Ruang Henti Digital (RHD) Fest 2025 resmi dibuka di Porta Hotel Yogyakarta pada tanggal 20 Desember 2025.
Acara tahunan yang sebelumnya dikenal sebagai Web Canvas Rally ini kembali menghadirkan insight menarik dari para praktisi digital marketing terkemuka di Indonesia.
Di hari pertama, RHD Fest 2025 dibuka dengan sesi inspiratif dari Radius Arianto (CEO & Founder TurnBackLink) yang akrab dipanggil Captain, sekaligus inisiator dari RHD Fest.
Acara dilanjutkan dengan pembicara lainnya seperti Andhika Wijaya Kurniawan (CEO Ideax Digital), M. Ilman Akbar (CEO DailySEO ID), Fajar Yugaswara (Markom PANDI), Yoko Widito (COO Harika Digital), hingga Raditya Denishtsany (SEO Lead ToffeeDev).
Lantas, apa saja insight berharga yang bisa kita pelajari dari para pembicara? Simak artikel ini sampai selesai!
Daftar Isi
- Radius Arianto – Audience Journey di Masa Depan dan Bagaimana Brand Menyikapinya
- Coach AWK / Andhika Wijaya Kurniawan – Level Up SEO: Zero Click Result to Conversion
- M. Ilman Akbar (CEO & Founder DailySEO ID) Langkah Sederhana Membuat Strategi SEO yang Berdampak untuk Bisnis
- Fajar Yugaswara (Markom PANDI) Pentingnya Domain .id di era Al
- Yoko Widito (COO Harika Digital) Bagaimana Al Melihat Website Anda
- Raditya Denishtsany (SEO Lead ToffeeDev) Optimize Smarter, Not Harder: Using Al to Audit and Grow Your Local SEO
- Kesimpulan
Radius Arianto – Audience Journey di Masa Depan dan Bagaimana Brand Menyikapinya

Radius Arianto, CEO TurnBackLink, membuka RHD Fest 2025 Day 1 dengan data yang mengejutkan dari DataPortal.com Oktober 2025: rata-rata pengguna mengakses 7 aplikasi berbeda dalam sebulan dan menghabiskan 21 jam per minggu di platform digital.
Yang lebih menantang?
Audience tidak lagi loyal ke satu platform untuk mencari informasi.
Trend Landscape Digital: The Messy Middle
Radius menjelaskan bahwa journey seseorang untuk mengambil keputusan pembelian sudah tidak linear lagi.
Berdasarkan riset Think with Google, ada fase krusial yang disebut “messy middle” – fase consideration di mana calon pembeli bisa berpindah platform dan menunda keputusan kapan saja.
Radius mengatakan:
Jika brand bisa menjaga ‘messy middle’ dengan baik, brand telah bisa bertahan di tengah disrupsi.
Untuk mengelola fase ini, Radius memperkenalkan Customer Experience Roadmap dengan 4 tahap:
- Recognize the Needs (sadar masalah).
- Seeking & Searching (cari jawaban).
- Comparing & Evaluating (bandingkan opsi).
- Prepare to Decide (collecting insight, tapi butuh push yang tepat untuk action).
Framework Baru: AISAS Menggantikan AIDA
Radius menekankan bahwa framework marketing tradisional AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) perlu ditransformasi menjadi AISAS yang lebih sesuai dengan behavior digital saat ini:
- Attention – Tangkap perhatian di tengah noise.
- Interest – Bangun ketertarikan dengan konten relevan.
- Search – Mudahkan mereka menemukan informasi lebih lanjut.
- Action – Dorong keputusan dengan right push.
- Share – Ubah customer jadi advocate.
Untuk mengeksekusi ini, brand harus fokus pada framework Who-Why-How: siapa audience berdasarkan kebutuhan dan demografi (Who), mengapa mereka membutuhkan produk (Why), dan bagaimana mereka masuk ke website – dari halaman apa, menggunakan keywords atau query yang seperti apa (How).
Bagaimana Brand Menyikapi Kompleksitas Ini?
Radius mengidentifikasi 4 tantangan utama yang dihadapi bisnis dan marketer:
- Kompleksitas Audience – Behavior yang tidak bisa diprediksi.
- Lead Banyak, Response Rendah – Ketimpangan dari Conversion itu sendiri.
- Content & Media Mapping adalah Kunci – Brand Availability di setiap platform.
- Authoritativeness – Untuk memengaruhi psikologi buying decision.
Platform yang Berbeda, Tujuan yang Sama
Radius melanjutkan:
Setiap platform punya karakternya masing-masing,
Dan ditutup dengan pernyataan berikut:
tapi tujuannya sama: menjaga audience tetap menggunakan platform mereka.
Di sinilah brand harus cerdas.
Alih-alih mengejar audience ke satu platform, brand perlu hadir di berbagai segmen dengan konten yang disesuaikan karakteristik platform – dari short-form video untuk awareness di TikTok, artikel SEO untuk research, hingga review & testimoni untuk decision-nya.
Audience adalah kunci strategi di era multi-platform.
Coach AWK / Andhika Wijaya Kurniawan – Level Up SEO: Zero Click Result to Conversion

Andhika Wijaya Kurniawan, CEO Ideax Digital yang akrab disapa Coach AWK, membawa perspektif segar tentang topik yang sering bikin galau praktisi SEO: zero-click result.
Alih-alih memandangnya sebagai ancaman, Coach AWK justru melihatnya sebagai peluang untuk level up.
Pergeseran Paradigma: Dari Page 1 ke Brand Everywhere
Coach AWK membuka presentasinya dengan pernyataan tegas:
Kata kunci naik page #1 = BONUS,
Ini adalah perubahan pemikiran yang fundamental dalam dunia SEO.
Dulu, algoritma bekerja linear:
Keywords → Page 1 → Traffic → Leads.
Sekarang?
Brand Everywhere → Content Everywhere → Traffic Anywhere → Leads Anywhere.
Artinya, fokus bukan lagi sekadar ranking 1 di satu keyword, tapi visibilitas di berbagai platform.
Perubahan ini juga mengubah arah traffic itu sendiri.
Dulu: Search → Founded → Click Web.
Sekarang ada tahapan tambahan: Research → Founded → Reading → Interest → Click Web.
User jauh lebih kritis dan melakukan riset mendalam sebelum mengklik.
Zero Click: Bukan Musuh, Tapi Realitas Baru
Coach AWK menjelaskan dua sisi dari zero-click result dengan sangat jernih.
Dampak Negatif:
Pengguna lebih cepat mendapatkan jawaban tanpa harus masuk website, yang berpotensi menurunkan click-through rate dan traffic organik ke situs. Ini fakta yang tidak bisa dipungkiri.
Dampak Positif:
Dengan strategi yang tepat, zero click justru bisa menciptakan value untuk membangun brand authority dan meningkatkan visibilitas – terutama jika konten muncul di featured snippet, atau People Also Ask (PAA).
Munculnya nama merek dalam featured snippet memperkuat kredibilitas, meskipun traffic langsung ke situs berkurang,
Kata Coach AWK.
4 Strategi Praktis Menghadapi Zero Click
Coach AWK tidak cuma teori – ia memberikan 4 strategi konkret yang bisa langsung diterapkan:
- Optimasi untuk Featured Snippet & PAA: Menyusun konten dengan struktur yang jelas (header, bullet point, tabel, definisi ringkas). Melakukan riset pertanyaan yang sering dicari pengguna terutama di industri masing-masing. Menambahkan schema markup untuk membantu bot mesin pencari memahami struktur konten.
- Fokus pada Intent Pencarian Komersial & Transaksional: Query yang berorientasi pada transaksi seperti “beli produk X” atau “harga layanan Y” cenderung lebih kecil kemungkinan berakhir di zero-click result, sehingga masih memiliki potensi mendapat traffic langsung.
- Membangun Otoritas Merek (Brand Authority): Konsistensi di topik sangat penting. “Konsistensi di topik itu penting, jangan gado-gado,” tegas Coach AWK. Fokus pada satu niche akan membangun authority yang lebih kuat di mata search engine.
- Konten Mendalam & Format Tambahan: Konten yang membahas suatu topik secara komprehensif, mendalam, dan unik akan lebih berpeluang muncul dalam snippet atau panel, sehingga masih memiliki potensi mendapat visibilitas meski traffic tidak langsung ke website.
Jangan Terjebak Algoritma, Fokus ke Goals Bisnis
Coach AWK mengingatkan:
Jangan dijebak oleh algoritma search engine.
Kata kunci saat ini bergerak di bidang interest (minat), bukan sekadar search volume.
Tugas SEO specialist modern adalah: Research → Knowing Search Intent → Content Distribution → Leads.
Content distribution adalah kunci – tidak cukup hanya membuat konten bagus, tapi harus didistribusikan di berbagai platform yang relevan dengan audience.
Pesan penutup Coach AWK sangat kuat:
Pembuatan konten dan optimasi adalah alat, bukan tujuan akhir. Goals bisnis harus jelas terlebih dahulu.
Zero-click result bukan hal yang perlu dipusingkan, tapi dipermudah – dengan memahami bahwa ini adalah cara Google memberikan value kepada user, dan tugas kita adalah memanfaatkan peluang visibility yang ada.
M. Ilman Akbar (CEO & Founder DailySEO ID) Langkah Sederhana Membuat Strategi SEO yang Berdampak untuk Bisnis

Muhammad Ilman Akbar, CEO & Founder DailySEO ID, memulai sesinya dengan statement tegas:
SEO tidak boleh asal ranking.
Pesan ini langsung menjawab pertanyaan fundamental yang sering terlupakan oleh banyak praktisi SEO: mengapa kita melakukan SEO?
SEO Harus Sejalan dengan Tujuan Bisnis
Ilman menekankan bahwa secara basic, SEO sejalan dengan tujuan bisnis.
Artinya, ranking tinggi tanpa konversi atau impact bisnis adalah sia-sia.
Di awal presentasi, Ilman memberikan pesan yang menenangkan untuk para pemula:
Jangan masukin hati kalau ada yang bilang SEO kamu harus ngaruh ke bisnis.
Menurutnya, revenue (omset) memang adalah top line setiap perusahaan, tapi kontribusi SEO bisa berbeda-beda tergantung model bisnis.
Strategi SEO ≠ Checklist Pekerjaan SEO
Dalam presentasinya, Ilman mengutip Andrew Holland dari LinkedIn:
Anyone can provide a list of deliverables and actions and say it’s a strategy. But a strategist is an expert, saying quite clearly, do this, and you’ll grow. – Andrew Holland
Maksudnya?
Banyak praktisi SEO yang hanya memberikan checklist deliverables (pekerjaan) dan menyebutnya sebagai “strategi”.
Padahal, seorang SEO strategist sejati harus bisa mengatakan dengan jelas: “Lakukan ini, dan bisnismu akan tumbuh.”
Framework 5 Layer Strategi SEO
Ilman membagikan framework untuk membangun strategi SEO yang berdampak:
- Tujuan Bisnis = Bagaimana cara perusahaan mendapat revenue (omset)?
- Tujuan Marketing & KPI = Apa tujuan dari departemen marketing?
- Tujuan SEO & KPI = Apa tujuan channel/tim SEO?
- SEO Key Levers = Variabel kunci yang harus “bergerak”?
- SEO Deliverables = Pekerjaan SEO sehari-hari
Contoh Konkret: Media vs B2B
Ilman memberikan dua contoh konkret bagaimana strategi SEO berbeda untuk model bisnis yang berbeda:
Perusahaan Media:
- Tujuan: Ad revenue.
- KPI SEO: Pageviews dari organic search.
- Key Levers: Traffic from Search & Discover.
- Deliverables: Daily trending topic research, evergreen content, editorial alignment, technical SEO.
Perusahaan B2B:
- Tujuan: Closing/klien.
- KPI SEO: Website/cold leads.
- Key Levers: SEO traffic & conversion rate.
- Deliverables: Landing page commercial, konten informational, PR & link placement, technical SEO.
Mari Jadi SEO Strategist, Bukan SEO Deliverable-ist
Ilman menutup sesinya dengan ajakan:
Mari menjadi SEO Strategist, bukan SEO Deliverable-ist.
Poin pentingnya:
Setiap bisnis membutuhkan strategi SEO yang berbeda. Semuanya harus disesuaikan dengan model bisnis dan goals yang ingin dicapai.
Langkah sederhana memulainya adalah memahami tujuan bisnis terlebih dahulu, baru kemudian menentukan tujuan marketing, tujuan SEO, key levers, dan deliverables.
Fajar Yugaswara (Markom PANDI) Pentingnya Domain .id di era Al

Fajar Yugaswara dari Markom PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia ) membawa perspektif unik tentang peran domain lokal di tengah transformasi digital dan AI.
PANDI: Pengelola Domain .id Terbesar di Asia Tenggara
PANDI didirikan pada 2006 dan resmi menerima redelegasi dari IANA sebagai .id registry pada 2014.
Per 19 September 2025, jumlah domain .id yang terdaftar telah mencapai 1,331,180 domain – menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara.
PANDI bukan sekadar pengelola domain, tapi juga berperan dalam:
- Kerja sama dengan instansi pemerintah untuk digitalisasi.
- Menangani domain yang menyimpang menggunakan sistem IDADX (seperti website judi online).
- Memastikan ekosistem domain Indonesia aman dan terpercaya.
Domain Murah vs Domain Terpercaya di Era AI
Fajar memberikan peringatan penting: di era AI, yang dibutuhkan bukan sekadar domain murah, melainkan domain yang terpercaya.
Masalah domain murah tanpa proteksi yang sering terjadi:
- Menjadi spam dan phishing.
- Penyebaran malware.
- Konten otomatis yang tidak berkualitas.
- Deepfake dan konten ilegal.
Sebaliknya, domain .id menawarkan:
- Infrastruktur kuat dengan proteksi.
- Identitas digital yang jelas dan kredibel.
- Perlindungan dan keamanan yang lebih baik.
- Preferensi dari search engine untuk query lokal Indonesia.
AI sebagai Kemudahan dalam Ekosistem Domain
Fajar menjelaskan bagaimana AI (Artificial Intelligence) membantu mempermudah pembuatan website secara menyeluruh:
- AI untuk Rekomendasi Nama Domain
AI dapat merekomendasikan nama domain yang SEO-friendly, mudah diingat, dan sesuai dengan bisnis Anda.
- AI Website Builder
Dengan dukungan AI, proses pembuatan website menjadi lebih cepat dan sederhana. Siapa saja bisa membuat website profesional tanpa coding.
- AI Content & Visual Generator
- Memilih template website secara otomatis.
- Menghasilkan konten website.
- Membuat gambar dan visual dengan AI.
- Menyediakan AI chatbot untuk interaksi dengan pengunjung.
Domain .id: Identitas Digital yang Kuat
Fajar menutup presentasinya dengan menekankan bahwa semua kemudahan AI ini akan lebih optimal jika dibangun di atas fondasi yang kuat – yaitu domain .id sebagai identitas digital yang kredibel, aman, dan dipercaya di era modern.
Bagi bisnis yang menargetkan pasar Indonesia, domain .id bukan hanya pilihan, tapi investasi untuk kredibilitas jangka panjang.
Yoko Widito (COO Harika Digital) Bagaimana Al Melihat Website Anda

Yoko Widito, COO Harika Digital, membuka sesinya dengan pertanyaan yang menggelitik:
Yeey, website sudah sehat… tapi kok gak pernah dikutip AI?
Technical SEO adalah Fondasi AI-Readiness
Yoko Widito menekankan bahwa search engine yang sudah menggunakan fitur AI seperti AI Overview dan sejenisnya, technical SEO bukan lagi opsi, tapi keharusan.
Website dengan struktur teknikal yang bersih akan lebih mudah dipahami dan dikutip oleh AI.
Menurut Yoko Widito:
Jika technical-nya clean, maka AI akan bisa mengenal sendiri.
Best Practice: 6 Checklist Technical SEO
Yoko memberikan checklist yang harus dipastikan agar website “AI-friendly”:
- Clean HTML – Kode yang valid dan terstruktur rapi.
- Valid Index Tag – Meta tag yang proper dan lengkap.
- Clean Sitemap – XML sitemap yang up-to-date tanpa error.
- Canonical Valid – Tag canonical yang tidak konflik.
- Heading Structure Konsisten – H1, H2, H3 yang hierarkis dan logical.
- Konten Eksplisit – Konten yang jelas dan mudah dipahami AI.
Contoh Konkret: Konten SALAH vs BENAR
Yoko memberikan contoh praktis untuk topik “Tempat Wisata”:
SALAH:
- Judul tidak jelas dan ambigu.
- Tidak ada informasi lokasi spesifik.
- Tidak ada rincian biaya.
BENAR:
- Pakai kata “adalah” pada judul destination untuk definisi yang jelas.
- Ada lokasi (alamat lengkap dengan landmark).
- Ada aktivitas (rincian kegiatan yang bisa dilakukan).
- Ada harga (rincian biaya dengan mata uang yang jelas).
Kenapa ini penting?
Dengan struktur konten yang eksplisit seperti ini, AI bisa:
- Mengkategorikan topik dengan akurat.
- Mengidentifikasi query yang relevan.
- Mengutip informasi sebagai jawaban yang kredibel.
4 Common Mistakes yang Harus Dihindari
Yoko juga menyoroti kesalahan umum yang sering diabaikan:
- Error Sitemap – Sitemap berisi URL yang error atau tidak accessible.
- Orphan Page – Halaman penting yang tidak ter-link dari manapun.
- Struktur Heading Kacau – H1, H2, H3 yang tidak konsisten atau melompat-lompat.
- Identitas Tidak Eksplisit – Konten tanpa schema markup atau struktur data yang jelas.
Di era AI Overview, website dengan technical yang clean bukan hanya lebih mudah di-crawl oleh search engine, tapi juga lebih mungkin dikutip sebagai sumber oleh AI.
Technical SEO adalah investasi untuk visibility jangka panjang di era AI.
Raditya Denishtsany (SEO Lead ToffeeDev) Optimize Smarter, Not Harder: Using Al to Audit and Grow Your Local SEO

Raditya Denishtsany, SEO Lead ToffeeDev, menutup sesi Day 1 RHD Fest 2025 dengan pembahasan yang sangat praktis tentang local SEO dan bagaimana AI bisa mempercepat proses audit tanpa kehilangan esensi analisis manusia.
The Real Problem: Menebak, Bukan Menganalisis
Raditya membuka dengan statement tegas:
Masalah utama local SEO bukan tools, bukan algoritma, bukan kompetitor. Masalahnya adalah: kita menebak, bukan menganalisis.
Banyak praktisi local SEO bekerja berdasarkan asumsi, bukan data.
Mereka mengoptimasi semua hal sekaligus tanpa prioritas, fokus ke aktivitas tanpa mengukur dampak, dan tidak menggunakan data sebagai dasar keputusan.
Di sinilah AI jadi game changer.
Kenapa Local SEO Terasa Ribet?
Raditya menjelaskan:
Local SEO is not hard, it’s just confusing.
Banyak orang menganggap local SEO seperti checklist: isi profile, upload foto, balas review, post update.
Padahal, Google tidak menilai “keramaian aktivitas”.
Google menilai relevansi, kepercayaan, dan konsistensi.
Tanpa audit yang tepat, kerja keras sering tidak berdampak.
That’s Why, Doing Local Audit is Important
Raditya menekankan bahwa local audit = knowing what’s wrong first. Sebelum optimasi apapun, kita harus menjawab 3 pertanyaan dasar:
- Apakah bisnis saya muncul? (Visibility).
- Apakah bisnis saya relevan? (Relevance).
- Apakah bisnis saya dipercaya? (Trust).
Di sinilah AI jadi alat bantu, bukan shortcut!
AI Workflow for Multi-Location Audit
Raditya membagikan workflow sederhana untuk bisnis dengan banyak cabang:
- Input data semua lokasi ke AI.
- AI mengelompokkan masalah berdasarkan pattern.
- AI memberi summary per cluster untuk mempermudah analisis.
- Manusia menentukan prioritas berdasarkan business impact.
Dengan workflow ini, audit yang biasanya memakan waktu berhari-hari bisa diselesaikan dalam hitungan jam dengan akurasi yang lebih tinggi.
AI Bukan Pengganti SEO, Tapi Enabler
Raditya menekankan 3 benefit utama AI untuk local SEO:
- Melihat pola yang sering terlewat – AI bisa mengidentifikasi pattern dari ribuan data point.
- Menyusun prioritas dengan cepat – AI membantu kita berkata “ini dulu yang paling berdampak”.
- Audit lebih konsisten dan scalable – Terutama untuk bisnis multi-location.
Turning Audit into Growth
Raditya menutup dengan reminder penting:
Audit tanpa aksi = laporan mati.
Gunakan hasil audit untuk:
- Menentukan quick wins – Prioritas optimasi yang cepat memberikan hasil.
- Menyusun roadmap optimasi – Strategi jangka panjang yang terstruktur.
Raditya menutup sesi dengan pernyataan:
AI helps you work smarter, not harder
Dengan AI, local SEO bukan lagi tentang menebak atau mengoptimasi semuanya sekaligus, tapi tentang membuat keputusan berbasis data yang tepat sasaran.
Kesimpulan
Hari pertama RHD Fest 2025 memberikan insight berharga tentang evolusi SEO dan digital marketing di era AI.
Dari 6 pembicara yang hadir, ada satu benang merah yang jelas: SEO sudah tidak lagi tentang ranking semata, tapi tentang impact bisnis yang terukur.
Beberapa insight kunci yang bisa langsung diterapkan:
- Audience journey sudah tidak linear – Brand harus hadir di berbagai platform, bukan hanya mengejar ranking di satu platform.
- Zero-click result adalah peluang – Bukan ancaman yang harus ditakuti, tapi kesempatan untuk meningkatkan authority.
- Strategi SEO harus sejalan dengan tujuan bisnis – Ranking tanpa konversi adalah tidak memiliki dampak bisnis.
- Technical SEO adalah fondasi – AI tidak bisa membantu jika infrastruktur dasarnya berantakan.
- Domain dan konten lokal punya keunggulan – Terutama untuk target market Indonesia.
Yang paling menarik adalah semua pembicara sepakat: AI bukan pengganti manusia, tapi tools untuk bekerja lebih cerdas dan efisien.
AI membantu kita melihat pola, menyusun prioritas, dan membuat keputusan berbasis data – bukan menggantikan strategic thinking.
Pembahasan hari pertama ini baru permulaan.
Hari kedua RHD Fest akan menghadirkan perspektif lain tentang AI dalam digital marketing – mulai dari brand storytelling, AI agents untuk konten, hingga strategi paid ads yang lebih cerdas. Stay tuned!
Jika teman-teman memiliki pertanyaan, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!
1 Comment
Great insights on the Audience Journey! Understanding the transition from awareness to local growth is vital. I’ve been analyzing how this applies to the video game industry, specifically for projects like Slice Master. Optimizing the user experience in Slice Master has taught me a lot about retention in the local SEO landscape. Thanks for the valuable tips