Apakah teman-teman masih berpikiran bahwa semakin banyak mempublikasikan konten, maka semakin banyak traffic yang didapatkan oleh website?
Jika masih, sebaiknya Anda mulai mengubah strategi SEO teman-teman.
Pasalnya, terlalu banyak konten membuat perpustakaan website semakin luas dan semakin sulit untuk maintenance.
Alhasil, banyak konten yang mungkin saling bersaing satu sama lain (keyword cannibalization) atau bahkan tidak sedikit konten yang performanya jelek di SERP (Search Engine Results Page).
Oleh karena itu, kini tantangan Anda bukan lagi menghasilkan ratusan atau bahkan ribuan konten untuk website, tetapi bagaimana memahami konten-konten yang gagal berkontribusi untuk visibilitas website.
Daftar Isi
Mengapa Dulu Volume Konten yang Banyak Efektif untuk SEO?
Selama bertahun-tahun, pada awal SEO mulai dilirik untuk strategi marketing salah satu cara efektif untuk mencapai hasil yang maksimal yaitu memperbanyak konten untuk website.
Search engine mencari-cari topik mana yang cocok ditunjukkan kepada audiens saat sedang mencari informasi dengan berbagai macam keyword, baik itu short tail maupun long tail keyword.
Semakin banyak konten yang dihasilkan website, maka semakin besar peluang bagi mereka untuk ditampilkan oleh search engine.
Pada zaman dahulu, persaingan antar website pun bisa dibilang tidak seketat sekarang.
Oleh karenanya, website-website saling berlomba-lomba mempublikasikan konten dengan berbagai macam variasi keyword untuk meningkatkan visibilitas.
Dengan kondisi seperti itu, maka bisa dibilang konsistensi website dalam mempublikasikan konten menjadi nilai tambah bagi Google.
Terlebih, hal itu bisa memberikan value lebih karena website berpotensi menyajikan konten yang lebih segar untuk user.
Sayangnya, kondisi tersebut kini telah berubah sekarang.
Website yang memproduksi konten dalam jumlah banyak belum tentu mendapatkan ranking terbaik di Google.
Seiring dengan berkembangnya ekosistem Google dan banyaknya persaingan, visibilitas bukan lagi dinilai dari seberapa banyak website menghasilkan konten, melainkan seberapa besar dampak yang dihasilkan konten untuk audiens dan juga seberapa besar brand mention yang Anda dapatkan di dunia maya maupun nyata
Apakah konten tersebut berkualitas dan bermanfaat untuk audiens?
Atau justru konten tersebut hanya sekadar plagiasi konten kompetitor sehingga terkesan memproduksi dalam jumlah banyak?
Alasan Strategi Memperbanyak Konten Tak Lagi Relevan
Persaingan Semakin Sulit
Saat ini, hampir sebagian besar keyword komersial telah dikuasai oleh raksasa website yang sudah memulai menyelami search engine bertahun-tahun dengan jumlah konten hingga ratusan atau bahkan ribuan di dalamnya.
Contoh kecilnya yaitu e-commerce raksasa seperti Tokopedia.
Hampir sebagian besar topik komersial dengan keyword transactional berhasil mereka kuasai.
Artinya, untuk website yang baru memulai akan sulit untuk bersaing dengan kata kunci yang sudah dimenangkan oleh website-website raksasa seperti Tokopedia dll.
Dalam artian lain, percuma saja teman-teman memproduksi banyak konten jika persaingannya langsung melawan raja terakhir seperti Tokopedia dan website besar lainya.
Berpotensi Terkena Keyword Cannibalization
Ketika situs web Anda mulai membuat puluhan konten dengan variasi keyword yang tidak jauh berbeda, maka hal ini berpotensi memicu keyword cannibalization.
Dalam situasi seperti ini, Google justru cenderung mengarahkan keyword-keyword yang serupa dalam satu URL, alih-alih membagi traffic ke beberapa halaman.
Alhasil, hal ini tentu akan merugikan Anda karena halaman-halaman yang serupa tidak dapat traffic dari Google.
Justru, halaman tersebut hanya memenuhi perpustakaan website Anda alias jadi konten yang mubazir.
Dengan begitu, maka akan ada beberapa konten teman-teman yang saling berebut impresi sehingga tidak ada yang berhasil menempati posisi teratas di SERP Google.
Perubahan User Dalam Melakukan Pencarian
Dulu, user mencari informasi melalui Google dengan mengklik website yang relevan dengan keyword yang mereka ketikkan.
Sekarang, sebagian besar user hanya perlu melihat hasil ringkasan yang ditampilkan oleh AI Overview tanpa perlu mengklik website.
Alhasil, hal ini berdampak besar terhadap konten-konten yang bersifat informasional.
Biasanya, konten dengan search intent informasional berpotensi mendongkrak traffic yang banyak untuk website.
Namun, kini hal tersebut tidak berlaku lagi.
Semakin banyak konten yang Anda distribusikan, tidak menjamin meningkatkan traffic lagi karena saat ini sudah ada AI Overview.
Dengan demikian, maka hal ini justru berpotensi mendapatkan zero click.
Oleh karenanya, website yang cenderung fokus pada konten informasional secara terus-menerus lebih terkena dampak terkait perubahan user dalam melakukan pencarian dibandingkan dengan website yang menyajikan konten transaksional yang spesifik.
Batas Indeks (Indexing Limits)
Dokumentasi Google resmi menyatakan bahwa halaman yang berkualitas rendah justru akan membuang-buang crawl budget pada sebuah website.
Alhasil, hal tersebut berpotensi mengesampingkan konten-konten yang lebih penting.
Dalam artian lain, seberapapun banyaknya konten baru yang Anda publikasikan secara terus-menerus tidak mempunyai dampak yang signifikan terhadap kenaikan traffic.
Bahkan, bisa jadi konten-konten tersebut tidak benar-benar bersaing di SERP sehingga tenggelam begitu saja.
Bagaimana Cara Beralih dari Kuantitas ke Kualitas Konten?
Hal utama yang perlu teman-teman perhatikan yaitu mengubah mindset.
Jika Anda masih berpikiran bahwa tujuan memproduksi konten dalam jumlah banyak bisa mendapatkan traffic yang besar, sebaiknya ubah pola pikir tersebut.
Kini, Anda yang masih berpatokan dengan jumlah search volume yang besar untuk meningkatkan traffic sudah tidak relevan lagi.
Pertanyaan yang perlu Anda ajukan sebelum memproduksi konten bukan lagi soal seberapa banyak konten yang akan didistribusikan, melainkan soal seberapa besar dampak yang diberikan oleh konten-konten yang sudah ada terhadap visibilitas website Anda.
Selain itu, pikirkan juga mana saja konten yang tidak begitu memberikan dampak terhadap visibilitas website Anda di search engine.
Mulai kurasi konten-konten tersebut.
Jika tidak ada fungsinya atau dampaknya sama sekali, sebaiknya hapus konten itu.
Oleh karena itu, kini saatnya beralih dari ekspansi (menambah halaman-halaman baru) ke konsolidasi (merapikan konten yang sudah ada).
Lakukan optimasi terhadap konten-konten yang berpotensi mendapatkan traffic tinggi.
Jika teman-teman ingin membuat konten baru, sebaiknya perhatikan beberapa aspek berikut:
- Membahas sesuatu yang belum dibicarakan oleh website Anda
- Menawarkan sudut pandang unik yang tidak bisa ditulis di dalam konten yang sudah ada
- Menargetkan search intent baru untuk kebutuhan content marketing
Strategi Mendorong Pertumbuhan SEO Lewat Konten
Konten kini bukan lagi sekadar kuantitas, melainkan kita harus berpikir apa maksud dan tujuan dari kita mendistribusikan konten tersebut.
1. Utamakan Kualitas, Bukan Kuantitas
Konten dalam jumlah banyak tetapi pembahasannya hanya sekadar informasi “kulit luarnya” saja tidak menjamin menaikkan performa SEO dengan efektif.
Sebaliknya, Anda harus berfokus untuk membahas secara detail tentang satu topik dengan menyajikan perspektif unik dalam satu artikel.
Untuk sekarang, kualitas harus lebih diutamakan dibandingkan dengan kuantitas.
Semakin dalam Anda membahas sebuah topik, maka semakin terlihat kalau tulisan teman-teman menonjolkan orisinalitas serta kualitas yang tinggi di hadapan audiens.
Mulai perbanyak riset sumber untuk satu topik dan masukkan nilai-nilai yang belum dibahas oleh kompetitor untuk suatu topik.
Langkah ini akan memperbesar konten Anda untuk dijadikan referensi oleh AI search.
2. Fokus Distribusi Konten ke Berbagai Platform
Untuk saat ini, brand mention menjadi salah satu indikator yang perlu Anda perhatikan guna meningkatkan kredibilitas brand di mata user dan AI.
Jadi, mulai pertimbangkan strategi konten ke berbagai platform yang ada seperti Instagram, X, Threads, LinkedIn, dan lain-lain.
Langkah ini membuka peluang bagi brand Anda untuk dikenal oleh banyak orang dan dibicarakan melalui online.
Ketika Anda mempublikasikan konten dalam jumlah sedikit di website, Anda bisa mulai fokus untuk melebarkan sayap ke platform yang lainnya.
3. Buat Konten yang Layak Dikutip
Mulai fokus membuat konten yang tidak hanya mengisi “slot” content calendar saja, tetapi berusaha untuk memberikan kesegaran informasi serta keunikan di dalamnya.
Berikan beberapa sudut pandang langsung yang datang dari diri Anda supaya konten Anda layak dikutip oleh AI.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan konten Anda juga akan dikutip oleh website-website lain karena terlihat menarik dan original.
Ubah Fokus dari Kuantitas ke Kualitas Konten untuk Performa SEO
Semoga setelah membaca konten ini teman-teman sudah mulai menyadari bahwa terlalu banyak konten tidak akan begitu berpengaruh untuk performa SEO Anda.
Kini saatnya untuk mulai memikirkan apa tujuan dan dampak yang bisa diberikan dari setiap konten yang Anda hasilkan dan sebarkan di Google SERP.
Selain meningkatkan kredibilitas website Anda, strategi ini juga bisa membantu Anda untuk meningkatkan visibilitas konten-konten Anda di AI search.
Lebih dari itu, audiens juga akan menyukai website Anda karena menyajikan konten yang lebih segar dan berbeda dari para kompetitor.
DailySEO ID pernah membuat konten yang membicarakan mengenai rata-rata gaji pekerja SEO di Indonesia.

Konten tersebut dikutip atau dijadikan sebagai salah satu referensi oleh konten dari Kelas.Work.
Ini menandakan bahwa konten DailySEO yang membicarakan gaji pekerja SEO Indonesia dinilai konten yang original dan kredibel oleh website lain.
Bagaimana, sudah siap untuk mengubah strategi? Atau bahkan sudah memulainya?
Jika Anda mempunyai pertanyaan terkait, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!
Referensi:
https://searchengineland.com/more-content-unreliable-seo-475688