Masih membahas seputar Search Central Live Jakarta 2023, insight menarik lainnya yang disampaikan adalah tentang best practices video.

Presentasi yang berjudul “Praktik Terbaik SEO Video” ini dibawakan oleh William Prabowo (Strategic Partnership, Search and Assistant).

Apa saja yang teman-teman perlu perhatikan untuk mengoptimasi video di hasil pencarian? Simak rangkumannya berikut ini.

Di mana video ditampilkan?

Berdasarkan data dari Statista, di Juni 2022, lebih dari 500 jam video diunggah ke YouTube setiap menit. Artinya, konten video semakin mudah dan banyak diproduksi.

Juga, beberapa tahun ke belakang video jadi lebih sering tampil di hasil pencarian utama Google untuk query yang relevan.

Nah, selain di hasil pencarian utama, konten video juga tampil di berbagai hasil pencarian lain seperti:

  • Tab hasil pencarian video (khusus video dengan infinite scroll)
  • Google Discover (personalized sesuai aktivitas akun Google)
  • Tab hasil pencarian gambar (berupa thumbnail)

Benar, konten video juga dapat tampil di hasil pencarian gambar dalam bentuk gambar atau thumbnail yang mengarah ke halaman konten video.

Lebih dari sekadar menampilkan video di hasil pencarian

Beberapa hal penting yang ditekankan di sesi presentasi ini adalah Google selalu berupaya untuk menampilkan konten video di hasil pencarian serelevan mungkin.

Berikut adalah beberapa pendekatan yang dilakukan Google dan bisa jadi bahan pertimbangan teman-teman untuk mengoptimasi konten-konten video yang dipunya.

Memastikan video berkualitas

Google berfokus untuk menampilkan video yang beragam dan berkualitas tinggi.

Baca Juga:   Apakah Author Authority Memengaruhi Ranking di Google Search?

Tentu saja, kualitas video ditentukan oleh isi video itu sendiri.

Sama seperti saran klise lainnya—juga berlaku untuk konten artikel, teman-teman harus membuat konten yang bagus dan dicari oleh user.

Langsung ke bagian video yang tepat (key moments)

Google selalu berupaya untuk menampilkan video yang engaging, efisien, dan memuaskan untuk user.

Tujuan Google melakukan ini adalah agar dapat menampilkan hasil pencarian video secara efektif dan langsung menampilkan bagian yang tepat di dalam video sesuai dengan yang dicari user.

Hal ini dilakukan dengan menampilkan key moments dari suatu konten video—dulunya video segments.

Teman-teman bisa mengoptimasi konten video teman-teman agar bisa mendapatkan fitur ini lewat schema atau structured data.

Jika meng-upload konten video ke YouTube, teman-teman bisa menambahkan video chapters langsung dari YouTube Studio.

Menampilkan informasi terbaru lebih dari yang dicari tetapi tetap relevan

Hal ini sama seperti konten lainnya. Tiap konten punya lifecycle-nya masing-masing, begitu juga dengan konten video.

Google akan terus menampilkan video paling relevan, termasuk jika harus menampilkan video terbaru. Contoh yang paling relevan untuk Google memilih menmpilkan video terbaru adalah konten video berita.

Agak sulit untuk meng-update konten video, karena video baru yang di-upload akan punya URL-nya sendiri (URL baru). Namun, untuk konten video yang sifatnya evergreen, beberapa optimasi yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut (dapat dilakukan jika meng-upload video ke YouTube):

  • Memotong bagian awal, tengah, atau akhir video
  • Menambahkan info cards ke video
  • Mengubah judul dan deskripsi video

Cara memaksimalkan konten video

Untuk dapat memaksimalkan konten video dan jadi salah satu konten video yang dianggap Google relevan, berikut beberapa hal yang bisa teman-teman lakukan.

Buat halaman khusus untuk video

Halaman khusus di sini berarti konten video dapat ditemukan oleh crawler Google di alamat atau URL yang stabil, dapat di-crawl, serta di-index.

Jika teman-teman tidak meng-upload langsung video ke server dan menyematkan (embed) video dari platform pihak ketiga seperti YouTube, TikTok, atau Facebook, Google tetap dapat mengindeks video di halaman web teman-teman sekaligus di halaman platform pihak ketiganya (selama dapat di-crawl dan di-index).

Baca Juga:   Konten Resep Masakan: Schema Markup Resep Kini Mengharuskan Waktu yang Spesifik

Izinkan Google untuk melakukan fetching ke file konten

Selain halaman di mana video ditampilkan, Google juga perlu mengambil (fetching) file video itu sendiri untuk memahami isinya dan memungkinkan video teman-teman ditampilkan di hasil pencarian dalam bentuk video preview—lengkap dengan key moments-nya jika menggunakan structured data.

Hal penting di sini adalah jangan memblokir URL atau domain konten video dengan tag noindex atau via robots.txt., serta halaman host video dan server yang melakukan streaming video itu sendiri harus memiliki bandwidth yang cukup untuk di-crawl.

Gunakan video structured data dan tambahkan Clip markup

Tambahkan structured data untuk mendeskripsikan video dan menambahkan konteks kepada Google tentang isi video tersebut.

Pastikan setiap informasi yang diberikan dalam structured data konsisten dengan isi konten video yang sebenarnya.

Saat menambahkan structured data, pastikan untuk menggunakan thumbnail, judul, deskripsi, serta data lainnya yang relevan.

Structured data untuk video sebenarnya beragam, salah satunya adalah SeekToAction dan Clip markup.

Clip markup digunakan untuk memberi tahu Google secara manual tentang waktu dan label yang akan digunakan untuk fitur key moments.

Sedangkan SeekToAction digunakan untuk memberi tahu Google tentang URL di mana terdapat konten video yang ingin dioptimasi, sehingga Google dapat menampilkan key moments secara otomatis.

Google mampu menganalisis konten video teman-teman dengan menggunakan machine learning seperti yang dijelaskan oleh John Mueller (Google Search Advocate) di Google I/O 2021 lalu.

Info lengkap mengenai structured data untuk video bisa teman-teman baca di dokumentasi Google Search Central yang berjudul “Video (VideoObject, Clip, BroadcastEvent) structured data“.

Cara lainnya untuk optimasi konten video

Selain beberapa cara yang sudah disebutkan sebelumnya, teman-teman juga bisa menggunakan video sitemap.

Seperti yang sudah dijelaskan di artikel mengenai sitemap, sitemap bermanfaat untuk memberti tahu crawler bahwa website teman-teman punya daftar video yang ingin di-crawl dan di-index.

Juga sudah disinggung sebelumnya, menggunakan thumbnail yang menarik perhatian juga disarankan untuk mengoptimasi konten video di hasil pencarian.

Baca Juga:   Membahas Mitos-mitos SEO: Insight dari Search Central Live Jakarta 2023

Thumbnail video yang relevan juga meningkatkan potensi video teman-teman masuk ke hasil pencarian gambar (dalam bentuk gambar/thumbnail yang mengarah ke halaman konten video).

Info lengkap tentang optimasi konten video lainnya bisa dicek di dokumentasi Google Search Central yang berjudul “Video SEO best practices“.

Sebagai tambahan, untuk optimisasi konten video via YouTube, teman-teman bisa mengikuti tutorial YouTube SEO dari Ahrefs.


Demikian sedikit rangkuman tentang SEO best practices untuk video dari Search Central Live Jakarta 2023.

Apakah teman-teman sudah aware atau bahkan sudah mengaplikasikan best practices ini?

Buat yang ingin memantapkan lagi fundamental SEO-nya, teman-teman bisa menonton video webinar series dari DailySEO ID atau daftar live course-nya di halaman SEO Fundamental Course.

Jangan lupa bergabung ke Telegram DailySEO ID untuk diskusi lebih lanjut tentang video SEO best practices atau jika teman-teman punya insight tambahan. Kita nantikan di sana, ya!

Dapatkan berita terbaru seputar SEO Gratis!
Subscribe Sekarang!

Author

SEO Strategist at Epicareer, Contributor at DailySEO ID | I'm an SEO geek. AMA about anything related SEO, I'd be glad to help.

Write A Comment