Di era AI generatif, penggunaannya di dunia SEO kian masif, misalnya untuk automasi pembuatan konten karena alat ini bisa memproduksi konten dengan cepat.
Baru-baru ini, terdapat eksperimen selama 16 bulan tentang performa AI-generated content di Google.
Menurut perisetnya, tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui seberapa lama konten buatan AI tanpa penyuntingan dapat bertahan di Google Search.
Periset ini membeli 20 domain tanpa ada riwayat apa pun sebelumnya seperti backlink dan pencarian.
Berikut hasilnya:
Daftar Isi
Berakhir Jatuh di Bulan ke-3 hingga Bulan ke-6 dan Stagnan secara Jangka Panjang setelah Jatuh
Dari pemaparan perisetnya, bulan ke-1 terjadi kenaikan jumlah halaman terindeks, bahkan 71% halaman yang AI-generated terindeks dalam 36 hari.
Kenaikan impresi dan klik juga cukup banyak pada bulan pertama: 122000 impresi dan 244 klik.
Bulan kedua dan ketiga terjadi peningkatan dengan 526000 klik dan 786 klik tanpa adanya backlink atau taktik SEO lainnya
Pada bulan ke-3 hingga ke-6, terjadi penurunan performa. Hanya 3% halaman saja yang ada di top 100.
Halaman ada yang terindeks, tetapi impresi jauh berkurang.
Setelah setahun, visibilitas tetap tidak pulih. Sempat terjadi kenaikan di Spam Update Agustus 2025, tetapi kurang berarti dibanding performa di awal optimasi situs.
Implikasi Eksperimen
Implikasi dari eksperimen ini adalah SEO tidak bisa “dimenangkan” dengan cara “SEO quick win” yang spammy seperti ini.
Membuat konten dengan AI generatif tanpa adanya penyuntingan oleh manusia hanya menambah “polusi” SERP (Search Engine Results Page) di era arus informasi yang deras.
Periset juga mengakui bahwa domain di eksperimen tidak memiliki otoritas, kredibilitas, keahlian, information gain, dan arsitektur situs.
Jadi, E-E-A-T dan SEO secara holistik sangat penting bagi situs.
Hindari Cara Spam untuk Optimasi SEO
Membuat automasi konten tanpa adanya usaha untuk menyunting adalah praktek spam.
Apalagi jika website-nya tidak menunjukkan unsur E-E-A-T atau tidak dioptimasi secara holistik.
Maka, hanya tinggal menunggu waktu saja sebelum performanya turun.
Automasi memang membuat pekerjaan lebih mudah.
Namun sebagai SEO Specialist, Anda jangan lupa bahwa SEO juga berbicara tentang sustainability atau seberapa tahan lama visibilitas situs di mesin pencari.
Bagaimana? Tertarik hanya mengandalkan AI-generated content saja? Jika Anda memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!
Referensi:
https://searchengineland.com/ai-generated-content-google-search-experiment-472234