Sebagian besar praktisi SEO atau writer pasti merasa kebingungan dalam membuat artikel. Lebih baik kontennya panjang atau pendek, ya?

Pembahasan ini sebelumnya sudah dikupas oleh tim DailySEO pada konten ini: Konten Panjang vs Konten Pendek

Update-nya, saat ini panjang maupun pendek tidak begitu mempengaruhi ranking konten kita di search engine.

Pasalnya, baru-baru ini Google mengumumkan bahwa mereka menghapus referensi jumlah kata untuk artikel, khususnya untuk artikel berita.

Lalu, seperti apa penjelasan detail terkait update ini? Mari kita bahas bersama-sama!

Google Menghapus Minimal Kata dalam Jumlah Artikel

Mungkin sebagian dari teman-teman (khususnya yang punya website jenis berita/News) pernah mengalami, bahwa sebelumnya di bagian errors page atau halaman error pada Google Search Console, Google memberikan peringatan bagi creator karena artikel terlalu pendek.

Ini mungkin seringkali ditemui oleh Anda ketika sedang menuliskan artikel berita yang cenderung pendek. 

Ketika melakukan audit di Google Search Console, Anda menemui artikel yang telah dibuat, khususnya artikel berita akan berada di errors page disertai dengan keterangan artikel terlalu pendek (Article too short).

Kemudian, di situ Google memberikan rekomendasi untuk minimal menuliskan 80 kata pada artikel. 

Dok. Seroundtable.com

Kabar gembiranya, semua aturan tersebut kini telah dihapuskan oleh Google. Hal ini langsung dibenarkan oleh Danny Sullivan, Public Liaison for Search dari Google melalui diskusi yang berlangsung di Twitter.

Lewat akun Twitter, Danny Sullivan berkata:

Seperti yang kami bilang, tidak ada minimal untuk jumlah kata. Halaman @sistrix itu menemui kesalahan pada poin itu (dan juga beberapa yang lainnya. Orang bisa membuat klaim masing-masing. Jika Anda tidak menemukan sumbernya, Anda dapat mengevaluasi kembali apakah Anda mempercayai suatu sumber.

Saya meminta maaf karena sudah membalas di tempat ini, tetapi kami mempunyai referensi jumlah kata di sini https://support.google.com/webmasters/answer/2409461

Pada dasarnya, itu hanya untuk artikel berita, bukan artikel secara keseluruhan yang berada di search engine. Orang-orang tidak boleh terlalu stres terhadap jumlah kata

Percakapan di akun Twitter @dannysullivan

Tidak mungkin kebanyakan orang menulis artikel terlalu pendek jika mereka bisa menambah kata lebih banyak dan membuat konten yang bermanfaat. Di sisi lain, penulis juga terkadang mengalami kekeliruan saat menulis konten panjang yang lebih bermanfaat, tetapi kenyataannya malah terlalu panjang dan kurang bermanfaat.

Dari tweet tersebut, seseorang yang bernama @ImChandanKumar membalasnya:

Terima kasih Danni! melalui sumber tersebut saya akhirnya menemukan sesuatu di @sistrix. Bagaimana jika artikel saya di-update tetapi sebenarnya tidak lebih dari 45-50 kata?

Sekarang, haruskah saya menambahkan kata di dalam artikel supaya lebih dari 80 kata? Atau tidak apa-apa kurang dari 80 kata dan membuat artikel berita sesuai dengan isi yang akan saya buat?

Danni pun menjawab hal tersebut

Halaman tersebut mengacu kepada pesan kesalahan yang mungkin dikeluarkan oleh Google Search Console. Apabila Anda tidak melihat kesalahan tersebut, maka Anda tidak mengalami masalah itu (errors page karena jumlah kata). Di sisi lain, saya juga tidak merekomendasikan membuat artikel untuk memenuhi jumlah kata tertentu

Apa yang Harus Dilakukan dengan Adanya Update Tersebut?

Pada dasarnya, update-an ini merupakan kabar gembira bagi creator maupun user. Sebab, bagi creator, kita tidak perlu lagi memusingkan terkait jumlah kata yang akan ditulis dalam artikel.

Baca Juga:   Beberapa Keuntungan Menghadiri SEOCon Jakarta 2022 untuk Karir dan Bisnis

Di sisi lain, user juga tidak perlu membaca artikel yang begitu panjang. Terlepas dari semua itu, sebagai praktisi SEO, Anda juga perlu memperhatikan kebutuhan user saat mencari sesuatu di search engine.

Update-an ini diterapkan supaya Anda sebagai creator mampu menulis artikel yang sesuai dengan kebutuhan user.

Teman-teman bisa menggunakan tools seperti Answer The Public untuk memahami apa yang sedang dibutuhkan oleh user.

Jika teman-teman hendak membuat artikel tutorial maupun in-depth, mungkin Anda perlu membuat artikel terlihat lebih panjang.

Akan tetapi, jika Anda hanya hendak membuat artikel berita, tidak perlu lagi memusingkan jumlah kata yang harus terdiri minimal 80 kata supaya tidak terdapat di errors page pada Google Search Console.

Jadi, Anda hanya perlu memahami kebutuhan user supaya menghasilkan artikel yang bermanfaat sehingga mampu mendapatkan ranking terbaik di Google.

Penutup

Demikian update-an yang bisa saya sampaikan pada artikel kali ini. Semoga dengan adanya update-an ini, teman-teman jadi lebih bersemangat untuk membuat konten yang bermanfaat bagi user.

Apabila Anda ingin melakukan diskusi perihal update-an ini, teman-teman bisa langsung bergabung ke grup telegram DailySEO sekarang juga.

Di sana, Anda bisa bertemu dengan para praktisi SEO dan bertanya-tanya perihal SEO kepada mereka.

Tunggu apa lagi? Jangan lupa bergabung, ya!

Sumber: https://www.seroundtable.com/google-article-too-short-34093.html

Author

SEO Content Specialist, Median Digital Indonesia | Former SEO Content at Zenius, Hipwee, and Glints | SEO Enthusiast

1 Comment

  1. wah, terima kasih updatenya mas…kalau slama ini saya masih coba berkutat di artikel-artikel yang panjang sih…selain isinya lebih banyak, pembaca juga bisa menemukan jawaban dari pertanyaan mereka disitu…kalau pembaca puas,kmi para blogger pun senang. ehhehe…salam kenal mas Maulana…

Write A Comment