Strategi SEO yang ampuh harus dibarengi dengan strategi content marketing yang tepat.
Percaya atau tidak, masih banyak user yang suka membaca-baca konten-konten artikel di website untuk menyerap informasi hingga akhirnya mereka jatuh cinta dengan konten tersebut.
Namun, kita tidak bisa sembarangan dalam mempublikasikan konten.
Kita perlu konten yang berperan sebagai “gerbang utama” untuk user agar bisa mengeksplorasi website kita dengan baik.
Salah satu strategi yang perlu diterapkan yaitu membuat cornerstone content pada website kita.
Lantas apa itu cornerstone content? Bagaimana cara membuatnya? Simak selengkapnya di sini!
Daftar Isi
Apa Itu Cornerstone Content?
Secara garis besar,cornerstone content adalah konten inti dari situs web teman-teman.
Biasanya, jenis konten ini berisi konten yang lebih informatif dengan format yang panjang serta mempunyai search volume yang tinggi.
Dengan demikian, maka bisa dikatakan kalau cornerstone content ini merupakan “gerbang utama” bagi user untuk masuk ke dalam situs web Anda.
Oleh karena itu, Anda tidak harus memfokuskan cornerstone content untuk mendapatkan leads, melainkan untuk membangun brand awareness karena sifatnya yaitu informational.
Kita ambil contoh sederhana.
Misalnya, DailySEO ID merupakan website media yang berfokus untuk menyajikan topik-topik serta berita terbaru seputaran SEO dan konten.
Untuk menarik user lebih banyak dan mendatangkan traffic, DailySEO ID membuat konten seperti Kurikulum SEO untuk Pemula yang di dalamnya terdapat topic cluster seperti on-page, off-page hingga technical SEO.
Umumnya, jenis konten ini berupa format artikel blog atau bisa sebuah landing page website.
Jadi, secara tidak langsung cornerstone content ini juga bisa dibilang “payung” untuk konten-konten selanjutnya.
Apa Pentingnya Membuat Cornerstone Content untuk Website?
Ibarat kata sebuah rumah, ketika halaman depannya bagus dan dihiasi dengan tanaman yang hijau, otomatis orang yang berlalu-lalang di depannya penasaran dengan isi rumahnya seperti apa.
Bahkan, bisa saja orang itu berkunjung ke rumah tersebut.
Sama seperti halnya cornerstone content.
Ketika kita membuat konten yang kaya informatif, fundamental dan menarik, maka user pun akan tertarik untuk mengunjungi website Anda.
Bahkan, mereka juga tidak segan untuk menelusuri isi konten lain yang ada di website teman-teman.
Cornerstone content membantu teman-teman untuk bersaing dengan para kompetitor pada keyword dengan search volume yang tinggi.
Selain itu, hal ini juga memberikan sinyal kepada Google bahwa topik ini merupakan “core” dari isi website teman-teman.
Dengan kata lain, Google juga akan memprioritaskan website teman-teman untuk topik-topik tersebut sehingga ditempatkan di ranking terbaik pada SERP (Search Engine Result Page).
Tidak hanya itu, ada beberapa manfaat lain yang didapatkan dari cornerstone content:
- Meningkatkan brand awareness.
- Membangun ekosistem internal link dengan baik.
- Membangun otoritas website serta kepercayaan terhadap Google dan user.
- Memperkuat topic authority untuk website teman-teman.
Tips Membuat dan Optimasi Cornerstone Content
Cornerstone content mempunyai peranan penting dalam membangun performa website teman-teman.
Tanpa jenis konten ini, kemungkinan besar website Anda tidak punya topik yang kuat sehingga Google dan user pun meragukan kredibilitas website teman-teman.
Untuk itu, Anda perlu membuatnya dengan baik. Berikut beberapa tips yang bisa dikerjakan.
1. Tentukan Topik Inti Website Anda
Sebisa mungkin, pikirkan terlebih dahulu 4-5 topik inti yang mau teman-teman angkat di website.
Langkah ini akan mempermudah Anda untuk memilih yang terbaik di antara opsi yang ada.
Sebagai bahan pertimbangan, hal ini juga tentu harus Anda pertimbangkan dengan user serta relevansinya dengan bisnis website teman-teman.
Contohnya bisa Anda perhatikan dari website DailySEO ID yang membuat konten khusus “Kurikulum SEO untuk Pemula” supaya user bisa mengeksplorasi lebih dalam lagi apa saja konten yang bisa dibaca untuk mempelajari SEO.

Ketika sudah menemukan topik ini yang tepat, hal ini akan membantu teman-teman untuk menyusun content plan ke depannya.
Hal yang perlu digaris bawahi yaitu pilih core topik yang selaras dengan produk bisnis Anda supaya teman-teman bisa membuat content funnel yang rapi nantinya.
2. Lakukan Riset Keyword dan Audiens
Keyword research harus dilakukan dengan teliti supaya Anda bisa memenangkan persaingan yang cukup ketat untuk cornerstone content.
Dengan kata lain, lakukan apa yang orang lain tidak lakukan. Selain melakukan riset keyword, teman-teman juga perlu melakukan competitor analysis.
Sebagai contoh, Anda punya website digital marketing dan sudah menetapkan topik intinya yaitu “Panduan Digital Marketing untuk Pemula”.
Di sini, Anda perlu melakukan riset keyword terlebih dahulu.
Di sini, saya mencoba melakukan studi kasus, di mana saya mengambil website Binar Academy: https://www.binar.co.id/blog/belajar-digital-marketing-untuk-pemula.
Jika dilihat lamannya melalui tools SEMrush, berikut beberapa keyword yang terdeteksi oleh SEMrush.

Dari situ, Anda bisa coba cari beberapa keyword di SERP dan temukan beberapa konten kompetitor yang berada di peringkat 5 teratas.
Setelah itu, pelajari apa saja isi kontennya dan cari kira-kira apa poin yang belum disampaikan oleh kompetitor.
Itu merupakan salah satu peluang Anda untuk bisa menyajikan informasi lebih lengkap dibandingkan dengan kompetitor.
Setelah melakukan analisis kompetitor, Anda juga perlu melakukan analisis audiens.
Kira-kira audiens website Anda demografinya seperti apa?
Hal tersebut akan membantu Anda untuk menulis konten sesuai dengan gaya audiens teman-teman.
Dengan begitu, maka konten Anda bisa lebih relate dan diterima dengan baik oleh mereka.
3. Buat Content Planning untuk Website Anda
Ketika sudah mengumpulkan keyword-keyword untuk disusun menjadi sebuah artikel, kini saatnya Anda untuk membuat content plan yang rapi.
Dari pengalaman saya menjadi Content Strategist, membuatcontent plan merupakan salah satu aktivitas yang cukup berat.
Pasalnya, kita perlu membuat brief serta mengatur jadwal publish artikel ke website dengan baik.
Di sisi lain, kita juga perlu memahami resources perusahaan kita.
Kira-kira, berapa orang dalam tim SEO dan konten di perusahaan Anda?
Apakah butuh seorang freelance writer untuk mengerjakan konten atau hanya perlu content writer in-house saja?
Ini perlu dipertimbangkan dengan baik. Sebab, jumlah resource menentukan nominal konten yang ingin Anda publikasikan dalam frekuensi waktu tertentu.
Untuk pembuatan content plan sendiri, Anda bisa menggunakan tools Google Spreadsheet supaya bisa berkolaborasi dengan orang lain.
Setelah itu, tentukan beberapa bagian penting, seperti jenis search intent, objektif, keyword, content outline, hingga referensi.
4. Optimalkan Internal Link
Tidak hanya membuat website Anda lebih terpercaya oleh Google dan user, strategi cornerstone content juga membantu teman-teman untuk membangun ekosistem internal link yang kuat di website Anda.
Seperti yang sudah dijelaskan, cornerstone content ini diibaratkan sebagai ‘payung’ konten.
Ketika teman-teman mulai membuat content plan, Anda bisa mengacu pada konten inti ini.
Sebagai contoh, Anda sudah membuat konten mengenai panduan SEO untuk pemula.
Setelah itu, Anda membuat konten yang relevan seperti pengertian keyword research, tools keyword research hingga cara membuat report SEO.
Dari konten-konten tersebut, Anda bisa mengarahkan internal link ke konten inti awal, yaitu panduan SEO untuk pemula.
Langkah ini juga bisa Anda teruskan untuk konten-konten inti selanjutnya.
Dengan kata lain, cornerstone content bisa membantu Anda untuk memetakan internal link dengan rapi pada website teman-teman.
5. Update Konten secara Berkala
Sebenarnya, tidak semua konten memerlukan pembaruan berkala dalam periode waktu tertentu.
Akan tetapi, bisa jadi ada beberapa konten Anda yang perlu dipantau supaya kontennya tetap mengikuti tren dan tidak ketinggalan zaman.
Dengan begitu, maka konten teman-teman tetap up to date dan menyajikan informasi yang segar bagi user.
Untuk konten yang tidak memerlukan pembaruan, Anda bisa memantaunya secara berkala.
Dari situ, mungkin Anda menemukan hal-hal baru yang bisa diperbarui, seperti meta tag atau bahkan informasi di dalamnya.
Dalam hal ini, supaya tidak memakan waktu lama dalam memantau konten, apa lagi konten Anda sudah ribuan di dalam website, teman-teman bisa memakai tools seperti Ahrefs, SEMrush atau bahkan tools gratis seperti Google Search Console.
Pantau performanya, ketika ada yang turun mungkin saat itu konten Anda memerlukan pembaruan.
Bangun Ekosistem Website yang Rapi dengan Cornerstone Content
Tidak bisa dimungkiri, cornerstone content memegang peranan penting terhadap ekosistem konten website teman-teman.
Sebaiknya, mulai pertimbangkan untuk menerapkan strategi konten ini dari sekarang.
Sebab, ketika Anda berhasil membangun ekosistem website yang baik, user juga akan betah berlama-lama berada di website Anda karena disuguhkan konten yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Referensi: