John Mueller menyatakan bahwa Google mampu menangani multiple URL yang mengarah ke konten yang sama dan tidak berpotensi penalti.
Apa maksudnya? Apakah tidak apa-apa memiliki duplicate content?
Berikut penjelasan selengkapnya!
Daftar Isi
Berawal dari Kekhawatiran Duplicate URL
Seorang di forum Reddit menanyakan dampak setelah ia mengganti struktur URL, namun versi lamanya masih dapat diakses di Google Search Console (GSC).
Saya mengubah tema, melakukan sejumlah desain ulang, dan mengubah beberapa URL resep dengan menghilangkan /recipe/ dari bagian site.com/recipe/actualrecipe sehingga sekarang menjadi site.com/actualrecipe, tapi ada URL lama yang masih bisa diakses ketika /recipe/ dimasukkan ke URL.
Saya panik ketika membuka GSC karena sejumlah URL resep saya tidak terindeks karena 5xx error (Ini terjadi ketika website saya down untuk beberapa hari).
Saya sudah melakukan permintaan dan beberapa sudah di-recrawl, tapi kemungkinan Google mengabaikannya karena sejumlah alasan, sepertinya Google tidak menginginkan duplikat (URL ke konten yang sama).
Apakah permintaan recrawl untuk URL /recipe/ akan membingungkan Google yang mungkin menghukum ranking website saya?
Google Sanggup Menangani Duplicate URL
Sebagai Search Advocate Google, John Mueller merespon pertanyaan tersebut dengan cukup bijak:
Tidak mengapa, namun Anda mempersulit diri sendiri (Google akan memilih satu untuk dipertahankan, tapi Anda mungkin punya preferensi sendiri).
Tidak ada penalti atau penurunan peringkat jika Anda memiliki multiple URL yang menuju ke konten yang sama, hampir semua situs mengalaminya. Banyak dari SEO teknikal pada dasarnya “membisikan sesuatu ke mesin pencari”, konsisten memberikan petunjuk, dan memantaunya untuk memastikan petunjuk tersebut diterima
Pada dokumentasi Google, duplicate content sendiri bisa terjadi karena berbagai alasan, antara lain:
- Variasi regional (misalnya versi US dan UK)
- Versi perangkat (desktop vs mobile)
- Perbedaan protokol (HTTP vs HTTPS)
- Parameter URL (sorting/filter)
- Kesalahan teknis (misalnya versi demo yang tidak diblokir)
Semua kondisi ini adalah situasi umum yang sudah diperhitungkan oleh Google, dan Google tidak terkendala sama sekali untuk menanganinya.
Mixed Signal Menjadi Masalah Utama
Namun, meskipun tidak berbahaya secara langsung, duplicate URL bisa menjadi masalah jika kita memberi mixed signals (sinyal campuran) kepada Google.
Misalnya, jika beberapa URL berbeda memiliki internal link, canonical tag, atau redirect yang tidak konsisten, maka Google bisa kesulitan menentukan versi mana yang seharusnya diprioritaskan.
Di sinilah peran technical SEO menjadi penting.
John Mueller menggambarkan technical SEO sebagai semacam “search-engine whispering”, yaitu memberikan petunjuk yang konsisten kepada Google.
Beberapa cara yang teman-teman bisa lakukan untuk membantu Google memilih URL yang tepat adalah dengan:
- Menggunakan tag rel=”canonical”
- Redirect 301 dari URL lama ke URL yang baru
- Konsistensi internal linking
- Sitemap yang rapi
- Struktur URL yang jelas dan konsisten
Dengan sinyal yang jelas dan konsisten, peluang Google memilih URL yang Anda inginkan akan semakin besar.
Penutup
Kesimpulan utama dari respon John Mueller ini adalah:
- Duplicate URL tidak menyebabkan Google penalti.
- Google akan memilih satu versi utama secara otomatis.
- Pemilik situs tetap bisa memengaruhi pilihan tersebut dengan sinyal teknis yang konsisten.
- Masalah sebenarnya adalah inkonsistensi, bukan duplicate content itu sendiri.
- Technical SEO harus jelas dan konsisten dalam memberi sinyal ke search engine (mesin pencari).
Demikianlah tulisan mengenai Google yang sanggup menangani multiple URL meskipun mengarah ke konten yang sama ini, jika teman-teman memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!
Referensi: