Ahrefs baru-baru ini melakukan studi apakah menambahkan schema markup dapat meningkatkan peluang sebuah halaman disitasi oleh sistem AI seperti Google AI Overviews, AI Mode, dan ChatGPT.

Berikut hasil temuan selengkapnya.

Metode Studi

Dalam studi kasus SEO ini, Ahrefs melacak 1.885 halaman web yang menambahkan schema JSON-LD.

Setiap halaman kemudian dipasangkan dengan tiga halaman kontrol dari domain berbeda yang memiliki tingkat sitasi serupa, tetapi tidak pernah menambahkan schema JSON-LD.

Perubahan jumlah sitasi diukur selama 30 hari sebelum dan sesudah penambahan schema.

Secara keseluruhan, laporan tersebut menganalisis sekitar 6 juta URL.

Ahrefs juga menggunakan tool Brand Radar dan Agent A untuk menjalankan analisis matched difference-in-differences, yaitu metode yang digunakan untuk membandingkan perubahan performa antar kelompok sambil memperhitungkan tren platform secara umum.

Selain pengujian utama, Ahrefs juga melakukan tiga pengujian tambahan untuk memvalidasi hasil.

Mereka mengutip eksperimen dari searchVIU yang menguji apakah lima sistem AI membaca schema markup saat mengambil halaman secara real-time.

Hasilnya, sistem AI hanya mengekstrak HTML yang terlihat dan mengabaikan JSON-LD, Microdata, serta RDFa.

Limitasi Studi

Ahrefs mengakui beberapa keterbatasan studi ini.

Seluruh halaman dalam dataset sudah memiliki lebih dari 100 sitasi AI Overviews sebelum schema markup ditambahkan, sehingga penelitian ini tidak mengukur dampak schema markup pada halaman yang belum disitasi oleh AI.

Selain itu, halaman yang menambahkan JSON-LD sering kali juga melakukan perubahan lain pada situsnya, sehingga sulit memisahkan dampak schema markup secara murni.

Temuan Studi

Hasil studi menunjukkan bahwa tidak ada platform AI yang mengalami peningkatan sitasi yang signifikan setelah schema markup ditambahkan.

Baca Juga:  Studi Akademik (Eksperimen): Google AI Overview Turunkan Klik 38%

Meski halaman yang disitasi AI tercatat sekitar tiga kali lebih mungkin menggunakan JSON-LD, Ahrefs menemukan bahwa hubungan tersebut lebih condong kepada kualitas website secara keseluruhan, bukan karena menambahkan schema markup saja.

Berikut hasil temuan studinya:

  • Google AI Overviews: −4,6%
  • Google AI Mode: +2,4%
  • ChatGPT: +2,2%

Kenaikan pada Google AI Mode dan ChatGPT dinilai terlalu kecil untuk dibedakan dari variasi yang acak.

Sementara itu, penurunan pada Google AI Overviews memang terlihat secara statistik, tetapi skalanya relatif kecil.

Ahrefs menjelaskan bahwa baik halaman yang diuji maupun halaman kontrol sebenarnya sudah mengalami tren penurunan sebelum schema markup ditambahkan.

Halaman yang menggunakan schema markup hanya mengalami penurunan sedikit lebih cepat, dengan selisih sekitar 12 sitasi harian per halaman dalam sampel yang rata-rata menerima ratusan sitasi.

Karena itu, Ahrefs tidak menyimpulkan bahwa schema markup memberikan dampak negatif.

Penurunan tersebut bisa saja merupakan efek kecil dari schema markup, tetapi juga bisa terjadi secara kebetulan.

Secara umum, seluruh pengujian yang dilakukan tidak menemukan bukti kuat bahwa penambahan schema JSON-LD secara langsung meningkatkan jumlah sitasi AI.

Implikasi bagi Praktisi SEO

Temuan ini memberikan perspektif baru bagi praktisi SEO terhadap praktik SEO modern, khususnya terkait optimasi untuk AI search dan AI-generated answers.

Selama ini, schema markup sering direkomendasikan sebagai strategi untuk meningkatkan visibilitas di sistem AI.

Namun, data studi dari Ahrefs menunjukkan bahwa untuk halaman yang sudah sering disitasi AI, penambahan JSON-LD kemungkinan besar tidak akan meningkatkan jumlah sitasi.

Hal ini bukan berarti schema markup menjadi tidak penting.

Schema markup tetap berperan dalam mendukung rich results, knowledge graph, dan pemahaman struktur konten atau content outline oleh mesin pencari.

Baca Juga:  6 Tips Optimasi JavaScript, Agar SEO Sukses Kerja dengan Web Developer

Akan tetapi, penelitian ini mengindikasikan bahwa kualitas situs secara keseluruhan kemungkinan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap visibilitas AI dibanding sekadar keberadaan schema markup.

Dengan kata lain, situs yang menggunakan schema markup cenderung memang sudah memiliki kualitas SEO yang baik, seperti konten yang lebih kuat, struktur teknis yang rapi, dan profil backlink yang lebih sehat, sehingga mereka lebih sering disitasi AI.

Laporan studi ini juga membuka ruang penelitian lanjutan.

Ahrefs belum dapat memastikan apakah schema markup bisa membantu halaman yang sebelumnya belum pernah muncul di AI search.

Untuk kategori halaman yang belum muncul di AI, schema markup masih mungkin membantu proses crawling, parsing, atau indexing, meski belum ada bukti yang cukup untuk mengonfirmasinya.

Demikianlah tulisan mengenai hasil studi tentang menambahkan schema markup tidak berdampak positif terhadap AI citation ini, jika teman-teman memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Referensi:

https://ahrefs.com/blog/schema-ai-citations

Author

I began my SEO journey in 2017 and deepened my expertise in 2019. Since then, I’ve managed SEO for Farmaku.com, DokterSehat.com, and Impulse Digital Agency, while also contributing to DailySEO ID. Now, as a full-time freelancer, I focus on helping B2B companies improve their search visibility and achieve their goals.

Write A Comment