Rabu 2 November yang lalu, DailySEO ID mengadakan forum diskusi santai dengan mengangkat topik “apa ekspektasi perusahaan Anda terhadap SEO?”

Obrolan ini diikuti oleh lebih dari 30 orang pengambil keputusan terkait SEO di perusahaan, mulai dari para SEO Lead, hingga C-level atau owner dari berbagai perusahaan dan industri, dari client-side maupun agency-side.

Pada kesempatan tersebut, peserta diskusi saling berbagi mengenai pengalaman mereka dalam menetapkan dan mengatur ekspektasi perusahaan atau klien mereka terhadap SEO agar tetap tepat sasaran dan tentunya realistis. 

Dari hasil diskusi tersebut, kami mendapatkan insights menarik yang mungkin bermanfaat bagi teman-teman yang juga menemukan masalah serupa di tempat kerjanya masing-masing. Berikut beberapa di antaranya!

Mengapa DailySEO ID Membuat Acara Ini?

Selama ini sudah banyak acara/obrolan yang menargetkan audiens praktisi SEO, dengan topik pembicaraan di level teknis operasional. Akan tetapi, belum banyak acara yang mengangkat topik-topik non teknis, yang kontennya bermanfaat bagi orang-orang yang lebih awam terhadap SEO.

Oleh karena itu DailySEO ID merasa perlu membuat acara yang berbeda, untuk audiens pengambil keputusan terkait SEO di perusahaan, agar kita bisa berbicara dan berbagi ilmu di level strategi. Harapannya, ini bisa diterapkan di berbagai perusahaan, bahkan yang belum memulai SEO sekalipun.

Mengapa Mengangkat Topik Seputar Ekspektasi Perusahaan untuk SEO?

Lanskap digital marketing yang terus berkembang pesat turut mengubah perspektif maupun ekspektasi para pemilik bisnis dan eksekutif perusahaan dalam memandang SEO. 

Dari yang sebelumnya dianggap hanya sebagai strategi komplementer semata, SEO saat ini seringkali dipandang sebagai salah satu tonggak utama dari aktivitas digital marketing yang wajib untuk dijalankan demi mencapai kesuksesan di dunia maya.

Namun dalam praktiknya, perubahan paradigma ini seringkali justru menimbulkan permasalahan tersendiri.

Banyak ditemukan klien atau upper management yang ingin menjalankan SEO, tapi kurang memahami apakah tujuan SEO tersebut sejalan dengan tujuan bisnis.

Baca Juga:   Panduan Dasar Google Featured Snippet: Cara Kerja & Tipe-tipenya

Contoh yang paling umum, tim SEO diminta harus ranking 1 untuk kata kunci tertentu. Atau diminta meningkatkan traffic website saja tanpa peduli relevansi terhadap tujuan bisnisnya. Bahkan ada juga perusahaan yang membebankan target ke tim SEO-nya untuk mendapatkan 1.000 backlinks.

Alhasil, strategi SEO yang dijalankan tidak tepat sasaran sehingga pencapaian ranking, traffic, atau bahkan backlinks tadi tidak memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan bisnis.

Tetapkan Tujuan SEO yang Sejalan dengan Tujuan Bisnis

Campaign SEO yang dijalankan dapat dikatakan berhasil jika dan hanya jika mampu memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan bisnis dari teman-teman. 

Maka dari itu, diperlukan kejelian dan kreativitas dari teman-teman untuk mengidentifikasi target SEO seperti apa yang bisa membantu bisnis teman-teman untuk berkembang. Hal ini penting karena setiap model bisnis perusahaan serta fase kedewasaan perusahaan akan membutuhkan strategi SEO yang berbeda-beda. 

Sebagai contoh, salah satu peserta diskusi yang berasal dari perusahaan media menetapkan peningkatan traffic website sebagai target utama dari SEO mereka jalankan.

Pemilihan ini dirasa tepat karena di industri media, jumlah traffic akan menentukan revenue dari placement iklan pada website mereka. Semakin tinggi traffic yang bisa mereka dapatkan, maka akan semakin tinggi juga revenue iklan yang bisa mereka terima.

Berbeda soal dengan peserta yang menjalankan SEO untuk perusahaan B2B misalnya, yang lebih mementingkan kualitas dibandingkan dengan kuantitas traffic website. Perusahaan B2B tidak perlu mengumpulkan traffic website sebesar website media.

Hal yang lebih penting adalah traffic yang didatangkan harus tepat sasaran—calon pelanggan yang membutuhkan produk atau jasa mereka—sehingga leads yang mereka dapatkan pun bisa ikut meningkat.

Contoh lain dari peserta yang me-manage website e-commerce, tujuan SEO-nya adalah untuk mendapatkan pertumbuhan transaksi dari organic search traffic.

Ada pula perusahaan yang produknya berupa mobile app. Mereka memiliki ekspektasi SEO untuk mendukung pertumbuhan mobile app-nya, sehingga traffic ke website diarahkan untuk men-download app-nya.

Dari sini, kita dapat belajar bahwa ternyata SEO tidaklah sekedar untuk meningkatkan ranking di halaman hasil pencarian. SEO harus digunakan dengan tujuan yang tepat untuk membantu perkembangan dari bisnis atau perusahaan.

Baca Juga:   Apakah Exact Match Domain Memengaruhi Ranking di Google Search?

Pentingnya Kuantifikasi Tujuan SEO ke dalam Metrics atau KPI yang Tepat

Masalah lainnya yang seringkali dihadapi dalam mengelola sebuah campaign SEO adalah pemilihan metrics atau KPI untuk mengukur apakah goals yang teman-teman tentukan sudah tercapai atau belum. 

Mungkin saja, pemilihan target SEO yang ditentukan sudah sesuai, namun metrik atau KPI (key performance indicator) yang teman-teman gunakan belum tepat. 

Sebagai contoh, salah satu peserta diskusi bercerita tentang pengalamannya yang keliru dalam memilih metrics SEO, dimana salah satunya menggunakan keywords gapmetrics yang mengukur perbedaan keywords antara website Anda dan kompetitor—sebagai tolok ukur dominasi kompetisi dari website yang ia kelola terhadap kompetitor pada search engine

Padahal, tidak semua keywords yang dimiliki oleh kompetitor relevan dengan produk yang perusahaannya tawarkan sehingga hanya akan sia-sia jika dioptimasi. Dalam kasus ini, metrics keyword gap akan lebih tepat digunakan untuk sekedar membantu mengidentifikasi keyword potensial dari website kompetitor yang bisa Anda olah menjadi konten dalam website Anda.

Perubahan Ekspektasi SEO Itu Bisa Saja Terjadi. Penting untuk Melakukan Manajemen Ekspektasi kepada Upper Management

Anda sudah menetapkan target SEO yang sesuai dengan tujuan bisnis dan metrics yang tepat untuk mengukurnya. Namun seiring berjalannya proyek SEO Anda, mungkin saja hasil yang didapatkan tidak seperti yang diharapkan di awal.

Permasalahan seperti ini juga sangat familiar dihadapi ketika menjalankan campaign SEO. Beberapa peserta sempat membagikan pengalamannya di diskusi tersebut.

Misalnya sebuah perusahaan online travel agency yang fokus menjual tiket pesawat. Tahun 2020, tiba-tiba mereka tidak mendapatkan traffic growth (apalagi penjualan) karena COVID-19 merebak, buntut berbagai kebijakan untuk mencegah penularan COVID-19.

Akan tetapi, setelah situasi lebih kondusif, mereka mendapatkan growth opportunity lainnya, yaitu dari topik-topik seputar kebijakan transportasi di masa pandemi. Contohnya, konten “syarat naik pesawat terbang.”

Contoh lainnya tentang target SEO yang berhasil tercapai, sehingga target awal menjadi sudah kurang relevan lagi. Situasi ini dialami oleh salah satu peserta yang perlu meyakinkan upper management perusahaannya untuk mengubah ekspektasi SEO.

Tujuan sebelumnya adalah meningkatkan traffic, berubah menjadi hanya untuk menjaga traffic tetap stabil. Hal ini terjadi karena perusahaan sudah menguasai hampir seluruh market share di SERP (sudah ada di posisi atas dan mendapatkan mayoritas organic search traffic), sehingga tidak mungkin tumbuh lagi.

Baca Juga:   Seperti Apa Cara Kerja Google Search Engine?

Contoh perubahan ekspektasi SEO lainnya terjadi pada sebuah agency, yang di kasus ini tidak memiliki kontrol penuh terhadap website kliennya. Pertumbuhan SEO-nya sangat terhambat karena terdapat beberapa perubahan di website yang belum bisa terealisasi bahkan sampai satu kuarter, sebab websitenya dikelola oleh vendor lain (bukan langsung oleh kliennya).

Menjalankan proyek SEO—apalagi website skala besar—bukanlah one man show yang bisa teman-teman kerjakan sendirian tanpa ada campur tangan dari orang lain. Seringkali teman-teman perlu bekerjasama dengan pihak eksternal atau tim lain dalam mengimplementasi strategi SEO yang telah direncanakan sehingga kelancarannya pun turut bergantung kepada mereka.

Dengan kejadian-kejadian ini, kita semakin yakin bahwa SEO merupakan domain yang sangat dinamis dengan berbagai faktor eksternal yang menimbulkan ketidakpastian. entah itu perubahan algoritma search engine, munculnya tren baru, atau juga kehadiran kompetitor baru.

Hal-hal tidak terduga seperti ini bisa turut memengaruhi hasil optimasi yang teman-teman jalani sehingga mungkin ekspektasi hasil yang sudah ditetapkan di awal menjadi tidak tercapai.

Tugas teman-teman sebagai project leader-lah yang perlu untuk mengelola ekspektasi hasil SEO agar tetap dinamis. Ketika di tengah jalan ditemukan faktor eksternal yang berpotensi menghambat berjalannya proyek SEO, maka teman-teman juga harus lihai untuk mengubah target yang sudah ditetapkan di awal menjadi lebih realistis.

Perubahan-perubahan tersebut adalah hal yang wajar terjadi pada proyek SEO dan seharusnya bukan menjadi masalah selama teman-teman dapat mengomunikasikannya dengan baik dengan klien atau upper management teman-teman.

___________

Itu dia beberapa rangkuman dari hasil sesi diskusi bersama kami mengenai cara mengelola ekspektasi perusahaan terhadap SEO. Rencananya, DailySEO ID akan mengadakan sesi ini satu bulan sekali untuk membahas isu-isu strategis seputar SEO.

Jika teman-teman punya ide atau masalah yang ingin dibahas di sesi selanjutnya, bisa teman-teman bagikan di kolom komentar ya! Bergabunglah juga ke grup Telegram di sini, agar bisa berdiskusi dengan pemimpin marketing lainnya, maupun dengan praktisi SEO.

Author

SEO & SEM Specialist at Meson Digital

Write A Comment