Reverse proxy (proksi terbalik) merupakan server perantara sebelum masuk di server utama.

Lalu, apakah reverse proxy ini bermanfaat untuk SEO?

Atau malah berbahaya?

Berikut jawabannya.

Apa itu Reverse Proxy?

Reverse proxy adalah server yang berada di depan server web utama yang menjadi perantara sebelum request (permintaan) masuk ke server utama.

Sehingga request dari user (pengguna) tidak langsung ke server utamanya, file website hanya ditampilkan dari stage proxy-nya saja.

Fungsi Reverse Proxy

Menurut Miftahul Khoir:

Fungsi awamnya itu sebagai pengamanan server utama, ningkatin performa lewat cache, mengatur SSL dan routing biar rapi, membagi traffic ke server (jika pakai lebih dari satu server).

Menurutnya lagi,

Di SEO, teknik ini sering dipakai buat website yang punya lebih dari satu server, atau web yang butuh load balancing biar akses tetap cepat dan stabil walaupun trafik lagi tinggi.

Berdasarkan pernyataan Eki Riandra, SEO Technical Practicioner di Indonesia, reverse proxy bisa bermanfaat tergantung penggunaanya.

Jika di-utilize, bisa membantu engineer team untuk reverse proxy (proxy pass) dalam hal managing url structure.

Ada case bisnis yang memiliki 2 domain yang berbeda untuk bisnis dan blog. Namun dengan proxy pass, akhirnya bisa menjadi 1 domain saja.

Contoh awalnya:

Abc.com -> bisnis.
Def.com -> blog.

Dengan proxy pass, def.com bisa di-mirroring menjadi abc.com/blog.

Dari segi case ini bisa bermanfaat, tapi dengan penggunaan yang hati-hati.

Berikut adalah rangkuman fungsi dari reverse proxy:

  • Sebagai load balancing.
  • Menjaga performa server tetap stabil.
  • Menjaga satu sumber utama dari sisi domain atau Internet Protocol (IP).
  • Mencegah bot crawler bingung karena IP atau respon dari server yang berbeda.
  • Membuat struktur URL lebih rapi.
  • Performa website menjadi lebih baik.
Baca Juga:  Mengenal Apa itu Rendering di SEO & Bagaimana Cara Optimasinya

Seperti Apa Cara Kerja Reverse Proxy?

Dok. CloudFlare

Reverse proxy bekerja dengan cara mengintervensi permintaan client (klien).

Klien yang dimaksud ada dua, yaitu user dan bot crawler (robot perayap).

Apakah sama dengan forward proxy?

Jawabannya adalah tidak, pasalnya forward proxy berada di depan klien.

Sementara reverse proxy terjadi ketika klien mengirim permintaan ke server asal situs web, kemudian permintaan tersebut dicegat di network edge (tepi jaringan) oleh reverse proxy server.

Setelah itu reverse proxy server akan mengirim permintaan ke server asal dan menerima responsnya, lalu mengirimkannya ke klien.

Apakah Reverse Proxy Bermanfaat untuk SEO atau Berbahaya?

Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan jika reverse proxy itu memberikan benefit positif untuk SEO.

Sebab reverse proxy membuat server website menjadi lebih stabil, mencegah peretasan, meningkatkan performa dengan cache, mengatur SSL dan routing, bahkan mencegah bot crawler kebingungan saat mengaksesnya.

Reverse proxy juga bukan cloaking (penyelubungan), karena cloaking secara definisi maksudnya adalah menampilkan isi konten yang berbeda antara user dan bot, terlepas bagaimana servernya dikonfigurasikan.

Cloaking adalah bentuk spam di SEO yang mana perlu teman-teman hindari.

Jika ternyata reverse proxy berdampak buruk untuk SEO, kemungkinan besar hal itu terjadi karena konfigurasinya salah atau tidak rapi.

Bisa juga karena diaplikasikan dengan niat yang salah.

FAQ dengan Eki Riandra

Apakah Reverse Proxy Cocok untuk Website Kecil atau Hanya Sedang ke Besar?

Biasanya ini dilakukan oleh website sedang dan besar seperti ecommerce, karena biasanya mereka memiliki asset atau api services yg di store (simpan) di tempat lain.

Jadi metode reverse proxy dan proxy pass digunakan untuk membuat mereka bisa di-utilize di sebuah url yang standar.

Baca Juga:  Apakah Core Web Vitals (Data Web Inti) Memengaruhi Ranking di Google Search?

Metode ini memberikan benefit untuk SEO dalam hal consolidate (menggabungkan) URL, lebih mudah dalam mengatur site structure dan juga security (keamanan) untuk sisi infrastruktur.

Performa website pun terbantu karena bisa mempermudah untuk caching dan CDN (Content Delivery Network) utilization.

Terkait Mirroring, Apakah ini Akan Terdeteksi Redirect?

Ketika melakukan proxy pass, dan jika crawler hit url tersebut, tentu hal ini akan terdeteksi redirect 301/302.

Namun jika dibandingkan antara risiko dengan benefit yang dihasilkan, maka jauh lebih memberikan dampak positif untuk SEO.

Yaitu, memudahkan dalam hal site structure, semuanya masuk dalam sub folder dibanding sub domain dan performa website yang lebih baik.

Penutup

Reverse proxy bukanlah hal berbahaya untuk performa SEO website selama Anda atau tim dev teman-teman mengkonfigurasinya dengan benar dan rapi.

Malah ia dapat memberikan manfaat tersendiri seperti yang sudah dipaparkan di atas.

Jadi, apakah teman-teman berencana menerapkannya? Atau malah sudah menerapkannya untuk mendukung aktivasi SEO Anda? Beri tahu kami di kolom komentar.

Demikianlah tulisan mengenai pengertian reverse proxy, fungsi, cara kerja, hingga pengaruhnya di SEO ini, jika teman-teman memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Referensi:

https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:activity:7396959067291807744

https://www.cloudflare.com/learning/cdn/glossary/reverse-proxy

Author

I began my SEO journey in 2017 and deepened my expertise in 2019. Since then, I’ve managed SEO for Farmaku.com, DokterSehat.com, and Impulse Digital Agency, while also contributing to DailySEO ID. Now, as a full-time freelancer, I focus on helping B2B companies improve their search visibility and achieve their goals.

Write A Comment