pada sampling industri finansial Indonesia, sekitar 70% sumber jawaban AI berasal dari news media.
Jauh di atas situs resminya yang hanya sekitar 18,5%. Pola serupa juga terlihat pada sampling industri otomotif, di mana artikel berita mendominasi sebagai sumber kutipan AI.
Strategi brand marketing campaign, termasuk kerja sama dengan media online, media sosial resmi perusahaan, dan Wikipedia menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya GEO.
Ilman menyinggung bahwa ajang seperti PortPress, Pelabuhan Indonesia Award, dan Anugerah Kompetisi Jurnalistik ini adalah contoh nyata bagaimana BUMN bisa membangun relasi baik dengan media sebagai bagian dari strategi ini.
Rumus Sederhana untuk Muncul di AI Search
Sebagai penutup, Ilman merangkum materinya menjadi tiga langkah sederhana agar brand bisa “naik kelas” dan muncul di jawaban AI, yaitu:
- Paham apa yang audiens cari artinya topik harus relevan dengan bisnis perusahaan sekaligus dicari oleh target audiens.
- Jawab di website sendiri yang menjadi ranah SEO dasar dengan konten yang informatif dan elaboratif.
- Jawab di website lain yang menjadi ranah brand marketing campaign, termasuk kolaborasi dengan media online.
Tentang Acara PortPress 2026
Mengusung tema “Pelabuhan Menggerakkan Logistik, Mendorong Ekonomi Daerah”, acara yang dihadiri oleh Ilman Akbar ini merupakan puncak dari Kompetisi Karya Jurnalistik PTP Nonpetikemas (anak perusahaan PT Pelindo/Pelabuhan Indonesia).
Selain penyerahan penghargaan bagi para pemenang kompetisi jurnalistik, acara ini juga diisi sesi seminar “Ports in the Spotlight: Membangun Reputasi Pelabuhan melalui Komunikasi Strategis”, yang menghadirkan:
- Indra Hidayat Sani – Direktur Utama PTP Nonpetikemas
- Heri Cahyono – Head of Operations Meratus Line
- Retno Pinasti – Ketua Forum Pemred / Pemimpin Redaksi Metro TV
- Uni Lubis – Pemimpin Redaksi IDN Times
- Agus Susanto – Fotografer Kompas
Sesi ini dimoderatori oleh Maria Yuliana Benyamin, Direktur Strategic Affairs Bisnis Indonesia Group.
Dua sesi seminar, baik pembahasan strategi komunikasi kepelabuhanan maupun fundamental GEO sebenarnya bicara soal satu hal yang sama, yaitu bagaimana sebuah brand tetap didengar dan ditemukan di tengah cara orang mencari informasi yang terus berubah.
Sesi GEO dari Ilman Akbar di acara ini menjadi pengingat bahwa lanskap pencarian informasi sedang bergeser. Institusi sebesar BUMN pun tidak ingin ketinggalan.
Bagi tim humas dan media, SEO bukan lagi sekadar “nice to have“, melainkan fondasi yang makin krusial di era AI search.
Dan yang tidak kalah penting, membangun relasi baik dengan media serta memperkaya konten di kanal sendiri adalah dua sisi mata uang yang sama-sama harus dijalankan agar brand tetap relevan, baik di mata pembaca manusia, maupun di mata AI.
Antusiasme terhadap acara ini juga terekam di akun Threads resmi DailySEO ID (@dailyseo.id) yang bisa Anda lihat pada link berikut ini: https://www.threads.com/share/BBjxPPHTPn/
Jika Anda memiliki pertanyaan terkait ulasan ini, silakan tuliskan pada kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!