Konten evergreen adalah salah satu strategi untuk mendatangkan traffic secara konsisten, minim usaha karena hanya perlu diproduksi sekali saja.

Kini AI Search Summary (rangkuman pencarian AI) berpotensi bikin konten ini tidak berguna lagi.

Benarkah demikian? Mari kita kupas jawabannya bersama-sama.

Pendapat Tim Soulo

Tim Soulo dari Ahrefs baru-baru ini memosting di X bahwa AI menjadikan pembuatan dan penerbitan konten evergreen (tidak berpatokan dengan waktu seperti berita) menjadi obsolete (usang) dan tidak lagi bernilai investasi.

Pernyataan ini ia keluarkan karena AI summary menghasilkan lebih sedikit klik bagi para webmaster atau publisher (penerbit).

Tim Soulo juga berpendapat bahwa fokus pada topik yang sedang tren mungkin lebih menguntungkan, dan menyebutnya dengan istilah Fast SEO (SEO Cepat).

Alasan Membuat Konten Evergreen

Konten evergreen bisa menjadi topik dasar yang umumnya tidak banyak berubah dari tahun ke tahun.

Contohnya jawaban untuk pertanyaan tentang “cara menulis di Google Docs” umumnya akan selalu sama, jika ada perubahan pun tidak akan banyak.

Konten evergreen juga menjanjikan sumber traffic yang stabil.

Bagaimana bisa?

Sederhana saja, setelah webpage (halaman web) mendapatkan ranking untuk topik evergreen, publisher pada dasarnya hanya perlu memastikan halaman tersebut selalu update agar tetap relevan.

Apakah AI akan “Merusak” Traffic Konten Evergreen?

Konten jenis evergreen dapat dengan mudah dijawab dengan AI summary, cenderung tidak akan diklik oleh user karena AI meringkas jawaban dan user puas dengan jawabannya tanpa perlu mengunjungi website yang dikutip.

Tim Soulo menulis:

Era “SEO konten evergreen” telah berakhir. Kita memasuki era “Fast SEO”.

Tak ada gunanya menulis “Panduan Lengkap untuk …..” lagi. Kebanyakan topik evergreen sudah dibahas penuh dan menjadi pengetahuan umum. Karena itu, Google dengan senang hati menampilkannya sebagai respon AI, dan para pencari merasa nyaman dengannya.

Sebaliknya, peluang sesungguhnya terletak pada menemukan dan memuat tren baru, atau bahkan menciptakan tren sendiri.

Situasi Konten Evergreen Lebih Buruk dari yang Terbayangkan

Masalah teknis yang tidak disinggung oleh Tim Soulo namun masih relevan adalah sulitnya membuat konten “Panduan Lengkap untuk X, Y, Z” atau “Panduan Definitif untuk A, B, C” dan berharap konten tersebut benar-benar fresh (baru) dan berbeda dari yang sudah diterbitkan oleh website lain.

Baca Juga:  Commodity Content: Ciri-Ciri, Contoh, dan Apakah Buruk untuk SEO?

Alasannya antara lain:

  • Semakin banyak publisher yang menerbitkan konten evergreen.
  • Orang-orang mengonsumsi berbagai jenis format konten (teks, audio, dan video).
  • Algoritma pencarian berfokus pada kualitas, dan mengabaikan mereka yang lebih berfokus pada SEO daripada pada manusia.
  • Sinyal user behaviour (perilaku pengguna) lebih berdampak daripada sinyal link tradisional, dan para praktisi SEO masih belum memahami hal ini, sehingga ranking sulit didapat.
  • Query Fan-Out menyebabkan gangguan di industri SEO.

Mengapa Query Fan-Out Bisa Menjadi Gangguan?

Konten evergreen merupakan tantangan yang berat, diperparah lagi oleh fakta bahwa AI meringkas kontennya.

Dengan adanya Query Fan-Out, AI mungkin akan mengarahkan klik ke website lain yang dikutip olehnya karena website tersebut memberikan jawaban atas pertanyaan lanjutan dari query penelusuran awal.

Query Fan-Out menampilkan jawaban atas pertanyaan awal dan pertanyaan lanjutan berdasarkan pertanyaan awal.

Jika user puas dengan ringkasan pertanyaan awal, mereka mungkin tertarik pada salah satu pertanyaan lanjutan, dan salah satunya berpotensi diklik oleh mereka, bukan jawaban dari pertanyaan awal.

Menyebalkan sekali bukan? Sudah kontennya dikutip di AI, tapi yang diklik malah website lain.

Hal ini mengubah arti dan tujuan dari penargetan query penelusuran. Lalu bagaimana SEO menargetkan pertanyaan lanjutan ini?

Daripada menargetkan query utama dengan traffic yang tinggi, akan lebih masuk akal bagi kita untuk menargetkan query lanjutan dengan konten evergreen.

Belum Mati! Konten Evergreen Masih Hidup

Konten evergreen masih hidup dan tentunya masih berguna, alasannya yaitu tentang user demand (adanya permintaan dari pengguna), pertanyaan mendasar akan tetap ada dan tentu untuk waktu yang lama.

Orang-orang akan selalu mencari “cara melakukan keyword research” atau “cara membuat website di WordPress“.

Baca Juga:  Cornerstone Content: Konten Utama untuk Tingkatkan Brand Awareness dan Authority Bisnis

Banyak pengguna lebih menyukai stabilitas panduan yang telah ditinjau dan di-update oleh brand terpercaya.

Ini bukan tentang menjadi sebuah brand, namun ini tentang menjadi website yang terpercaya, disukai, dan direkomendasikan.

Resource (sumber daya) yang kuat dapat menjadi sumber kanonik dari suatu topik, mendapatkan ranking tinggi selama bertahun-tahun dan menghasilkan user behaviour yang baik akan memperkuat otoritasnya dan menandakan kualitas yang dapat dipercaya.

Sebaliknya, trend-driven (konten yang sedang tren) seringkali hanya memberikan lonjakan traffic sesaat sebelum pada akhirnya turun drastis.

Tim redaksi juga akan kesulitan karena mereka membutuhkan upaya konstan untuk menjadi yang pertama dan terbaik, sangat melelahkan!

Solusinya? Lakukan Semuanya

Pilihan antara memproduksi konten evergreen dan trend-driven tidak harus kaku dan berlawanan, ada opsi ketiga sebagai solusi di mana teman-teman bisa membuat keduanya.

Topik evergreen dan trend-driven dapat saling melengkapi karena keduanya memberikan peluang untuk mengarahkan traffic dari satu sisi ke sisi lainnya.

Konten trend-driven dapat terhubung ke topik evergreen, dan juga sebaliknya, hal ini bertujuan untuk membuat user merasa puas, nyaman, dan terbantu dengan konten yang kita miliki.

Jangan lupa juga untuk fokus pada user, orang, manusia, karena pola pikir kita harus benar, yaitu membantu mereka, dan bukan hanya sekedar mengakali bot baik itu bot search engine maupun bot AI.

Demikianlah tulisan mengenai potensi AI Summary (rangkuman AI) membuat konten evergreen menjadi tidak/kurang berguna lagi ini, jika teman-teman memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

References:

https://www.searchenginejournal.com/are-ai-search-summaries-making-evergreen-articles-obsolete/556721

Author

I began my SEO journey in 2017 and deepened my expertise in 2019. Since then, I’ve managed SEO for Farmaku.com, DokterSehat.com, and Impulse Digital Agency, while also contributing to DailySEO ID. Now, as a full-time freelancer, I focus on helping B2B companies improve their search visibility and achieve their goals.

Write A Comment