Tampaknya promosi Google AI Mode kian gencar. Google memang sedang banyak mengintegrasikan AI pada search experience mesin pencari mereka.
Dari post reels Instagram di Google Indonesia, terlihat bahwa mereka sedang mengampanyekan AI Mode.
Pada post tersebut, mereka memberi contoh dengan musik yang sedang viral di Indonesia.
Tidak hanya sekedar search box, bahkan output dari AI Mode-nya juga dipublikasikan.
Tidak tanggung-tanggung, ada KOL yang terlibat pada kampanye mereka.
Daftar Isi
Pesan Implisit dari Kampanye Ini
Yang menarik juga, dari penggunaan AI Mode tersebut, terlihat kuerinya sangat panjang dan dipersonalisasi.
Hal ini secara implisit menyatakan bahwa pencarian dengan AI lebih kontekstual, bukan berbasis keyword (kata kunci).
Mereka juga menampilkan bahwa pencarian tidak dilakukan hanya sekali saja, tetapi berkali-kali ketika customer journey berlanjut dari fase ke fase.
Google Indonesia menyampaikan key message yang mudah diingat: “Google AI Mode bikin semua jadi simpel”.
Sayangnya, dari kampanyenya, tidak terlihat bahwa user mengklik situs yang disitasi dan hanya fokus pada pencarian secara kontinu.
Untuk user, mungkin kampanye ini akan terlihat menarik, tetapi untuk publisher yang jeli, kampanye ini justru mengonfirmasi bahwa Google AI Mode berpotensi tidak mengirim klik ke website.
Bagaimana Penggunaan Google AI Mode di Indonesia?
Sejauh artikel ini ditulis, belum ada laporan tentang bagaimana penggunaan Google AI Mode di Indonesia.
Namun, laporan penggunaannya sudah ada di Amerika Serikat dengan klaim bahwa kueri penelusuran semakin panjang.
Justru, akan menarik ketika laporan perilaku penggunaan Google AI Mode di Indonesia diungkapkan.
Terlebih lagi, terdapat kampanye oleh DuckDuckGo yang menawarkan search experience tanpa AI yang cukup diminati oleh user yang jenuh dengan AI (Artificial Intelligence).
Apakah Kampanye Google untuk Mempromosikan Google AI Mode Akan Berhasil di Indonesia?
Banyak faktor dari adopsi teknologi baru.
Jika merujuk ke teori adopsi teknologi seperti UTAUT1, terdapat empat faktor yang menjadi alasan mengapa teknologi diadopsi, yaitu seberapa bagus teknologinya membantu dalam mencapai tujuan user, kemudahan pemakaian teknologi, pengaruh sosial/lingkungan, dan kondisi yang memfasilitasi/mendukung.
Menurut Anda, Google AI Mode memenuhi dalam unsur apa untuk diadopsi?
Apakah membantu dalam mencapai tujuan, mudah digunakan, banyak yang menggunakan, atau kondisi seperti infrastruktur teknologi yang memadai memudahkan adopsi Google AI Mode hingga pemakaian yang berkelanjutan?
Apabila Anda memiliki pertanyaan, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!
Referensi: