Google pernah mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan integrasi AI pada pengalaman pencarian di mesin pencari mereka.
Siapa sangka, ternyata hal ini mendapatkan respon negatif dari pengguna.
Hal ini ditandai dengan kenaikan instalasi dari DuckDuckGo di Amerika Serikat.
Daftar Isi
Mengapa DuckDuckGo Mendadak Naik Daun?
Menurut Weinberg, CEO DuckDuckGo, terdapat user yang menginginkan hasil pencarian tradisional tanpa AI apa pun karena ada rasa jenuh akibat AI dalam pengalaman pencarian mereka.
“Orang-orang tidak ingin dipaksa untuk menggunakan AI dalam pencarian mereka”, ungkap Weiberg.
DuckDuckGo menawarkan fitur pencarian No AI. Fitur ini tersedia sebagai ekstensi di browser Mozilla Firefox dan Google Chrome.
Apakah Hegemoni Google akan Runtuh?
Untuk di Indonesia, sepertinya saat ini belum.
Dengan coverage AI Overview terbanyak di dunia dan DuckDuckGo diblokir di Indonesia, serta mesin pencari lain yang market share-nya di bawah 10%, Google masih mendominasi penggunaan mesin pencari.
Masih Terdapat User yang “Senang” dengan SERP Tradisional
Kenaikan DuckDuckGo karena menawarkan SERP tradisional ini juga menjadi kabar baik untuk publisher, yang berarti masih banyak juga user yang perilakunya suka mengklik blue link.
Meski dominasi Google di industri search engine sangat besar, masih ada user yang enggan untuk pindah ke mesin pencari yang memakai integrasi AI lebih besar dan memilih untuk fitur SERP tradisional.
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!
Referensi: