Dalam optimasi on-page, ada beragam aspek yang perlu teman-teman ketahui supaya kinerja SEO semakin maksimal. Salah satu hal yang mungkin luput dari pandangan para praktisi SEO dalam mengoptimalkan on-page yaitu anchor text.

Bahkan, anchor text bisa memengaruhi ranking di Google Search!

Bagi Anda yang mungkin baru terjun ke dunia SEO, maka ada baiknya perlu memahami anchor text lebih dalam. 

Di artikel ini akan membahas lengkap mengenai hal tersebut, mulai dari pengertiannya hingga hal-hal yang perlu dan tidak perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja SEO.

Apa Itu Anchor Text?

Pada dasarnya, anchor text adalah teks yang di dalamnya berisi link dan ketika di klik akan muncul hyperlink, lalu mengarahkan user ke halaman lain pada suatu website.

Contohnya seperti ini. Kata “seperti ini” merupakan anchor text.

Supaya teman-teman lebih memahami lagi tentang teks ini, Anda bisa melihat contoh anchor text di bawah ini jika pada tampilan code HTML:

anchor text adalah
Source: SEMrush

Sebagian besar dari teman-teman pasti sering menemukan anchor text saat membaca artikel. Anchor text pada umumnya akan mempunyai desain yang berbeda dengan teks lainnya pada suatu artikel.

Lalu, apa pentingnya teks ini pada sebuah artikel? Untuk SEO, anchor text mempunyai peran yang penting karena membantu search engine untuk memahami apa isi website tersebut.

Dengan kata lain, anchor text membantu search engine untuk mengetahui site structure pada sebuah website.

Untuk membuat anchor text, teman-teman perlu memperhatikan pemilihan katanya.

Pastikan, target link yang ingin dipakai mempunyai tingkat relevansi yang tinggi terhadap kata atau kalimat yang ingin dijadikan anchor text.

Jenis-jenis Anchor Text

Terdapat beberapa jenis anchor text yang perlu Anda ketahui:

Baca Juga:   Auto Generated Content (AGC) Melanggar Pedoman Google, Hati-hati Penalti!

1. Exact match

Jenis anchor text pertama yaitu exact match. Secara garis besar, jenis ini menargetkan anchor text yang keyword-nya sama dengan link yang akan ditanamkan.

Sebagai contoh, Anda ingin menanamkan link yang berisi pengertian content writer. Maka, teman-teman bisa menaruh anchor text di keywordcontent writer”.

Contoh lain, di DailySEO sudah ada konten yang berbicara mengenai update Google berupa helpful content.

Maka, saya bisa menargetkan kalimat Google Helpful Content untuk dijadikan sebagai anchor text.

2. Partial match

Lain halnya dengan jenis exact match, jenis partial match merupakan jenis anchor text yang menargetkan variasi keyword untuk ditanamkan sebuah link.

Sebagai contoh, Anda ingin menanamkan link ke halaman pengertian content marketing.

Dengan begitu, teman-teman bisa menaruh anchor text di variasi keyword seperti “strategi content marketing” atau “tujuan content marketing”.

Jadi, selain keyword yang sama dengan link yang ditanamkan, ada variasi kata lain yang dijadikan anchor text.

Contoh sederhana dari DailySEO, saya ingin menanamkan link ke halaman yang berisi web mobile friendly mempengaruhi ranking atau tidak.

Maka, saya bisa menanamkan ke keyword seperti situs web mobile friendly.

3. Branded

Jenis ini juga cukup sering dipakai oleh SEO Content untuk menanamkan anchor text di dalam artikel.

Pada dasarnya, jenis anchor text branded akan menargetkan keyword yang mengandung brand dan menanamkan link brand tersebut di dalamnya.

Contohnya seperti ini: DailySEO.

Jika Anda mengklik link tersebut akan mengarah ke website DailySEO. Cara ini juga bisa Anda pakai untuk brand teman-teman.

4. Generic

Ketika teman-teman menjelajahi sebuah artikel pasti sering menemukan kata “di sini”, “baca selengkapnya” ataupun “pelajari lebih lanjut” dan di dalamnya ditanamkan sebuah link.

Ya, hal tersebut merupakan salah satu jenis anchor text yang bernama generic

Baca Juga:   Mengincar Keyword dengan Search Volume Tinggi, Masih Relevan Tidak Ya?

Sederhananya, jenis yang satu ini tidak memerlukan exact atau partial keyword untuk menanamkan link menuju artikel.

Biasanya, generic juga bisa diterapkan untuk mengaitkan pembahasan yang berkelanjutan sehingga user dapat mengunjungi link ke halaman sebelumnya untuk menguasai pembahasan yang lain.

Sebagai contoh, saat ini Anda sedang menuliskan artikel mengenai kelebihan dan kekurangan menggunakan jasa penulis artikel. Sebelumnya, teman-teman sudah pernah menulis artikel mengenai review jasa penulis artikel.

Maka, Anda bisa membuat kalimat seperti ini:

“Sebelumnya saya sudah membahas mengenai beberapa review dari orang-orang yang pernah memakai jasa penulis artikel. Anda bisa membacanya di sini”.

Generic juga bisa Anda manfaatkan untuk membuat kalimat CTA dan mengarahkan link ke halaman produk/jasa yang teman-teman tawarkan.

Menariknya, Google tidak merekomendasikan generic anchor text, karena tidak mendeskripsikan halaman tujuan dengan jelas.

5. Naked

Seperti namanya, jenis anchor text yang satu ini merupakan link yang telanjang begitu saja tanpa ada keyword yang harus ditargetkan untuk ditanamkan link.

Dengan demikian, Anda akan melihat link seperti www.dailyseo.id, www.searchenginejournal.com, www.searchengineland.com, dan lain-lain.

Contohnya? Lihat di akhir artikel ini.

Cara Mengoptimasi Anchor Text

1. Pastikan anchor text relevan dengan link yang dituju

Dari penjelasan di atas, kita sudah tahu ada beberapa jenis anchor text yang bisa dimanfaatkan, seperti partial ataupun exact match.

Dalam membuat anchor text, pastikan kata/frase yang ingin dijadikan anchor text itu relevan dengan link yang akan diarahkan ke sebuah halaman.

Ini merupakan cara terbaik untuk mengoptimasi anchor text.

Pasalnya, jika link halaman yang dituju tidak relevan dengan kata/frase yang dijadikan anchor text, otomatis hal ini akan membingungkan user dalam menelusuri website teman-teman.

2. Gunakan kata/frase yang mendeskripsikan link yang dituju

Setelah memastikan relevansinya, langkah berikutnya adalah mendeskripsikan halaman yang dituju dengan jelas.

Tujuannya, agar membantu user dan search engine untuk memahami halaman yang dituju sebelum diklik.

Misalnya, alih-alih menggunakan anchor text update Google, lebih baik gunakan update algoritma helpful content dari Google, karena lebih spesifik dan deskriptif.

Baca Juga:   7 Tips Membuat Konten Mobile-Friendly, Beri Kenyamanan User Akses di Handphone!

3. Buat anchor text yang singkat dan nyaman dibaca

Dalam praktiknya, membuat anchor text itu sama saja dengan menyebarkan keyword di dalam sebuah artikel.

Teman-teman harus membuat supaya user merasa nyaman ketika membaca artikel Anda.

Hindari penggunaan anchor text ke dalam sebuah kalimat panjang. Sebagai contoh, Anda menautkan link di kalimat Search Engine Optimization (SEO) adalah usaha yang dilakukan seseorang atau organisasi untuk mengoptimasi sebuah website, agar website tersebut bisa ditemukan dengan mudah oleh pengguna yang sedang melakukan pencarian di mesin pencari seperti Google.

Sungguh tidak nyaman bukan?

4. Hindari anchor text yang dioptimasi berlebihan

Menaruh anchor text di dalam artikel memang memberikan manfaat yang baik untuk website kita. Akan tetapi, jangan terlalu berlebihan dalam penempatannya karena akan dinilai spam oleh Google.

Dalam praktiknya, Anda hanya perlu menaruh anchor text sewajarnya saja. Jangan terlalu over optimize seperti contoh di bawah ini:

apa itu anchor text
Source: SEMrush

Anda hanya perlu menaruh anchor text seperlunya saja. Hal terpenting yaitu membuat anchor text serelevan mungkin dengan link yang akan diarahkan.

Penutup

Anchor text menjadi salah satu unsur penting yang harus Anda terapkan dalam strategi SEO teman-teman.

Asalkan, saat penerapannya Anda harus membuatnya relevan dengan link yang akan diarahkan sehingga membantu Google dan user untuk memahami site structure dari website Anda.

Jangan sampai berlebihan dalam menempatkan anchor text karena selain tidak nyaman untuk user, juga tidak membantu search engine untuk memahami website Anda.

Apabila teman-teman punya bahan diskusi menarik terkait anchor text, Anda bisa langsung bergabung ke dalam grup Telegram DailySEO.

Ada banyak sekali praktisi SEO yang bersedia untuk diajak diskusi perihal dunia SEO dan teman-teman juga bisa langsung berbagi pengalaman kepada mereka.

Jangan lupa gabung ke grup Telegram sekarang juga, ya!

Sumber:

https://developers.google.com/search/docs/fundamentals/seo-starter-guide#goodlinktext

https://www.searchenginejournal.com/how-to-optimize-anchor-text/466787/

https://www.semrush.com/blog/what-is-anchor-text-and-how-can-i-optimize-it/

Author

SEO Content Specialist, Median Digital Indonesia | Former SEO Content at Zenius, Hipwee, and Glints | SEO Enthusiast

3 Comments

  1. Rudhi Hadhi Reply

    Halo Mas, salam kenal, saya bukan praktisi SEO, tapi seneng dan hobi aja mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan SEO. Sebelumnya saya selalu mantengin situsnya Searchenginejournal, namun setelah menemukan Daily SEO saya sekarang jadi kesini tidap hari 🙂

    Oiya, ada yang perlu saya tanyakan mengenai “anchor text”, seperti yang kita tahu, situs-situs berita di Indonesia sering membuat anchor text dengan text Baca Juga:……. atau, mamasukan link tag ke kata maupun kalimat untuk topik tertentu. Pertanyaanya, pembuatan anchor text seperti itu apa sudah benar dan sesuai dengan SEO ya Mas? Terimakasih, dan mohon pencerahannya.

    • Hi Mas Rudhi. Kita samaan nih. Selalu belajar SEO dari web luar. Sejak ada DailySEO jadi mainnya ga perlu jauh-jauh haha.

      Saya bantu jawab ya Mas. Pertama. Untuk anchor text ini nggak ada ketentuan benar atau salah. Tiap web kebijakannya bisa beda-beda.

      Nah kalo permasalahan situs-situs berita di Indonesia pake anchor “Baca Juga” dll. itu karena mereka “”programmatic” mas. Maksud programmatic ini kalo misalkan di WordPress pakenya plugin, jadi nggak harus manual masukin internal link. Dan karena jalan otomatis, masukin internal link paling gampang ya “di program” dengan kata Baca Juga dst. Tinggal kasih deh artikel lain yang relevan dan masih satu “topik.”

      Sudah benar dan SEO kah? Hmm. Ya karena masukin internal link itu salah satu cara optimasi. Berarti sudah SEO.

      Tambahan personal: Kalo saya pribadi selalu “maksa” naro internal link di dalam paragraf. Kenapa? Selain karena biar keliatan natural. Anchor text di dalam paragraf juga (CMIIW) ngebantu crawler ngeidentifikasi apakah internal link yang ada di artikel relevan atau tidak.

      Coba bandingin deh. Ada ada web yang maksa naro internal link di satu paragraf sendiri (contohnya ya mayoritas web-web berita) dan nggak relevan sama sekali dengan artikel yang lagi dibaca user.

      Kedua. Kepanjangan ah takut diomelin admin.

      Semoga membantu Mas Rudhi.

Write A Comment