Sebelum mempublikasikan artikel, para praktisi SEO, mungkin salah satunya Anda, mulai mengecek aspek-aspek seperti keyword, internal link, meta title, meta description, hingga heading structure.

Semua dirasa sudah siap untuk dipublikasikan.

Akan tetapi, saat membagikannya ke social media (media sosial), judul artikel dan image-nya sangat berantakan.

Kadang kita sering melupakan optimasi di bagian open graph atau og.

Secara garis besar, open graph ini dibuat oleh Facebook guna mengambil meta data dari website untuk nantinya ditampilkan melalui berbagai platform media sosial.

Kalau open graph itu buat media sosial, memangnya penting buat SEO (Search Engine Optimization) juga?

Nah, pertanyaan teman-teman tersebut akan kita bahas melalui artikel ini. Jangan pergi dulu! Mari kita pelajari bersama-sama!

Apa itu Open Graph?

Open graph merupakan kode snippet yang bisa Anda tambahkan ke halaman website teman-teman guna membuat tampilan konten terlihat menarik saat dibagikan oleh user ke berbagai platform media sosial.

Meski teman-teman merasa bahwa mengoptimasi bagian SEO saja sudah cukup untuk meningkatkan organic traffic, hal tersebut akan sirna begitu saja ketika ada user yang membagikan konten Anda ke media sosial, tetapi tampilan konten Anda berantakan, seperti tidak ada image-nya atau judul artikelnya.

Oleh karenanya, open graph memegang peranan penting supaya tampilan konten Anda terlihat menarik saat dibagikan ke media sosial.

Secara tidak langsung, hal ini juga berkaitan dengan optimasi SEO media sosial untuk meningkatkan social traffic.

Contoh sederhananya, ketika saya membagikan konten DailySEO ID ke LinkedIn, maka tampilannya terlihat seperti ini saat dioptimasi open graph-nya.

Dok: Maulana Adieb

Untuk tampilan open graph di kode HTML, biasanya terletak di bawah bagian <head>.

Contoh tampilan og dari halaman DailySEO ID bisa dilihat di bawah ini.

Dok: Maulana Adieb

Apakah Optimasi Open Graph Penting untuk SEO?

Jawabannya: secara tidak langsung open graph memengaruhi performa SEO teman-teman. 

Mengapa demikian?

Pasalnya, aktivitas membagikan konten ke media sosial bisa mengembangkan strategi off page SEO teman-teman.

Ketika konten yang dibagikan struktur dan isinya bagus, besar kemungkinan user akan mengunjungi website Anda. 

Jadi, bisa dikatakan bahwa optimasi open graph ini juga membantu Anda dalam mendongkrak aktivitas off page SEO serta mendatangkan referral atau social traffic.

Tidak hanya itu, berikut beberapa manfaat yang teman-teman dapatkan saat melakukan strategi optimasi open graph.

1. Meningkatkan Click-through Rate (CTR)

Tampilan konten yang menarik saat dibagikan ke berbagai platform media sosial berpotensi mendatangkan user yang banyak ke website

Baca Juga:  Seberapa Penting SSL Untuk SEO? Kenali Istilah, Jenis dan Kegunaannya

Secara tidak langsung, hal ini juga akan membantu Anda untuk mendapatkan traffic dari sumber lain, yaitu media sosial.

2. Branding yang Lebih Kuat

Di tengah-tengah gempuran AI, SEO saja tidak cukup untuk membangun bisnis dengan baik.

Teman-teman juga perlu memikirkan branding agar brand bisnis Anda dikutip oleh AI.

Salah satu cara untuk memperkuat branding yaitu mengoptimasi open graph

Mengapa demikian?

Sebab, ketika preview konten Anda dibagikan ke berbagai media sosial, maka hal tersebut bisa menjaga brand voice Anda.

Jadi, tidak cuman mengandalkan website saja.

3. Membantu Aktivasi SEO

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, open graph ini juga akan bantu teman-teman untuk mendapatkan social traffic.

Di sisi lain, hal ini juga membantu Anda untuk membangun interaksi yang berkualitas dari user melalui media sosial.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan mendapatkan backlink yang berkualitas juga.

Jenis-jenis Open Graph

Kini, sekarang teman-teman sudah menyadari bahwa open graph mempunyai peran yang cukup penting untuk keberlangsungan SEO.

Di bawah ini, saya akan coba memaparkan beberapa jenis open graph yang sering dipakai atau dijumpai oleh para praktisi SEO.

1. og:title

Sesuai namanya, og:title ini untuk menentukan judul konten Anda serta memberitahu user apa isi konten teman-teman.

Hampir sama seperti penulisan meta title, untuk optimasi og:title disarankan tidak usah terlalu panjang, maksimal di antara 55-60 karakter.

Selain itu, tulis judul yang nge-hook dan deskriptif untuk menggambarkan isi konten.

Jangan lupa, perhatikan penulisan huruf kapital atau kecil dalam judul.

Untuk tampilan og:title di HTML website, kira-kira seperti ini:

<meta property="og:title" content="11 Tips Menulis Judul Artikel yang Menarik untuk Diklik User - DailySEO ID">

2. og:description

Kalau og:description berisi mengenai ringkasan atau deskripsi dari keseluruhan konten yang sudah teman-teman buat.

Untuk praktik terbaik penulisannya, diusahakan kurang dari 120 karakter karena untuk menghindari pemotongan kata.

Lalu, pastikan deskripsi yang Anda tulis menarik, singkat, dan padat supaya menarik perhatian user.

Hal yang paling penting, hindari over-optimize keyword dalam penulisan og:description.

Berikut tampilan og:description pada HTML website

<meta property="og:description" content="Pelajari cara membuat judul artikel yang menarik, relevan, dan SEO-friendly agar performa klik dan trafik website meningkat di sini!">

3. og:image

Og:image memungkinkan teman-teman untuk memasukkan visual yang menarik.

Jadi, ketika dibagikan ke media sosial, maka tampilan preview-nya mampu mendorong user untuk mengklik artikel teman-teman.

Untuk praktik terbaiknya, teman-teman bisa menggunakan gambar dengan ukuran 1200 x 630 piksel dengan format JPEG atau PNG.

Selain itu, pastikan resolusinya cukup tinggi supaya enak dilihat saat dibagikan ke berbagai platform media sosial.

Berikut tampilan og:image di HTML website:

<meta property=”og:image”content=”https://www.dailyseo.id/wp-content/uploads/2026/02/ilustrasi-menulis-judul-artikel-yang-menarik-rsz_christin-hume-hcfwew744z4-unsplash.jpg”

4. og:url

Singkatnya, og:url ini merupakan alamat halaman website Anda yang nantinya jadi sumber media sosial untuk mengambil konten.

Baca Juga:  Mengenal Breadcrumbs: Berbagai Jenis dan Fungsinya untuk SEO

Artinya, sama persis dengan URL slug yang biasa ada di halaman website.

Praktik terbaiknya yaitu menggunakan URL yang tepat serta gunakan canonical.

Berikut tampilan og:url di HTML website:

<meta property=”og:url” content=”https://www.dailyseo.id/on-page/tips-menulis-judul-artikel-yang-menarik/”>

5. og:type

Og:type memberikan gambaran tentang jenis kontennya. Untuk praktiknya, og:type harus sesuai dengan salah satu jenis di bawah ini:

  • Situs web
  • Artikel
  • Buku
  • Profil
  • Video
  • Musik

Berikut contoh og:type di HTML website:

<meta property=”og:type” content=”article”

6. og:site_name

Og:site_name merupakan nama brand bisnis atau website dari teman-teman.

Praktik terbaik dalam menuliskannya yaitu tulis nama brand yang sesuai dengan branding teman-teman serta hindari pengulangan penulis brand apabila sudah dicantumkan pada og:title

Berikut contoh og:site_name:

<meta property=”og:site_name” content=”DailySEO ID”

7. og:locale

Og:locale merupakan negara dan bahasa konten website teman-teman sehingga media sosial lebih mudah untuk mengkategorikannya.

Dalam penulisannya, sebaiknya gunakan kode bahasa dan negara yang benar, urutan penulisannya benar (bahasa_negara), dan gunakan og:locale:alternate untuk bahasa tambahan

Berikut contoh og:locale pada website:

<meta property=”og:locale” content=”en_US”

Cara Implementasi Open Graph pada Website

Sebenarnya, ada dua cara yang bisa teman-teman lakukan untuk implementasi open graph.

Pertama, Anda bisa melakukannya secara manual. Kedua, Anda bisa melakukannya lewat CMS WordPress.

Berikut langkah-langkah detailnya:

1. Implementasi Open Graph Secara Manual

Untuk menambahkan open graph secara manual, Anda bisa mengakses HTML melalui CMS yang dipakai.

Kemudian, tambahkan open graph dengan menyalinkan kode ke bagian <head> pada halaman website.

2. Implementasi Open Graph melalui CMS WordPress

Jika melalui CMS WordPress, sebenarnya caranya cukup sederhana. Anda bisa pakai plugin seperti Yoast SEO.

Jika belum menginstal plugin tersebut, Anda perlu instal terlebih dahulu, lalu kemudian aktifkan plugin-nya pada CMS.

Setelah itu, teman-teman bisa implementasi open graph melalui CMS WordPress dengan mengklik tombol “Social” di bagian bawah CMS saat sudah masuk ke bagian “Tambahkan Postingan”.

Optimasi Open Graph = Optimasi SEO untuk Website

Meski memang sasarannya ke media sosial, tetapi open graph juga bermanfaat bagi website untuk membangun brand bisnis.

Saat ini, di era yang sudah serba AI, branding bisnis menjadi senjata utama yang perlu dipertimbangkan oleh para pelaku usaha. 

Ketika branding-nya sudah kuat, maka brand bisnis tersebut berpotensi dikutip oleh AI search.

Salah satu cara untuk membangun branding yaitu dengan mengimplementasi open graph.

Ketika open graph bagus, maka hal ini akan berpengaruh dengan tampilan halaman website saat dibagikan ke media sosial.

Bagaimana? Sudahkah menerapkan Open Graph untuk website Anda?

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Referensi:

https://www.semrush.com/blog/open-graph

Author

SEO Content Specialist, Median Digital Indonesia | Former SEO Content at Zenius, Hipwee, and Glints | SEO Enthusiast

2 Comments

    • Maulana Adieb Reply

      Bagus mas, ngeblog menurut saya ngga akan pernah mati kalau cuman dipakai buat kepuasan pribadi. Jadi ada sisi orisinalitasnya

Write A Comment