Teman-teman SEO Specialist, mungkin sebagian besar dari Anda belum menyadari ada salah satu elemen penting dalam URL yang perlu dipelajari lebih dalam lagi.
Saat membuka halaman pada suatu website, Anda mungkin sadar kalau ada karakter yang agak aneh seperti tanda tanya (?) atau sama dengan (=) di dalam URL tersebut.
Nah, hal tersebut merupakan parameter URL.
Memang, apa fungsi parameter URL dalam strategi SEO? Mari kita bahas lebih dalam lagi lewat artikel ini!
Daftar Isi
Apa itu Parameter URL?
Parameter URL adalah elemen yang berada di dalam URL website dan biasanya ditambahkan setelah slash (/) terakhir pada URL.
Biasanya, elemen ini digunakan untuk melakukan tracking campaign SEO, menyesuaikan konten hingga melacak aktivitas kunjungan.
Berikut contoh parameter URL yang ada pada DailySEO ID.

Struktur parameter URL biasanya berada setelah tanda tanya (?).
Jadi, bisa dipastikan kalau sebelum tanda tanya itu merupakan URL standar yang biasa teman-teman temukan.
Sisanya, setiap parameter ditulis dengan format kunci=nilai yang dipisah dengan tanda sama dengan (=) dan tanda ampersand (&) sebagai pemisah jika terdapat lebih dari satu parameter URL.
Apa Saja Fungsi dari Parameter URL?
Setiap SEO campaign yang teman-teman jalankan perlu dipantau dengan saksama supaya dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengatur strategi kedepannya.
Dalam hal tersebut, parameter URL mempunyai fungsi yang bantu melancarkan jalannya campaign SEO Anda.
1. Melacak Traffic Website
Terkadang, ada suatu momen di mana teman-teman mengalami kebingungan karena tiba-tiba datang ribuan bahkan ratusan ribu traffic ke website Anda.
Nah, untuk mengetahui dari mana saja datangnya traffic tersebut, teman-teman bisa memanfaatkan UTM link parameter yang merupakan bagian dari parameter URL.
Melalui parameter URL, Anda bisa melacak traffic yang datang dari Facebook, Ads Instagram, ataupun channel lain sehingga dapat memonitor pergerakan SEO campaign dengan saksama.
2. Membuat Content Personalization
Parameter URL juga berfungsi untuk menyesuaikan konten berdasarkan preferensi pengguna.
Jadi, teman-teman bisa menambahkan karakter parameter URL seperti ?lang=en untuk konten yang berbahasa Inggris atau ?lang=id untuk konten berbahasa Indonesia.
3. Mengelola Pagination Page
Anda mempunyai konten dengan beberapa halaman di belakangnya (pagination)?
Nah, untuk membuatnya lebih rapi dan mudah dikelola sehingga enak dibaca oleh user, teman-teman bisa memanfaatkan parameter URL.
Untuk kasus pagination, Anda bisa menambahkan karakter seperti ?page=2.
4. Menampilkan Hasil untuk Internal Search Website
Guna memudahkan user saat melakukan pencarian dalam website kita, Anda juga bisa menambahkan parameter URL.
Teman-teman bisa menambahkan karakter ?search=search-term, ?query=search-term, ?q=search-term, hingga ?s=search-term.
5. Mengidentifikasi Produk
Anda sedang mengelola website e-commerce?
Sebaiknya, mulai pikirkan untuk memanfaatkan parameter URL untuk mengidentifikasi produk agar lebih mudah dicari oleh user.
Dalam hal ini, teman-teman bisa menggunakan karakter seperti ?product=iphone-15 atau /category=handphone untuk membuat kategori.
Jenis-jenis Parameter URL
Secara garis besar, ada dua jenis parameter URL yang perlu teman-teman ketahui, yaitu active dan passive.
Active URL Parameter
URL parameter aktif merupakan instruksi khusus dalam URL website yang secara langsung memengaruhi konten atau perilaku sebuah halaman web tersebut.
Ketika parameter aktif muncul dalam URL, situs web akan langsung membacanya untuk mengubah tampilan atau fungsi.
Hal tersebut menciptakan pengalaman yang lebih dinamis dan interaktif untuk user.
Beberapa contoh penggunaan URL parameter aktif, yaitu menampilkan daftar produk berdasarkan kategori, harga, atau spesifikasi tertentu, membuat halaman pagination hingga membuat content personalization.
Passive URL Parameter
Berbeda dengan active URL parameter, passive URL parameter sama sekali tidak mengubah tampilan atau fungsi pada halaman website.
Fungsi dari jenis URL parameter ini lebih ke melacak traffic yang berdatangan ke website atau channel lain seperti ads, media sosial, backlink, dan lain-lain.
Oleh karenanya, jenis ini dinamakan dengan pasif URL parameter karena hanya bekerja di balik layar saja dan memantau traffic website.
Contoh penggunaan passive URL parameter yaitu untuk memantau pergerakan traffic serta mengenali user session atau aktivitas pengguna.
Apa Bedanya Parameter URL dan Query String?
Sebagian besar para praktisi SEO mungkin mengira kalau parameter URL dan query string itu merupakan dua istilah yang sama.
Padahal, ada sedikit perbedaan yang perlu Anda ketahui.
Parameter URL adalah pasangan “kunci-nilai” secara individu dalam sebuah URL.
Sebagai contoh, category=sepatu, warna=biru, dan ukuran=42.
Sedangkan query string merupakan keseluruhan rangkaian parameter, termasuk karakter seperti tanda tanya, sama dengan hingga ampersand.
Anda bisa menggunakan kedua istilah tersebut secara berbeda ketika sedang berdiskusi dengan developer atau sesama praktisi SEO.
Namun, kebanyakan developer sudah memahami bahwa kedua istilah tersebut merupakan konsep yang sama.
Praktik Terbaik dalam Implementasi Parameter URL
Jika teman-teman ingin memulai menerapkan parameter URL, maka Anda bisa mencoba best practices berikut ini:
1. Pakai Canonical Tag
Semua URL yang memanfaatkan parameter URL diharuskan untuk menggunakan canonical tag.
Mengapa demikian?
Sebab, hal tersebut bertujuan untuk memberitahu Google bahwa mana halaman utama yang asli tanpa ada tambahan parameter URL.
Hal ini penting karena untuk menghindari adanya konten duplikat serta memprioritaskan halaman yang harus diindeks terlebih dahulu.
Implementasi canonical tag bisa langsung meminta bantuan kepada tim developer dengan menyertakan contoh template seperti di bawah ini:
<link rel="canonical" href="https://www.yourdomain.com/your-main-page" />
Pastikan meletakkan kode HTML tersebut di bagian <head> pada halaman-halaman yang mengandung parameter URL.
2. Blokir Parameter URL dengan Robots.txt
Dalam kondisi tertentu, Anda mungkin ingin membatasi Google crawling halaman website teman-teman yang mengandung parameter URL.
Apabila kasusnya seperti itu, Anda bisa menuju ke pengaturan file robots.txt website.
Sebagai informasi, Googlebot biasanya selalu mengecek file robots.txt sebelum mulai mengeksplorasi website teman-teman.
Dari situ, Googlebot tidak akan mengakses halaman yang teman-teman blokir.
Jika teman-teman mengalami skenario seperti jumlah URL yang tidak terbatas atau masalah pada crawl budget, sebaiknya mulai blokir beberapa halaman melalui file robots.txt.
Dalam kasus ini, memblokir beberapa halaman tertentu dapat meningkatkan efisiensi proses crawling.
Dengan begitu, Googlebot bisa lebih fokus dalam mengindeks konten yang lebih penting dalam situs web teman-teman.
3. Aplikasikan Internal Link Secara Konsisten
Jangan lupa untuk implementasi internal link yang mengarah ke halaman canonical tag (halaman utamanya) dari setiap halaman yang ada.
Hal ini dilakukan guna memperkuat ekosistem website serta menyatukan nilai link equity atau kekuatan link.
Dengan begitu, maka kita dapat mengirimkan sinyal yang jelas kepada search engine dan LLM mengenai halaman mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.
4. Pakai Huruf Kecil Saja
Sebaiknya, saat mengimplementasikan parameter URL pastikan hanya menggunakan huruf kecil saja.
Jadi, hindari penggunaan Kategori=sepatu dan sebaiknya memakai ?kategori=sepatu.
Apakah Wajib Menggunakan Parameter URL di Website?
Kalau ditanya seperti ini, praktisi SEO tidak diharuskan atau tidak wajib untuk menggunakan parameter URL.
Secara garis besar, parameter URL ini bisa dipakai saat Anda hendak menjalankan campaign yang diharuskan untuk melacak sumber traffic ataupun mengkategorikan produk-produk yang ada di website (khusus e-commerce).
Jika tidak ada kepentingan seperti itu, tidak perlu dipaksakan untuk memakai parameter URL.
Cukup URL structure seperti biasa saja supaya user juga tidak kebingungan saat membuka halaman website Anda.
Di sisi lain, Google juga mudah crawling website Anda apabila URL-nya rapi.
Mulai Pakai Parameter URL untuk Kebutuhan SEO Campaign
Untuk menjaga kerapian dalam mengatur SEO campaign Anda, parameter URL memegang peranan penting.
Sebab, Anda bisa tahu dari mana saja traffic yang datang ke website Anda. Hal ini juga membantu Anda dalam pembuatan report.
Teman-teman bisa menjelaskan dengan detail kepada atasan mengenai sumber traffic sehingga mampu membantu atasan dalam mengambil keputusan kedepannya.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!
Referensi: