Lagi-lagi Google menyangkal bahwa negative SEO (SEO negatif) adalah sebuah masalah bagi para praktisi SEO, webmaster, site owner, atau bahkan untuk Google Search itu sendiri. Namun masih ada kasus negative SEO yang diangkat oleh praktisi SEO.

Google telah mengeluarkan pernyataannya untuk tidak khawatir tentang negative SEO. Akan tetapi, jika teman-teman merasa sangat paranoid, maka Google menyarankan untuk menggunakan disavow tool yang terdapat di Google Search Console, walaupun disavow tool ini tidak dirancang untuk tujuan tersebut.

Baca juga: Apakah Informasi Kontak Memengaruhi Ranking di Google Search?

Apa itu Negative SEO?

Singkatnya, negative SEO adalah praktik SEO untuk menurunkan posisi/ranking dan visibilitas sebuah website di mesin pencari, biasanya dilakukan secara tidak etis. Ini mirip dengan black campaign atau pembunuhan karakter di dunia nyata.

Apabila SEO secara umum bertujuan untuk meningkatkan posisi/ranking sebuah website, negative SEO itu sebaliknya.

Ada beberapa tipe dari negative SEO, namun praktek paling umum adalah menggunakan spam backlinks. Sebuah website secara tiba-tiba mendapatkan banyak sekali/mendapat serangan link sampah dalam sebuah periode waktu tertentu, dengan harapan Google akan bilang, “oh website ini link-nya jelek-jelek sekali, akan saya turunkan ranking-nya.”

Baca juga: Auto Generated Content (AGC) Melanggar Pedoman Google, Hati-hati Penalti!

Google: Negative SEO Hanya Membuang Waktu

Secara keseluruhan, Google melanjutkan bahwa negative SEO merupakan topik yang membuang-buang waktu, jadi jangan sampai praktik negative SEO ini membuat Anda khawatir.

Baca Juga:   Bukan Sekedar Ranking: Apa Itu SEO, Bagaimana Cara Kerjanya, dan Mengapa SEO Penting?

Dalam suatu thread di Reddit, John Mueller sebagai Search Advocate Google menyinggung permasalahan disavow ini lagi, dan kembali menegaskannya ketika seseorang menanyakan tentang Google mengatakan tidak perlu khawatir dengan negative SEO.

Orang tersebut menulis di Reddit “Google menyadari hal-hal seperti ini dan umumnya akan men-disavow mereka (link-link negative SEO)”.

Kemudian muncul pertanyaan lanjutan, “bagaimana? Bisakah Anda menunjukkan letak (url) di mana Google mengatakan pernyataan ini? Saya tidak pernah bisa menemukannya”.

Kemudian John Mueller sendiri menjawab dengan mengatakan, “ya, itu benar.”

Thread percakapan di Reddit, yang dijawab oleh John Muller (u/johnmu)

Baca juga: Panduan Lengkap Google Analytics untuk SEO: GA4 dan Universal Analytics

Praktisi SEO: Negative SEO Masih Terjadi

Banyak para SEO profesional yang tidak mempercayainya, tetapi Google telah mengatakan ini (jangan khawatir dengan negative SEO) selama lebih dari satu dekade.

Atau bisa jadi karena ada kebingungan tentang apa yang dianggap sebagai negative SEO dan mana yang bukan:

Walaupun demikian, tetap saja beberapa praktisi masih mengatakan melihat sendiri kasus negative SEO terjadi dan memiliki efek negatif. Di thread Reddit tadi, beberapa user Reddit menyampaikan ceritanya (swipe untuk melihat beberapa tanggapan user).

  • Tanggapan user tentang negative SEO 1
  • Tanggapan user tentang negative SEO 2

Bagaimana situasinya di Indonesia?

Tidak banyak kasus negative SEO yang kami dengar di Indonesia. Salah satu kasus pernah menimpa salah satu awak redaksi DailySEO ID, Ilman Akbar, sekitar 6-7 tahun lalu. Situs tempatnya bekerja mendapatkan serangan backlink dari situs pornografi dalam waktu 2-3 bulan berturut-turut.

Baca Juga:   Apa Itu Local SEO? Seberapa Penting bagi Keberlangsungan Bisnis?

Entah berkorelasi dengan kasus ini atau tidak, situsnya tiba-tiba mendapatkan notifikasi manual action dari Google, untuk hal yang berbeda. Hasilnya, average position dan traffic benar-benar turun, dan butuh lebih dari 3 bulan untuk melakukan disavow sampai performa SEO-nya kembali pulih seperti sedia kala.

Di sisi lain, senada dengan pernyataan Google, Ridho Putradi S’gara sebagai founder & CEO dari agensi digital marketing Search Agency tegas menyampaikan bahwa negative SEO tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

“Padahal, seringkali yang menyebabkan website kita turun bukan kompetitor kita, tapi website-nya itu sendiri yang punya problem yang belum kita solve. Daripada mencari alasan/kambing hitam kenapa website turun, coba analisis lebih dalam masalah di website kita sendiri,” ujar Ridho.

Baca juga: 5 Tips Optimasi Gambar di SEO, Lakukan Semua Agar Google & User Happy!

Di Luar Negeri, Negative SEO Digunakan untuk Menipu/Scam

Sebagai tambahan informasi, negative SEO ini di luar negeri ternyata dijadikan modus penipuan/scamming.

Selama 1 dekade terakhir, Barry Schwartz telah melihat beberapa praktik email “pemerasan” negative SEO dan ancaman yang mengharuskan Anda membayar untuk menghapus link (tautan) dari website yang di-banned Google dan parahnya lagi bahkan ada perusahaan yang “menyandera” kliennya dengan ancaman seperti ini.

Negative SEO sudah lama menjadi istilah yang sering dibicarakan, lalu para scammers dan penipu lainnya telah menggunakan teknik ini selama bertahun-tahun.

Bahkan Matt Cutts pada tahun 2013 membahas masalah ini dan masih tetap muncul menjadi bahasan hangat panas kini.

Google sedari lama telah mengatakan untuk tidak menanggapi ancaman yang para scammer kirimkan. Namun apabila Anda benar-benar khawatir, khususnya dalam permasalahan backlink, maka lakukan saja disavow.

Kesimpulan: Haruskah Khawatir dengan Negative SEO?

Jika yang menjadi fokus & perhatian utama teman-teman dalam melakukan SEO adalah selalu tentang kompetitor, itu adalah kekhawatiran yang tidak proporsional, karena masalah ini bukanlah sesuatu yang umum terjadi.

Baca Juga:   Wawancara Eksklusif Botify: Tren SEO bagi Bisnis di 2022, Mengenal Lebih Jauh Enterprise SEO, dan Platform SEO untuk Enterprise

Mendukung pernyataan Ridho, lebih baik fokus dan perhatian teman-teman digunakan untuk mengoptimasi website Anda sendiri.

Akan tetapi, di sisi lain, Google juga manusia (buatan manusia, tepatnya) yang tidak sempurna.

Mereka mungkin pede mengatasi negative SEO dan mengatakan kita sebagai praktisi SEO tidak perlu khawatir tentangnya. Akan tetapi, kita tidak bisa memungkiri bahwa memang ada laporan serangan negative SEO (walaupun sedikit jumlahnya) yang membawa efek negatif bagi website mereka (terlepas dari apakah itu yang jadi penyebab utama, atau ada hal lainnya juga).

Fokuslah pada hal yang penting bagi bisnis dan bagi target market Anda, serahkan sisanya pada algoritma Google yang makin cerdas. Jika Anda termasuk yang “beruntung” mendapatkan serangan tersebut dan mendapat efek negatif, baru lakukan link audit untuk men-disavow link jahat tersebut.

Ada yang pernah punya pengalaman tentang negative SEO? Silakan share di kolom komentar, ya!

Mari bersama-sama membangun industri SEO di Indonesia yang sehat tanpa trik spammy, dan silakan ajukan pertanyaan seputar SEO dan Digital Marketing di grup Telegram DailySEO ID, yuk gabung di sini!

Sumber:

https://www.seroundtable.com/google-again-disavows-negative-seo-33224.html

Author

SEO Learner | Jr. SEO Specialist at Farmaku & DokterSehat | SEO Freelancer | First time meet SEO in 2014 and diving more deeply in 2019.

Write A Comment