AI benar-benar mengubah strategi SEO serta behaviour user dalam melakukan pencarian. Jika kita tidak beradaptasi dengan cepat, besar kemungkinan akan tertinggal dengan kompetitor.

Begitulah kira-kira kalimat yang tepat untuk memulai artikel ini. Sebab, saya baru saja membaca artikel mengenai lonjakan traffic AI yang begitu massif. Secara tidak langsung, sudah banyak sekali user yang mulai melakukan pencarian dengan AI.

Memangnya, seberapa massif lonjakan traffic-nya? Apakah benar sesuai dengan yang ada pada judul? Mari kita kupas bersama-sama!

Seberapa Besar Lonjakan AI Search di Era Sekarang?

David Bell, Co-founder dari Previsible menulis sebuah artikel di salah satu website SEO terkemuka di dunia, yaitu Search Engine Land.

Melalui tulisannya, David Bell melakukan analisis data dari Previsible, spesifik untuk data sessions dari LLMs di 19 properti pada GA4.

Berikut hasil analisis yang dilakukan oleh beliau:

  • Traffic AI meningkat 527%! Data ini dikumpulkan dalam periode 5 bulan pertama (Januari – Mei) 2025 dan dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2024. Dari total data sessions LLMs (ChatGPT, Perplexity dan Gemini) ada kenaikan dari 17,076 ke 107,100 di 19 properti GA4
  • LLMs sudah menjadi bagian dari user journey. Beberapa situs, utamanya di bidang Saas mengamati bahwa lebih dari 1% dari seluruh traffic didapatkan dari hasil AI dan hal itu datang dari pengguna yang berada di tahap akhir funnel dan prospek yang ditargetkan
  • Banyak user pakai AI untuk melakukan pencarian industri konsultasi. Industri seperti legal, keuangan, asuransi, hingga kesehatan mendapatkan hampir 55% traffic yang didorong oleh hasil AI. Hal ini memperlihatkan bahwa user beralih ke AI untuk pertanyaan yang lebih kompleks dan kontekstual
  • ChatGPT memimpin untuk tools AI, tetapi persaingan juga ketat. ChatGPT jadi tools AI yang mendominasi. Namun, tools lain seperti Gemini, Perplexity, dan Copilot mulai mendapat perhatian
  • SEO semakin dinamis dan luas. Tidak hanya berfokus pada visibilitas di search engine semata, kini teman-teman juga perlu menaruh fokus pada pencarian AI ataupun ringkasan AI. AI lebih menyukai konten yang terstruktur, jelas dan benar-benar bermanfaat untuk user

Apa Dampaknya buat SEO Specialist dari Lonjakan AI Search?

Menilik data di atas, bisa dipastikan SEO Specialist di era AI tidak boleh hanya berfokus pada visibilitas di search engine saja, melainkan harus mengatur ulang strategi supaya konten-kontennya juga bisa ditemukan oleh AI.

Baca Juga:  Google Menambah Informasi Eksplisit tentang Rilis Core Update "Kecil"

Sebelum adanya AI, mungkin sebagian besar SEO Specialist masih terjebak dalam strategi SEO dengan skema optimasi artikel, menunggu diindeks Google, dapat peringkat, lalu kemudian menghasilkan konversi.

Strategi seperti itu tentu tidak cukup untuk bisa membangun branding website bisnis Anda di era sekarang.

LLM tidak peduli dengan skema seperti itu. Metode crawling LLM AI tidak sama dengan yang dilakukan oleh Google. LLM AI hanya peduli pada konten yang jelas dan benar-benar bermanfaat untuk user. Ketika melihat kontennya bermanfaat, maka LLM akan menampilkannya pada AI search.

Dengan begitu, maka bisa dibilang crawling LLM lebih instan dibandingkan dengan Google.

Fokus kita tidak hanya menunggu indeks dari Google dan mendapatkan ranking saja. SEO Specialist harus berpikir matang bagaimana caranya menghasilkan konten yang bermanfaat buat user.

Ketika konten kita bermanfaat, maka tidak perlu mendapatkan ranking pertama di Google untuk bisa di-crawling oleh AI search.

Bagaimana Cara Beradaptasi dengan Situasi Seperti Ini?

AI search bukan musuh utama bagi SEO Specialist. Justru, AI bisa menjadi ladang yang lebih luas lagi bagi praktisi SEO untuk terus meningkatkan visibilitas brand tidak hanya di Google saja.

Untuk itu, kita perlu beradaptasi dan mengatur ulang strategi lebih baik lagi supaya dapat bersaing dengan para kompetitor.

Lantas, bagaimana caranya? 

1. Mulai lacak traffic yang datang dari LLM (AI search)

Secara tidak sadar, pasti ada saja traffic dari AI yang menyumbang website bisnis Anda. Oleh itu, teman-teman perlu melakukan tracking untuk traffic tersebut.

Mulai atur parameter UTM untuk traffic yang datang dari AI. Tandai konten teman-teman yang sudah dilacak oleh AI, baik itu dari ChatGPT, Perplexity ataupun tools AI lainnya.

Dengan begitu, teman-teman bisa melakukan evaluasi dan membuat konten yang serupa supaya traffic yang datang dari AI lebih banyak lagi ke website Anda.

Teman-teman ingin tahu cara tracking AI? Silakan baca artikel “Cara Tracking dan Cek AI Traffic di GA4” ini.

Baca Juga:  Data Google Analytics Sempat Mengalami Delay Sejak 13 November 2024

2. Buat struktur yang rapi untuk konten dan UI website

Seperti yang sudah disinggung di atas, LLM menyukai konten yang jelas dan bermanfaat buat user.

Oleh karena itu, atur ulang struktur website Anda dengan rapi, mulai dari poin-poin, ringkasan yang jelas, hingga laman FAQ. Jangan terlalu bertele-tele dalam melakukan copywriting website. Jelaskan secara ringkas dan jelas agar mudah ditemukan oleh AI.

3. Ubah mindset: jangan hanya ranking

Ranking bukan prioritas utama bagi SEO Specialist untuk saat ini. Terlebih, jika konten teman-teman berhasil ranking 1 di Google itu bukan berarti AI mengindeks konten Anda.

Oleh karena itu, prioritas utama Anda saat ini yaitu membuat konten yang relevan dan bermanfaat buat user. Selain user puas dengan konten Anda, AI search pun berpotensi mengutip konten teman-teman sehingga muncul di hasil pencarian AI.

Mulai lakukan audit konten Anda, identifikasi mana yang mendapatkan traffic dari AI lalu aplikasikan ke konten lainnya guna membangun visibilitas lebih luas lagi.

4. Buat seluruh funnel konten Anda mudah dilacak oleh AI

Tidak hanya sekadar postingan blog semata, seluruh website Anda perlu dibuat semenarik dan seringkas mungkin supaya AI dapat menemukannya.

Atur ulang penjelasan landing page website Anda, help center, about us, dan lain-lainnya dengan tulisan yang ringkas dan jelas.

Dengan begitu, maka seluruh funnel konten Anda mulai dari awareness hingga action dapat dilacak oleh AI.

SEO Tidak Mati, Ia Hanya Berevolusi

Sering kali terdengar kalimat bahwa SEO mati dikarenakan adanya AI. Padahal, SEO hanya terbagi menjadi dua jalur yaitu pencarian dari search engine dan AI.

Jika dipikir secara logika, cakupan SEO semakin luas sehingga meningkatkan peluang brand untuk bisa dikenal lebih luas lagi oleh masyarakat, baik lewat search engine atau AI.

Oleh karena itu, kita perlu beradaptasi atas perubahan yang cepat ini atau justru bakal mati oleh para kompetitor.

Jika teman-teman memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.

Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Sumber:

AI traffic is up 527%. SEO is being rewritten.

Author

SEO Content Specialist, Median Digital Indonesia | Former SEO Content at Zenius, Hipwee, and Glints | SEO Enthusiast

Write A Comment