Sebegitu pentingkah perangkat telepon seluler/smartphone/mobile phone bagi Google Search sehingga website yang kita kelola wajib menerapkan desain yang mobile friendly?

Muncul pertanyaan, “Apakah web mobile friendly merupakan faktor ranking?”

Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, DailySEO akan mengulas secara menyeluruh seputar klaim, fakta, dan mengklarifikasi dampak yang dihadirkan web mobile friendly di Google Search.

Apa saja? Silakan baca hingga selesai untuk memperluas wawasan SEO kita bersama.

Latar Belakang: Mobile Menguasai Dunia

Sebagai informasi, teman-teman perlu tahu bahwa saat ini perangkat seluler telah digunakan sekitar 60% untuk mengakses internet di seluruh dunia.

Hal ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya di era kejayaan komputer desktop atau laptop pada tahun 90an dan 2000an awal. Begitulah teknologi, “tidak pernah terbayangkan”.

Dahulu, tidak ada perbedaan bagi Google dalam mengakses website yang kompatibel dengan perangkat seluler atau tidak.

Pada waktu itu, memiliki web yang mobile friendly itu bagus, tapi bukan suatu kebutuhan yang penting.

Kemudian tibalah masa di mana mobile search (pencarian menggunakan perangkat seluler) dan perangkat tablet tumbuh begitu pesat, sehingga membuat Google mempertimbangkan tampilan web mobile friendly sebagai faktor ranking.

Akibatnya, munculah sebuah Google update bernama “mobilegeddon“, yang menjadi sinyal mobile search bukanlah khayalan semata.

Bagi teman-teman yang baru tahu, hal ini mungkin terdengar menyeramkan sehingga munculah pertanyaan, “Apakah web mobile friendly merupakan faktor ranking?”

Klaim: Tampilan Web Mobile Friendly Merupakan Faktor yang Memengaruhi Ranking di Google Search

Pertama-tama, apa itu mobile friendly?

Mobile friendly merujuk kepada performa website yang baik secara layout, desain, fungsi dan aksesibilitas di layar mobile seperti smartphone dan tablet.

Baca Juga:   Mengenal Taksonomi Website, Dampaknya Bagi SEO, dan Cara Mengoptimasinya

Sejumlah praktisi SEO menyatakan bahwa tampilan website yang sesuai dengan layar perangkat seluler akan mendapatkan benefit ranking yang positif ketimbang tampilan web yang hanya dioptimasi untuk layar desktop.

Pernyataan ini datang berdasarkan besarnya persentase jumlah pengguna perangkat seluler yang melakukan pencarian dan pemahaman para praktisi SEO terkait Google yang mengedepankan user experience (UX) yang baik.

Dengan banyaknya jumlah user yang melakukan pencarian di perangkat seluler, user experience yang baik bisa kita simpulkan dengan cara memberikan hasil pencarian yang menampilkan layout web yang sama baiknya di desktop dan seluler (sering disebut dengan responsive design).

Sebelum pencarian melalui perangkat seluler tidak sebanyak sekarang, sudah menjadi hal yang wajar bagi user untuk mengunjungi website dengan tampilan yang tidak dioptimasi untuk tablet atau smartphone.

Namun saat ini, mengunjungi web yang tidak dioptimasi untuk tampilan seluler adalah sebuah hal yang aneh dan menyebalkan bagi user.

Jika user merasa sebal, maka itu adalah tanda dari bad user experience.

Bukti: Apakah Tampilan Web Mobile Friendly Merupakan Salah Satu Faktor yang Memengaruhi Ranking?

Sudah menjadi rahasia umum, user akan merasa jengkel jika navigasi website susah dimengerti atau mengharuskan mereka menggeser layar ke kanan-kiri secara berlebih untuk menemukan tombol menu atau elemen lainnya yang mereka cari.

Google mengamini permasalahan ini.

Di sisi lain, para webmaster mungkin butuh waktu yang lama untuk membuat tampilan website menjadi kompatibel untuk semua jenis perangkat tanpa insentif apapun, sehingga mereka juga bisa saja mengabaikan tindakan perubahan website ini.

Google sendiri tidak bisa memaksa semua website untuk menjadi mobile friendly, dan terasa tidak adil jika Google memperingati website dengan desain yang ketinggalan zaman dengan hukuman penurunan ranking atau penalti.

Sehingga Google memutuskan untuk memberikan “reward” terhadap website yang telah menerapkan desain mobile friendly.

Ketika Google mengumumkan “mobile-friendly update”, di dalamnya tertulis:

Seperti yang kami singgung di awal tahun ini, hari ini merupakan hari di mana kami memulai mobile-friendly update kami secara global. Kami akan meningkatkan ranking halaman dengan mobile friendly pada hasil pencarian seluler.

Sekarang para pencari bisa dengan mudah menemukan konten berkualitas tinggi dan hasil yang relevan di mana teks dapat dibaca dengan mudah tanpa menyentuh atau melakukan zoom, elemen yang disentuh diletakkan dengan tepat, dan halaman tersebut terhindar dari konten yang tidak dapat digerakkan atau pengguliran horizontal.

Google

Selanjutnya pada tahun 2016, Google mengumumkan bahwa mereka akan memperkuat sinyal ranking untuk mobile friendly:

Hari ini kami mengumumkan sebuah permulaan di bulan Mei, kami akan memulai mobile search results update yang akan meningkatkan efek sinyal ranking untuk membantu user dalam menemukan lebih banyak halaman relevan dan mobile friendly.

Google

Saat itu Google mendesain mobile friendly update untuk memberikan dampak lebih di mobile search result.

Baca Juga:   Apakah Menggunakan Breadcrumb Memengaruhi Ranking di Google Search?

Di dalam update tersebut juga tidak ada efek berarti untuk website mobile friendly jika user melakukan pencarian melalui perangkat komputer desktop atau laptop.

Sebagai penegasan lanjut tentang pentingnya tindakan Google terhadap responsive mobile design, di tahun 2020, Google mengadopsi format indexing baru yang bakal menjembatani antara desktop crawler dengan mobile crawler.

Kini, yang menjadi standar Google crawler adalah mobile-first indexing. Itu artinya algoritma lebih memilih halaman dengan versi mobile-rendered ketimbang versi desktop-rendered.

Meskipun mobile friendly merupakan faktor ranking yang seiring waktu semakin kuat, Google kembali mengingatkan kita untuk fokus terhadap user intent sebagai sinyal terkuat.

Sebuah halaman yang tidak dioptimasi untuk perangkat seluler masih tetap bisa mendapatkan ranking tinggi di mobile search result jika kontennya memang benar-benar sesuai dengan apa yang dicari oleh user:

Dan harap diingat, intent dari search query masih menjadi faktor yang paling kuat, sehingga halaman dengan konten berkualitas namun tidak mobile friendly masih tetap bisa mendapatkan ranking tinggi jika kontennya relevan dan bagus.

Google

Namun, mengkombinasikan keduanya adalah cara yang terbaik, yaitu membuat konten yang berkualitas, sesuai intent, kemudian desainnya dioptimasi untuk perangkat mobile.

Walaupun halaman Anda tidak wajib memiliki versi mobile untuk dapat tampil di Google Search Results, desain web mobile friendly sangat kami rekomendasikan.

Google

Kesimpulan: Tampilan Web Mobile Friendly DAPAT MEMENGARUHI RANKING

Kesimpulannya, desain mobile friendly (responsive design) merupakan faktor yang dapat memengaruhi ranking di Google Search.

Jika sebuah halaman web hanya menampilkan sedikit informasi di versi mobile dibanding versi desktop, maka Google tidak akan bisa memahami isi halaman tersebut untuk disajikan di search engine results page (SERP).

Ada dampak negatif yang pastinya merugikan jika web Anda hanya memperdulikan user experience versi desktop dan mengabaikan user experience versi mobile.

Baca Juga:   7 Tips Membuat Konten Mobile-Friendly, Beri Kenyamanan User Akses di Handphone!

Web yang mobile friendly merupakan salah satu faktor utama dari user experience yang baik, dan hal ini diinformasikan ketika Google mengumumkan Page Experience Update pada tahun 2020 lalu.

Lalu bagaimana jika tampilan web Anda tidak mobile friendly?

Jika teman-teman menggunakan CMS WordPress, Anda bisa menggunakan tema yang mendukung responsive design, contohnya: Astra, Hestia Pro, SeedProd, GeneratePress dan lain-lain.

Berlaku juga untuk CMS lainnya semisal Joomla, Drupal, Magento, Wix, Shopify, Squarespace.

Namun apabila menggunakan native coding website, maka teman-teman bisa mengubah layout-nya di HTML, CSS, atau bisa berkomunikasi dengan tim IT.

Bagaimana? Apakah teman-teman DailySEO ID sudah memahami faktor ranking Google yang satu ini?

Jika belum, silakan beritahu kami dengan cara menuliskan komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram di sini, teman-teman juga bisa mengajukan topik selanjutnya untuk kami bahas!

Sumber:

Searchenginejournal

Author

Touched SEO in 2014 and dive more deeply in 2019. Currently working at Farmaku & DokterSehat as an SEO Specialist.

1 Comment

  1. Wah ini menarik sih. Blog saya 60% pengunjungnya berasal dari mobile. Saya selalu usahakan mengoptimalkan halaman blog agar bisa dibuat kurang dari 3 detik. Terima kasih banyak sudah berbagi.

Write A Comment