Sebagai pemilik website, tentunya Anda ingin memastikan bahwa pengunjung mendapatkan pengalaman yang terbaik ketika mereka berinteraksi dengan website teman-teman. Namun, terkadang muncul beberapa permasalahan yang mengganggu, seperti broken link, yaitu link yang saat diklik malah memunculkan halaman yang error.

Keberadaan broken link dalam sebuah website dapat membuat pengunjung menjadi frustasi dan akhirnya memilih untuk meninggalkan website. Ditambah lagi, membiarkan broken link juga memiliki dampak negatif bagi upaya SEO Anda.

Namun jangan khawatir, lewat artikel ini kami akan menghadirkan secara lengkap informasi mengenai bagaimana strategi yang efektif dalam menangani broken link—baik internal link maupun external link—dalam website. Mulai dari teknik-teknik untuk menemukannya, hingga pilihan solusi untuk memperbaikinya.

Mengapa Internal Link dan External Link Penting untuk SEO?

Internal link adalah link yang berada di halaman website kita, yang mengarah ke halaman lain di website/domain yang sama. Sedangkan external link merupakan link yang mengarahkan user menuju website/domain lain.

Kedua jenis link ini merupakan komponen yang penting untuk diperhatikan dalam menjalankan upaya SEO. Bahkan berbagai bukti menunjukkan bahwa internal link merupakan salah satu faktor yang memengaruhi ranking pencarian dari suatu halaman web.

Internal link berguna untuk membantu search engine menemukan halaman-halaman lain yang bisa di-crawl dan memahami struktur dari sebuah website. Selain itu, dari segi pengalaman pengguna (user experience) internal link memiliki peran krusial dalam membantu pengunjung menjelajahi dan mencari informasi dalam sebuah halaman web secara efisien.

Di sisi lain, external link seringkali digunakan untuk menaut sumber informasi yang digunakan dalam membuat konten di suatu halaman web. Jangan lupa, external link dari halaman web kita merupakan inbound link atau backlink bagi website lain yang diberi link.

Apa yang Dimaksud dengan Broken Link?

Secara sederhana, broken link adalah sebuah link atau tautan dalam sebuah halaman web yang mengarahkan user kepada halaman web yang tidak bisa diakses karena berbagai alasan, beberapa diantaranya:

  • Halaman landing page yang sudah dihapus
  • Halaman web yang sudah dipindahkan tetapi tautannya belum diperbarui
  • Terdapat typo pada URL tautan
  • Tautan mengarah ke URL page yang salah
  • Error pada server yang menyebabkan URL tidak bisa diakses
Baca Juga:   Apakah Click Depth Memengaruhi Ranking di Google Search?

Dampak Buruk dari Broken Link

Jika dibiarkan, keberadaan broken link dapat membawa beberapa dampak buruk bagi website teman-teman. Berikut 3 dampak negatif utama yang bisa dialami oleh website Anda karena munculnya broken link.

1. Menurunnya Pengalaman Pengguna Website

Web visitor yang men-klik broken link akan diarahkan menuju page dengan status error (baik 4xx maupun 5xx). Hal ini dapat menyebabkan mereka frustasi dan meninggalkan website Anda.

2. Hilangnya Potensi Traffic Website

Internal link merupakan salah satu jalur yang digunakan oleh search engine untuk menemukan halaman baru pada website Anda.

Jika search engine gagal melakukan crawling pada website teman-teman dengan baik, maka website Anda bisa kehilangan potensi traffic.

3. Memberikan Efek Negatif terhadap SEO

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, salah satu manfaat dari internal link adalah untuk membantu search engine untuk memahami struktur website Anda.

Oleh karena itu, jika website Anda memiliki banyak broken internal link maka hal ini dapat berpengaruh buruk terhadap upaya SEO Anda.

Penyebab Munculnya Broken Link

Sebelum mempelajari cara memperbaiki broken link pada website, Anda perlu terlebih dahulu mengetahui apa saja hal yang dapat menyebabkan munculnya broken link.

Hal ini penting agar ke depannya Anda dapat menghindari permasalahan yang sama terjadi pada website Anda. Di bawah ini merupakan beberapa situasi yang dapat menyebabkan munculnya broken link.

1. URL dari Page Telah Berubah

Jika ada perubahan URL pada sebuah halaman web, maka semua link yang mengarah ke URL yang lama akan mengantar user kepada broken page.

Sebagai contoh, Anda memiliki halaman dengan URL sebagai berikut:
https://domainanda.com/about

Namun setelah beberapa waktu Anda kemudian mengubah URL halaman tersebut menjadi:
https://domainanda.com/about-us

Maka setiap link pada website Anda yang mengarah ke URL lama akan menjadi broken link.

2. Memasukkan URL yang Salah Ketika Membuat Link

Broken link juga dapat muncul karena adanya kesalahan ketik atau copy ketika memasukkan URL pada sebuah link.

Hal ini seringkali terjadi karena beberapa hal kecil seperti lupa menyertakan “https://” atau “http://” pada URL, atau juga menambahkan spasi pada URL, atau typo (typing error) alias salah ketik.

Misalnya Anda memasukkanhttps://domainanda.com/about us padahal seharusnya https://domainanda.com/about-us

3. Page dalam Tautan telah Hilang

Page pada tautan yang telah dihapus atau dipindahkan juga menjadi salah satu penyebab munculnya broken link.

4. Mengubah Struktur URL Tanpa Melakukan Redirecting pada URL Lama

Terkadang mengubah struktur URL menjadi hal yang tidak dapat dihindari ketika Anda ingin melakukan pembaruan pada website Anda.

Namun selalu ingat untuk melakukan redirecting pada URL lama ketika Anda memilih untuk mengubah struktur URL website Anda agar terhindar dari broken link.

Broken internal link dapat muncul ketika mengubah struktur URL karena URL yang lama menjadi tidak dapat diakses lagi oleh user. Sebagai contoh, Anda memiliki website dengan struktur URL seperti ini:

  • https://domainanda.com/produk-1
  • https://domainanda.com/produk-2
  • https://domainanda.com/produk-3

Kemudian karena ingin memperbarui website, struktur URL pada website Anda dirubah menjadi:

  • https://domainanda.com/produk/produk-1
  • https://domainanda.com/produk/produk-2
  • https://domainanda.com/produk/produk-3

Dalam contoh kasus di atas, setiap internal link yang masih mengarah ke struktur URL lama Anda akan menjadi broken link.

5. Broken Element dalam Halaman Web

Masalah lain yang dapat menyebabkan munculnya broken link adalah terjadinya malfungsi pada plugin atau elemen lain yang ada dalam halaman web.

Baca Juga:   Panduan SEO WordPress agar Website Kita Makin Optimal, Pemula Wajib Baca!

Beberapa elemen yang biasanya rawan terjadi malfungsi antara lain plugin media sosial, contact form, dan file Javascript atau CSS.

Cara Menemukan Broken Link dalam Website

Tentu Anda bisa memeriksa satu per satu link di setiap halaman untuk memastikan bahwa tidak ada broken link pada website Anda. Namun cara manual seperti ini sangat tidak efisien dan akan memakan banyak waktu.

Untuk mempermudah Anda, berikut kami rangkum beberapa metode yang lebih praktis dan efisien untuk memeriksa broken link pada website.

1. Google Search Console

Metode ini bisa Anda gunakan jika website Anda sudah terhubung dengan akun Google Search Console. Dalam Google Search Console, Anda dapat memantau broken internal link, yang telah ditemukan oleh Google ketika mereka melakukan proses crawling di website teman-teman.

Informasi ini bisa Anda temukan di bagian Coverage Report.

coverage report google search console

Untuk menemukan broken link, masuk ke bagian ‘Excluded’ dan periksa apakah ditemukan beberapa error di bawah ini:

  • Not found (404)
  • Soft 404
  • Blocked due to unauthorized requests
  • Blocked due to access forbidden (403)
  • Atau blocked karena erorr 4xx lainnya

Jika ditemukan satu atau lebih error di atas, maka Anda bisa men-klik salah satu error tersebut untuk melihat kumpulan URL yang bermasalah.

not found 404 google search console

Untuk melihat pada page mana saja didapati link menuju URL yang bermasalah tersebut, copy URL yang Anda temukan pada bar “Inspect URL” di bagian atas.

inspect url google search console

Dari hasil inspect, perhatikan informasi pada kolom ‘Referring page’ untuk mengetahui lewat halaman mana URL yang bermasalah tersebut dapat ditemukan.

Baca juga: Google: Status Discovered – Currently Not Indexed (Ditemukan – saat ini tidak diindeks) di Search Console bisa Bertahan Selamanya!

2. Screaming Frog

Screaming Frog merupakan sebuah tool website crawler yang dapat menyediakan rangkuman berbagai data dan informasi dari website Anda yang berkaitan dengan SEO. Tool SEO ini bisa Anda download secara gratis dan tersedia untuk beberapa operating system populer seperti Windows, macOS, dan Ubuntu.

Baca Juga:   Apakah Menggunakan Breadcrumb Memengaruhi Ranking di Google Search?

Jika sudah berhasil men-download Screaming Frog, masukkan URL website Anda pada bar di bagian atas untuk memulai proses crawling.

screaming frog dashboard

Setelah proses crawling selesai, masuk menuju tab “Response Codes” dan pilih filter “Client Error (4xx)” atau “Server Error (5xx)” untuk menemukan kumpulan URL yang bermasalah.

screaming frog response code report

Untuk mengetahui halaman mana saja yang menaut URL tersebut, klik salah satu URL dan masuk ke tab “Inlinks” di bagian bawah dashboard.

screaming frog inlinks report

Perlu Anda ketahui bahwa tool ini bisa digunakan secara gratis namun dengan crawl limit sebanyak 500 URL. Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki website dengan jumlah halaman melebihi limit tersebut, maka Anda harus menggunakan versi berbayarnya dengan membeli lisensi seharga £149 per tahunnya.

Baca juga: 7 SEO Tools Gratis untuk Membantu Aktivitas SEO Kita

Solusi Memperbaiki Broken Link

Setelah memiliki list lengkap mengenai broken link pada website Anda beserta penyebabnya, maka Anda dapat mulai untuk menentukan solusi apa yang paling tepat untuk memperbaikinya.

Dari setiap penyebab munculnya broken link, berikut beberapa solusi yang tersedia.

1. Melakukan Redirect Link

Jika teman-teman menemukan ada banyak sekali broken internal link di website Anda karena URL dari halaman web yang ditaut telah mengalami perubahan, maka Anda dapat melakukan redirect pada link tersebut menuju URL yang baru. Solusi ini juga tepat untuk dipilih ketika Anda sedang melakukan perubahan struktur URL.

Gunakan permanent redirect (301) agar Google mengubah semua informasi tentang URL lama di index-nya ke yang baru. Tergantung konfigurasi server atau website-nya, teman-teman bisa memanfaatkan .htaccess maupun menggunakan plugin (bagi yang website-nya berbasis WordPress self-hosted) untuk melakukan hal ini.

2. Memperbarui Link

Jika broken link disebabkan karena adanya typo pada penulisan URL yang ditaut, maka solusi paling praktis yang bisa Anda lakukan adalah memperbaiki URL tersebut sehingga dapat menuju ke halaman yang benar.

3. Membuang Link

Pada beberapa kasus, Anda mungkin perlu untuk membuang link yang bermasalah. Hal ini biasanya dilakukan ketika halaman yang dituju sudah dihapus atau sudah tidak lagi tersedia.

Kesimpulan

Demikian pembahasan singkat mengenai cara menemukan dan memperbaiki broken link dalam sebuah webite.

Memperbaiki broken link memang nampak sebagai hal yang remeh temeh. Namun jika hal ini diabaikan, kelamaan akan menimbulkan efek yang buruk terhadap upaya SEO yang Anda lakukan.

Sebagai salah satu best practice, Anda bisa menjadwalkan secara rutin pemeriksaan link di website Anda satu atau dua bulan sekali.

Jika Anda memiliki kesulitan, Anda bisa bergabung dan mendiskusikannya di grup Telegram DailySEO! Di sana Anda bisa mendiskusikan lebih lanjut mengenai broken link atau topik seputar SEO lain dengan pegiat SEO lainnya.

Sumber:

https://www.searchenginejournal.com/fix-broken-internal-links/

https://seo-hacker.com/broken-links-seo/

Author

SEO & SEM Specialist at Meson Digital

Write A Comment