Google memublikasikan paper yang mengungkap kehadiran sistem pendeteksi spam berbasis artificial intelligence bernama Scaled Abuse Forensics Examiner (SAFE) System.
Google memperbarui isi dokumen AI content guidelines mereka. Informasi terbaru menegaskan bahwa konten buatan AI harus di-review/fact checking secara manual.
Ada laporan yang menunjukkan bahwa Google spam update Agustus 2026 kemarin berfokus pada konten SEO yang dibuat AI secara massal. Apa pengaruhnya bagi SEO?
Claude dikabarkan akan memberikan label atau watermark pada teks yang merupakan output dari LLM tersebut. Apa implikasinya bagi SEO?
Membuat konten dengan AI tentunya membantu pekerjaan dan menghemat waktu. Namun, penyalahgunaan AI berpotensi berdampak buruk seperti pada studi kasus SEO ini.
Grokipedia adalah situs ensiklopedia yang seluruh kontennya dibuat oleh Grok. Baru-baru ini Grokipedia terus mengalami penurunan performa. Apa implikasinya?
Baru-baru ini, terdapat eksperimen selama 16 bulan tentang performa AI-generated content di Google. Seperti apa hasilnya?
Performa konten buatan AI jelek? Mungkinkan performanya membaik jika ditulis ulang oleh manusia? Ini jawaban John Mueller, Search Advocate Google.
Tools detektor AI rekomendasi dari Ryan Law Ahrefs ada Ahrefs AI Detector, GPTZero, Originality.ai hingga Writer. Cek selengkapnya di sini!
Google setuju jika konten buatan AI harus ditinjau manual oleh manusia, tidak boleh langsung publish agar informasinya akurat!