Google Knowledge Graph memungkinkan Anda mencari hal-hal, orang, atau tempat yang diketahui Google seperti landmark, selebriti, kota, tim olahraga, bangunan, dan fitur geografis.

Lalu, bagaimana cara kerjanya?

Seperti apa tips mengoptimalkannya?

Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa itu Google Knowledge Graph?

Google Knowledge Graph adalah database (basis data) raksasa yang menyimpan miliaran fakta tentang sejumlah hal, orang, tempat, organisasi, hingga landmark.

Fitur ini memungkinkan Google mengerti makna di balik suatu entitas dan relasinya, bukan sekadar mencocokkan keyword (kata kunci) atau kueri untuk menampilkan jawaban secara instan di SERP (Search Engine Results Page) Google.

Contohnya seperti ketika Anda mengetikkan kueri berikut:

  • “berapa tinggi monas”
  • “apa ibu kota arab saudi”
  • “grup piala dunia 2026”

Intinya, Google Knowledge Graph ini fokus kepada things bukan strings.

Jenis-jenis Google Knowledge Graph

Secara umum, kita mungkin sering melihat jenis-jenis Knowledge Graph berikut ini ketika melakukan pencarian di Google:

  • Perusahaan
  • Organisasi Nirlaba
  • Tokoh Berpengaruh
  • Bisnis Lokal
  • Media (Film, Acara TV, Buku, Musik, dll.)
  • Informasi Nutrisi
  • Produk

Entitas-entitas di atas yang cukup populer biasanya akan muncul jika memang maksud pencariannya dianggap relevan oleh sistem Google.

Bagaimana Cara Kerja Google Knowledge Graph?

Ingat tentang basis data raksasa yang menyimpan miliaran fakta di atas?

Nah, fakta-fakta di dalam Knowledge Graph ini diambil dari berbagai sumber yang mengumpulkan informasi faktual.

Selain berasal dari sumber publik, Google juga melisensikan data untuk menyediakan informasi lainnya seperti:

  • Skor olahraga
  • Harga saham
  • Hingga prakiraan cuaca

Google juga mendapatkan fakta informasi secara langsung dari pemilik konten melalui berbagai metode, termasuk dari pengguna yang menyarankan perubahan pada knowledge panels yang telah mereka klaim.

Selain itu, berdasarkan sistem atau search algorithms yang mereka miliki, Google juga sangat mungkin untuk menghapus dan “menyatakan” bahwa informasi yang ada di dalamnya adalah benar.

Google “selalu” menganalisis data yang diperoleh dengan cermat melalui public reporting systems dan berupaya menghapus konten yang melanggar kebijakan mereka.

Baca Juga:  Bye Bye, Google AI: Extension Chrome untuk Hapus Hasil AI

Apakah Google Knowledge Graph dan Knowledge Panel Sama?

contoh google knowledge graph pada knowledge panel
Dok. Blog Google

Tidak, keduanya berbeda, namun saling melengkapi.

Google Knowledge Graph adalah basis data di balik layar yang menyimpan dan menghubungkan fakta-fakta.

Di sisi lain, Google Knowledge Panel adalah hasil yang terlihat oleh pengguna saat melakukan pencarian desktop yang menampilkan fakta-fakta tersebut di layar laptop, PC, atau tablet Anda.

Perbedaan Google Knowledge Graph dan Rich Results 

Sebagai praktisi SEO, tentu teman-teman tidak asing dengan istilah rich results.

Lalu, apakah rich results dan Knowledge Graph ini sama atau berbeda?

Nah, jawabannya ternyata Knowledge Graph dan rich results itu berbeda, tidak sama, walaupun secara visual keduanya memang cukup mirip dan sulit untuk kita bedakan.

Hal mendasar yang membedakan keduanya adalah tingkat kontrol konten.

Di rich results, teman-teman hampir tidak memiliki kontrol atas konten yang ditampilkan.

Sebaliknya, pada Knowledge Graph, Anda bisa mengajukan perubahan informasi, terutama jika itu menyangkut identitas dan data brand (merek) Anda sendiri.

Tips Mengoptimalkan Google Knowledge Graph

Teman-teman bisa pertimbangkan tips di bawah ini agar brand Anda semakin kuat di Knowledge Graph dan dapat muncul di Knowledge Panel:

Klaim dan Optimasi Akun GBP

Jika teman-teman masuk ke kategori local business (bisnis lokal), artinya Anda harus mengoptimalkan listing Google Business Profile (GBP) Anda.

Pastikan juga Anda menggunakan akun media sosial Anda secara konsisten dan bijak untuk berinteraksi dengan pelanggan, mendapatkan ulasan baru, dan memperoleh local citation.

Semua ini akan membantu Anda dalam mendapatkan Knowledge Graph card untuk bisnis Anda.

Membuat Wikidata Entry

Wikidata menyimpan data terstruktur untuk Wikipedia dan proyek Wikimedia lainnya.

Pasalnya, sebagian besar data pada Knowledge Graph ternyata dibangun dari Wikidata.

Bahkan, masuk ke dalam daftar Wikidata dinilai sama pentingnya atau mungkin lebih penting daripada memiliki halaman Wikipedia sendiri, karena peluang keberhasilannya jauh lebih tinggi dan lebih realistis untuk dicapai.

Mendapatkan Halaman Bisnis di Wikipedia

Dalam hal halaman bisnis di Wikipedia, fokus utamanya adalah bagaimana cara mendapatkan halaman tersebut, bukan sekadar membuatnya sendiri.

Teman-teman memang bisa mencoba membuat halaman Wikipedia untuk bisnis Anda sendiri, namun cara ini jauh lebih berat karena aturan dan kebijakan yang sangat ketat.

Cara paling aman dan efektif adalah dengan membangun press coverage (liputan media) serta authoritative mentions (penyebutan otoritatif).

Baca Juga:  Google Tegaskan llms.txt Tak Diperlukan untuk Google Search

Dengan begitu, potensi orang lain yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan bisnis Anda akan tertarik untuk membuatkan halaman Wikipedia tersebut secara sukarela.

Jika teman-teman tetap memilih untuk membuatnya sendiri, pastikan untuk membaca panduan lengkapnya terlebih dahulu dan jangan mencoba mengambil jalan pintas.

Sebab hal tersebut hanya akan menjadi bumerang bagi brand bisnis Anda.

Menambahkan Schema Markup Website

Meskipun schema markup tidak terlihat oleh pengunjung website Anda, perannya sangat krusial dalam membantu Knowledge Graph mengenali dan menarik informasi penting mengenai bisnis Anda.

Untuk memaksimalkannya, langkah yang perlu teman-teman lakukan adalah mengisi informasi yang relevan secara detail.

Pastikan Anda melengkapi semua elemen informasi yang dirasa relevan dengan bisnis Anda, seperti kategori organization (organisasi), person (tokoh/orang), hingga local business.

Ketahui jenis-jenis schema markup di sini.

Karena Knowledge Graph dapat mengambil data apa pun yang menggunakan elemen dari Schema.org, sangat disarankan untuk memanfaatkan teknologi markup ini pada website Anda.

“Branding” Konsisten di Berbagai Kanal

Konsistensi adalah benang merah yang menghubungkan semua hal di atas.

Google menghubungkan semua sinyal tentang brand Anda dari puluhan sumber, termasuk:

  • Website Anda
  • Profil media sosial
  • Direktori
  • Basis data publik
  • Penyebutan pers populer

Ketidakkonsistenan seperti nama brand yang berbeda, alamat yang bervariasi, dan deskripsi yang tidak sesuai akan mempersulit Google untuk secara yakin mengidentifikasi semua sinyal tersebut menjadi satu entitas yang terdefinisi dengan baik.

Audit dan analisis brand presence Anda di seluruh kanal marketing yang ada dan pastikan hal-hal mendasar seperti:

  • Nama
  • Alamat
  • Nomor telepon
  • URL website
  • Deskripsi merek

Konsisten di mana pun mereka tampil.

Pada akhirnya, optimasi di SEO atau digital marketing bukan tentang satu atau dua aspek saja, melainkan lebih dari itu, bahkan harus menyeluruh, tidak hanya secara online saja, tetapi juga offline.

Karena baik marketing online maupun offline tentu akan memengaruhi bagaimana audiens melihat dan mempersepsikan brand kita.

Demikianlah tulisan mengenai pengertian Google Knowledge Graph, jenis, cara kerja, hingga tips mengoptimalkannya ini, jika teman-teman memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Referensi:

https://blog.google/products-and-platforms/products/search/introducing-knowledge-graph-things-not

https://support.google.com/knowledgepanel/answer/9787176?hl=id&sjid=13559576344100438828-NC

https://blog.google/products-and-platforms/products/search/about-knowledge-graph-and-knowledge-panels

https://www.searchenginejournal.com/maximize-reach-using-googles-knowledge-graph/144579

https://ahrefs.com/blog/google-knowledge-graph

Author

I began my SEO journey in 2017 and deepened my expertise in 2019. Since then, I’ve managed SEO for Farmaku.com, DokterSehat.com, and Impulse Digital Agency, while also contributing to DailySEO ID. Now, as a full-time freelancer, I focus on helping B2B companies improve their search visibility and achieve their goals.

Write A Comment