Kita semua sepakat kalau backlink itu penting untuk dioptimasi, tetapi bukan satu-satunya faktor untuk bisa mendapatkan performa SEO yang bagus.

Tanpa backlink, website kita tentu tidak akan mendapatkan rekomendasi yang bagus dari website lain.

Ujung-ujungnya, tingkat kepercayaan kita menurun, baik di mata user ataupun Google.

Akan tetapi, ada hal penting yang harus teman-teman perhatikan, yaitu adanya toxic backlink di website Anda.

Seperti apa jenis backlink yang satu ini?

Apa dampaknya jika ada toxic backlink yang hinggap ke website kita? Yuk, simak bersama-sama dalam artikel ini!

Apa Itu Toxic Backlink?

Sederhananya, toxic backlink adalah link dari eksternal atau website lain yang memiliki dampak negatif terhadap reputasi website Anda di search engine

Mengapa demikian? Biasanya, link website tersebut berasal dari website yang melanggar aturan spam link dari Google.

Google menilai bahwa website yang memiliki tanda-tanda spam link dianggap sebagai website yang negatif, sehingga ketika website tersebut memberikan link kepada Anda, otomatis website teman-teman juga kena getahnya.

Secara tidak langsung, hal tersebut akan menurunkan reputasi website serta posisi website teman-teman di SERP Google dan akan sulit ditemukan oleh user.

Seberapa Besar Dampak Negatif Toxic Backlink?

Menurut data dari Backlinko, website yang menempati ranking pertama di Search Engine Results Page (SERP) mempunyai rata-rata 3,8 kali lebih banyak backlink dibandingkan dengan website yang berada di posisi 2-10.

Bisa diartikan kalau backlink mempunyai peranan penting dalam menunjang performa website.

Akan tetapi, tidak semua backlink berkualitas yang datang, ada juga toxic backlink alias backlink yang memberikan dampak negatif.

Lantas, apa dampaknya jika toxic backlink yang datang ke website kita?

  • Menurunkan ranking website di SERP Google.
  • Reputasi website turun sehingga tingkat kepercayaan search engine dan user pun menghilang.
  • Mendapatkan penalti dari Google.
  • Usaha SEO teman-teman selama ini sia-sia hanya karena toxic backlink.

Sangat membahayakan, kan? Untuk itu, kita perlu tahu terlebih dahulu dari mana datangnya atau penyebab adanya toxic backlink tersebut.

Penyebab Adanya Toxic Backlink pada Website

Kini, teman-teman sudah tahu seberapa bahayanya toxic backlink untuk performa website.

Oleh karena itu, penting untuk memahami dari mana sumber datangnya hal tersebut supaya Anda bisa menghindarinya.

1. Membeli backlink

Bukan sepenuhnya melarang untuk beli backlink, tetapi lebih baik apabila teman-teman mendapatkan backlink yang berkualitas.

Caranya seperti apa? Anda bisa mulai fokus untuk membuat konten yang bermanfaat buat user.

Ketika user menilai konten Anda bermanfaat, maka hal tersebut memicu keinginan user untuk memberikan backlink ke website Anda secara sukarela.

Jika teman-teman memang berniat untuk beli backlink, sebaiknya lakukan langkah-langkah berikut:

  • Pasang kode HTML rel=”nofollow”,  minta Google untuk mengabaikan link tersebut untuk di-ranking di SERP
  • Pasang kode HTML rel=”sponsored”, memberitahu Google bahwa link tersebut dibeli dan tidak dihitung untuk ranking di SERP

Pastikan, status kode HTML di atas dipakai saat membangun backlink untuk:

  • Menempatkan digital ads.
  • Memberikan produk dan minta imbalan untuk mengulas produknya.
  • Bekerja sama dengan influencer.
  • Membayar untuk daftar direktori.
Baca Juga:  Apakah Link Velocity Memengaruhi Ranking di Google Search?

Untuk mengecek status nofollow pada backlink, Anda bisa menggunakan tools seperti SEMrush ataupun Ahrefs.

2. Bertukar backlink

Praktik ini barangkali sudah familiar di antara teman-teman SEO practitioner (praktisi SEO).

Biasanya, hal ini terjadi saat saling bertemu di event SEO ataupun dalam satu grup komunitas.

Ketika ada niche website yang serupa dengan Anda, maka Anda meminta tukar backlink kepada orang tersebut.

Mungkin, sekilas praktik tersebut sah-sah saja dan tidak menimbulkan bahaya terhadap performa website.

Akan tetapi, praktik ini justru bisa berpotensi sebagai taktik SEO yang  manipulatif.

Kok bisa begitu?

Pasalnya, kebijakan spam Google memaparkan bahwa tukar backlink yang berlebihan dengan tujuan hanya mendapatkan backlink dapat berpotensi terkena spam link.

Artinya, hal ini bisa terjerumus kena penalti dari Google.

Berikut beberapa alasan kenapa tukar backlink bisa menimbulkan bahaya bagi website teman-teman:

  • Kurangnya value backlink: Sering kali pertukaran backlink itu tidak memprioritaskan value, melainkan hanya mengejar jumlah banyaknya backlink yang masuk ke dalam website
  • Polanya tidak alami: Mesin pencari Google mempunyai kapabilitas untuk mendeteksi mana backlink yang datang secara alami atau hanya bertukar backlink semata yang ditujukan untuk tujuan SEO semata, tidak memprioritaskan value

Menilik faktor-faktor di atas, sebaiknya kurangi atau bahkan hindari untuk bertukar backlink bagi teman-teman.

Hendaknya mulai memprioritaskan untuk membuat konten yang bermanfaat buat user.

Dengan begitu, ujung-ujungnya Anda akan mendapatkan backlink yang berkualitas dan alami dari user lain.

3. Mengirimkan situs web ke direktori berkualitas rendah

Langkah ini menjadi salah satu taktik SEO umum yang sering dipakai oleh orang-orang. Akan tetapi, teman-teman perlu selektif dalam memilih direktori untuk situs web Anda.

Pasalnya, tidak semua direktori mempunyai nilai sehingga berpotensi memunculkan adanya toxic backlink ke website teman-teman.

Berikut beberapa direktori bisnis yang punya value bagus dan dapat dipercaya:

  • Direktori lokal: Google Business Profile, Yelp, dan Foursquare.
  • Direktori khusus industri: Avvo, Healthgrades, dan G2.
  • Direktori niche: TripAdvisor, The Knot, dan GoodFirms.

Untuk menghindari toxic backlink, teman-teman perlu tahu ciri-ciri direktori yang mempunyai kualitas rendah, seperti:

  • Reputasi: Kebanyakan direktori yang punya value biasanya dikenal luas oleh para praktisi SEO sehingga reputasinya sangat baik.
  • Kualitas konten: Direktori yang bagus mempunyai deskripsi yang detail serta konten yang mumpuni.
  • Biaya: Biasanya, beberapa direktori yang bagus mengenakan biaya saat Anda hendak memasang situs web ke sana. Akan tetapi, Anda tetap harus melakukan background checking sebelum mendaftarkan website teman-teman.

4. Dapat backlink dari situs spam dan tidak relevan

Biasanya, masih ada beberapa orang yang memprioritaskan kuantitas backlink sehingga mengambilnya dari banyak situs web dan ada beberapa yang tidak relevan dengan situs webnya.

Alhasil, hal ini tentu saja berpotensi membahayakan performa website teman-teman.

Selain itu, situs web spam biasanya mempunyai ciri-ciri banyaknya konten duplikat serta munculnya iklan pop-up yang berlebihan.

Ketika backlink datang dari website tersebut, maka Google menganggap bahwa website Anda juga mempunyai sinyal negatif sama seperti website itu.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari adanya backlink dari situs web spam dan tidak relevan dengan niche website teman-teman.

5. Pakai PBN (Private Blog Network)

Praktik PBN merupakan hal yang dilarang oleh Google.

Buat yang belum tahu, PBN adalah sekumpulan website yang dibuat untuk memberikan backlink ke website utama guna membangun backlink, biasa disebut backlink PBN.

Jika sekilas dilihat, praktik ini tentu saja merupakan jalan pintas bagi praktisi SEO untuk bisa ranking Google.

Akan tetapi, nyatanya hal ini sama sekali tidak boleh teman-teman lakukan. Mengapa?

  • Melanggar aturan Google: PBN melanggar pedoman Webmaster Google karena merupakan salah satu upaya untuk memanipulasi ranking di search engine.
  • Risiko terkena penalti Google: Google akan memberikan hukuman orang yang melakukan praktik PBN dengan penurunan drastis pada ranking atau menghapus website dari hasil pencarian (deindex Google).
  • Backlink dengan kualitas rendah: Backlink dalam PBN sering kali mempunyai kualitas rendah dan tidak relevan sehingga memicu adanya toxic backlink.

6. Menggunakan bot link building

Sederhananya, bot link building merupakan software yang didesain untuk mengarahkan backlink ke situs web teman-teman.

Baca Juga:  Mau Memakai Jasa Backlink di Fiverr? Ini Testimoni para Praktisi SEO Indonesia

Secara garis besar, cara kerja bot ini yaitu:

  • Mengirimkan situs web Anda ke direktori yang mempunyai kualitas rendah dan tidak terpercaya.
  • Meninggalkan komentar di blog.
  • Membuat profil media sosial palsu untuk membagikan konten teman-teman.

Memang, terlihat seperti penghematan waktu. Akan tetapi, metode bot ini tidak memiliki value sehingga berpotensi terlihat spam oleh Google.

7. Menyembunyikan link

Praktik ini merupakan salah satu praktik yang masih abu-abu.

Pasalnya, hiding link adalah praktik di mana pelakunya menyembunyikan link dari user, tetapi masih bisa terlihat oleh crawler search engine.

Biasanya, hal ini dilakukan dengan cara:

  • Membuat link biru atau anchor text warnanya sama dengan background website.
  • Mengurangi ukuran font text link sehingga tidak terlihat.
  • Menyematkan link dalam gambar tanpa menyediakan teks alternatif di alt text.

Pada hakikatnya, taktik ini sudah jarang digunakan karena algoritma Google sudah semakin canggih dan dapat mendeteksinya dengan baik.

Akan tetapi, informasi ini perlu teman-teman ketahui agar tetap waspada terhadap toxic backlink.

Cara Mengatasi Toxic Backlink pada Website

Sekarang, sudah tahu, kan, dari mana saja sumber dari toxic backlink itu?

Kini, saatnya teman-teman mengetahui bagaimana cara mengatasinya/menghapusnya dari website Anda (jika ada).

1. Minta link-nya dihapus

Cara pertama yaitu bisa dilakukan secara alami dengan meminta link yang mengarah ke website teman-teman dihapus. Anda bisa menghubungi pemilik website untuk menghapus toxic backlink tersebut.

Memang, cara ini terdengar cukup memakan waktu, tetapi Anda bisa menggunakan tools seperti SEMrush untuk mempermudah.

Tinggal lakukan audit backlink dan pilih bagian ‘toxicity score’, lalu pilih 60-100 toxic untuk review backlink yang paling berbahaya.

report toxic backlink di Semrush
Dok. Screenshot

Sortir beberapa, kemudian hubungi pemilik website untuk meminta penghapusan link.

2. Disavow toxic backlink

Sebenarnya, ini merupakan pilihan terakhir jika Anda tidak mendapatkan persetujuan untuk cara di atas.

Pasalnya, disavow link ini bisa menimbulkan lebih banyak masalah lagi.

Anda dapat melakukan request disavow melalui Google Search Console. Langkah ini akan memberitahu Google untuk mengabaikan toxic backlink saat menilai situs web Anda.

Caranya hampir sama seperti di atas. Buat daftar toxic backlink yang ingin dihapus, kemudian pilih link yang ingin Anda abaikan dengan mengklik ‘Disavow” pada tools SEMrush.

Kemudian, export file TXT disavow dan upload melalui Google Search Console.

Jika upload berhasil, Google akan memasukkan daftar Anda ke dalam indeksnya. Itu berarti permintaan teman-teman dipertimbangkan dan akan diproses oleh Google.

Proses ini bisa memakan waktu sekitar beberapa minggu. Jadi, Anda sabar saja.

Toxic Backlink = Bahaya yang Harus Diwaspadai

Memang terdengar rumit untuk menghapusnya, tetapi jika toxic backlink yang semakin banyak akan semakin membuat performa website Anda turun drastis.

Sangat disayangkan apabila praktik SEO Anda sudah rapi dan bagus, tetapi hancur begitu saja hanya karena toxic backlink yang hinggap di situs web Anda.

Jadi, mulai audit backlink website Anda dan optimasi dengan baik supaya website Anda tetap sehat di mata Google dan user.

Referensi:

https://www.semrush.com/blog/toxic-links-guidelines/

https://backlinko.com/bad-backlinks

Author

SEO Content Specialist, Median Digital Indonesia | Former SEO Content at Zenius, Hipwee, and Glints | SEO Enthusiast

Write A Comment