Pada 19 Juni 2026, terdapat diskursus yang ramai di media sosial Threads.

Salah satu pihak menceritakan bahwa ia merekomendasikan untuk menggunakan keyword (kata kunci) secara generik/umum yang berkaitan dengan produk brand-nya, bukan nama brand/PT untuk nama domainnya.

Berikut hasil tangkapan layarnya.

Dok. Faris Yudza

Menurut pihak tersebut, penggunaan kata kunci umum untuk nama domain (bukan nama brand domain) adalah karena nama domain tidak memiliki pencarian dan minim persaingan.

Apakah cara ini efektif?

Argumen 1: Keyword Brand Tidak Memiliki Pencarian

Argumen ini tidak sepenuhnya benar, tidak sepenuhnya salah juga.

Untuk brand yang belum terkenal atau besar, pasti memiliki search volume yang minimal atau bahkan tidak ada.

Namun, pada brand yang terkenal, keyword brand atau navigational intent mereka berpotensi lebih banyak dibanding keyword dengan search intent lainnya.

Solusi dari keyword brand yang tidak punya volume adalah memaksimalkan branding dan fokus ke kanal lain yang lebih tepat untuk demand generation.

Argumen 2: Setelah Website “Cukup Besar” Buat Website Lagi dengan Profil Perusahaan

Argumen ini sepertinya justru jadi bumerang.

Cara seperti ini jelas tidak efisien karena memakan waktu, tenaga, dan biaya lebih banyak.

Harusnya fokus bisa ke satu website saja, justru jadi terbagi semua ke website kedua.

Website kedua yang berisi profil perusahaan pun belum tentu berhasil (begitu juga yang pertama).

Isi konten website pertama dan kedua juga berpotensi mirip, sehingga meningkatkan potensi terjadi “kanibalisme” yang merugikan kedua website tersebut.

Baca Juga:  SEO Marketplace, Bantu Visibilitas Toko Online di Hasil Pencarian

Argumen 3: Nama PT/CV atau Brand Tidak Memiliki Persaingan

Hal ini juga tidak sepenuhnya benar, tidak sepenuhnya salah juga.

Ambil contoh Apple yang merupakan brand teknologi terkemuka, secara semantik juga artinya apel dalam bahasa Inggris.

Mereka berpotensi bersaing dengan “buah” sebagai kontekstual. Jadi, tetap ada persaingan di sana.

Semakin unik nama brand, semakin kecil potensi persaingan.

Hal ini juga bisa meningkatkan trust atau kepercayaan terhadap brand begitu ada pencarian dengan navigational intent.

Lebih Efektif Menggunakan Nama Brand sebagai Nama Domain dari Perspektif SEO

Terlepas tidak ada volume pencarian, lebih efektif menggunakan nama brand sebagai nama domain.

Search volume akan semakin banyak terhadap brand seiring semakin kuat/terkenalnya suatu brand.

Domain brand yang tidak ada begitu dicari di Google juga berpotensi menurunkan kepercayaan terhadap brand tersebut.

Dilihat dari sisi mana pun, secara jangka panjang lebih efektif memakai nama brand sebagai nama domain.

Terlepas cara ini bisa berguna untuk jangka pendek (perlu bukti).

Menggunakan nama domain dengan produk terkait brand hanya meningkatkan biaya dan tenaga untuk mengurusnya.

Terlebih lagi jika ada rencana untuk membuat domain dengan nama brand sendiri di masa depan.

Apabila teman-teman memiliki pertanyaan, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Author

Digital marketing & website associate at Primecare Clinic. Has almost 4 years of experience in health industry, optimized digital health and clinic website. Founder/blogger of farisyudza.com

Write A Comment