Sebagai praktisi SEO, kita pastinya perlu melakukan pencatatan dan analisis data. Salah satu data yang biasa kita berikan kepada klien, tim, maunpun atasan adalah keyword ranking yang di-track secara berkala.

Berbeda dengan SEM (search engine marketing) di mana kita bisa menargetkan keyword tertentu, di SEO, kita tidak bisa menargetkan keyword secara khusus. Melainkan, kita hanya bisa mengoptimasinya saja.

Lantas, apakah keyword tracking menjadi salah satu aktivitas yang perlu dilakukan? Simak jawabannya di artikel ini ya.

Apa Itu Keyword Tracking?

Keyword tracking adalah melacak atau memantau secara berkala ranking di SERP dari keyword yang kita targetkan dan optimasi. 

Contohnya, kita melakukan keyword tracking “cara membersihkan lantai”.

Di awal Januari, keyword tersebut memiliki rank 30 di SERP. Kemudian, ketika kita tracking lagi sebulan kemudian, ranking dari keyword tersebut naik menjadi 5.

Perlukah Kita Melakukan Keyword Tracking?

Jawabannya adalah perlu. 

Meski hanya memantau ranking per 1 keyword saja, banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan jika melakukan keyword tracking.

Manfaat Melakukan Keyword Tracking

a. Analisa Data dan Mendapatkan Insight

Manfaat dari melakukan keyword tracking paling jelas adalah kita bisa menganalisa data dan mendapatkan insight.

Contohnya, jika terjadi kenaikan traffic, biasanya keyword yang kita track mengalami kenaikan ranking.

Namun, jika keyword yang kita track mengalami kenaikan, namun traffic stagnan atau turun. Bisa jadi ada keyword lain yang ranking, faktor musim (seasonality), atau ada perubahan perilaku konsumen, serta penyebab lainnya.

Baca Juga:   Studi Kasus SEO: Traffic Client Naik 719.6% dalam 2 Bulan

b. Early Warning dari Penurunan Performa SEO

Masih bersambung dari poin a. Keyword tracking juga bermanfaat sebagai early warning system dari penurunan performa SEO.

Contohnya, jika traffic kita mengalami penurunan, besar kemungkinan keyword yang kita track mengalami penurunan ranking yang signifikan.

Tentu setelah mengetahui adanya penurunan performa SEO, kita bisa melakukan audit secara keseluruhan, baik itu dari segi konten, technical situs, atau pun backlink dari situs spam.

c. Menjadi Media Komunikasi Pekerjaan Kita kepada Klien

Klien kita belum tentu mengerti soal SEO, sehingga kita perlu cara yang bisa membuat mereka mengerti bahwa kita telah “bekerja” sebagai praktisi SEO.

Cara paling mudah untuk mengomunikasikan pekerjaan kita kepada klien adalah keyword tracking.

Dari keyword tracking, kita bisa memberi tahu klien soal insight atau “peluang” yang ada dari data keyword yang kita track.

d. Menemukan Low-Hanging Fruit

Selain lewat Google search console, kita juga bisa menemukan low-hanging fruit lewat keyword tracking.

Caranya, perhatikan keyword yang kita track dan punya ranking yang bagus. Apakah ada pola atau cluster yang mirip?

Jika ada suatu cluster topik yang mudah sekali ranking di Google, besar kemungkinan topik yang mirip juga akan lebih mudah untuk ranking.

Bagaimana Cara Melakukan Keyword Tracking?

a. Manual Tracking

Cara manual bisa kita pakai jika keyword yang kita track masih dalam jumlah sedikit. Contohnya adalah situs yang baru mulai mengoptimasi SEO-nya.

Lakukan Googling dan cari situs kita di SERP, lalu cari tahu ranking-nya. Jangan lupa untuk menggunakan mode incognito agar tidak ada hasil SERP yang dipersonalisasi.

Setelah melakukan apa yang dijelaskan di paragraf sebelumnya. Gunakan Microsoft Excel atau Spreadsheet dan buat tabel seperti gambar di bawah:

Metode ini hanya mudah dan efektif untuk dilakukan jika ranking situs Anda bagus dan keyword yang di-track masih sedikit, sehingga menurut hemat kami, cara ini tidak kami rekomendasikan.

Baca Juga:   Apakah “Unicorn Keyword” Benar-Benar Ada?

b. Tools SEO

Kabar baiknya, kita tidak harus melakukan keyword tracking secara manual. 

Banyak tools SEO yang menyediakan fitur keyword tracking. Bahkan, dalam Semrush, ada fitur search intent dari keyword-nya.

Cara keyword tracking cukup mudah. Misalnya, di Ubersuggest, cukup add project, ke bagian rank tracking, kemudian masukan keyword yang ingin Anda tracking.

Bagaimana dengan Posisi Rata-Rata di Google Search Console?

Posisi rata-rata di Google search console hanya memberi tahu ranking rata-rata dari suatu laman yang berasal dari berbagai kueri yang masuk di Google. Berbeda dengan keyword tracking yang mana kita memantau keyword secara spesifik.

Karena posisi rata-rata, maka angkanya bisa koma. Berbeda dengan keyword tracking yang mana ranking di Google sudah pasti bilangan bulat.

Pakailah posisi rata-rata dari Google search console dan keyword tracking dari tools SEO agar analisa Anda semakin akurat.

Lakukan Keyword Tracking untuk Analisa Data dan Berkomunikasi dengan Klien

Kesimpulannya, meski ranking dari keyword bukan segalanya di SEO, Anda tetap harus melakukan keyword tracking karena ada banyak sekali manfaatnya. Contohnya adalah mempermudah analisa data dan berkomunikasi dengan klien.

Akhir kata, jadilah seorang praktisi SEO yang data-driven, bukan feeling-driven.

Yuk Gabung Komunitas SEO!

DailySEO ID adalah komunitas SEO yang sangat bermanfaat untuk networking, terutama jika kamu belajar dan mencari insights menarik seputar SEO.

Ayo bergabung di grup Telegram DailySEO ID untuk dapat berdiskusi tentang topik seputar SEO dengan praktisi SEO lainnya!

Saat ini, DailySEO ID juga memiliki series webinar dengan materi SEO ter-update untuk teman-teman yang tertarik belajar SEO langsung dari founder DailySEO ID, Ilman Akbar.

Jika tertarik, teman-teman bisa langsung mendaftarkan diri untuk belajar SEO di sini.

Author

SEO Specialist at sirka.io and currently developing farisyudza.com. I started diving into SEO in early 2022 and eager to learn more!

Write A Comment