Banyak dari para web master atau penulis konten merasa sudah memilih dan menggunakan keyword (kata kunci) yang tepat.
Tetapi faktanya, artikelnya tetap sulit muncul di Search Engine Results Page (SERP).
Masalah ini sering terjadi karena pemilihan jenis keyword yang kurang strategis.
Tidak sedikit yang hanya berfokus pada keyword populer tanpa memahami tingkat persaingan dan search intent (niat pencarian) si pengguna.
Akibatnya, konten yang sudah dibuat dengan baik justru tenggelam di antara ribuan halaman lain yang menargetkan keyword serupa.
Untuk mengatasi kendala ini, penting untuk teman-teman memahami perbedaan antara long tail keyword dan short tail keyword, karena keduanya memiliki karakteristik, tingkat persaingan, serta potensi trafik yang berbeda dalam setiap strategi SEO Anda.
Sebelum melangkah kepada pembahasan tentang long tail vs short tail keyword, mari kita bahas mengenai masing-masing pengertiannya.
Daftar Isi
Apa itu Long Tail Keyword?
Sebenarnya, apa sih long tail keyword itu?
Apakah hanya sekedar keyword panjang yang dituliskan di title tag?
Secara umum, long tail keyword merupakan sebuah kata kunci yang ditulis lebih spesifik dan memungkinkan Google untuk memahami apa yang sedang dicari oleh pengguna.
Tidak ada definisi yang benar-benar disepakati berbagai praktisi SEO, tapi biasanya long tail keyword ini ditulis mulai dari tiga hingga lima kata lebih.
Sebagai user, Anda pasti sering mengetikkan keyword seperti contoh di bawah ini:
- “tips mengecilkan perut buncit berlemak”
- “cara mengecilkan perut buncit pada wanita”
- “cara mengecilkan perut buncit tanpa olahraga dalam 3 hari”, dan seterusnya
Yap, contoh di atas termasuk ke dalam long tail keyword.
Pada umumnya, long tail keyword memiliki search volume yang kecil, karena sudah super spesifik, sehingga tidak semua orang punya pemikiran yang sama dan mencari hal tersebut di mesin pencari.
Meski demikian, pada umumnya keyword ini mempunyai tingkat persaingan yang lebih kecil dibandingkan dengan short tail keyword.
Dengan demikian, biasanya long tail keyword cenderung lebih mudah untuk mendapatkan ranking di Google, bahkan CTR (click through rate) cenderung lebih baik.
Apa itu Short Tail Keyword?
Berbeda dengan long tail keyword, short tail keyword merupakan kebalikannya.
Short tail keyword cenderung menggunakan kata yang lebih pendek dan tidak terlalu spesifik.
Biasanya, short tail hanya terdiri dari satu sampai dua kata saja.
Kendati demikian, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, keyword yang satu ini mempunyai persaingan yang ketat di mesin pencarian.
Semakin tinggi keyword difficulty-nya, otomatis semakin sulit bagi Anda untuk masuk ke halaman pertama search engine semisal Google.
Meski begitu, bukan tidak mungkin situs web Anda masuk ke ranking pertama menggunakan short tail keyword.
Sebagai gambaran bagaimana ketatnya persaingan short tail keyword di search engine, Anda bisa melihat gambar di bawah ini:

Dari pencarian kata “seo on page” saja, terdapat 3 miliar hasil di Google!
Otomatis, Anda harus bersaing dengan 3 miliar halaman web untuk keyword tersebut.
Cara Menemukan Long Tail dan Short Tail Keyword
Untuk menemukan short tail dan long tail keyword, teman-teman dapat memulainya dengan melakukan riset kata kunci menggunakan berbagai tools SEO seperti:
- Google Keyword Planner
- Ubersuggest
- Semrush
- Ahrefs
Atau bisa juga mengandalkan Google Search Related, Google Autocomplete, hingga melihat pertanyaan di fitur “People Also Ask“, untuk menemukan variasi keyword yang sering dicari oleh audiens.
Contoh dari pemanfaatan Google Autocomplete:

Dengan mengombinasikan hasil dari tools riset keyword dan menganalisis perilaku pencarian pengguna, teman-teman dapat dengan mudah mengidentifikasi short tail dan long tail keyword yang paling relevan untuk mendukung strategi SEO dan meningkatkan performa konten pada website Anda.
Long Tail vs Short Tail Keyword: Mana yang Lebih Baik?
Setelah mengetahui masing-masing pengertian dari kedua keyword tersebut, mungkin Anda akan kembali bertanya saat hendak membuat konten:
“mana yang lebih baik antara long tail vs short tail keyword?”
Sejatinya, long tail dan short tail keyword mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing untuk membantu Anda mendapatkan organic traffic di Google.
Long tail keyword akan membantu Anda mempunyai kesempatan yang besar untuk bisa mendapatkan ranking tinggi dan traffic Google.
Sebab, umumnya long tail keyword mempunyai persaingan yang lebih kecil dibandingkan short tail keyword.
Lalu, keyword yang satu ini juga penting untuk meningkatkan conversion.
Mengapa demikian?
User yang mengetikkan keyword yang lebih spesifik biasanya sudah punya kebutuhan yang spesifik.
Saat mengetikkan query di Google, sebenarnya mereka mencari website yang bisa membantu memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga mereka memiliki kemungkinan convert lebih tinggi dibandingkan user yang mengetikkan keyword pendek/short-tail.
Menurut Neil Patel, long tail keyword yang terdiri dari empat kata atau lebih merupakan 95,88% dari total pencarian Google.
Artinya, akan ada banyak klik yang didapatkan dari konten yang menggunakan long tail keyword.
Semakin banyak Anda membuat konten (berkualitas) yang menarget berbagai long tail keyword berbeda, semakin besar juga kesempatan Anda mendapat traffic.
Meski begitu, Anda tidak boleh mengabaikan short tail keyword begitu saja.
Pasalnya, keyword yang satu ini juga akan membantu Anda untuk membangun brand awareness.
Sebab, search volume-nya terhitung sangat tinggi dan otomatis ada banyak user yang melakukan pencarian keyword ini.
Di sisi lain, dengan persaingan short tail keyword yang berat, usaha yang perlu dilakukan juga menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bersaing di long tail keyword.
Misalnya kalau untuk bersaing di long tail keyword hanya butuh membuat konten yang unik dan berkualitas, untuk bersaing di short tail keyword butuh tools untuk riset kompetitor + membuat konten unik dan berkualitas + melakukan amplifikasi/distribusi konten dsb.
Demikian penjelasan mengenai mana yang lebih baik antara long tail vs short tail keyword.
Kembali lagi ke awal, keyword research harus dikerjakan dengan baik demi mendapatkan traffic yang baik pula.
Long tail dan short tail keyword akan mendatangkan traffic dan conversion yang tinggi jika Anda menggunakannya dengan tepat sesuai dengan search intent.
Apabila teman-teman memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!
Diperbarui oleh: Apri
Referensi:
https://www.searchenginejournal.com/keyword-research/long-tail-keywords/#close
2 Comments
Ulasan yang cukup bermanfaat terutama bagi para blogger yang menjadikan blognya sebagai referensi informasi yang dibutuhkan para pembaca. Mengandalkan long tail keyword untuk saat ini cukup efektif menjaring trafik dan jika kontennya berisikan jualan sebuah produk, maka tingkat konversinya bisa mencapai diatas 80%.
Terima kasih mas sudah membaca artikelnya, semoga bermanfaat! Betul sekali, long tail bisa jadi alternatif yang tepat untuk meningkatkan conversion rate