Selain non-commodity content, Google juga memperkenalkan terms commodity content, yaitu konten yang umum dan generik. 

Apa yang dimaksud dengan commodity content? Apakah selalu buruk untuk SEO? Berikut penjelasan lengkapnya!

Apa Itu Commodity Content?

Commodity content adalah konten yang bersifat generik dan mudah untuk direplikasi karena umumnya bersumber dari data sekunder dan tanpa adanya pengalaman nyata/orisinalitas.

Ciri-Ciri Commodity Content

Ciri-ciri commodity content mudah dikenali, yaitu:

  • List yang bisa dibuat oleh AI dengan mudah
  • Tidak ada pengalaman nyata dalam kontennya
  • Tidak ada unsur expertise
  • Konten ini umumnya “pasaran” di SERP
  • Terlihat menggunakan template yang bisa ditebak
  • Tidak ada information gain

Contoh Commodity Content

Contoh commodity content bisa kita lihat dalam SERP. Contohnya:

  • 7 cara masuk PTN impian
  • Cara melipat kertas origami
  • Cara mengetahui risiko profil investasi

Umumnya, artikel tutorial tanpa adanya information gain adalah commodity content.

Kelebihan Commodity Content

Meski Google mendorong pembuatan non-commodity content, sebenarnya commodity content juga punya kelebihan, yaitu:

  • Punya demand pencarian yang tinggi pada topik tertentu
  • Mudah untuk dibuat
  • Kemudahan dalam membantu internal linking
  • Biaya lebih terjangkau

Kekurangan Commodity Content

Bukan tanpa alasan Google lebih mendorong produksi non-commodity content. Berikut beberapa kekurangan commodity content:

  • Persaingan yang ketat
  • Mudah direplikasi oleh AI dan kompetitor
  • Tidak ada unsur untuk meningkatkan branding secara unik

Apakah Commodity Content Selalu Buruk untuk SEO?

Jawabannya adalah tidak.

Commodity content memiliki kelebihan berupa demand yang tinggi, sehingga untuk SEO, setidaknya yang memiliki KPI SEO seperti klik atau traffic, tetap harus membuat commodity content.

Namun, Anda harus menambah point of view atau bagian yang unik agar commodity content bisa berubah menjadi non-commodity content

Baca Juga:  Pahami Resiko Ini Jika Terlalu Mengandalkan Tools SEO untuk Menulis

Cara paling mudah adalah menganalisa konten kompetitor, kemudian cek apa saja kelemahan konten kompetitornya, kemudian buat konten yang lebih baik dengan framework 5w1h serta tambah pandangan yang menunjukkan keunikan serta keahlian di topik tersebut.

Bagi Porsi Commodity Content dan Non-Commodity Content

Jadi, praktisi SEO tetap boleh membuat commodity content, tetapi konten yang dibuat harus ada unsur information gain dan POV yang unik agar kontennya tidak mudah direplikasi dan hanya jadi konten umum biasa yang tidak ada bedanya dengan konten lainnya di internet.

Lebih baik, bagi porsi commodity content dan non-commodity content berdasarkan sumber daya yang dimiliki.

Memiliki pertanyaan terkait? Silakan tuliskan pada kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Referensi:

https://developers.google.com/search/docs/fundamentals/ai-optimization-guide

Author

Digital marketing & website associate at Primecare Clinic. Has almost 4 years of experience in health industry, optimized digital health and clinic website. Founder/blogger of farisyudza.com

Write A Comment