Salah satu hal yang menjadi target dalam SEO (Search Engine Optimization) adalah organic traffic (trafik organik).

Bukankah demikian teman-teman?

Trafik organik menjadi salah satu langkah awal dalam menjalankan sebuah SEO campaign.

Ketika kita sudah mencapai hal tersebut (trafik organik), maka untuk masuk ke funnel selanjutnya pun dapat dilakukan.

Namun, apa sih yang dimaksud dengan trafik organik? Apa yang menjadikannya beda dengan jenis trafik lain?

Nah di artikel ini, DailySEO ID akan mengulas pengertian dari organic traffic serta tips bagaimana cara meningkatkannya.

Apa itu Organic Traffic?

Organic traffic adalah jumlah visitor (pengunjung) website yang datang dari search engine seperti Google dan Bing secara organik tanpa mengeluarkan biaya (iklan) ke search engine tersebut.

Alur organic traffic terjadi ketika audiences mencari sesuatu dengan mengetikkan query pencarian di search engine, kemudian menemukan dan mengunjungi website tersebut (yang tampil tanpa ikon ads).

Lawan dari organic traffic adalah paid traffic (trafik berbayar), yaitu ketika kita menggunakan Google Search Ads atau Bing Search Ads yang membebankan biaya per satu klik atau per visit.

Search Organic

Di atas adalah ilustrasi dan contoh dari perbedaan organic listing dengan paid listing dari Ahrefs.

Tips Meningkatkan Organic Traffic

Meningkatkan organic traffic mungkin akan memakan waktu mulai dari berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan.

Untuk mengoptimalkan dan meningkatkan trafik organik, teman-teman bisa ikuti tips dan panduan di berikut ini:

#1 Memperbarui Konten

Kebanyakan orang bukan hanya ingin mendapatkan informasi bermanfaat saja, tapi juga informasi yang ter-update (terbaru), bukan konten yang dibuat 2 atau 3 tahun lalu yang mungkin sudah tidak relevan lagi.

Google juga sama, ia menyukai website yang menyajikan konten bermanfaat yang fresh (segar) dan pastinya relevan.

Jika konten Anda informasinya sudah usang, maka saatnya untuk Anda melakukan pembaruan konten tersebut.

Cara paling mudah untuk menemukan konten yang sudah lama tidak di-update adalah dengan membuka dashboard CMS Anda (Misalnya WordPress), kemudian filter postingan berdasarkan tahun yang paling lama.

Screenshot contoh postingan artikel dengan filter bulan Desember, tahun 2019 di CMS WordPress.

Bisa juga menggunakan Google Search Console (GSC) dengan meng-compare data performa 6 bulan kebelakang.

Kemudian cek apakah ada penurunan drastis pada impression, click, CTR, hingga position untuk halaman tertentu.

Baca Juga:  Seasonal Content: Kunci Rahasia Meningkatkan Traffic di Momen Tertentu

Jika ada, teman-teman bisa melakukan update content pada halaman tersebut, selain optimasi di sisi lainnya.

#2 Optimalkan Internal Link

Internal link (tautan internal) merupakan link (tautan) dari satu halaman ke halaman lainnya di dalam domain yang sama.

Salah satu fungsi internal link di SEO adalah sebagai “penerus aliran” PageRank alias link equity (ekuitas tautan).

Itu artinya, Anda dapat menggunakan internal link sebagai “alat” untuk meningkatkan performa SEO halaman di website Anda.

Cara mengoptimalkan internal link adalah dengan mencari halaman mana yang performanya turun atau belum sesuai harapan, kemudian sematkan link halaman tersebut pada halaman relevan yang performanya tinggi, atau setidaknya cukup baik.

#3 Redirect Halaman yang Sudah Dihapus

Mungkin Anda menghapus halaman tersebut karena tidak mendatangkan manfaat apapun terhadap website Anda.

Namun akan sangat disayangkan apabila website yang sudah dihapus tersebut memiliki backlink (tautan balik) dari website berkualitas dan sesuai dengan niche website Anda.

Sebab hal ini termasuk dalam menyia-nyiakan link equity, apalagi backlink tersebut tergolong susah didapat.

Untuk menyiasatinya, teman-teman bisa melakukan redirect (301) halaman yang sudah dihapus tadi ke halaman relevan lainnya yang masih existing (ada) di website Anda.

Teman-teman juga bisa menggunakan bantuan tool Site Explorer-nya Ahrefs untuk menemukannya.

Pertama-tama, login ke dashboard Ahrefs.

Setelah login, klik Site Explorer.

Lalu, klik Best by links.

Kemudian Add 404 filter.

Maka akan tampil sejumlah halaman yang memiliki backlink namun statusnya 404.

Terakhir, lakukanlah redirect ke halaman relevan lainnya yang ada di website Anda via .htaccess atau redirect menggunakan plugin jika website Anda menggunakan WordPress.

#4 Optimalkan Meta Title & Description

Jika Anda dapat membuat meta title halaman menjadi lebih menarik bagi audiens, maka halaman tersebut berpotensi untuk mendapatkan klik yang lebih banyak meskipun berada di ranking yang sama.

Sama halnya dengan meta description, karena kedua elemen ini adalah elemen yang biasanya tampil di layout SERP (Search Engine Results Page), dan dapat dilihat langsung oleh para user, sehingga menjadi salah satu faktor penentu apakah mereka mau klik atau tidak.

Jadi, pastikan teman-teman membuat meta title dan description yang menarik, deskriptif, dan tetap logis.

Hindari penggunaan kata-kata dan kalimat yang berlebihan dan terlalu mengada-ngada.

#5 Memasang Schema Markup

Schema markup (markup skema) adalah kode di dalam dokumen HTML yang membantu Google memahami isi halaman.

Dalam konteks ini, menggunakan schema markup merupakan salah satu upaya dalam technical SEO.

Baca Juga:  Apa itu Crawl Budget? Seberapa Penting bagi SEO, dan Bagaimana Cara Mengoptimasinya?

Selain itu, penerapan schema markup juga dapat digunakan untuk menampilkan rich results (hasil kaya) yang juga dikenal dengan istilah rich snippets (cuplikan kaya).

Contoh ilustrasi dari rich snippets:

Dari contoh ilustrasi di atas, search results (hasil pencarian) dengan schema markup tampil lebih menarik secara visual sehingga berpeluang untuk mendapatkan klik yang lebih banyak.

Contoh kode schema markup:

    <script type="application/ld+json">
    {
      "@context": "https://schema.org",
      "@type": "Article",
      "headline": "Pengertian Organic Traffic dan Tips Meningkatkannya",
      "image": [
        "https://example.com/photos/1x1/photo.jpg",
        "https://example.com/photos/4x3/photo.jpg",
        "https://example.com/photos/16x9/photo.jpg"
       ],
      "datePublished": "2023-12-06T08:00:00+08:00",
      "dateModified": "2023-12-08T09:20:00+08:00",
      "author": {
          "@type": "Person",
          "name": "Apri",
          "url": "https://www.dailyseo.id/author/apri/"
        }
    }
    </script>

Bagaimana cara membuat schema markup?

Pertama, jika Anda menggunakan content management system (CMS) seperti WordPress, teman-teman bisa menggunakan bantuan plugin yang ada di sana seperti:

  • Yoast SEO
  • Rank Math
  • All in One SEO
  • Hingga plugin Schema & Structured Data for WP & AMP.

Kedua, jika website Anda menggunakan custom CMS, teman-teman bisa menggunakan schema markup generator seperti yang dimiliki Technical SEO dan Rank Ranger.

Setelah schema markup dibuat, jangan lupa untuk melakukan pengetesan kodenya di Rich Results Test & Schema Markup Validator untuk memastikan tidak ada kesalahan penulisan di dalamnya.

#6 Mempertimbangkan Featured Snippet

Featured snippets (cuplikan unggulan) adalah fitur search results (hasil pencarian) yang disajikan oleh Google, juga bisa disebut dengan istilah Position Zero (PO).

Menurut Ahrefs, halaman konten Anda memiliki peluang mendapatkan featured snippets jika konten tersebut ranking di posisi 2 hingga 8.

Berikut cara menemukan halaman posisi 2 dan 8 tersebut:

  1. Login ke dashboard Ahrefs Anda, klik Site Explorer, dan masukkan domain Anda pada kolom yang tersedia
  2. Lalu klik Organic keywords yang berada di bawah tab Organic search
  3. Terapkan filter Position 2-8 dan SERP features “where the target doesn’t rank”
  4. Kemudian sortir berdasarkan Volume tertinggi ke rendah

Prioritaskan volume keyword tertinggi untuk dioptimasi featured snippets-nya.

Seperti apa cara mendapatkan featured snippets?

Tidak ada kunci jawaban pasti untuk mendapatkan featured snippets ini, namun teman-teman bisa pelajari lebih lengkap di artikel DailySEO ID yang satu ini: Panduan Dasar Google Featured Snippet.


Demikianlah artikel mengenai apa itu organic traffic dan tips meningkatkannya ini, jika Anda memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Sumber:

Author

I began my SEO journey in 2017 and deepened my expertise in 2019. Since then, I’ve managed SEO for Farmaku.com, DokterSehat.com, and Impulse Digital Agency, while also contributing to DailySEO ID. Now, as a full-time freelancer, I focus on helping B2B companies improve their search visibility and achieve their goals.

Write A Comment