SEO kini bukan lagi persoalan ditemukan user melalui search engine, tetapi bagaimana konten kita mudah ditemukan oleh AI. 

Terlebih, AI search seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan lain-lain lebih sering memunculkan konten dengan format jawaban ketimbang menampilkan daftar-daftar website seperti search engine.

Oleh karena itu, salah satu aspek yang perlu kita perhatikan yaitu technical SEO.

Aspek ini berperan penting supaya konten yang kita buat mudah ditemukan oleh AI bot.

Secara garis besar, framework technical untuk generative search tidak jauh berbeda dengan search engine pada umumnya.

Akan tetapi, cara implementasinya perlu diperhatikan dengan saksama oleh para praktisi SEO.

Sebab, AI search hanya menampilkan jawaban dari apa yang sedang ditanyakan oleh user

Aspek Technical untuk Optimasi AI Search

Berikut adalah beberapa aspek technical SEO yang perlu Anda perhatikan untuk memaksimalkan performa website di AI search:

1. Kelola File Robots.txt

Untuk hal ini, teman-teman SEO Specialist sudah pasti tidak asing dengan yang namanya robots.txt.

Biasanya, robots.txt digunakan untuk membatasi akses bot saat crawl website

Saat optimasi technical untuk generative search, teman-teman hanya perlu menambahkan daftar crawler yang tepat ke dalam file robots.txt untuk mengatur izin akses bagi masing-masing bot.

Sebagai contoh, apabila teman-teman ingin model pelatihan seperti GPTBot bisa mengakses folder /public/, tetapi tidak mau mengakses ke folder /private/, Anda bisa melakukan pengaturan seperti ini:

User-agent: GPTBot
Allow: /public/
Disallow: /private/

Selain itu, teman-teman juga perlu memutuskan apakah konten Anda boleh dipakai untuk training model (model pelatihan) sekaligus atau hanya perlu dipakai untuk sitasi AI search saja. 

Sebagai rekomendasi, Anda bisa menonaktifkan GPTBot supaya konten teman-teman tidak dipakai untuk model pelatihan AI dan mengizinkan OAI-SearchBot supaya konten Anda mudah ditemukan user melalui AI search.

Selain ChatGPT, teman-teman juga perlu menyesuaikan pengaturan file robots.txt untuk Perplexity dan Claude.

Pastikan, Anda sudah mengatur akses untuk AI bot di bawah ini:

Claude

  • ClaudeBot, digunakan untuk proses pelatihan AI (training model).
  • Claude-User, digunakan untuk pencarian dan penarikan informasi.
  • Claude-SearchBot, digunakan untuk fungsi pencarian.

Perplexity

  • PerplexityBot, digunakan sebagai crawler (perayap).
  • Perplexity-User, digunakan untuk fungsi pencarian user.

Selain akses file robots.txt, teman-teman juga bisa menambahkan protokol yang bernama llms.txt.

Llms.txt merupakan standar berbasis markdown yang dirancang agar AI dapat mengakses dan memahami konten website Anda secara keseluruhan.

Meskipun belum semua algoritma menerapkan protokol ini, tetapi llms.txt patut Anda perhatikan sebagai strategi dalam optimasi generative search.

Sebagai contoh, Anda bisa melihat penerapan llms.txt milik Perplexity.

Baca Juga:  Mengenal Breadcrumbs: Berbagai Jenis dan Fungsinya untuk SEO

Secara garis besar, ada dua jenis llms.txt yang perlu teman-teman pahami:

  • Llms.txt: berisi sitemap yang ringkas.
  • Llms-full.txt: berisi kumpulan teks lengkap dari seluruh situs web. Dengan begitu, asisten AI tidak perlu repot crawling setiap halaman satu per satu.

2. Memproduksi Konten yang Siap “dikutip” AI

GEO (Generative Engine Optimization) cenderung fokus terhadap potongan informasi dari keseluruhan paragraf yang teman-teman sajikan.

Jadi, bisa dibilang kalau konten Anda terlalu bertele-tele, maka AI cukup kesulitan untuk memotong informasi dari konten Anda untuk disajikan kepada user.

AI akan kesulitan mengutip konten Anda jika menemukan kendala berikut:

  • JavaScript, kode yang terlalu rumit akan menghambat AI dalam membaca isi teks.
  • Optimasi keyword, konten yang terlalu berfokus pada keyword (kata kunci) semata akan sulit dideteksi oleh AI. Pastikan fokus pada kualitas informasi yang disajikan.
  • Struktur konten yang lemah, penulisan konten yang tidak terstruktur (tanpa heading) juga akan menyulitkan AI crawling.

Konten Anda bisa di-crawl dan ditemukan dengan mudah oleh user, bot maupun AI agent jika menerapkan HTML semantik seperti di bawah ini:

  • <article>
  • <section>
  • <aside>

Tujuan dari implementasi HTML semantik di atas yaitu untuk menonjolkan fakta menarik atau informasi penting dari konten Anda serta membuang kalimat yang terlalu bertele-tele.

Dengan begitu, maka konten Anda berpotensi masuk ke AI search.

Jaga kalimat yang berkualitas dalam setiap paragraf.

Usahakan untuk tidak menggunakan kalimat yang redundant supaya AI search menyukai halaman Anda.

3. Implementasi Structured data

Schema.org memang sudah tidak asing lagi di dunia SEO (Search Engine Optimization).

Biasanya, para praktisi SEO menggunakan schema markup pada website-nya supaya bisa muncul di fitur snippet Google lainnya seperti Google Knowledge Graph, paragraph featured snippet, hingga table featured snippet.

Akan tetapi, di era AI saat ini teman-teman juga perlu mempertimbangkan untuk implementasi beberapa schema di bawah ini:

  • Organization and sameAs: schema ini berfungsi untuk menghubungkan website Anda dengan profil resmi yang sudah terverifikasi seperti Wikipedia hingga LinkedIn untuk meningkatkan kredibilitas website.
  • FAQPage and HowTo: schema ini digunakan untuk membuat halaman tanya jawab. Halaman FAQ berpotensi meraup low hanging fruit dalam skala yang cukup besar.
  • SignificantLink: schema ini dibuat dengan tujuan untuk memberitahu AI agent bahwa link tersebut merupakan sumber informasi yang terpercaya.

Schema-schema di atas akan membantu Anda untuk mengoptimasi SEO brand dengan baik sehingga bisnis Anda dapat dikenali oleh user dan juga AI.

4. Memperbarui Informasi Konten Secara Berkala

AI search akan selalu mencari informasi-informasi terbaru di internet supaya terus relevan dengan user.

Jika informasi dalam konten Anda sudah basi, bisa dipastikan AI tidak akan mengutip konten dari halaman website teman-teman.

Baca Juga:  SEO Report Template serta Bagaimana Cara Membuatnya dengan Baik untuk Klien

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui Retrieval Augmented Generation (RAG).

RAG memungkinkan model AI seperti ChatGPT untuk memasukkan konteks tambahan secara langsung ke dalam jawabannya saat sistem sedang berjalan.

Nah, RAG bisa dipakai apabila ingin situs web Anda masuk ke dalam hasil pencarian “live” AI.

Selain itu, Anda juga perlu mengoptimasi kecepatan halaman, waktu respons server dan meminimalisir kesalahan teknis

Selain menggunakan teknik RAG, pastikan teman-teman juga menambahkan sinyal “last updated” pada konten Anda.

Penggunaan tag <timedatetime=""> adalah salah satu caranya selain menggunakan schema headers

Kedua elemen tersebut sangat penting, terutama untuk:

  • Kueri berita (butuh info paling terbaru)
  • Kueri teknis (butuh akurasi terbaru)

5. Audit Optimasi GEO yang Sudah Diimplementasikan

Terakhir, teman-teman perlu melakukan audit terhadap strategi optimasi yang telah diimplementasi.

Berikut bagian-bagian yang perlu Anda pantau untuk mengukur keberhasilan strategi Anda:

  • Citation share: Saat ini ranking memang masih tetap penting, tetapi Anda juga harus berfokus pada brand mention. Untuk ini, Anda bisa melacaknya secara manual dengan mengetikkan brand di tools AI. Jika brand-nya besar, Anda bisa menggunakan tools seperti Ahrefs, SEMrush, dll.
  • Analisis log file: Anda juga perlu menganalisis log file. Dalam artian lain, pantau bot mana yang datang dan halaman mana yang mereka tuju. Untuk praktik ini, Anda juga bisa menggunakan AI untuk mengolah data secara otomatis.
  • Zero click referral: Custom tracking parameter memang bisa membantu teman-teman untuk mengidentifikasi dari mana traffic datang. Namun, itu hanya memberikan gambaran sebagian saja. Hal yang perlu Anda ingat adalah bot mungkin menyertakan parameter sendiri yang berpotensi mengacaukan data asli referral traffic Anda.

Fokus Technical GEO dan SEO untuk Kemajuan Bisnis

Sekali lagi, fokus di SEO saja di era sekarang tidak cukup untuk bersaing dengan para kompetitor.

Teman-teman juga perlu mengoptimalkan strategi GEO supaya visibilitas brand semakin terlihat, baik itu di search engine ataupun AI search.

Perilaku user saat ini sudah berubah dari yang mencari sebuah informasi melalui Google, kini mereka juga mencari informasi melalui ChatGPT, Gemini, hingga Claude.

Apabila teman-teman memiliki pertanyaan mengenai informasi ini, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Referensi:

https://searchengineland.com/technical-seo-generative-search-optimizing-ai-agents-473039

Author

SEO Content Specialist, Median Digital Indonesia | Former SEO Content at Zenius, Hipwee, and Glints | SEO Enthusiast

Write A Comment