Ketika kita berbicara mengenai internal link di dalam sebuah konten website, itu artinya kita berbicara mengenai Search Engine Optimization (SEO).

Pertanyaanya:

“Apakah internal link itu penting untuk SEO?”

Jawabannya, ya! Penting!

Maka dari itu, untuk teman-teman yang ingin mengenal internal link lebih dalam dan mau tahu bagaimana cara mengoptimasinya, yuk baca artikel ini sampai selesai!

Apa itu Internal Link?

internal link

Sumber: Zenbrief

Internal link (tautan internal) adalah sebuah hypertext (teks yang mengandung link dan dapat diklik) yang mengarah ke web page (halaman web) di dalam domain yang sama.

Frase ini adalah sebuah internal link yang saat diklik mengarah ke homepage DailySEO ID.

Contoh kode penerapan internal link tersebut:

<a href="https://www.dailyseo.id/" title="Anchor Text">Frase ini adalah sebuah internal link</a> 

Seberapa Penting Internal Link untuk SEO?

Apabila diterapkan dengan tepat, internal link bermanfaat untuk membantu Google dalam menemukan, meng-index, serta memahami setiap halaman yang ada di website Anda.

Beberapa hal di bawah ini juga menjadi salah satu alasan mengapa kita harus mengoptimasi internal link:

  • Memungkinkan user untuk melakukan navigasi di dalam website
  • Membantu memberikan link equity (ranking power) antar web page
  • Menjadi hirarki informasi di dalam website

Alasan paling penting mengapa kita perlu memanfaatkan internal link adalah karena sebuah link ke halaman lain merupakan bentuk rekomendasi ke halaman tersebut.

Keberadaan internal link berarti kita sedang merekomendasikan halaman lain itu, dan menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan ranking halaman tersebut di mesin pencari.

Baca Juga:   Cara Praktis Menemukan dan Memperbaiki Broken Link dalam Website

Perbedaan Internal Link dan External Link

Jika internal link adalah penyematan link yang mengarah ke dalam satu domain yang sama, sementara external link merupakan penyematan link yang mengarah ke domain yang berbeda, biasa disebut juga dengan outbound link dari website, atau backlink yang diterima website lain itu.

Contoh external link:

external link

Sumber: Infidigit

Website A memberikan link yang mengarah ke website B, itulah yang disebut external link.

Cara Optimasi Internal Link

Internal link bisa menjadi langkah yang sangat berguna untuk mendapatkan hasil SEO yang diharapkan.

Berikut adalah sejumlah tips mengoptimasi internal link untuk website Anda:.

Rencanakan dan Terapkan Site Architecture

Internal link memang bagian dari site architecture (website arsitektur), tapi internal link bukanlah site architecture.

arsitektur website

Sumber: Semrush

Rencanakanlah site architecture dengan matang.

Pahami halaman apa dan isi kontennya seperti apa ketika menyusun site architecture sederhana, misalnya: homepage > category > subcategory > sub-subcategory > final content.

Meskipun site architecture lebih banyak menghubungkan category dengan category, namun itu tetaplah internal link yang membantu user dan Google untuk menemukan dan memahami website teman-teman lebih dalam.

Ketika user merasakan kemudahan, di situlah user experience (UX) yang bagus tercipta.

Ditambah lagi dengan Google yang lebih memahami website Anda, maka di situlah website Anda berpotensi mendapatkan ranking tinggi.

Gunakan Keyword Pada Anchor Text Secara Tepat dan Natural

Bagaimana caranya agar Google dan user mengetahui gambaran isi konten dari sebuah link?

Caranya adalah dengan memasukkan anchor text.

Teman-teman disarankan untuk menggunakan anchor text secara natural (tidak manipulatif) yang mendeskripsikan isi konten dari internal link yang disematkan.

Contoh, Anda ingin menyematkan link dari halaman yang membahas tentang “resep nasi goreng teri”, maka teman-teman harus bisa mendeskripsikan halaman tadi dengan memasukkan anchor text “resep nasi goreng teri” atau “cara memasak nasi goreng teri”.

Baca Juga:   Apakah Keyword Density Memengaruhi Ranking di Google Search?

Mengapa demikian?

Karena contoh anchor text di atas akan lebih mudah dipahami oleh user maupun Google, ketimbang Anda memasukkan anchor text yang kurang deskriptif seperti “nasi goreng” saja (karena terlalu umum) atau anchor text yang jauh melenceng seperti “resep bakso teri”.

Tautkan ke Halaman Penting dan Relevan

Internal link dapat memberikan link authority ke halaman web yang dituju, dan membuat halaman tersebut berpotensi mendapatkan ranking yang baik.

Maka dari itu, pastikan halaman web yang ingin Anda masukkan sebagai internal link adalah halaman web yang menurut Anda penting, relevan, dan Anda berharap kontennya mendapatkan ranking yang tinggi di SERP (Search Engine Results Page).

Contoh, website Anda memiliki halaman layanan edit video dan juga halaman FAQ, kira-kira halaman manakah yang Anda harapkan untuk mendapat ranking yang tinggi?

Jangan lupa untuk memastikan internal link dari halaman yang dituju adalah halaman yang relevan dan bermanfaat bagi user, dan bukan halaman yang berbeda konteks atau malah bertolak belakang.

Hindari Penggunaan Anchor Text yang Sama untuk Halaman yang Berbeda

Mengapa tidak boleh menggunakan anchor text yang sama untuk halaman yang berbeda?

Karena hal itu akan membingungkan bagi Google dan manusia, dan mereka akan menganggap halaman tersebut membahas topik yang sama.

Misalnya, ada 2 halaman:

  • Cokelat hitam rendah kalori yang berisi produk cokelat hitam siap makan rendah kalori
  • Cokelat hitam batangan yang berisi produk cokelat hitam untuk diolah menjadi kue.

Sebaiknya jangan gunakan anchor text “cokelat hitam” untuk merujuk ke kedua halaman tersebut, karena makna “cokelat hitam” di sini terlalu umum, sementara ada 2 halaman yang sama-sama mengenai cokelat hitam dengan penggunaan yang berbeda.

Maka sekali lagi, DailySEO ID merekomendasikan teman-teman untuk menerapkan anchor text yang deskriptif dan unik (tidak sama persis).

Baca Juga:   Temukan Rahasia Internal Linking untuk Optimasi SEO Anda: English Webinar

Letakkan Internal Link di Bagian Atas Konten

Brian Dean dari Backlinko melakukan beberapa tes terkait penempatan internal link di bagian atas konten.

Menurutnya, meletakkan internal link di bagian atas konten dapat mengurangi persentase bounce rate dan meningkatkan Dwell Time.

Mengapa bounce rate yang rendah dan peningkatan dwell time itu baik untuk SEO?

Itu dikarenakan Google akan menganggap user menyukai website tersebut dan relevan bagi user.

Menyajikan website berkualitas dan relevan adalah salah satu dari tujuan Google.

Terapkan Dofollow Link

Mengapa masih banyak orang yang enggan memberikan backlink dengan rel=”dofollow” (default)?

Karena link jenis ini mengirimkan link equity untuk “mem-vote” halaman yang dituju, sehingga halaman tersebut mendapatkan “power” lebih untuk mendapatkan ranking di Google.

Hal yang sama pun terjadi untuk internal link.

Maka dari itu pastikan Anda menerapkan rel=dofollow pada internal link, atau biarkan secara default untuk memberikan link equity pada halaman internal yang ditargetkan.

Jangan Berlebihan

Hindari menyematkan link lebih dari 100, karena menurut Matt Cutts itu berlebihan. 100 link yang dimaksud di sini termasuk internal link maupun external link.

Semakin banyak link yang kita sematkan, maka semakin kecil pula value yang didapatkan oleh halaman yang dituju.

Demikianlah artikel mengenai pengertian internal link serta perbedaannya dengan external link ini, jika Anda memiliki pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini. Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!

Sumber:

Dapatkan berita terbaru seputar SEO Gratis!
Subscribe Sekarang!

Author

Touched SEO in 2014 and dive more deeply in 2019. Currently working at Farmaku & DokterSehat as an SEO Specialist. Let's connect!

3 Comments

  1. Pingback: Keyword Mapping: Definisi, Pentingnya, dan Best Practice - DailySEO ID

  2. Pingback: Panduan Content Gap Analysis untuk Optimalkan Trafik Website - DailySEO ID

Write A Comment