Google menambahkan panduan mendalam pada dokumen Google Search Central mereka mengenai cara mendiagnosis dan memperbaiki masalah canonical URL (kanonik URL).

Lalu, apa saja yang baru? Bagaimana praktisi SEO (Search Engine Optimization) menyikapinya?

Berikut informasi selengkapnya.

Mendiagnosis dan Memperbaiki Masalah Canonical

Di dalam dokumennya, Google memberikan panduan yang lebih mendalam mengenai langkah mendiagnosis dan memperbaiki situasi di mana Google memilih canonical URL yang berbeda dari apa yang Anda inginkan.

Poin pembahasan utama dari dokumen tersebut adalah:

Proses Re-evaluasi Memakan Waktu

Google menjelaskan bahwa meskipun teman-teman sudah memperbaiki masalah yang ada padat konten, sistem mereka mungkin tetap menganggap halaman-halaman tersebut sebagai duplikat dalam satu “klaster” selama hingga dua pekan.

Pentingnya Membedakan Konten secara Jelas

Agar halaman-halaman yang tadinya dianggap duplikat bisa “terpisah” kembali secara cepat, maka teman-teman perlu membedakan konten tersebut secara jelas dan signifikan.

Tambahkan informasi unik dan berbeda, bukan hanya sekadar ganti nama kota misalnya.

Masalah Canonical yang Umum Terjadi

Google juga menyebutkan sejumlah kendala canonical yang biasanya terjadi, antara lain:

  • Varian bahasa yang tidak memiliki anotasi hreflang yang benar.
  • Kesalahan konfigurasi pada CMS (Content Management System) atau plugin yang menyisipkan elemen canonical yang salah.
  • Masalah server, seperti pengembalian konten yang salah untuk domain yang berbeda atau kegagalan mengidentifikasi halaman “soft 404″.
  • Ada indikasi hacking (peretasan) yang menyisipkan pengalihan atau tag canonical ke situs berbahaya.
  • Syndicated content, konten yang dimuat ulang di platform lain tanpa ada nilai unik atau information gain di dalamnya.
  • Copycat website, Google mungkin saja memilih konten yang ada di copycat website ketimbang konten website Anda. Jika tindakan ini dilakukan tanpa izin, Anda bisa menghubungi website tersebut untuk meminta penghapusan atau bisa juga request ke Google untuk menghapusnya.
Baca Juga:  Google Bakal Deindex Website yang Terlalu Downtime!

Hal-hal yang Perlu Praktisi SEO Pertimbangkan

Memahami dan memperbaiki masalah canonicalization menjadi krusial bagi para praktisi SEO, karena ini berkaitan langsung dengan kesehatan SEO website secara keseluruhan.

Alasannya adalah:

  • Kontrol atas Visibilitas Pencarian: Google mungkin memilih canonical URL yang berbeda dari pilihan Anda berdasarkan kualitas konten. Jika Google memilih halaman yang salah, maka halaman yang Anda pilih mungkin tidak akan muncul di hasil pencarian.
  • Kehilangan Data Analitik: Jika Google memilih canonical URL yang berada di luar properti Search Console yang Anda miliki (misalnya copycat website atau hasil peretasan), maka Anda tidak akan bisa melihat data traffic (lalu lintas) untuk halaman duplikat tersebut.
  • Efisiensi Crawl Budget: Dengan memastikan setiap halaman memiliki perbedaan yang signifikan, Anda membantu Googlebot untuk lebih cepat memisahkan klaster konten duplikat tersebut.
  • Perlindungan Konten Sindikasi dan Hak Cipta: Panduan ini menegaskan bahwa elemen kanonik tidak disarankan untuk mencegah duplikasi oleh mitra sindikasi konten Anda, sebaiknya mereka memblokir pengindeksan konten Anda yang dimuat di situs mereka. Jika ternyata konten Anda dicuri, maka teman-teman memiliki jalur hukum melalui DMCA untuk menghapus halaman yang melanggar tersebut dari hasil Google Search.
  • Optimalkan Penggunaan Alat: Teman-teman dapat menggunakan fitur Request Indexing di Google Search Console untuk mempercepat evaluasi ulang, namun karena adanya kuota, Anda harus memprioritaskan URL yang paling penting saja.

Singkatnya, pembaruan ini mengingatkan kita bahwa SEO bukan sekadar memasang tag saja, tetapi juga memastikan infrastruktur server, keamanan situs, dan keunikan konten benar-benar terjaga.

Hal ini dilakukan agar Google dapat mengindeks halaman yang tepat secara efisien dan efektif.

Demikianlah tulisan tentang dokumen terbaru Google mengenai panduan masalah canonical ini, jika teman-teman memiliki pertanyaan terkait silakan tuliskan pada kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Baca Juga:  Google Trend Update: Sekarang bisa Lihat Trending Topic dalam 4 Jam Terakhir

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Referensi:

https://developers.google.com/search/docs/crawling-indexing/canonicalization-troubleshooting

Author

I began my SEO journey in 2017 and deepened my expertise in 2019. Since then, I’ve managed SEO for Farmaku.com, DokterSehat.com, and Impulse Digital Agency, while also contributing to DailySEO ID. Now, as a full-time freelancer, I focus on helping B2B companies improve their search visibility and achieve their goals.

Write A Comment