Teman-teman, pernah terpikirkan tidak bagaimana cara website mengelola direktori dalam jumlah yang besar?
Jika kita berpikir mereka mengoptimasi halaman satu per satu, otomatis hal ini akan memakan waktu yang sangat lama.
Ternyata, para SEO Specialist yang bertugas untuk mengelola website dalam volume yang besar menggunakan istilah yang bernama programmatic SEO.
Sederhananya, programmatic SEO membantu teman-teman untuk membuat halaman dalam jumlah yang sangat banyak di website.
Kira-kira bagaimana strateginya?
Apa kelebihan dan kekurangan menggunakan programmatic SEO untuk website?
Mari kita bahas bersama-sama dalam artikel ini!
Daftar Isi
Apa Itu Programmatic SEO?
Programmatic SEO adalah metode berbasis otomatisasi untuk memublikasikan halaman dengan jumlah banyak sekaligus dalam suatu website.
Secara garis besar, praktiknya dilakukan dengan memanfaatkan template dalam membuat halaman website dan menargetkan search queries yang sangat spesifik.
Jadi, template itu digunakan untuk membuat ratusan atau bahkan ribuan halaman website, kemudian halaman-halaman tersebut diisi secara otomatis menggunakan data yang dikumpulkan melalui web scraping, API, atau data berbasis internal.
Meski terdengar seperti duplicate content, namun kenyataannya metode programmatic SEO ini tidak bersifat duplikasi sehingga tidak akan dianggap spam oleh Google.
Biasanya, programmatic SEO hanya diterapkan oleh niche-niche tertentu saja yang memang membutuhkan ribuan halaman untuk kebutuhan website.
Contohnya, website dengan niche travel seperti Traveloka, Tiket.com dan TripAdvisor hingga e-commerce seperti Shopee, Tokopedia dan lain-lain.
Jika teman-teman membuka website Traveloka, ada banyak sekali halaman, contohnya halaman pencarian hotel untuk seluruh kota yang terdaftar di Indonesia (bayangkan saja di Indonesia ada berapa kota).
Bahkan, tidak hanya Indonesia, Traveloka juga menyediakan daftar hotel yang ada di berbagai kota di seluruh dunia.
Kalau mengatur secara manual, otomatis Traveloka akan kesulitan mengelolanya.

Bagaimana Cara Kerja Programmatic SEO?
Nah, sekarang kita perlu tahu bagaimana cara kerja metode SEO yang satu ini. Untuk mengetahui hal tersebut, kita perlu menguraikan beberapa aspek di bawah ini.
1. Kata Kunci dengan Keyword Difficulty yang Rendah
Langkah pertama yang perlu teman-teman perhatikan adalah mencari sebanyak mungkin kata kunci dengan keyword difficulty yang rendah serta variasi long tail keyword yang disesuaikan dengan search intent.
Biasanya, long tail keyword lebih spesifik dan sesuai sasaran target audiens serta tingkat persaingannya tidak begitu ketat dibandingkan dengan short tail keyword.
Sebagai contoh, dibandingkan hanya memfokuskan keyword “ayam geprek”, teman-teman bisa memanfaatkan long tail keyword seperti “cara memasak ayam geprek untuk jualan” atau “resep ayam geprek rumahan”.
Setelah menemukan long tail keyword yang tepat untuk bisnis Anda, teman-teman bisa mengimplementasikannya di landing page ataupun halaman-halaman lainnya guna mendorong performa SEO-nya.
2. Membuat Konten Sesuai dengan Search Intent
Strategi programmatic SEO akan jauh lebih efektif jika teman-teman mengkombinasikannya dengan search intent yang bersifat transactional ataupun commercial.
Alasan utamanya adalah karena membuat beberapa halaman khusus untuk target audiens yang siap melakukan aksi alias bottom of the funnel terbukti sangat efektif untuk meningkatkan conversion rate teman-teman.
Selain itu, search intent yang bersifat transactional ataupun commercial biasanya tidak memerlukan sudut pandang unik dari awal untuk setiap halaman (seperti halnya saat membuat konten artikel pada umumnya).
Dikarenakan tingkat kompetisinya yang sangat rendah juga, halaman-halaman tersebut akan berada di posisi terbaik pada SERP Google.
Misalnya, untuk halaman produk kita hanya perlu mengubah konten dari sisi foto dan deskripsi.
Selebihnya, teman-teman bisa menggunakan template halaman.
Strategi pendekatan ini jauh lebih efektif dibandingkan teman-teman membuat halaman satu per satu secara manual.
Pasalnya, Anda tinggal fokus untuk mengoptimalkan long tail keywords tanpa harus pusing memikirkan bagaimana cara memproduksinya konten dalam jumlah banyak.
3. Optimasi Landing Page dalam Skala Besar
Salah satu keunggulan memakai strategi ini yaitu Anda bisa memproduksi landing page dalam jumlah besar.
Teman-teman tinggal membuat template halaman, kemudian menarik data yang relevan untuk mengisi konten-kontennya.
Sebagai contoh, untuk kasus website e-commerce Anda hanya perlu membuat satu template untuk semua halaman produk yang dibutuhkan.
Selebihnya, informasi seperti nama produk, deskripsi, foto dan data lainnya akan terisi secara otomatis.
Hal penting yang harus diutamakan dalam penerapan programmatic SEO yaitu menghindari adanya praktik doorway pages.
Doorway pages merupakan halaman yang dibuat khusus untuk mengejar ranking di SERP, tetapi tidak ada value atau manfaatnya sama sekali.
Umumnya, halaman tersebut hanya mengandalkan praktik-praktik buruk SEO seperti keyword stuffing hingga menyajikan konten duplikat.
Kelebihan dan Kekurangan Programmatic SEO
Meski terdengar sederhana dan efektif, programmatic SEO juga mempunyai kelebihan dan kekurangan yang perlu teman-teman ketahui:
Kelebihan Programmatic SEO
- Skalabilitas tinggi, teman-teman dapat mengelola ratusan atau ribuan halaman dengan mudah dan cepat tanpa perlu memakan waktu yang lama. Di sisi lain, Anda juga bisa mengoptimasi bagian SEO on-page dengan maksimal.
- Efisiensi waktu dan biaya, melalui programmatic SEO, Anda tidak perlu lagi mempublikasikan banyak halaman secara manual satu per satu. Teman-teman bisa fokus ke yang lain seperti optimasi technical SEO atau menaikkan revenue bisnis lewat strategi SEO.
- Berbasis data yang kuat dan lengkap, menggunakan metode programmatic SEO memungkinkan teman-teman untuk memanfaatkan data dan menganalisis untuk keyword-keyword potensial.
Kekurangan Programmatic SEO
- Kuota crawl budget habis dan website lambat, dikarenakan membuat halaman terlalu banyak, maka ada potensi website Anda jadi lambat karena membebani server secara berlebihan dengan konten-konten. Hal ini berpotensi mengurangi kenyamanan user saat mengakses website Anda.
- Berpotensi tidak sesuai target audiens dan search intent, hal ini bisa terjadi apabila teman-teman melakukan riset keyword secara asal-asalan tanpa mempertimbangkan dari segi audiens.
Apa Perbedaan antara SEO Tradisional dan Programmatic SEO?
Ada perbedaan signifikan yang perlu Anda pelajari dari kedua metode ini.
Meski sama-sama membantu meningkatkan performa website, tetapi antara SEO tradisional dan programmatic SEO mempunyai caranya masing-masing.
| Dimensi | SEO Tradisional | Programmatic SEO |
| Jumlah produksi halaman | Satu per satu secara manual | Satu template, bisa untuk ratusan halaman secara otomatis |
| Target keyword | Keyword individual | Pola keyword dengan berbagai macam variasi kata tambahan |
| Proses pembuatan konten | Menulis, riset, edit halaman satu per satu | Satu template untuk seluruh halaman dengan berbagai macam dataset per halamannya |
| Waktu pengerjaan | Sehari atau seminggu | Seminggu hingga bulanan untuk set up secara keseluruhan, tetapi setelah itu bisa publikasi banyak halaman dalam satu jam |
| Jenis keyword | Short tail, low hanging fruit, bisa juga memakai long tail keyword dengan tingkat kompetisi rendah | Long tail keyword dengan tingkat kompetisi rendah untuk memenangkan persaingan |
Tips Menerapkan Programmatic SEO untuk Website
Berikut adalah tips aplikatif bagi teman-teman praktisi SEO untuk dapat menerapkan programmatic SEO:
1. Menentukan Seed Keyword dan Variasinya
Hal utama yang perlu Anda lakukan yaitu mencari seed keyword yang relevan dengan bisnis Anda.
Seperti yang kita ketahui, seed keyword merupakan keyword dasar yang mendeskripsikan bisnis atau topik secara luas.
Sebagai contoh, Anda mempunyai bisnis travel.
Mungkin, beberapa seed keyword yang bisa Anda tentukan yaitu “booking hotel”, “tiket pesawat”, “tiket kereta api”, dan lain-lain.
Setelah itu, Anda bisa menentukan variasi keyword-nya, seperti “booking hotel di Jakarta”, “booking hotel di Semarang”, “tiket pesawat jakarta bali”, dan lain-lain.
Untuk tahap ini, Anda bisa menggunakan tools riset keyword seperti Ahrefs, SEMRush, atau bahkan Google Autocomplete.
Jika sudah menentukan seed keyword dengan tepat, hal ini akan membantu Anda untuk langkah-langkah selanjutnya.
2. Analisis Search Intent
Setelah menemukan kumpulan seed keyword untuk website teman-teman, kini saatnya untuk mencari tahu search intent apa yang cocok untuk keyword-keyword tersebut.
Untuk menganalisis search intent sangat mudah. Anda bisa menggunakan tools keyword research seperti SEMrush, Ahrefs, dan lain-lain.
Dalam kasus ini, saya coba menggunakan tools SEMrush.

Contoh, untuk keyword “booking hotel jakarta” menggunakan search intent transactional.
Ini artinya, user yang mencari keyword tersebut rata-rata langsung ingin melakukan pemesanan.
Selain menggunakan tools berbayar, teman-teman juga bisa menggunakan pencarian di SERP Google.
Tinggal ketikkan keyword yang Anda targetkan dan lihat rata-rata website yang ada di peringkat atas seperti apa search intent-nya.
3. Persiapkan Template Halaman Anda
Untuk membuat template halaman, teman-teman bisa menggunakan plugin yang ada di WordPress seperti Webflow.
Dari situ, Anda membuat template halaman yang dapat diisi secara otomatis dengan data dan konten seperti:
- Gambar produk
- Deskripsi produk
- Harga produk
- Ketersediaan produk
- Rincian kontak dan pengiriman
4. Cari Sumber Data yang Relevan
Setelah itu, tentukan sumber data yang terpercaya untuk membangun database Anda. Sumber-sumber tersebut bisa berupa:
- Sumber milik sendiri: Data yang sudah tersedia, seperti katalog produk, laporan penelitian informasi perusahaan, dan lain-lain.
- Sumber publik: Informasi yang bisa diakses secara umum.
- Data dari user generated content: Segala bentuk konten yang dibuat dan dibagikan oleh user teman-teman, baik itu berupa ulasan, konten video, rating, komentar, dan sejenisnya.
Sekarang, kita coba implementasikan dengan studi kasus booking hotel di Jakarta yang sudah kita analisis sebelumnya.
Dengan mengumpulkan semua sumber data yang tersedia, bentuk database-nya kurang lebih akan seperti ini contoh tabelnya:
- Nama hotel
- Lokasi
- Deskripsi
- Rating/penilaian
Contoh:
- Nama hotel: Hotel Indonesia Kempinski Jakarta
- Lokasi: Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
- Deskripsi: Hotel bintang 5 yang menghadap langsung ke Bundaran HI Jakarta dan terhubung dengan mall Grand Indonesia
- Rating: 4.7
5. Optimalkan Penggunaan Data Anda
Buat database melalui Google Spreadsheet atau Excel untuk menyimpan semua data teman-teman.
Setelah itu, integrasikan ke CMS menggunakan tools seperti Airtable atau Whalesync.
Untuk menghubungkan database ke CMS, Anda bisa mengikuti panduan berikut.
Contoh di bawah ini menjelaskan cara menghubungkan database mySQL ke CMS seperti WordPress.
Akan tetapi, prinsip dasarnya tetap sama dan bisa teman-teman terapkan ke CMS lainnya.
- Siapkan database di Airtable
- Hubungkan Airtable ke CMS
- Pilih metode sinkronisasi
- Lakukan A/B testing
6. Optimasi Landing Page
Mengoptimalkan landing page dengan metode programmatic SEO sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penerapan SEO pada umumnya.
- Implementasi internal link yang kuat, tautkan halaman-halaman Anda melalui internal link dengan penerapan anchor text agar terikat satu sama lain, tak terkecuali landing page Anda. Dengan begitu, maka ekosistem website Anda semakin kuat di mata mesin pencari.
- Buat struktur silo yang jelas, Kelompokkan kategori yang sama ke dalam direktori dan silo.
- Tambahan sitemap khusus, buat sitemap khusus untuk kategori, produk atau lokasi tertentu. Dengan begitu, maka hal ini akan membantu mesin pencari memahami struktur website Anda.
- Manfaatkan variabel CMS, optimasi meta tag untuk halaman yang dioptimasi dengan programmatic SEO guna meningkatkan performa SEO.
Programmatic SEO Metode yang Tepat untuk Website Skala Besar
Tak perlu optimasi secara manual halaman satu per satu jika website Anda berisi ribuan halaman yang mirip, tetapi berbeda dari segi konten seperti website travel atau e-commerce.
Maksimalkan programmatic SEO supaya menghemat waktu Anda dan teman-teman bisa berfokus pada strategi SEO yang lainnya.
Bagaimana, apakah Anda memiliki pertanyaan terkait? Silakan tuliskan di kolom komentar di bawah atau bisa gabung ke grup Telegram DailySEO ID di sini.
Teman-teman juga bisa ajukan topik selanjutnya untuk kami bahas! Jika ingin belajar SEO dari ahlinya, yuk belajar di course-nya DailySEO ID!
Referensi: